Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib

Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib
Bab 29 - Goa neraka


__ADS_3

" Dimana pintu masuknya ??" ucapnya.


Ia teringat dengan permata Dewi ular, di tatapnya sejenak batu permata di genggamannya lalu di arahkan nya ke pohon besar itu.


Ajaib, yang awalnya pohon besar menjadi sebuah pintu goa yang tidak terlalu besar namun muat untuk masuk satu orang.


" Ternyata sebuah ilusi " decaknya kagum, tak terfikir oleh siapa pun pohon besar itulah jalan ke goa neraka yang banyak di cari para mahluk karena tersimpan berbagai jenis harta Karun berharga.


Setelah ia melewati mulut goa sedetik kemudian pintu goa tertutup kembali dan menjadi ilusi seperti sebelumnya.


Morgan melangkahkan kakinya lebih dalam melewati jalan lorong bebatuan yang tajam.


Satu jam lamanya sudah ia berjalan keringat bercucuran di tubuhnya karena semakin dalam maka lorong itu semakin terasa panas, namun tak menghentikan tekadnya yang kuat.


Tak sampai lima belas menit akhirnya ia menemukan sesuatu yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


" Inikah yang dinamakan goa neraka " batinnya takjub.


Sebuah bukit yang tampak sangat indah namun bukit itu di kelilingi oleh kawah air panas dengan asap mengepul berwarna hitam.


" Bagaimana caranya untuk ke sana ?? Apa ini juga sebuah ilusi " tanya Morgan entah kepada siapa.


Bergegas ia mengeluarkan batu pertama Dewi ular dan di tatapnya sejenak seolah mencari tau bagaimana cara menggunakannya.


" Bantulah saya sang pangeran iblis " ujarnya lalu mendekati kawah panas itu lalu mencelupkan separuh batu permata.


Sekejap mata kawah panas itu berubah menjadi sosok naga yang berwarna emas yang mengelilingi bukit kecil yang sangat indah sebelumnya.


" Siapa kamu, kenapa kamu bisa sampai kemari ??" tanya sang naga dengan suara besarnya.


" Namaku adalah Morgan Ardana Sanders seorang pangeran iblis " ucap Morgan memperkenalkan dirinya dan memperlihatkan batu milik Dewi ular.


" Apa yang kau inginkan ??" tanya nya lagi.


" Mawar hitam yang ada di dasar kolam goa neraka " sontak ucapan Morgan membuatnya terkejut.


" Apa kau serius anak muda ?? kau sudah tau resikonya adalah kematian " ucap naga emas membuat dahi Morgan mengerut.


" Karena Dewi ular telah memberi restunya, kalau begitu pergilah " ujarnya lalu meregangkan lilitannya agar Morgan bisa lewat.


Tanpa membuang waktu lagi morgan segera melewati tubuh sang naga emas sebelumnya melambaikan tangannya melewati jalan setapak yang terbuat dari batu.

__ADS_1


Bukit yang nampak kecil itu ternyata sangat besar, terdapat banyak berbagai jenis hewan dan tanaman di tempat yang Morgan lewati.


Beberapa kali ia terpana oleh berbagai jenis hewan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


Dua langkah di depannya terdapat sebuah goa yang beraroma wangi yang sangat harum membuat Morgan betah berlama - lama menciumnya.


" Aku akan memilik tubuh ini segera " dengan senyum khasnya ia memasuki goa.


Ternyata ujian Morgan demi mendapatkan mawar itu tak sampai di situ karena kini ia harus mengambil mawar itu di dalam kolam dan harus menyelam.


" hah, baiklah. Demi tubuh ini " ucapnya mendesah kasar.


Lalu menceburkan dirinya ke kolam dan memusatkan fikirannya mencari keberadaan mawar.


Tapi sedetik kemudian Morgan meloncat naik kepermukaan saat menyadari air kolam itu mengandung racun mematikan, beruntung ia belum mencelupkan tubuhnya.


" Ha ha ha... " tawa menggema membuat Morgan waspada.


" Siapa kau, keluarlah !! " seru Morgan dengan marah.


Dari dalam air muncullah sesosok hitam berbadan licin seperti belut, tubuhnya persis manusia namun tak memiliki wajah dan telinga.


Berenang - renang memutar di dalam kolam dan tertawa tanpa henti.


" Izinkan aku mengambil sekuntum mawar itu " ucap Morgan kemudian.


" Ambil lah kalau kau bisa " ucapnya tertawa lalu dari tubuhnya mengeluarkan cairan hitam seperti racun.


" Sialan ternyata racun itu berasal dari mahluk ini " geram Morgan bersiap menyerang.


Dengan kekuatannya ia mengangkat mahluk itu yang sebelumnya di ikat dengan cahaya ungu miliknya, namun anehnya si licin itu malah terus saja tertawa.


" Dasar mahluk aneh " kesal Morgan.


Saat akan membanting mahluk itu tubuh licin itu bergetar seperti kesetrum dan melorot lepas dari cengkraman Morgan.


Tawa nyaringnya membuat Morgan bertambah kesal, secepat kilat ia mencekik mahluk itu rasanya geli saat kulitnya menyentuh tubuh lengket juga berbau anyir.


" Menjijikan " lirihnya.


Karena cekikan Morgan yang mengandung kekuatan berkali lipat dari sebelumnya, ia menghentikan tawanya berganti ringisan kesakitan.

__ADS_1


" Mawar itu milikku sekarang " desis Morgan memperkuat cengkeramannya.


" Tussssz.. !! " mahluk hitam itu meletus menjadi abu meninggalkan suara desisan seperti api yang disiram dengan air.


Selesai dengan brandong Morgan melompat ke dalam kolam rasa dinginnya air langsung menusuk tulang sum sumnya namun tak di hiraukannya.


Morgan berenang ke permukaan yang dalamnya mencapai lima meter, ternyata berbeda di permukaan kolam yang tampak kecil.


" Cahaya samar, itu mawarnya " pekik batinnya girang.


Bergegas ia mempercepat laju gerakannya,namun seolah ujiannya tak pernah usai ia di kejutkan oleh suara imut yang entah berasal dari mana.


" Siapa kamu iblis ??" tanya suara imut,ternyata seekor ikan mas kecil yang bisa berbicara.


Morgan mendesah kesal dalam hati karena kemunculan ikan mas itu menghambat ke inginannya untuk segera memetik sang mawar.


" Jangan mengganggu, pergilah " ucap Morgan berbicara bahasa batin dengan ikan mas.


" Oh, ayolah pangeran iblis seperti mu sangat tidak cocok dengan manusia baik sepertinya " celotehnya.


Kening Morgan mengerut pertanda tak mengerti.


" Apa yang kau bicarakan ??" geramnya.


" Wanita yang kau ikat dengan pernikahan bangsamu itu " sinis ikan mas.


" Jangan ikut campur, pergilah. Jangan menggangguku atau kau akan menyesal " geram Morgan setelah mengerti maksud dari perkataan mahluk kecil itu.


" Hey ayolah, aku tidak mengganggu dan hanya mengajakmu bicara, apa yang salah ??" kesalnya.


Tanpa menghiraukan ikan kecil itu Morgan mempercepat gerakannya kearah di mana mawar hitam berada.


" Tunggu !!" seru ikan mas menghentikan gerakan Morgan yang hendak memetiknya.


" Kamu harus menggunakan satu buah sisik ku untuk dapat mengambilnya " ucapnya mendekat kearah Morgan dan melepaskan satu buah sisiknya yang berkilau seperti emas.


Dengan ragu Morgan menyambutnya dan menggesekkan sisik itu pada setangkai bunga mawar.


Ajaib sisik kecil itu ternyata setajam pedang hanya dengan sedikit menekannya tangkai mawar telah putus dan berpindah ke tangannya.


" Jagalah wanita itu, aku tau kau telah mencintainya dan akan menjaga dirinya maka dari itu aku mengizinkan kamu memiliki mawar hitam. Apalagi dia sedang mengandung calon pangeran generasi mu, kelak bangsamu akan memperebutkannya maka kau harus bertambah kuat agar dapat melindunginya " pesan sang ikan dengan suara imut namun berwibawa dan tak lama menghilang dari sana meninggalkan Morgan dengan penuh kebingungan.

__ADS_1


" Apa maksud ikan itu" batinnya.


( khusus hari up 2 bab, he.. mana suaranya )


__ADS_2