Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan

Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan
Bab 20


__ADS_3

Dimalam harinya, setelah Indah pulang dari rumah duka, disaat ia tengah terbaring, seketika ia teringat pada selembar kertas terlipat yang ia titipkan kepada Andri.


"Kak, pangil Indah kepada Andri yang tengah bekerja didepan komputernya. Ya, sekarang kakaknya Itu sudah bekerja, jadi tanggungan kedua orang tua mereka sudah berkurang sehingga keadaan ekonomi mereka sudah berangsur-angsur membaik.


" Iya, kenapa dek? Tanya Andri dengan lembut, semenjak masa berkabung, memang Andri dan Intan selalu menemani Indah tidur dikamarnya.


"Kak, aku mau lihat kertas yang aku titip ke kakak tadi. ujar Indah, dengan tak sabar. "Aku penasaran kak ujar Indah.


aaaa


" Oh, tunggu bentar, ujar Andri sembari mengambil dompetnya dikamar tempat tidurnya. setelah ia mengeluarkan kertas yang dimaksud oleh Indah, ia langsung segera memberikan kertas tersebut kepada Indah dan memberi kode kepada Intan agar keluar dari kamar Indah. Sengaja Andri mengajak Intan keluar dari kamar Indah, untuk memberi waktu buat Indah untuk membaca Isi tulisan tersebut. Karena Andri pikir, mungkin saja Indah butuh waktu sendirian Untuk membacanya.


TULISAN RAKA UNTUK INDAH


Untuk indah sayang, aku harap kau memaafkan sikapku yang sangat aneh beberapa hari yang lalu.


Indah sayang, kamu tau sebenarnya aku sangat menghawatirkan kamu. Aku tak ingin kamu merasakan kesedihan yang amat dalam, itulah sebabnya aku selalu berusaha membuatmu membenci diriku.


Tapi, sayang perlu kau ketahui, hatiku sangat tersiksa pada saat aku membentak dirimu. Sering kali aku menangis setelah aku membentak mu.


Semakin hari aku berusaha membuatmu membenciku, tapi semakin hari aku malah semaaaaakin merindukan mu.


Kau tau sayang,disaat aku berusaha menghindarimu, padahal jaaaauh di lubuk hatiku aku saaaaangat merindukan mu.


Semakin hari aku merasa semakin dekat dengan kepergian yang akupun tak mengerti aku hendak pergi kemana.


Aku berpikir, daripada aku selalu membuat kekasihku bersedih dan kecewa, lebih baik aku menghabiskan waktu saat-saat terakhirku bersama kekasihku.


Sayang, semoga hari-hari terakhir kebersamaan kita bisa kau kenang untuk selamanya. Sayang, maafkan Aku kalau aku cuma bisa menemanimu sampai saat ini saja.

__ADS_1


Sayang, kau tau, jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku saaaangat mencintaimu dan menyayangimu.


Sayang, beberapa hari ini aku sengaja buat kamu benci dengan aku supaya kamu gak merasakan kesedihan atas kepergian aku.


Semakin hari, aku merasa bahwa aku akan pergi jauh meninggalkan mu.


Sayang, beberapa hari sebelumnya didalam kegundahan aku sering sekali mengunjungi pohon tempat kita sering menghabiskan waktu bersama. Dibawah pohon itu, aku merenung mengenang saat-saat kebersamaan kita yang mungkin suatu hari nanti tak mampu aku kenang lagi. Dibawah pohon itu, aku membuka galeri handphone ku, ku pandangi poto-poto kebersamaan kita satu persatu, dengan diiringi airmata aku terus membuka poto-poto kita. Aku ingin melihat poto-poto kebersamaan kita sebelum aku pergi. Entah kenapa aku merasa, setelah kepergian ku nanti aku tidak akan bisa memandangi poto-poto kebersamaan kita.


Semakin hari, kegelisahan ku ini semakin bertambah besar. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menukar handphone kita, aku pikir jika terjadi sesuatu kamu bisa menghubungi keluarga ku Itulah sebabnya aku memaksamu untuk bertukar handphone.


Sayang, entah kapan aku akan pergi. Tapi yang jelas sebelum kepergianku, Aku akan berpesan untuk yang terakhir kalinya, kamu jangan cengeng ya disaat melepaskan kepergian aku, aku mohon jangan menangis, karena aku tak mampu lagi untuk menghapus air matamu. Jangan lupa shalat ya dan jangan pernah kamu malas untuk makan.


Udah ya sayang, aku mau jemput kamu dulu. Kita jalan-jalan hari ini. Aku kaaangen banget sama kamu.


INDAH SAYANG, MY LOVELY.


Didalam tidurnya, Indah bermimpi, ia merasakan ada yang mengusap pundaknya, seketika didalam mimpinya ia terbangun dan melihat Raka berjongkok disamping ia bersandar. Raka tersenyum sembari berkata "Sayang, jangan nangis.


" Aku kangen sama kamu, ujar Indah didalam mimpinya.


"Sayang, kamu harus kuat. Jaga dirimu baik-baik, ujar Raka sembari berlalu.


" Raka, jangan pergi, raka jangan tinggalin aku. Rakaaaaaaaaa. Indah memanggil Raka yang sudah amat jauh.


Malam itu Indah bermimpi sampai mengigau, berteriak memanggil nama Raka. Indah berteriak sangat kuat sehingga membangunkan anggota keluarga yang lain.


Mendengar teriakan Indah, akhirnya semuanya berlarian menuju ke kamar Indah. Mereka mendapati Indah tengah mengigau menyebut nama Raka. Andri sangat Iba kepada Adiknya itu, ia membangunkan Indah lalu memeluk Indah untuk menenangkannya.


******

__ADS_1


Keesokan harinya, rumah Indah kedatangan dua orang polisi yang usianya masih cukup muda. mereka hendak mengajak Indah pergi ke tempat dimana Raka memesan dan memakan mie ayam.


"Assalamu'alaikum, kedua polisi tersebut mengucapkan salam secara bersamaan.


" Waalaikumsalam, kemudian ada jawaban dari arah dalam rumah.


"Selamat siang di Indah, sapa salah satu polisi tersebut.


" Siang Pak, jawab Indah dengan Ramah.


"Begini dek, Apa bisa kami minta waktunya sebentar.


" Boleh pak, dengan senang hati. Jawab Indah mantap.


"Begini dek, rencananya kami ingin mengajak adek kelokasi tempat almarhum Raka makan mie ayam itu. Kami ingin meminta bantuan kepada adek untuk menyelidiki kasus tersebut.


" Oh, boleh pak silahkan. Jawab indah dengan senang hati. Kalau gitu, kapan kita berangkat pak?


"Kalau bisa sekarang juga dek. jawab mereka hampir bersamaan.


Dengan menggunakan sebuah mobil polisi, Indah diajak menuju lokasi yang dicurigai. Sebelum menuju lokasi, mereka mampir ke kantor polisi untuk berganti pakaian dinas dengan pakaian biasa lalu, dengan menggunakan dua motor mereka langsung menuju kelokasi. Sesampainya disana, mereka bertiga mulai bersandiwara seolah-olah mereka adalah pasangan kekasih dan seorang sahabat. Baru mereka masuk ke cafe, Tiba-tiba mereka disambut oleh seorang pelayanan. Dan betapa terkejutnya Indah disaat pelayan tersebut menyapa mereka. Ternyata, salah satu pelayanan cafe tersebut Adalah Tari teman sekolah nya di SMK tempat ia bersekolah.


"Tari, sapa Indah Yang masih berusaha menyembunyikan rasa keterkejutan nya. Sedangkan Tari yang baru mengetahui bahwa tamu cafe tersebut adalah Indah, ia merasa sangat gugup.


" Eh iya, Ndah. Tari masih merasa gugup. "Gebetan baru ya? Tanya Tari kepada Indah.


"Iya dong, jawab Indah bersandiwara. " Oya, sejak kapan kamu kerja disini? Tanya Indah lagi.


"Udah dua minggu aku kerja Disini, jawab Tari dengan nada terbata-bata karena masih gugup. " Oya, ayo silahkan duduk., ujar Tari mempersilahkan. Kemudian Indah bersama kedua polisi tersebut langsung mengambil tempat duduk yang kosong.

__ADS_1


__ADS_2