
Malam itu, Raka yang mendapat izin dari Sherly untuk mengajak Indah kencan sesekali senyuman bahagia terukir di kedua belah pipinya.
"Ka, kita mau kemana? Tanya Indah pada saat kendaraan mereka sudah melaju, Indah yang duduk di jok belakang raka, sedikit penasaran kemana kali ini Raka mengajaknya.
" Kita ketempat yang amat berkesan bagi hubungan kita berdua. Jawab Raka dengan senyum mengambang sembari tetap fokus mengemudi kendaraan bermotor nya. Sedangkan Indah yang mendengar Jawaban Raka atas pertanyaannya itu, hanya diam.
Setelah menempuh perjalanan yang tak begitu jauh, akhirnya merekapun tiba disuatu tempat.
Ternyata Raka mengajak Indah ke sebuah taman yang tak asing lagi bagi mereka. Ya, taman itu adalah taman yang biasa mereka kunjungikunjungi berdua, untuk menghabiskan waktu luang bersama, dan ditaman Itu pula ulang acara tahun Indah pernah dirayakan. Dibawah sebuah pohon rindang yang sudah menjadi saksi bisu tentang kebersamaan mereka dan menjadi saksi menyatunya hati mereka. Terrnyata, dibawah pohon tersebut Raka sudah menggelar tikar dan diatas tikar itu sudah tersedia beberapa cemilan seperti kentang goreng, bakso bakar, jamur crispy dan sebotol saos ebagai teman menyantap cemilan tersebut, dan tak lupa juga raka menyiapkan dua botol kecil air mineral untuk mereka minum.
Suasana malam itu sangat romantis, mereka duduk dibawah sebuah pohon nan rindang, dipenuhi dengan gemerlap lampu hias dan cahaya remang-remang. Dibawah pohon yang beralaskan sebuah tikar, Raka duduk disebelah kanan indah, mereka tengah menikmati cemilan yang sudah disiapkan oleh Raka.
Meskipun didalam suasana yang romantis, tapi tampak jelas sebuah kesedihan dari sorot mata Raka. Entah apa yang membuat dirinya amat gelisah, tapi dari tingkah nya, tapak sekali kegelisahan yang sedanelanda hatinya.
__ADS_1
"Ka, panggil Indah memecah keheningan suasana dimalam itu. "Emangnya kapan kamu nyiapin semua ini? Tanya Indah memulai obrolan mereka.
" Sebelum aku jemput kamu, aku kesini untuk nyiapin semuanya. Jawab Raka dengan senyuman yang mengembang dikedua pipinya "Ndah, aku ingin malam ini jadi malam yang saaaangat berkesan dan akan jadi kenangan untuk kita berdua.
" Ka, kamu tau, bagi aku setiap saat bersama kamu, itu adalah saat yang aaamat berkesan bagi aku. Ujar Indah dengan penuh kasih.
"Ndah, dua tahun yang lalu, dibawah pohon ini kita memulai hubungan spesial kita, bagi aku tempat ini bakal jadi kenangan untuk kita. Ujar Raka, lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Mungkin, di hari jadi kita nanti Aku sudah gak bisa lagi ketempat ini, mungkin aku sudah gak ada disini lagi. Ujar raka lagi dengan nada pilu.
"Ndah, kamu jaga diri baik-baik ya. Ujar Raka semakin lirih. " Kamu tau, cuma satu yang aku khawatirkan disaat aku pergi, ujar Raka terputus karena sudah tak sanggup menahan air mata kesedihan yang sedari tadi ia tahan agar tak keluar. "Ndah, Aku cuma mengkhawatirkan kamu, ujar Raka dengan linangan air mata.
" Ka, kamu jangan khawatir ya. Ujar Indah masih dengan posisi menggenggam tangan Raka, baru kali ini ia melihat sisi rapuh dalam diri Raka. "Aku akan selalu baik-baik aja, kamu juga harus jaga diri kamu baik-baik ya.
__ADS_1
" Ndah, aku boleh minta sesuatu gak? Tanya raka kepada Indah.
"Apa, sebutin aj. Perintah Indah kepada Raka.
" Ndah, jika nanti aku udah gak ada didekat kamu, kamu harus rajin makan ya, jangan lupa makan dan jangan malas untuk makan. Pinta Raka kepada Indah, dengan tatapan kosong. "Ndah, kamu jangan males makan ya, soalnya kalau aku udah pergi, aku gak bisa lagi nyuapin kamu makan buat ngerayu kamu supaya mau makan, ujar raka semakin rapuh dan sedih. Kesedihan raka sangatlah tampak jelas sekali dari sorot matanya yang sendu.
Indah yang mendengar kata-kata Raka yang amat dalam dan penuh dengan beban itu, menjadi ikut sedih dan meneteskan air mata. " Sungguh, sebegitu besar kah cintamu untukku raka, gumam Indah didalam hati. "sebegitu khawatirnya kamu, dengan aku, sehingga begitu berat kamu mau pergi untuk kuliah, gumam Indah lagi.
" Ka, udah dong jangan sedih lagi. Pinta Indah, agar Raka tidak bersedih.
"Tapi, kamu harus janji ya, kamu jangan
jadi anak manja lagi, okey. Ujar raka seketika ia tersenyum. Sungguh akhir-akhir ini tingkah Raka sangat membingungkan.
__ADS_1
" Iya, aku janji, ujar Indah sembari tersenyum lirih.