Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib

Dinikahi Pangeran Dari Kerajaan Gaib
Bab 26 - Baby super


__ADS_3

Rintihan kecil keluar dari bibir ranum Stevani saat merasakan sakit di area perutnya.


" Nak, kamu main bola ya di dalam " lirihnya mencoba menenangkan sang anak.


" Sssstt.. " desisnya karena perutnya malah bertambah sakit.


Meski baru berumur jalan enam bulan tetapi perutnya sangat besar dari semestinya, sampai - sampai ia mengira bahwa bayi yang di kandungnya kembar tapi dokter bilang hanya ada satu yang di kandungan nya.


" Apa tidak sebaiknya kita ke dokter saja Van ??" ucap seen khawatir.


" Tidak usah aku baik - baik saja. Kau tenanglah baby mungkin hanya sedang rewel saja " kata wanita itu lirih menahan rasa sakit di perutnya yang semakin menjadi.


Keyakinan Stevani bahwa dia tidak mungkin melahirkan sekarang karena baru beberapa hari yang lalu ia memeriksakan kandungannya dan dokter bilang bayi nya sangat sehat tanpa kekurangan suatu apa pun.


" Kamu ini, selalu aja bilang seperti itu " sungut sahabatnya itu.


" Aku baik - baik saja seen " ucapnya tegas yang tak bisa di bantah wanita di sebelahnya dan dengan pasrah seen menggelengkan kepala prihatin atas ke keras kepalaan sahabatnya itu.


" Oke. Tapi kalau ada apa - apa cepatlah memberi tahu ku " kata seen lalu berjalan ke ruang tengah membawa laptop bersamanya.


Seen bagai seorang ibu yang cerewet bila menyangkut anak yang di kandung Stevani, kelihatan sekali bahwa ia sangat menyayangi calon bayi sahabatnya itu.


Yang anehnya lagi jika gajian ia akan menggila berbelanja barang - barang lucu untuk calon bayi Stevani yang biasa di julukinya baby Super.


Bukan tanpa alasan, ada beberapa kejadian aneh semasa kehamilan wanita itu.


Salah satunya saat ada pria yang mencoba mendekati temannya itu maka tiba - tiba perut nya sangat sakit dan terasa terbakar seolah - olah bayi itu sedang marah dan kejadiannya berulang kali jadi seen menyimpulkan bahwa baby Super itu sedang marah jika ada yang mendekati mommy nya.


" Seen.. " panggil Stevani serak.


Dengan bergegas ia berlari ke kamar mereka, dan matanya melotot melihat Stevani yang terduduk di lantai.


" Astaga Stevani " pekiknya.


" Kamu baik - baik saja. Astaga seen mengapa kamu menjadi bodoh sih bukannya kamu lihat sendiri kondisinya tidak baik. Oh astaga Stevani " celotehnya panik.

__ADS_1


" Bantu aku " lirih Stevani mengulurkan kedua tangannya kearah seen.


Sigap saja seen membantu wanita hamil itu secara perlahan - lahan sampai bisa berdiri meski masih di papah seen kearah tempat tidur.


" Aku harus menelfon dokter Diego " ucap seen kemudian meraih gawainya.


" STOP tak ada bantahan, please kali ini menurut lah setidaknya demi baby Super " tegasnya saat merasa gerakan Stevani ingin menghentikannya.


" Hallo dok, bisakah.. " ucapnya sembari melangkah menjauh dari Stevani.


" Ya demi baby Super " lirihnya menghela nafas berat.


Ia tidak merasa marah kepada seen yang bertindak seperti itu, ia sadar wanita itu pasti sangat mengkhawatirkannya kini.


Lima belas menit kemudian seen muncul bersama dokter Diego, Karena rumah pria memang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya.


" Hai Van. Apa baby Super sedang marah, emang siapa lagi yang sedang mendekati Mommy nya yang cantik ini " ucapnya terkekeh kecil di ujung kalimatnya.


" Jangan menggodanya, cepatlah periksa keadaannya " serobot seen pada pria tampan yang pernah mendekati sahabatnya itu.


" Maaf hehe.. " kekehnya lucu lalu dengan sigap mengeluarkan peralatannya.


" Tadi bagian bawah perutku sangat sakit dok, tapi sekarang sudah agak mereda tapi terkadang sakitnya tiba - tiba datang lagi " jelas Stevani.


" Seperti kontraksi, berapa bulan kandungan mu ??" ucapnya lagi, baru kali ini Diego mengalami kasus yang sangat aneh terlebih pada wanita yang ia sukai.


" Baru jalan 6 bulan " desisnya saat merasakan datangnya rasa sakit seperti sebelumnya.


" Saya sarankan untuk di bawa ke rumah sakit saja, agar lebih jelas karena di sana peralatannya lebih lengkap juga ada dokter ahli kandungan "jelas dokter Diego panjang lebar mengutarakan sarannya.


" Baik.. " ucap seen namun terpotong oleh Stevani.


" Nggak ya seen, aku nggak mau " rengekan nya lirih seperti anak kecil bahkan hampir menangis.


" Tapi Van kalau terjadi apa - apa sama kamu bagaimana " tak terbayangkan oleh seen kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada sahabatnya itu.

__ADS_1


" Aku baik - baik saja, bayi ku juga sehat. Jadi kita tidak perlu harus ke rumah sakit " ucap Stevani berusaha meyakinkan seen.


Bukan tanpa alasan Stevani tak ingin ke rumah sakit akan tetapi ia tak ingin merepotkan seen lagi untuk biaya yang harus di keluarkan sahabatnya itu meski ia tau seen ikhlas membantunya.


Semenjak kabur dari Morgan Stevani bahkan belum mendapat pekerjaan apalagi dengan perut buncit miliknya, dan selama ini ia hanya bergantung kepada seen walau wanita itu tak keberatan karena telah menganggap Stevani sebagai saudaranya.


" Aku baik - baik saja " bujuknya sembari menahan tangis haru atas kebaikan seen terhadapnya juga bayinya.


" ku harap juga begitu " lirihnya memeluk wanita dengan perut buncit itu.


" Ekhem. Sebenarnya saya sangat ingin ikut berpelukan bersama kalian tapi khawatir baby Super akan marah dan menyiksa ibunya karena cemburu " celoteh Diego yang sejak tadi menjadi penonton drama dua sahabat itu.


Kedua wanita itu tertawa mendengar celetukan dokter Diego di antara mereka.


" Oke sepertinya kamu akan baik - baik saja selama ibu cerewet ini bersama mu " godanya kepada seen membuat wanita itu cemberut di buatnya.


" Haha.. oke saya pamit dulu, cepatlah sembuh kalau terjadi sesuatu kabari saya segera " pamitnya lalu di buntuti seen di belakangnya.


" Terimakasih gadis galak " godanya lalu mempercepat langkahnya sebelum di sembur wanita itu dengan suara cemprengnya.


" Dasar dokter jadi - jadian " gerutu seen membuat Stevani mengangkat alisnya.


" Ada apa ??" ucap Stevani.


" Siapa lagi kalau bukan penggemar mu itu " kesal seen.


" Dokter Diego ?? jangan galak - galak nanti jatuh cinta baru tau " nasehat Stevani.


" Tidak mungkin deh Van, masak aku suka sama dokter jadi - jadian itu " gerutunya dengan bibir di majukan beberapa centi kedepan.


Stevani tertawa geli melihat kelakuan seen yang sangat membenci Diego karena pria itu sering sekali menggodanya.


" Kalau aku sih setuju kamu jadian sama Diego dia pria yang baik " goda Stevani semakin menjadi - jadi hingga bibir seen menjadi semakin maju karena itu.


" Ayo tidur " desis Stevani merasakan sakit di perutnya meski tak sesakit sebelumnya.

__ADS_1


Setelah berusaha keras akhirnya ia dapat memejamkan matanya walau sesekali meringis di dalam tidurnya saat sakit itu terasa di perutnya.


Tanpa mereka sadari batin suami istri itu terhubung sangat kuat, sakit di perut yang dialami Stevani menular kepada Morgan, ia yang hendak pergi ke goa neraka membatalkan niatnya karena merasakan gelisah yang tak di mengertinya.


__ADS_2