
Beberapa kali Indah menghubungi Raka, tapi tetap saja tidak bisa. Sudah pukul 23:37 akan tetapi Rakaat belum juga mengabarinya. Akhirnya dikarenakan bosan, meskipun dengan pikiran yang masih belum tenang ia membuka aplikasi Facebook dan mulai men scrol bercandanya. Setelah beberapa menit ia men scrol beranda Facebook nya, seketika gerakan jemarinya terhenti pada sebuah tautan yang tertulis sebuah judul:
*"WARGA DIGEGERKAN DENGAN PENEMUAN JASAD SEORANG PEMUDA DITENGAH JALAN RAYA XXXXXX"*
Seketika Indah menjadi semakin khawatir terhadap Raka, dengan rasa penuh penasaran, Indah membuka tautan tersebut. Betapa terkejutnya Indah setelah membaca tautan tersebut, karena jasad yang diberitakan didalam tautan tersebut tak lain adalah Raka, kekasih hatinya.
Rasa tak percaya ia mendapatkan berita tersebut, karena baru siang harinya mereka menghabiskan waktu bersama, tapi dimalam harinya, ia mendapat berita yang sangat menghancurkan hatinya.
Dengan sekuat tenaga, Indah mengumpulkan sisa-sisa kesadaran yang ada dalam diri, ia mulai berusaha menguatkan hatinya lalu mencoba menghubungi nomor raka kembali, tapi tetap saja tidak bisa dihubungi. Rasanya Indah mulai putus asa, ia sudah mencoba berulang kali menghubungi Raka, tapi tetap saja tidak bisa. Disaat ia mulai putus asa, barulah ia terpikir untuk membuka kontak telpon yang ada di handphone Raka. Setelah beberapa saat ia menggeser layar kontak telp di handphone Raka, akhirnya ia menemukan kontak telpon dengan nama my father. Setelah menemukan nama kontak my father barulah Indah merasa sedikit lega. Segera ia menghubungi kontak tersebut, dan tak lama kemudian panggilan terhubung.
"Halo, sapa seorang lelaki dari seberang telpon, kalau mendengar dari suaranya orang tersebut sudah agak tua. Mungkin saja ini Ayahnya Raka ujar Indah didalam hati.
" Iya Halo, maaf Pak apa benar ini Ayahnya Raka? Tanya Indah agak sedikit gugup.
__ADS_1
"" Iya nak,ini Ayahnya Raka. Jawab orang tersebut dengan suara agak berat dan serak.
"Maaf Pak, tadi saya baca berita di sebuah tautan, ada penemuan jasad laki-laki pak, setelah saya cek ternyata nama orang yang jasadnya diketemukan tersebut adalah M.Raka Ardiansyah. Sekali lagi saya minta maaf Pak, kalau saya salah.
" Iya nak, benar itu adalah jasad Raka ujar lelaki tersebut dari seberang telpon. "kalau boleh tau ini siapa ya?
" Ini Indah pak, jawab Indah dengan suara bergetar menahan tangis.
Serasa dihantam benda keras dan besar, hati indah terasa sakit, napasnya seketika sesak, kelopak matanya sudah tak mampu menampung deras air matanya. Seketika tumpah lah tangisan Indah, Indah menjerit Histeris menyebut nama raka hingga berulang kali. Bagai tertusuk benda tajam, kini lidahnya tak mampu lagi mengucapkan apa-apa, yang terdengar hanyalah tangisannya histeris yang keluar dari mulut Indah sembari memandangi handphone nya yang masih dalam keadaan menampilkan tautan yang membuat indah menangis histeris tersebut.
Sedangkan yang lainnya yang sedang tertidur didalam kamar mereka mermasing-masing, terbangun karena terkejut mendengar tangisan Indah. Seketika mereka berlarian menuju kekamar Indah untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Ndah, kamu kenapa dek? Tanya Adri merasa cemas.Sedangkan Indah sudah tak mampu bicara, ia hanya menyodorkan handphone yang sedari tadi ia genggam kepada Andri.
__ADS_1
Andri memandangi layar handphone yang sedang menampilkan berita kematian Raka tersebut sembari membaca. Betapa Terkejut nya Andri mendapati berita kematian Raka, rasanya ia tak percaya. Kare6baru tadi siangnya Indah meminta Izin kepadanya untuk pegi bersama Raka, tapi malam Ini berita kematiannya yang ia dapatkan. Rasa keterkejutan nya itu rupanya juga dirasakan oleh anggota keluarga yang lainnya.
Andri sangat merasa Iba terhadap Adik perempuannya itu, ia berniat untuk membawa Adiknya untuk melihat raka yang ke terakhir kalinya.
"Dek, sekarang raka dimana? Tanya Andri berusaha tetap tegar.
" Dia dirumah sakit, jawab Indah membuka suara.
"Kalau gitu, ayo Yah, Bu kita kerumah sakit ajak Andri kepada orang tuanya.
" Ayo jawab kedua orang tuanya hampir berbarengan.
Dengan mengendarai kendaraan bermotor mereka menuju rumah sakit. Mereka pergi dengan tiga buah motor. Indah di bonceng oleh Andri, kedua orang tuanya juga menggunakan satu motor, sedangkan riko dibonceng oleh Intan.
__ADS_1