Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib

Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib
Bab 37 - Wujud asli pangeran iblis


__ADS_3

Di waktu yang sama di tempat yang berbeda tampak seorang pria tampan yang tak lain adalah Morgan menatap kosong ke arah hamparan gumpalan awan dari sebuah gedung pencakar langit miliknya, sejak mastine memberitahu hilangnya Stevani dan baby Steve beberapa jam yang lalu dia hanya diam duduk di kursinya dan anehnya pria itu tetap saja tenang seperti sudah menduga hal ini akan terjadi.


Duduk membelakangi meja kerjanya menghadap langsung ke jalan raya, memandang lurus keramaian lalu lalang sekilas matanya berkilat ungu beberapa detik.


" Akhirnya kau muncul dengan sendirinya " batinnya, sebenarnya Morgan memang sengaja membiarkan Stevani beberapa kali pergi tanpa dirinya sebagai pancingan. Karena ia yakin dimana pun istrinya berada batin mereka telah terikat sempurna maka Morgan akan mengetahui keberadaannya jadi ia tak merasa khawatir.


" Bersabarlah sweet, saya yakin putra kita bisa menjaga mu dari mereka " bisik Morgan pelan.


Bukan tanpa alasan Morgan melakukan itu membiarkan istrinya di tangan para musuhnya ia hanya ingin membuktikan kebenaran tentang jati diri Stevani sebagai pemilik kalung leluhurnya.


# Flashback on #


" Tuan bisa menemani nyonya Stevani di dalam " ujar seorang dokter wanita yang membantu proses persalinan Stevani.


Tanpa berkata - kata Morgan mendekati istrinya secara perlahan, ringisan dan teriakan kesakitan Stevani menjadi saksi atas perjuangan wanita yang memberikannya keturunan itu.


" Kamu bisa sweet, berusahalah demi anak kita " ucap Morgan memberikan semangat sedangkan tangannya menggenggam erat sebelah tangan stevani memberikan energi tak kasat mata kepada wanita itu, tak peduli tangannya yang menjadi pelampiasan tapi sedikit pun ia tak merasa kesakitan dengan cakaran kuku tajam stevani, baginya itu tak sebanding dengan kesakitan istrinya.


Namun karena terlalu lama mengeden Stevani sampai ke habisan tenaga, dokter mulai panik dan menyarankan untuk segera di operasi cesar. Sebelum Morgan membuka suara untuk menyetujui tanpa sengaja matanya melihat sekilas cahaya kemerahan muncul yang berasal dari punggung Stevani serempak muncul kalung di lehernya dengan cahaya berkilauan melingkar di lehernya yang berasal dari kalung itu meski hanya beberapa detik Morgan sangat yakin dengan penglihatannya.


Setelah cahaya itu redup stevani yang semula lemah seolah terlahir kembali dengan tenaga yang terisi penuh, bahkan dokter di buat takjub serta terheran - heran.


" Tak ku sangka yang di cari ada di depan mata " batin Morgan senang, namun tak pernah sekali pun ia menyinggung tentang kalung itu di depan Stevani sebelum memastikan kebenarannya.

__ADS_1


# kembali ke cerita #


" Jika dia pemilik kalung itu yang sebenarnya, apa yang harus saya lakukan " ucap Morgan meragu.


Tidak bisa di pungkirinya ada perasaan senang jika Stevani pemilik kalung itu maka dengan begitu tugasnya selesai dan bisa segera kembali kerajaan tapi yang membuatnya gusar adalah bagaimana nasib istri dan putra mereka tidak mungkin ia meninggalkannya di sini sendiri namun jika Morgan membawa mereka ikut dengannya ia tak yakin raja dan bangsanya menerima Stevani di sana karena seorang manusia bahkan tak bisa di pungkiri bahwa mereka bisa saja menyakiti istrinya itu.


Dilema, iya Morgan menyesal telah menyeret Stevani di kehidupannya dan keberadaan Stevani di sisinya bisa saja menyakiti wanita itu terlebih mereka telah memiliki seorang putra.


" Saya akan menyelesaikan masalah ini satu persatu demi kamu juga putra kita, permaisuri ku " bisiknya pelan.


Kemudian beranjak dari duduknya dan memejamkan mata sedetik kemudian muncul di sebuah ruangan yang gelap mencekam dengan aura yang sangat di kenalinya.


" King Jacob " batinnya geram karena dalang penculikan istri dan putranya adalah musuh bebuyutannya.


Di pejamkan matanya membayangkan wajah sang istri tercinta mencari ketenangan di sana,setelah merasa tenang ia membuka matanya perlahan yang berwarna ungu bercahaya entah sejak kapan wujudnya berubah menjadi jelmaan seorang pangeran iblis yang terkenal akan keganasannya di tambah baju kerajaan dan wajah rupawan membuat dirinya terlihat berwibawa dan penuh kekejaman di saat bersamaan, seringsaiannya menampakkan gigi - gigi runcingnya yang terlihat menyeramkan, inilah wujud pangeran iblis sebenarnya kejam dan tak kenal ampun.


" Keluarlah " tegasnya dengan aura kebangsawanannya, tenang dan tegas namun mampu mengendalikan musuhnya meski itu tidak berlaku kepada king Jacob karena ia sama - sama seorang bangsawan dengan aura yang menakutkan.


Tawa menggelegar milik seseorang yang sangat di kenalinya namun yang membuatnya geram adalah seseorang yang berjalan di sebelah king Jacob.


" Justine. Kauu.. !! " serunya marah.


" Iya kak, kau benar " celetuk Justine tersenyum remeh.

__ADS_1


" Dasar penghianat !! matilah kau " teriak Morgan meyerang Justine dengan tiba - tiba membuat tubuh adik tirinya itu terpental ke dinding menimbulkan suara nyaring.


Tapi bukannya kesakitan Justine malah tertawa seperti orang gila membuat Morgan tambah meradang, secepat kilat kembali menyerang dengan membabi buta sungguh ia tak habis fikir kenapa adiknya itu bisa berkhianat dengan bekerja sama dengan King Jacob. Sudah cukup ia memberikan toleransi terhadap Justine atas kejahatan yang sering ia lakukan tapi ini sudah keterlaluan menurutnya.


" Bunuh saja kalau bisa ??" tantang Justine dengan nafas tersengal membuat Morgan bersiap menyerang namun ucapan Justine membuatnya menghentikan serangannya.


" Kalau diriku mati raja akan curiga,dia akan menyelidiki kematian ku dan mengetahui perbuatan mu yang melanggar pantangan kerajaan " sambungnya tersengal namun tetap tersenyum menyebalkan menurut Morgan tidak ada raut takut sama sekali meski ia tahu Morgan bisa dengan mudah menghabisinya dengan perbedaan kekuatan keduanya.


" Sialan !! Apa mau mu ??" ucap Morgan menggeram, baru saja Justine akan membalasnya celetukan seseorang membuat kedua kakak beradik itu sontak menoleh ke asal suara.


" Apa kalian sudah selesai ?? tontonan yang membosankan " ucap king Jacob jengah karena harus menjadi penonton pertikaian adik kakak itu sedari tadi.


" Dasar sialan, mereka bahkan tidak memandang tinggi diri ku " maki king Jacob di dalam hati.


Sontak Morgan mengalihkan perhatiannya pada musuh besarnya, kemudian ia teringat tujuannya datang kemari.


" Dimana kamu sembunyikan anak dan istri ku " ucap Morgan penuh penekanan.


" Wow seorang pangeran iblis mempunyai seorang istri manusia, apa kau yakin dia akan di terima di ras mu pangeran " ejek king Jacob.


" Bukan urusan mu, katakan di mana mereka sebelum aku.. ??" ucap Morgan terpotong oleh king Jacob.


" Kalau ku bilang istri mu sudah mati apa yang akan kau lakukan ??" tanya king Jacob dengan wajah meremehkan membuat raut wajah Morgan berubah menjadi geram tapi sedetik kemudian rautnya berubah memandang king Jacob dengan mata ungu berkilatnya.

__ADS_1


" Apa kau fikir lelaki lemah seperti mu bisa menyakitinya ?" ucap Morgan membalas dengan seringaian menyabalkan memancing kemarahan king Jacob, perkelahian keduanya pun tak terelakkan serangan demi serangan di lemparkan menimbulkan suara nyaring.


Karena tidak ingin membuat keributan yang membuat orang - orang curiga Morgan secepat kilat menarik king Jacob dan berteleportasi ke sebuah hutan.


__ADS_2