Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib

Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib
Bab 36 - Baby Steven Gerrarld Arte


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu sejak kejadian Stevani melahirkan bayi lucu berwajah tampan namun yang anehnya tidak mirip Morgan mau pun Stevani membuat wanita itu bertanya - tanya mirip siapakah anaknya ini.


Sepulangnya dari acara pemberkatan seen dan Diego di gereja Stevani mengeluhkan perutnya yang terasa sakit, Morgan memutuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit sesampai di sana dokter mengatakan Stevani siap melahirkan dan sudah pembukaan 6,singkat cerita malam harinya stevani melahirkan seorang bayi lelaki yang sangat sehat.


Bayi lucu itu tertawa menggemaskan meski berbeda karena mempunyai tanduk yang seperti benjolan di kepalanya, meski awalnya Stevani agak risih melihatnya namun semua itu tertutupi oleh kelucuan bayi itu.


ia yakin bahwa baby-nya adalah anugrah, seperti ia menerima Morgan yang seorang iblis begitu juga ia akan menerima setiap keadaan anaknya karena Stevani mencintai ke dua mahluk itu.


Meski baru berumur dua bulan namun kecerdasannya di atas rata - rata anak seumurannya,bahkan bayi yang mereka beri nama Steven Gerrarld Arte itu sudah bisa tertawa dan mengerti bila diajak berbicara juga gusi - gusinya sudah mulai menumbuhkan beberapa gigi kecilnya.


Karena Steve keturunan iblis dan pemilik darah murni jadi bayi itu akan sangat istimewa, kononnya seorang iblis akan lebih cepat besar di banding manusia biasa.


Stevani bersama seen membawanya untuk vaksin imunisasi karena Morgan sudah kembali bekerja jadi ia meminta seen mengantarkan anak dan istrinya tak lupa bodyguard yang di sewanya untuk menjaga mereka , pria itu membuka sebuah kerajaan bisnis yang bergerak di bidang jasa sekuriti atau bodyguard, ia fikir tak mungkin seorang pangeran bekerja di bawah petunjuk mereka yang hanya seorang manusia biasa dan baru satu bulan saja perusahaannya sudah banyak di minati, bahkan Morgan telah melupakan kejadian dua bulan lalu soal kecurigaannya tentang keberadaan kaumnya dan fokus pada keluarga kecilnya.


" Mastine kau tunggu di sini saja " perintah Stevani pada bodyguard pribadinya saat akan memasuki ruangan dokter.


" Baik nyonya " ucapnya sopan.


Lalu Stevani masuk kesana di temani seen yang sedang menggendong bayi mungil itu.


" Hallo baby Steve " sapa seorang dokter cantik yang bername tag Samora.


Seperti mengerti sedang di sapa bayi mungil itu tertawa dengan lucunya membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas, termasuk beberapa suster yang sedang bertugas di sana.


Namun siapa sangka di balik casingnya yang menggemaskan Steve adalah seorang pangeran iblis yang dianugerahi dengan ke kuatan sangat menyeramkan itu karena keistimewaan ke dua orang tuanya yang di turunkan kepadanya.


Selesai dari rumah sakit kedua wanita dewasa itu memutuskan makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari sana.


" Kamu pesan apa seen ??" ujar Stevani membolak balik buku menu.

__ADS_1


" Aku lagi pengen makan nasi aja, ada pilihan apa saja Van ??" tanya seen balik.


" Kok kamu sekarang jadi doyan makan nasi sih " ucap Stevani dengan kening mengerut.


" Nggak tau, suka aja " ucap seen singkat memainkan jari - jari mungil Steve yang sedang di pangkunya.


Entah mengapa bayi itu sangat senang menempel kepada seen akhir - akhir ini, setiap melihat seen ia akan merengek meminta di gendong.


" Hai cantik, boleh gabung " ucap seseorang membuat keduanya tersenyum sungkan hendak menolak namun terlambat karena pria itu sudah meletakkan bokongnya di sana.


" Maaf tuan sebaiknya anda mencari kursi lain karena majikan saya sedang makan di sini " ucap mastine tegas.


pria itu yang tak lain adalah Justine mengangkat wajahnya dengan pandangan menusuk kearah mastine membuat pria dengan tubuh besar itu bergetar namun demi tuannya Morgan ia mencoba untuk melawannya.


" Maaf tuan jangan memberatkan tugas saya " ucap mastine kemudian.


Merasa tak suka dengan keberadaan mastine ia menyeringai mengerikan, perhatiannya teralihkan dengan bayi gembul di pangkuan seen.


" Apa yang anda lakukan " geram Stevani.


" Tidak ada, "


" Mastine kita pulang sekarang !!" ujar Stevani dingin mungkin sifat Morgan telah menular kepadanya di saat genting seperti ini, segera mereka beranjak dari sana.


" Tunggu sebentar nona " ucap Justine mencekal tangan Stevani tapi kemudian ia sadar akan sesuatu keistimewaan yang di miliki wanita di hadapannya.


" Pemilik darah murni, king Jacob pasti akan senang dengan hadiah yang akan ku berikan kepadanya " batinnya menyeringai dan tanpa aba - aba mengucap mantra teleportasi.


Dan sedetik kemudian Justine tiba di sebuah ruangan yang gelap dengan suasana mencekam, menggenggam pergelangan tangan Stevani erat di sebelahnya tapi yang membuatnya terkejut adalah keberadaan Steve di gendongan Stevani.

__ADS_1


" Kapan bayi itu berpindah ke gendongan ibunya " fikir Justine.


" Lepas !!" seru Stevani kencang lalu ia tersadar bahwa mereka telah berpindah tempat.


" Si.. siapa kalian ? di mana kau membawaku" ucapnya marah, namun sebuah suara membuat keduanya menoleh ke asal suara.


" Lancang kau Justine,siapa yang kau bawa ke kediamanku !! " seru sebuah suara yang terdengar halus namun terdengar marah.


" Ampun king, jangan marah aku hanya ingin memberi sebuah hadiah yang akan membuat mu senang " ujar Justine membuka suara.


" Hadiah, apa itu ??" kata king Jacob penasaran.


" Ini dia !! " serunya mendorong pelan Stevani mendekat kearah king Jacob, namun bukannya senang tapi pria berambut putih dengan mata hitam itu malah tersenyum penuh cemooh.


" Cuma ini, kau tau kedua manusia ini tak akan bisa mengenyangkan dahaga ku " ucapnya kemudian.


" Anda salah king, bukan itu maksud ku. Tapi yang ku bawa ini adalah istri dan anak dari pangeran Morgan " ucap Justine.


Perasaan iri membuat Justine tega mengkhianati saudaranya sendiri dan berpihak kepada king Jacob yang jelas - jelas musuh bebuyutan mereka.


Tawa jahat seketika menggema di ruangan itu, membuat Stevani merinding dalam diam dan berdoa terus menyebut - nyebut nama Morgan di hatinya.


Seperti mengerti apa yang di rasakan ibunya baby Steve tertawa lucu menenangkan membuat Stevani seketika lupa akan rasa takutnya.


" Bawa anak ini pergi " ujar king Jacob secepat kilat sudah berada di di hadapan Stevani bersiap akan merampas baby Steve dari ibunya namun seperti ada sebuah kekuatan tak kasat mata yang menghalaunya untuk menyentuh bayi itu hingga king Jacob terpental mundur beberapa langkah.


Di susul tawa lucu baby Steve seperti sedang mengejek king Jacob yang menggeram marah.


" Kamu baik - baik saja king ??" ujar Justine mengerut kening bingung.

__ADS_1


" Siapa sebenarnya wanita ini, apa istimewanya hingga keturunan Morgan hingga bisa sekuat ini, aku sangat yakin bahwa dia bukan manusia sembarangan " ucapnya sibuk dengan batinnya tak menjawab pertanyaan Justine.


Tanpa mereka sadari mata baby steve yang semula hitam berubah menjadi berkilat merah pekat menyeramkan seperti tanda lahir ibunya.


__ADS_2