
Setelah memastikan seen tidur dalam posisi enak kini wanita itu tercenung sendiri di temani bayinya yang terus bergerak - gerak hingga membuat perutnya tampak bergelombang.
" Nak, apa kamu merindukan ayah ??" lirihnya, seperti mengerti bayi di perutnya bergerak semakin agresif membuat perutnya serasa agak kram.
Stevani merasa ikatan batin antara anak dan ayah itu sangatlah dekat, bagaimana ia bisa memisahkan keduanya.
Meski Morgan seorang iblis namun anak yang dikandungnya juga anaknya, dia tak tau apa - apa dari itu Stevani bertekat membesarkan anaknya walau dunia kelak akan membuangnya sekalipun karena melahirkan seorang anak iblis yang mungkin berbeda dari mereka.
" Takdir sungguh lucu, pengkhianatan Kriss waktu itu membuatku berakhir bersama pangeran iblis bahkan mengandung anaknya. Entah apalagi yang terjadi esok, apa aku harus menerima morgan atau tidak " batinnya resah.
" Apa yang engkau fikirkan ??" bisik seseorang dari belakang tubuhnya membuyarkan lamunannya.
Sontak Stevani menoleh kearah dimana datangnya suara yang sangat di kenalnya.
" Kau datang lewat mana ??" ucapnya kaget, walau pun mengetahui pria itu seorang iblis tak membuatnya biasa dengan kemunculan Morgan yang tiba - tiba.
" Kamu lupa diriku siapa " dengus Morgan dengan geli melihat ekspresi wanita itu.
" Oke baiklah mister iblis " kesalnya mencebikkan bibirnya lucu, ingin sekali Morgan mencicipi bibir yang tampak manis baginya namun segera dia menggelengkan kepalanya membuang fikiran nakalnya dan meluruskan tujuannya datang kemari.
" Saya ingin berbicara " ucap Morgan kaku.
" Kan sudah dari tadi " gemas Stevani ingin sekali menggigit sesuatu untuk melampiaskan perasaannya.
" Maksud saya tidak disini " ujarnya tanpa aba - aba mengangkat tubuh berisi itu reflek Stevani memekik kecil karena kaget dan menggeliatkan tubuhnya.
" Ssst diamlah atau kau akan membangunkannya " desisnya melirik bagian bawahnya sekilas sontak saja wanita itu langsung terdiam kaku seperti patung hidup.
Padahal yang terjadi tidak seperti itu Morgan hanya ingin menggodanya saja, Ia tertawa dalam hati sangat senang mengerjai permaisurinya. Ternyata sang pangeran sudah mulai bisa bertingkah jahil.
" Tutup matamu " lirihnya yang langsung dituruti Stevani, lalu Morgan bersiap membacakan mantra seperti biasa dan sedetik kemudian mereka berpindah ke sebuah di sebuah villa mewah yang beberapa hari lalu di belinya.
" Bukalah matamu " bisiknya mengecup sekilas bibir yang menggoda di depannya.
__ADS_1
Stevani terkejut melihat pemandangan yang berbeda di sekitarnya ia sadar telah berpindah tempat, di luar nalar manusia sepertinya dan entah bagaimana cara pria ini melakukannya.
" Morgan ini dimana ??" tanyanya penasaran.
" Villa " singkat Morgan acuh.
" Iya, tapi villa milik siapa ??" kesalnya merasa tak puas dengan jawaban Morgan.
" Turunkan aku, turunkan.. !! " serunya namun bukan menuruti permintaannya Morgan malah berjalan kearah sofa lalu meletakkan bokongnya disana dengan Stevani yang masih di dekapannya.
" Ssst, diamlah sweet kita harus bicara " tekannya pada wanita di pangkuannya.
" Biarkan aku duduk sendiri Morgan " pintanya lembut namun sepertinya pria itu tak ingin melepaskannya barang sedetik pun.
" hm, baiklah. Apa yang ingin kamu bicarakan ??" tanya Stevani mengalah.
" Tentang anak ini, siapa ayahnya ??" tanya Morgan gugup meski tertutup wajahnya yang selalu kaku.
" Menurutmu ?? " bisik Stevani ditelinga Morgan dan dengan sengaja meniupkan nafasnya menggoda.
" Sweet kau nakal sekali " ******* lirih lolos dari bibir Morgan membuat Stevani bertambah semangat dan entah mengapa ia merindukan sentuhan pria ini di tubuhnya.
" Sweet, jawab dulu pertanyaan ku " ucap Morgan sekuat tenaga menahan hasrat yang membakar tubuhnya.
Pangeran iblis yang biasanya terkenal ganas di kalangannya itu akan selalu saja menjadi lemah bila di dekat Stevani.
" Kalau aku bilang kamu ayahnya, apa kamu percaya ??" bisik stevani menuntun tangan besar itu kearah perutnya yang bergelombang karena bayinya terus saja bergerak - gerak disana.
" Nak, coba sapa ayah " ucap Stevani, seperti mengerti bayi itu menendang - nendang kearah tangan Morgan yang mendekap di perut Stevani.
Hasrat yang membakar tubuhnya berganti dengan perasaan haru karena bayinya mengenal dirinya, ya ini memang anaknya calon penerus kerajaan gaib fikir Morgan.
" Sekarang kau percaya " bisik Stevani setelah melihat wajah takjub di hadapannya.
__ADS_1
" Terimakasih sweet telah menjaganya dengan baik " bisiknya merangkul Stevani kedalam dekapannya.
Perasaan lega mengetahui bahwa istrinya selalu setia kepadanya meski keduanya sempat berjauhan.
" Kenapa kamu bertambah seksi " bisiknya sensual menggigit telinga wanita itu lembut, membuat stevani menggelinjang kegelian dan dengan nakal tangannya meremas bokong berisi wanita itu gemas.
" Morgan !! " pekiknya kaget.
Tanpa aba - aba Morgan ******* bibir yang sangat di rindukannya, berlanjut keduanya saling melepas rindu yang membara di hati masing - masing.
Perlahan Stevani menerima takdir yang di gariskan tuhan kepadanya, menerima Morgan sebagai suami iblisnya yang menyebalkannya lagi, telah ia cintai.
Malam panjang dilalui keduanya tidak hanya dengan nafsu namun saling berbagi cerita selama keduanya berjauhan, dari situ juga Stevani mengetahui siapa Morgan sebenarnya namun masih banyak misteri yang masih disimpan Morgan dan hanya pria itu yang mengetahuinya.
" Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku apa pun yang terjadi ??" pinta stevani dengan sendu.
" Kenapa kau berbicara seperti itu ??" heran Morgan.
" Entahlah, aku merasa seperti ada masalah besar di depan sana yang akan memisahkan kita nantinya " lirih Stevani teredam oleh dada Morgan yang menempel erat diwajahnya.
" Kamu tidak usah khawatir sweet, tidak ada yang bisa memisahkan kita dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi meski harus melawan takdir sekali pun " tegasnya meyakinkan Stevani.
Kata - kata Morgan sangat manis membuat wanita hamil itu merona senang karena merasa dipuja pria tampan yang sedang memeluknya ini.
" Benarkah ?? " ucap Stevani dengan manja yang di balas anggukan pasti oleh pria itu.
Kehadiran pria itu seperti obat baginya, semua keluh kesahnya seketika terasa ringan.
Karena terlalu terbuai tanpa sadar Stevani tertidur dengan Morgan memeluknya dari belakang,Stevani berharap jalan cinta beda dunia mereka akan berjalan mulus walau ia sadar pasti banyak kerikil - kerikil yang akan menguji kekuatan cinta mereka.
Morgan masih belum terlelap memandang penuh cinta pada mahluk yang mereka sebut manusia, dan hanya manusia wanita ini yang mampu merobohkan tembok kokoh pertahanannya ditambah dengan perut buncitnya dimana ada seorang calon penerus kerajaan mereka, dia malah seperti malaikat dibandingkan manusia.
" Kamu sangat cantik sweet, apa pantas iblis sepertiku bersanding dengan dirimu yang sangat baik ini " batinnya lirih.
__ADS_1
Morgan bertekat setelah menemukan kalung leluhurnya ia akan membawa Stevani kerajaannya dan memperkenalkan wanita ini pada semua orang meski ia yakin hubungan keduanya akan di tentang oleh mereka.
Tapi sebelum itu ia harus memastikan sesuatu, apakah Stevani pemilik kalung leluhurnya yang hilang seperti kata seseorang di goa neraka waktu itu ataukah bukan.