
Di belahan dunia lain terjadi perdebatan sengit di istana, para petinggi mendesak raja Flipe agar mengambil tindakan tegas tentang masalah pencarian kalung leluhur mereka.
Ditambah matinya utusan mereka yang pertama membuat konflik bertambah panas, banyak yang berasumsi bahwa Morgan yang telah membunuh Armano, itu pun Justine yang menebar rumor tanpa raja ketahui.
Dan menjadi panas dengan sumbu api yang di munculkan oleh Justine anak selirnya yang menawarkan diri menyusul kesana, Raja Flipe terdesak dan dengan terpaksa merestui Justine menyusul Morgan ke dunia manusia.
Kini mereka semua berkumpul melepas kepergian Justine dan diwaktu yang sama King Jacob menuju tempat yang sama dengan Justine.
Selama ini Justine bekerja sama dengan King Jacob sang raja kegelapan untuk menghancurkan kerajaan, Justine yang iri karena morgan yang akan menjadi penerus raja bukan dirinya jadi ia mengatur siasat memanfaaatkan King Jacob untuk memuluskan rencananya karena raja kegelapan itu mempunyai tujuan yang sama karena Dendam akibat suatu hal.
Setelah acara pelepasan akhirnya Justine sampai di dunia manusia,Aroma manusia sangat harum menusuk hidungnya seketika membuatnya berhasrat untuk mencicipinya. Justine berbeda dari Morgan karena ibunya keturunan kaum Marheles yang terkenal bringas dan juga berdarah dingin namun karena selir itu terlihat sangat baik jadi raja Flipe mengambilnya untuk di jadikan selirnya.
Belum satu jam Justine di sana namun sudah dua orang yang menjadi korbannya.
" Kenapa tidak dari dulu saja raja mengutus ku kemari " desisnya menjilat bibirnya yang berlumur darah segar dengan nikmat dengan mata yang berkilat kejam.
___________
Waktu terasa cepat berlalu kini kandungan Stevani telah memasuki bulan ke sembilan, wanita itu lebih terlihat ceria diujung kehamilannya karena Morgan yang selalu berada di sisinya.
Morgan yang tak rela berpisah lagi dari istrinya memaksa wanita itu untuk tinggal bersamanya, bahkan pria itu secara langsung menemui seen sahabatnya agar membiarkan Stevani ikut tinggal dengannya.
" Van, kok kamu belum datang sih. Acaranya sudah mau di mulai " kesal seen.
Wanita itu akhirnya menerima Diego setelah perjuangan panjang dokter tampan itu, dan hari ini pemberkatan keduanya di langsungkan.
" Bentar lagi kita sampai " ucap stevani melirik suaminya kesal.
" Oke, jangan sampai telat " pasrah seen, wanita itu gugup berharap Stevani datang secepatnya dan menemaninya di hari bahagianya ini.
__ADS_1
Morgan yang mendengar obrolan keduanya mempercepat laju mobilnya, seharusnya mereka sudah tiba dari tadi akan tetapi jiwa liar Morgan muncul saat melihat Stevani yang terlihat sangat menggoda di matanya dengan long dress berdada rendah memperlihatkan asetnya yang tampak ranum.
" Semua gara - gara kamu, dasar mesum " gerutu Stevani di sepanjang perjalanan yang hanya di balas senyum tipis oleh pria kaku itu.
" Maaf sweet, semua juga kamu yang mulai " ucap Morgan yang mendengar gerutuan wanita di sebelahnya.
" Loh kenapa jadi aku !!" seru Stevani tak terima, ia merasa menjadi korban di sini tetapi kenapa Morgan memutar balikkan fakta.
" Hm, baiklah ini salah ku. Nanti kita akan memberikan tiket bulan madu kepada mereka, bagaimana ??" ucap Morgan menyanyikan pendapat wanita yang sedang cemberut itu.
" Ayolah sweet, jangan cemberut. Kamu mau bayi kita lahir dengan wajah seperti itu " rayu Morgan mencolek dagunya gemas.
" Emang bisa seperti itu " mengerutkan kening bingung.
" Tentu saja, jadi jangan cemberut. Tersenyumlah sebentar lagi kita sampai " ucap Morgan memarkirkan mobilnya di depan gereja tempat pemberkatan seen dan Diego di langsungkan.
Kerena terlalu kesal Stevani sampai tak menyadari kalau sudah sampai dan sontak saja ia mengubah raut wajahnya menjadi ceria seperti biasa, ia tak ingin merusak kebahagiaan seen dengan tampang jeleknya tadi.
" Hati - hati sweet " peringat Morgan dingin, kesal karena Stevani selalu ceroboh jika terlalu bersemangat hingga melupakan perut buncitnya.
" Maaf " lirihnya menunduk, ia merasa bersalah kepada bayinya karena hampir saja mencelakainya.
" Sudahlah. Lain kali lebih berhati - hati " hibur Morgan menggandengnya menuju ruangan dimana seen berada.
" Masuklah, saya akan ke ruangan mempelai pria" ucap Morgan memberikan ruang untuk kedua sahabat itu.
Melangkahkan kakinya kearah kamar yang tak jauh dari sana dimana sudah ada Diego dan beberapa pria yang tak di kenalinya.
" Selamat bro " katanya yang di balas senyum hangat oleh Diego.
__ADS_1
Lalu mereka berbincang hangat menunggu acaranya di mulai, Morgan mengetahui ternyata beberapa pria itu adalah sepupu dan sahabat Diego yang datang dari tempat yang jauh.
Beberapa menit kemudian Diego dipanggil karena acaranya sudah akan di mulai, Morgan juga beranjak menghampiri Stevani.
Namun langkahnya terhenti ketika penciumannya mencium bau yang sangat familiar untuknya yaitu bau bangsanya sendiri, seketika morgan langsung waspada terhadap sekitar.
Tak jauh darinya terlihat sosok Justine menggunakan jubah khas kerajaan tersenyum sinis melihat kewaspadaan Morgan, sungguh insting yang patut di puji meski ia telah berusaha meredam keberadaan dirinya tapi Morgan masih dapat merasakan keberadaannya.
Sentuhan di pundak Morgan membuat pemuda itu tersentak, di tolehnya yang ternyata Stevani istrinya.
" Kenapa bengong ??" herannya.
" Tidak, Ayo cepat acaranya akan segera di mulai " jawab Morgan menutupi keresahannya. Entah mengapa kali ini Morgan merasa akan ada masalah besar yang akan datang kepadanya dan itu dari kaumnya sendiri.
Lalu keduanya bergandengan mesra menuju kursi yang telah di sediakan di sana, mengikuti prosesi pemberkatan yang berlangsung di tutupi tepuk tangan yang meriah oleh tamu yang hadir.
Dari tempat duduknya Morgan terus memikirkan kemungkinan - kemungkinan yang terjadi apabila ayahandanya mengirim seseorang untuk menyusulnya kemari.
Meski sesekali menjawab menanggapi Stevani yang terus saja mengajaknya berbicara.
Ia menyadari semua tak akan berjalan baik seperti yang di inginkannya, namun ia berjanji di dalam hatinya bahwa apa pun yang terjadi ia harus melindungi Stevani juga buah hati yang di kandung nya.
"Jagalah wanita itu, aku tau kau telah mencintainya dan akan menjaga dirinya maka dari itu aku mengizinkan kamu memiliki mawar hitam. Apalagi dia sedang mengandung calon pangeran generasi mu, kelak bangsamu akan memperebutkannya maka kau harus bertambah kuat agar dapat melindunginya " tiba - tiba ia teringat pada pesan ikan mas kepadanya.
" Apa kata - kata ikan itu ada hubungannya dengan ini " batinnya.
" Morgaaan.. " cubitan di lengannya menyadarkannya ke dunia nyata.
" Ada apa ??" tanya Morgan polos membuat Stevani hampir saja menghantam pria tampan di sebelahnya dengan tas miliknya.
__ADS_1
Sudah berkali - kali ia memanggilnya hendak mengajak Morgan pulang karena acaranya telah usai dari 15 menit yang lalu bahkan pengantin sudah pulang menggunakan mobil pengantin yang telah di hias.
Semua yang di lakukan keduanya tak luput dari pengamatan Justine, adik tiri Morgan itu berlalu sekejap mata dengan senyum jahat yang melekat di bibirnya. Entah apa maksudnya hanya ia dan tuhan yang tau.