
Morgan membaca mantra rumit yang keluar dari mulutnya, setelah menyelesaikan mantranya tiba - tiba asap hitam pekat mengelilingi seluruh tubuhnya.
Perlahan fisiknya berubah menampilkan sosok pria tampan berambut panjang hitam dengan mata ungu yang memikat.
Dipejamkan matanya membayangkan tempat yang akan di tujunya dengan teleportasi.
" Goa neraka " lirihnya.
Sedetik kemudian dia telah sampai di hutan yang sangat lebat bahkan sinar matahari pun tak bisa menembusnya hingga hutan itu sangat gelap, tapi karena Morgan seorang iblis berjalan di kegelapan bukanlah masalah baginya.
" Dimana goa neraka itu " batinnya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru dengan mata ungunya yang bersinar terang di tengah kegelapan.
Melangkah semakin dalam terdengar langkah kaki cepat entah dari arah mana.
" BOOM !!! " Sebuah kekuatan besar menghantam Morgan hingga terpental beberapa meter.
" Khuk.. huk.. ,siapa kamu ??" tanya Morgan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Tak terbayangkan seberapa keras kekuatan yang menghantam pangeran iblis itu.
Namun jawabannya membuat 'Morgan mengerut kening bingung karena menggunakan bahasa binatang.
" Apa yang kau katakan " ucap Morgan.
Namun sosok yang berbadan banteng berkepala manusia itu tetap saja tampak mengoceh penuh kemarahan.
Saat banteng itu akan menyerang Morgan lagi segera pria itu mengeluarkan kekuatan petir ungu dari sebelah tangannya membuat banteng itu terpental dan menabrak sebuah pohon hingga tumbang.
Dari arah barat terdengar samar banyak langkah kaki yang berlarian.
" .... .... ... ?? " ucap nya seperti sedang memakai Morgan kemudian dia berlari kencang menyeruduk kearah Morgan namun dengan mudah pria itu mengelak.
"Saya harus cepat " lirihnya saat mendengar suara langkah yang semakin jelas di pendengarannya.
" Enyah lah mahluk jelek !! " serunya melibas banteng itu dengan petir ungunya dengan kekuatan berkali lipat dari sebelumnya hingga membuat banteng itu terpental sangat jauh.
" Huh, saya akan bergegas sebelum kawanannya tiba " lirihnya lalu berlari secepat kilat dan menghilang dari sana.
__ADS_1
Benar saja dari arah belakang nya tampak sekelompok banteng berkepala manusia dan beberapa dari mereka berusaha mengejar nya.
Karena kalah cepat akhirnya kawanan banteng itu berhenti mengejar morgan dengan kemarahan di mata mereka.
Morgan terus saja berlari seolah hutan itu tak berujung,kemudian ia berhenti sejenak karena kelelahan dan menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon yang sangat besar.
" Ini sepertinya akan sedikit sulit ??" batinnya lalu memejamkan mata memfokuskan fikirannya, lama ia terdiam dalam posisi seperti sedang bersemedi.
Dalam pandangannya tak ada goa di dalam hutan ini, hanya banyak sekali bangsa jin yang di lihatnya salah satunya banteng yang menyerangnya tadi.
Membuka mata namun di depannya telah berdiri sesosok ular raksasa dengan permata merah dan mahkota di kepalanya.
" Siapa kamu, kenapa ada di area kekuasaan milik ku ??" tanya ular itu dengan suara bergema membuat hewan - hewan yang ada di sekitarnya berhamburan.
" Sial, tenaga ku bahkan belum pulih sepenuhnya " batinnya kesal.
" Kamu tak perlu tau siapa saya, dan kedatangan saya ingin mengambil sesuatu di hutan ini " jawab Morgan dengan aura kebangsawanan nya.
" Lancang kau anak muda !! beraninya kau mengambil sesuatu tanpa seizin ku " marahnya.
" Dasar ****** " desis Morgan sinis.
Hutan kematian di jaga oleh seekor ular raksasa yang dulunya seorang Dewi dari khayangan dia di buang oleh dewa tertinggi karena telah melakukan kesalahan dengan berselingkuh.
Di negeri khayangan di wajibkan setia dengan pasangan masing - masing dan kalau seseorang melanggar maka akan di hukum sangat berat.
Jadi dia di kutuk menjadi ular yang bertugas sebagai penjaga hutan kematian sedangkan selingkuhannya di hukum mati dan dan bisa berenkarnasi kembali.
" Kau takut " ucapnya meremehkan.
" Baiklah, tapi kamu akan binasa jika berbohong " tekan Morgan.
Tanpa aba - aba Morgan mengeluarkan petir ungu dari tangannya dan melemparkan serangan kearah ular raksasa itu, namun dengan mudah ia menangkis serangan Morgan.
" Cuma segini yang kamu punya " ucapnya memprovokasi pangeran iblis.
Merasa terhina, dengan marah Morgan semakin gencar menyerang di beberapa titik vital ular itu.
__ADS_1
Namun dengan mudah ia mengelak, namun kelicikan Morgan yang berpredikat iblis mampu mengecoh nya. Tubuh besarnya tak selincah Morgan hingga dengan mudah serangan pria itu mengenai ekornya.
" Dasar iblis sialan !! " makinya marah.
Makian sang ular membuat Morgan tambah bersemangat dan dengan gerakan semakin cepat ia melibasnya dengan ke kuatan penuh.
" Tassz !! Awhh.... " pekiknya saat cahaya ungu itu mengenai kepalanya hingga membuat goresan tipis di batu permata merah yang ada di kepalanya.
" Dasar sialan !! " Pekiknya geram.
Dari mulutnya lidahnya yang bercabang itu memanjang mencambuk - cambuk ke arah Morgan, beberapa kali hampir mengenai sang pangeran.
" Sudah cukup, waktu mu telah habis " lirih Morgan kemudian petir ungu tadi berubah menjadi pedang yang kokoh.
" Abramasz amo !! " serunya menyabit pedangnya dengan bentuk silang ke arah ular raksasa itu, seketika pekikan nyaring menggema ke seluruh hutan membuatnya terasa bertambah mencekam.
" Sesuai janji mu, di mana letak goa neraka ??" Bisik Morgan berjalan pelan kearah Dewi ular yang terluka parah.
" Aku ta..k per.. nah berbohong, pohon itu " tunjuknya pada pohon tempat Morgan bersandar sebelumnya.
" Apa ??" batinnya kesal.
" Kalau seperti ini percuma saja menghabiskan tenaga " lirihnya tanpa membuang waktu mendekat kearah pohon besar tadi tapi kemudian ia berhenti di dekat sang ular lalu berjongkok.
" Saya akan mengobati mu, tapi ada imbalannya " ucapnya dengan senyum licik menampakkan gigi - giginya yang runcing.
" Apa itu ??" lirih Dewi ular merasakan firasat tak enak pada mahluk di hadapannya.
" Permata itu " tunjuknya dengan mulutnya.
" Dasar licik !! " seru Dewi ular lirih.
Tanpa menunggu respon Dewi ular ia menyentuh kepala sang Dewi sambil membacakan mantra dari mulutnya.
Seketika tubuh Dewi ular pulih secara perlahan - lahan, namun sebelum tubuh Dewi ular itu pulih secara sepenuhnya segera ia mengambil permata merah di kepalanya dan bergegas menuju pintu goa neraka.
Meski seorang iblis namun setelah membaca
__ADS_1