Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib

Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib
Bab 39 - Pertemuan mengharukan


__ADS_3

Setelah merasa cukup ia segera melanjutkan perjalanan menelusuri tepi sungai dengan sesekali berhenti karena kelelahan.


Sudah dua hari keduanya berada di hutan yang lebat itu seolah - olah hutan itu tak berujung, Stevani sudah mulai terbiasa dengan suasana disana dan rasa takutnya mulai terkikis karena beberapa hari di sana.


Tak mau menyerah dengan keadaan wanita tangguh itu tetap berusaha mencari jalan keluar dari san, beruntung ada baby Steve di sisinya yang menjadi penyemangatnya untuk segera kembali ke tempat asalnya.


* * * *


Sudah dua hari dua malam orang terkuat yang ada di masing - masing kerajaan itu bertempur namun tak juga mendapatkan pemenangnya karena kekuatan mereka yang setara.


" Cukup !! " seru morgan dengan nafas naik turun begitu juga dengan king Jacob.


" Kau hanya perlu mengembalikan anak dan istriku maka semua ini akan ku anggap tidak pernah terjadi " sambung Morgan.


Di banding mementingkan egonya anak dan istrinya lebih berharga bagi Morgan, ia bahkan tak peduli dengan dendam king Jacob kepadanya tapi yang tak bisa di maafkan apabila musuhnya itu menyakiti keluarga kecilnya.


Tawa king Jacob menggelegar memenuhi hutan membuat beberapa hewan di sana lari ketakutan.


" Ambillah sendiri kalau kau bisa !!" ucapnya berseru.


Dengan menahan amarah Morgan dengan cepat melempar pukulan kearah king Jacob membuat pria ia terpental karena lengah, sebelum king Jacob pulih Morgan telah menghilang dari sana membuatnya mengamuk sendiri di sana.


Mengandalkan ikatan batinnya Morgan muncul di sebuah hutan di mana stevani dan baby Steve berada.


" Hutan. apa mereka sudah pergi dari tempat king Jacob. Saya harus segera menemukan mereka " batin Morgan memindai area hutan di depannya namun tidak juga di temui keberadaan anak dan istrinya.


Morgan berlari dengan kecepatan penuh mengobrak abrik area hutan, tapi tidak juga di temukannya keberadaan mereka hingga dia menghirup harum familiar dari dari sang istri.


Sedangkan yang di cari sedang beristirahat dan membersihkan tubuhnya di tepi sungai, setelah melakukan perjalanan Stevani beristirahat karena baby Steve yang tertidur.


" Na.. na.. ya. yah. !!" ucapan baby Steve membuat Stevani tersenyum senang, bayi yang baru bangun tidur itu terus saja mengoceh kata yang sama membuat Stevani mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Kamu kangen ayah, sabar ya nak kita akan segera keluar dari sini " lirih Stevani memandang sayang baby Steve.


Tanpa di sadarinya Morgan berdiri di belakangnya dan segera mendekap keduanya.


" Akhirnya saya menemukan mu " bisiknya membuat Stevani menegang sedangkan baby Steve terus saja berceloteh dan tertawa lucu dengan menyemburkan air liurnya.


" Morgan !! " seru Stevani menyadari orang yang memeluknya adalah suaminya sendiri, perasaan was - was yang sebelumnya menggantung di dadanya seketika lega dengan kehadiran pangeran iblis itu di sisinya.


Tangis haru wanita itu tak bisa di hindari membuat Morgan mempererat pelukannya serta membisikkan kata - kata penenang, ia tau Stevani pasti sangat takut berada di dalam hutan yang luas seperti ini belum lagi banyaknya hewan buas yang bertebaran di sana.


" Maafkan saya sweet, maafkan saya" bisiknya sesekali mengecup mesra pucuk kepala wanitanya.


Setelah merasa Stevani lebih tenang dari sebelumnya pria itu meregang pelukannya menatap wajah cantik yang bersimbah air mata itu, sekilas di lihatnya baby Steve yang tertawa girang seolah - olah mengerti bahwa keluarganya telah bersatu kembali.


" Apa kamu senang boy ??" ucap Morgan menjawil hidung mungil bayi itu yang di balas semburan liurnya dan berceloteh bahasa bayinya membuat pria yang biasanya kaku itu gemas di buatnya.


" Sudah lebih baik sweet, kita pulang sekarang ??" tanya nya kepada stevani.


" Ssst.. kau tenanglah tidak akan ku biarkan mereka menyakiti kalian " bisik Morgan setelah melayangkan kecupan singkatnya.


" Terimakasih Morgan, Aku mencintai mu " balas Stevani berbisik.


" Seharusnya saya yang meminta maaf telah menyeret mu kedalam masalah ini " ujar Morgan lirih.


Setelah pertemuan mengharukan itu Morgan memutuskan membawa keluarga kecilnya ke suatu tempat yang jauh dari khalayak ramai demi menghindari pengejaran dari king Jacob dan adiknya Justine karena Morgan yakin keduanya pasti akan terus mencari mereka apalagi keduanya sudah mengetahui rahasia keistimewaan sang istri sebagai pemilik darah murni.


# Flashback #


Beribu - ribu tahun yang lalu kerajaan iblis menyerang negara peri dan membinasakan kerajaan peri dari muka bumi, berawal dari pangeran iblis bernama Goka jatuh cinta kepada seorang peri dan yang tak di sangka cintanya terbalas. Dengan tegas pangeran Goka menuturkan niatnya kepada sang raja untuk melamar peri cantik itu untuknya, tapi ternyata lamaran mereka di tolak oleh ratu peri dan membuat raja iblis murka merasa terhina hingga membawa pasukan untuk menyerang kerajaan peri.


Dari peristiwa itu tidak ada satu pun peri yang lolos dari Kematian tapi yang tak di sangka Ibunda ratu membuang anaknya Razell gadis yang di cintai pangeran Goka kedunia manusia melewati sebuah portal dimensi.

__ADS_1


Mengetahui itu raja Iblis murka dan bersumpah bahwa anak cucu keturunannya tidak ada yang boleh berhubungan dengan manusia.


* * * * * *


Hingga di pemerintahan raja Flipe bades belum ada seorang pun yang melanggar perintah itu.


Tanpa semua ketahui bahwa pangeran Morgan yang terlahir istimewa itu juga harus memikul beban yang berat karena harus melunturkan sumpah dari leluhurnya.


Pangeran Morgan harus menanggung takdir melanjutkan kisah cinta pangeran Goka yang tak sampai sedangkan Stevani atau putri Razell pemilik darah suci itulah yang akan mendampinginya.


" Sweet apa kamu baik - baik saja ?" tanya Morgan entah sudah yang ke berapa kalinya.


Sejak sampai ke tempat tinggal mereka yang baru Stevani jadi lebih pemurung dan tak banyak bicara seperti biasanya.


" Tentu saja " jawab Stevani memaksakan senyumnya.


Menghela nafas berat, melangkahkan kakinya mendekat kearah Stevani lalu membaringkan kepalanya di pangkuan wanita itu.


" Apa kamu menyesal ?" tanya Morgan berbisik menatap wajah cantik Stevani.


" Menyesal untuk apa ?" jawab Stevani tak mengerti.


" Kehadiran ku di hidup mu, mungkin ini belum seberapa masih banyak masalah berat yang mungkin akan kita lalui setelah ini. Jadi kalau kamu ingin menyerah, menyerahkan sekarang " lirih Morgan namun penuh ketegasan, meski ia mencintai Stevani namun ia tidak ingin memaksanya terus berada di sisinya dia ingin wanita itu sendiri yang menginginkannya tanpa paksaan.


" Di dunia ini aku tidak mempunyai siapa pun selain kamu dan bayi kita, apa kamu fikir aku bisa meninggalkan kalian begitu saja " ucap Stevani tersenyum tipis.


" Aku hanya khawatir pria itu datang lagi dan menemukan kita di sini, jadi jangan berfikiran macam - macam " jelasnya pada Morgan.


" Apa kamu yakin, terimakasih aku mencintai mu permaisuri ku " ucap morgan menelusupkan wajahnya di perut Stevani.


" Tidurlah, aku tau kau pasti juga sangat lelah" ujarnya mengusap - usap rambut Morgan yang terlihat mulai memanjang itu, sesekali Stevani melihat baby Steve yang tertidur di kasur tampak tersenyum - senyum dalam tidurnya.

__ADS_1


Entah dimana keberadaan mereka sekarang Stevani pun tak tau tapi menurut penjelasan Morgan mereka kini berada di negara Indonesia dan menghuni sebuah rumah minimalis bertingkat dua yang tidak terlalu besar juga jauh dari keramaian.


__ADS_2