Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan

Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan
Bab 11


__ADS_3

Setelah usai melaksanakan UAN, para pelajar sengaja diliburkan dikarenakan wabah covid 19,mereka diperintahkan untuk memantau kegiatan dari rumah saja melalui grup chat aplikasi watsap. Dengan diliburkannya sekolah, berarti membuat Indah dan Raka memiliki banyak waktu untuk bertemu. Tapi, Raka yang sekarang tak seperti raka yang dulu. Raka yang periang dan penuh canda tawa kini menjadi sosok yang pemurung. Raka yang dulu tutur sapanya menyejukkan hati menjadi sosok yang pemarah dan kasar.


Semua orang tidak menyadari apapun dan tak curiga sedikit pun, mereka mengira kalau Raka hanya kelelahan atau mungkin ia sedikit stress menghadapi UAN beberapa hari yang lalu.


Sikap Raka semakin hari semakin aneh, terkadang ia kasar, terkadang ia tampak seperti orang yang sedang berduka, terkadang ia melamun sendiri, terkadang ia menjadi seperti dirinya sendiri yang penuh dengan kasih sayang dan baik hati. Entahlah, pokoknya dia sangat aneh menurut orang-orang disekitarnya. Hingga disuatu hari, Raka memaksa indah ikut dengannya untuk makan malam di cafe yang sering mereka kunjungi, padahal sejak sebelumnya pun raka tau kalau Indah tidak pernah diperbolehkan oleh kedua orang tuanya untuk keluar dimalam hari. Indah yang selalu patuh kepada kedua orang tuanya, tentu saja selalu menolak ajakan raka meskipun sebenarnya didalam hatinya ia juga sangat ingin pergi bersama Raka.


"Ndah, kita jalan yuk! ajak Raka dari seberang telpon panggilan videocall melalui aplikasi watsap.


" ka, sebenarnya aku juga pengen jalan berdua sama kamu. Jawab Indah atas ajakan Raka.


"Tapi, kamu tau sendiri kan aku gak boleh keluar malam. Ujar indah sedih.


" Yaelah Ndah, kapan lagi kita bisa berdua. Ujar raka kesal. "mumpung ada kesempatan loh Ndah. mungkin kapan-kapan kita gak bakalan bisa ketemuan lagi. Ujar Raka lirih, entah apa yang ia pikiran, tapi di wajahnya tampak jelas ada sebuah kesedihan yang sangaaaaat dalam. Indah yang melihat kesedihan Raka tak curiga sedikitpun. Indah pikir, Raka sedih karena akan berpisah dengannya disaat ia hendak lulus sekolah nanti, sebab kedua orang tua Raka ingin menyekolahkan Raka ke salah satu Akademi Kepolisian di pulau Jawa.


"Ka, maafin aku ya. Ujar Indah lirih, sungguh ia tak sanggup melihat kesedihan diwajah Raka, ingin rasanya ia pergi menemui Raka untuk menghapus segala kegundahan yang ada dihati Raka. Namun apalah daya, ia terlalu patuh kepada orang tuanya.


******


Hingga disuatu sore, pukul 16:30 disaat Sherly yang sedang berkunjung dirumah orang tua mereka sedang sibuk memasak untuk menu makan malam, Indah menghampirinya, lalu iapun curhat kepada Sherly.


"Kak, beberapa hari ini Raka ngajakin aku jalan terus kak. ujar Indah memulai percakapannya dengan Sherly. " tapi selalu aku tolak kak, soalnya dia ngajakin aku jalannya malam hari kak. Sambung Indah lagi.


"kenapa kamu tolak, Tanya Sherly kepada Indah.


" Ayah dengan Ibu gak boleh kak, jawab indah dengan wajah kesal. "masak Ibu bilang, *(udah kamu gak usah keseringan jalan sama si Raka, nanti kamu malah dibun****** oleh si Raka) * . Ujar Indah memperagakan nada dan gaya bicara Ibu mereka.


" apa kamu kepingin jalan sama Raka?. Tanya Sherly kepada Indah dengan nada serius.


"Ya pingin lah kak, Ujar Indah sembari didalam hatinya berharap agar kakaknya itu memberi jalan agar mereka bisa jalan berdua.


" Kalau gitu, ayo cepat mandi dan siap-siap. Perintah Sherly kepada Indah. "Pokoknya masalah ibu biar kakak yang atasi,


Indah yang tengah senang karena kakak tertuanya itu memberi izin kepadanya untuk jalan berdua dengan raka, tanpa aba-aba langsung pergi ke dalam kamarnya hendak mengambil handphone nya lalu menghubungi Raka. Dengan menggunakan videocall melalui aplikasi watsap, indah menghubungi Raka. Disisi lain, raka yang tengah berbaring di tempat tidurnya, karena mendapatkan panggilan videocall dari Indah, langsung menjawab panggilan videocall tersebut.

__ADS_1


"Hay sayang, sapa indah dengan manja kepada Raka.


" Hay, ngapain VC aku? tanya Raka ketus.


"Ka, kita jalan yuk nanti malam. ajak Indah kepada Raka.


" Tumben ngajakin jalan, biasanya kalau diajak jalan nolak terus.


"Iih, kamu lucu deh kalau lagi marah ujar indah. " Kamu kalau lagi marah ngegemesin tau. "Mumpung ada kak Sherly loh, tadi kak Sherly ngizinin aku jalan sama kamu. Ujar Indah menjelaskan.


" Oya, emang ada kak Sherly dirumah? tanya Raka sedikit bersemangat.


"Ya ada dong, mangkanya aku bisa ngajakin kamu jalan, kalau gak ada kak Sherly? Ujar Indah tak kalah bersemangat.


" Ya udah, kalau gitu lepas shalat maghrib aku jemput kamu ya. Ujar Raka dengan wajah bahagia.


"Iya, kalau gitu aku mau mandi dulu ya, ujar Indah. " Sampai nanti raka, ujar Indah lagi hendak mengakhiri panggilan videocall mereka.


"Oke, dandan yang cantik ya. pintar raka dengan nada sedikit menggoda.


"Waalaikumsalam, raka membalas salam Indah sembari menekan tombol merah untuk mengakhiri obrolan mereka.


Sedangkan disisi lain, Sherly yang memiliki kemampuan membaca situasi dan pikiran seseorang, ia merasakan kegelisahan demi kegelisahan yang menyelimuti hati Raka pada saat beberapa kali ia memperhatikan raka saat bertamu dirumah orang tuanya, itulah sebabnya ia mengizinkan Raka pergi bersama Indah.


Setelah usai mandi, Indah hanya mengenakan pakaian santai. Karena jam dinding yang menempel di dinding kamar Indah masih menunjukkan pukul 17:52.


Indah duduk dikamarnya sembari menunggu waktu shalat maghrib. setelah menunggu beberapa menit, akhirnya waktu shalat maghrib pun tiba dengan ditandai berkumandang nya azan di masjid yang terletak didekat rumah mereka.


Setelah usai menunaikan ibadah shalat maghrib, Indah mulai bersiap,ia memilih baju kaos berwarna putih polos dan celana jeans berwarna hitam sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih. Mam itu dengan rambut tergerai sebatas bahu Indah tampak sangat cantik.


Indah duduk di ruang tamu bersama Sherly dan Arman sedangkan kedua keponakan Indah tengah asik bermain duduk dilantai ruang tamu. Sedangkan yang lainnya, kedua orang tua mereka,Andri, Intan dan riko tengah berkunjung kerumah nenek mereka yang letaknya tak begitu jauh dari rumah mereka.


Tak begitu lama Indah menunggu kedatangan Raka, akhirnya terdengar suara motor Raka melaju kearah rumah mereka. setelah sampai didepan rumah Indah, Raka menghentikan laju kendaraannya dan memutar kunci motornya untuk mematikan mesin kendaraannya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, ujar Raka mengucapkan salam dari luar rumah , Indah yang sejak tadi menunggu kedatangan Raka Diruang tamu langsung membalas ucapan salam dari Raka hampir bersamaan dengan yang lainnya.


"Ayo masuk ka, perintah Sherly kepada Raka yang masih berdiri di muka pintu, Raka yang mendengar perintah dari Sherly langsung masuk dan duduk di kursi tamu bersebelahan dengan Arman dan menghadap kearah Indah dan Sherly yang sedang duduk bersebelahan.


" Om Raka, sapa Fahri dan Shiva hampir berbarengan saat menyadari kedatangan Raka dan langsung berhamburan kepangkuan Raka.


" Oya Ndah, katanya mau jalan. ujar Raka memulai pembicaraan. ayo kita pergi, sebelum larut malam.


"Iya, ayo. Ujar indah setuju.


" Kakak gak ikut jalan juga kak, tanya Raka kepada Sherly. mending kita jalan rame-rame kak biar seru.


"hmmm, iya nanti kakak jalan bareng kak Arman dan anak-anak aja ka. Ujar Sherly menolak ajakan Raka. Karena ia ingin memberi Raka dan Indah waktu untuk berdua saja, ia yakin kalau adiknya tidak akan mengecewakannya dan ia juga yakin, kalau Raka tidak akan merusak kepercayaan darinya.


"Iya ka, nanti kami jalannya berempat aja. Ujar Arman menimpali perkataan Sherly. " Kalian duluan aja jalannya, nanti kami nyusul.


"Kalau gitu, biar Fahri sama Shiva ikut kami aja kak. Pinta raka kepada Sherly.


" Ihhh, gak usah. Ujar Sherly masih menolak. "Ntar malah mereka rewel lagi, kan malah jadi ngerepotin.


" Gak kok kak, ujar Raka dan Indah hampir berbarengan.


"Aku jamin, mereka gak akan rewel kak. Ujar Raka lagi.


"Ya udah, terserah kalian aja deh. ujar Sherly menyerah.


"Kalian ajak Shiva aja ya, biar Fahri ikut kami aja, ujar Arman yang merasa kalau Fahri juga ikut, akan membuat sempit di kendaran mereka.


" Iya om, aku ikut sama Ayah dan Ibu aja ya. ujar Fahri, baginya tidak penting ikut siapa, yang penting pergi jalan keluar. Sedangkan Shiva yang mendengar kakaknya hendak ikut dengan kedua orang tua mereka, maka ia juga ingin ikut.


"Aku juga ikut dengan Ayah sama Ibu juga deh, ujar sikecil Shiva.


"Oke deh Fahri, Shiva, ujar Raka menyerah, karena ia juga tidak bisa memaksa.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi, Raka dan Indah pergi keluar dengan mengajak Shiva. Sedangkan Arman dan Sherly pergi mengajak Fahri menggunakan motor Honda supra GT-R milik mereka kearah yang berlainan.


__ADS_2