Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan

Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan
Bab 4


__ADS_3

Hari-hari dilalui oleh indah bersama raka terasa begitu bahagia, raka yang perhatian dan pengertian membuat indah nyaman bersamanya. Perhatian dan pengertian raka terbukti saat indah duduk di taman sekolah pada saat jam istirahat, Teman-teman Indah asik memainkan handphone mereka sambil berselfie ria, disitu juga ada Tari, sedangkan Indah hanya bisa memperhatikan teman-temannya dan sesekali ia ikut nebeng berselfie. Indah tidak ikut memainkan handphone nya dikarenakan handphone nya jadul, dan kameranya sudah jelek,sedangkan handphone mereka sudah 4G dan mahal. Tentu sudah canggih dan bagus jauh beda dengan handphone Indah yang ia beli second seharga Rp 300.000 itu. Ternyata dari tempat yang tidak begitu jauh dari tempat Indah bersama teman-temannya, Raka memperhatikannya, ia merasa sedih dan iba melihat kekasihnya terdiam memperhatikan teman-temannya. Lalu raka, mengirimkan sebuah pesan chat melalui aplikasi Watsap


isi pesan watsap dari raka untuk indah.


(ndah, temui aku di lapangan basket ya)


Indah yang menyadari bahwa ada pesan di handphone nya, segera mengusap layar handphone nya untuk mengecek pesan dari siapa.


"hmmm, ternyata ada pesan watsap dari raka. gumam indah. Setelah membaca pesan n chat dari Raka, Indah meninggalkan teman-temannya hendak menemui Raka di lapangan basket yang kebetulan tidak jauh dari tempat ia bersama teman-temannya. Karena teman-temannya sedang sibuk bercanda gurau sambil berselfie, jadi mereka tidak terlalu menyadari kepergian indah. Tak lama kemudian, Indah pun sampai dilapangan basket untuk menemui raka.


" Hy, raka ada apa? tanya indah heran.


"Aku pinjam handphone kamu dong, alasan Raka supaya Indah tidak merasa tersinggung.


" Untuk apa? tanya Indah, keheranan.


"Ya ada gunanya lah, gak mungkin kan buat makan siangku. Terang raka mulai kesal.


" Terus, aku pakai apa? Tanya indah.


"Ihhhh, kelamaan sini handphone kamu sambil merampas handphone Indah dari tangannya lalu ia memberikan handphone nya yang tidak kalah bagus dengan handphone teman-temannya indah bahkan lebih mahal. wajar, Raka kan anak orang berada.


" Nih ya, aku pinjam handphone kamu selama sebulan dan jangan kembaliin sebelum aku meminta handphone ku. Raka memberi penjelasan sambil berlalu.

__ADS_1


Dengan masih kebingungan, Indah berlalu menuju taman untuk bergabung kembali dengan teman-temannya masih dengan memegang handphonen Raka ditangannya. bukan disengaja, tapi sangking bingungnya dengan kelakuan Raka, Indah lupa untuk menyimpannya di saku rok abu-abu yang ia kenakan saat itu.


"Hey Ndah, handphone baru nih. ujar Tari menggodanya di sela-sela candaan mereka karena menyadari indah baru bergabung kembali dengan mereka.


" Eh Iya ndah, kenapa gak kamu keluarin dari tadi handphone kamu. Ujar silvi teman indah yang satunya lagi. Ditaman mereka berlima termasuk indah yaitu, Tari, Silvi, Firma, Rani dan dirinya.


"Eh, nggak kok. Ini handphone nya raka jawab indah jujur.


" widih, kamu udah jadian ya sama raka? tanya Tari penasaran.


"Raka? siapa tuh Raka tanya tiga teman indah yang lain, kebetulan cuma Tari yang tau kedekatan Indah dengan Raka.


" Itu loh Raka, anak jurusan teknik mesin yang sering nemuin indah. belum sempat Indah menjawab pertanyaan mereka, Tari sudah nyerocos duluan. Indah hanya tersenyum malu mendengar Tari memberi menjelasan kepada teman-temannya tentang Raka.


Disisi lain, Raka dengan mata berkaca-kaca memandang kearah Indah berada. Ia merasa sedih melihat kekasihnya itu.


" Tunggu aku punya uang sayang, pasti aku beliin kamu handphone yang bagus. Gumam Raka didalam hati. Raka bertekad hendak membelikan indah handphone baru.


Sebulan sudah Indah bertukaran handphone dengan Raka, Indah merasa tak enak hati, lalu indah mengembalikan handphone Raka meskipun Raka menolak dan memaksanya untuk tetap bertukaran handphone.


******


Suatu hari, pulang sekolah seperti biasanya Indah di bonceng raka pulang.

__ADS_1


" Ka, aku lapar nih. Rengek indah kepada raka.


"Ayo kita makan, tapi uang jajan ku cuma sisa duapuluh lima ribu. Kita makan bakso ayam aja ya, kan bakso ayam lima ribu dua porsi sepuluh ribu, dan minum nya cappucino aja dua gelas sepuluh ribu.


" Hmmm, gak jadi lah, kapan-kapan aja. ujar Indah tidak bersemangat.


"Kenapa? katanya lapar, tanya Raka bingung.


" Kalau makan bakso ayam gak kenyang, porsinya dikit. Jadi mending makan dirumah aja, sekalian kamu mampir ke rumah aku ikut makan bareng. Ajak indah kepada Raka.


"Ya udah, kalau gitu kamu makan bakso sapi aku makan bakso ayamnya. terus minumnya cappucino aja okey.


" hmmm, gak mau cappucino, aku maunya jus alpukat.


"Okey,kalau gitu, biar aku aja yang cappucino. yang penting kita jadi makan. Raka rela mengalah demi membahagiakan Indah, karena ia sangat menyayangi indah.


Karena raka memaksa, indah akhirnya setuju dan makan bareng di cafe langganan mereka.


Sebenarnya, indah tidak tega memperlakukan Raka seperti itu, hanya saja ia ingin tahu sebesar apa cinta Raka untuk nya, dan ternyata, Raka sudah membuktikan begitu besarnya cintanya untuk Indah.


Diperjalanan menuju tempat makan langganan mereka, Indah meneteskan airmata haru dan bangga. Raka adalah pria idaman setiap wanita, apalagi Raka tidak terlalu mengandalkan uang orang tuanya untuk menuruti semua keinginannya. Setiap sepulang sekolah, raka mencari uang tambahan ikut kerja di pencucian motor milik tetangganya dan Raka tidak pernah malu begitu juga dengan kedua orang tuanya mereka sangat bangga kepada putra sulung mereka.


******

__ADS_1


Selain menyayangi Indah, raka juga akrab dengan keluarga Indah, Raka orang yang ramah sehingga orang-orang yang mengenal raka pasti menyukainya.


__ADS_2