
Setelah melewati interview, akhirnya Tari diterima bekerja di cafe tempat langganan Raka. Tari mulai melancarkan rencana jahatnya, setiap hari ketika Tari bekerja, dia selalu menyimpan bungkusan pelastik es lilin yang berisi racun tikus didalam saku celana yang ia kenakan. Tari tinggal menunggu Raka masuk perangkap nya saja. Sedangkan ke empat preman suruhan juragan Baron tetap mengawasi setiap gerak-gerik Tari.
Pada suatu siang, kedatangan seseorang yang ditunggu-tunggu Tari akhirnya datang juga ke cafe tempat ia bekerja.
Siang itu Raka tiba dicafe itu sendirian saja tanpa ditemani oleh Indah. Raka hendak memesan Mie Ayam kepada pelayan cafe, Raka sedikit terkejut melihat Tari menjadi pelayan dicafe tersebut. Karena yang Raka tahu, Tari berasal dari keluarga yang berada.
"Tari, kamu Tari kan? Tanya Raka heran.
" Hey Raka, iya ini aku. Ujar Tari santai, "Dimana Indah, tumben kamu pergi tanpa Indah?
" Oh Indah, Tadi kami habis jalan karena dia udah lelah jadi aku antar dia pulang. Timpal Raka sembari tersenyum membayangkan Indah. Sedangkan Tari semakin kesal, karena Raka tampak sangat mencintai Indah, tampak dari matanya yang berbinar saat menyebut nama Indah.
"Hmmm, mau pesan apa nih? Tanya Indah dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Raka, karena menurut Raka Tari orang yang sangat baik, meskipun Raka pernah menolak cintanya, tapi Tari tak pernah berkecil hati, bahkan dengan senang hati Tari membantu dirinya mempersiapkan kejutan-kejutan untuk Indah padaa saat Indah berulang tahun atau pada saat hari jadi mereka.
"Mie ayam aja deh, oya minumnya jus alpukat aja ya!
__ADS_1
" Siap, tunggu sebentar ya! Tari berlalu ketempat masak di cafe tersebut untuk mempersiapkan makanan untuk Raka dan tak lupa ia memasukkan racun tikus kedalam makanan dan minuman untuk raka. Sebenarnya, di cafe tersebut masih banyak pelayan yang lain, hanya saja Tari yang sengaja menunggu kedatangan Raka tentu saja tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Tari langsung menghampiri Raka yang hendak memesan makanan.
Setelah selesai membuat makan untuk pesanan Raka, dan mengantarkannya kepada Raka. Tari langsung mengirimkan pesan intruksi kepada Tomy salah satu anak buah juragan Baron.
Tomy bersama tiga rekannya masuk kedalam cafe, mengambil posisi duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Raka.
Dari kejauhan, Tari terus menerus mengawasi Raka yang sedang sibuk dengan handphone nya sembari sesekali ia menyuapkan mie ayam kedalam mulutnya.
Beberapa menit kemudian setelah Raka menghabiskan makanannya, Raka berdiri melangkahkan kakinya, Raka merasakan bumi seakan-akan berputar dan hanya beberapa langkah saja kemudian tubuhnya tumbang dan tak sadarkan diri. Semua orang yang berada di dalam cafe menjadi panik, Tari yang sedari tadi mengawasi Raka, langsung mendekati tubuh Raka yang sudah tumbang itu yang diikuti ke empat preman tersebut. Mereka membawa Raka dengan sebuah mobil, mereka mengatakan kepada para pengunjung cafe dan pegawai cafe kalau mereka adalah teman Raka. Tari mengatakan bahwa mereka hendak membawa Raka kerumah sakit. Para pegawai tidak merasa curiga sedikitpun, karena mereka sempat melihat Tari mengobrol dengan Raka pada saat Raka hendak memesan makanan. Apa lagi saat itu, kebetulan sekali pemilik cafe sedang berada diluar kota, itu sangat memudahkan rencana jahat Tari.
Setelah mereka sudah merasa yakin bahwa Raka sudah tak bernyawa lagi, barulah hantaman itu terhenti.
Mereka berencana hendak membuang jasad Raka dimalam harinya, mereka akan membuat kematian Raka seolah-olah seperti korban tabrak lari.
Pada malam itu kebetulan sekali hujan deras melanda, jalanan menjadi sepi. Itulah yang membuat mereka sangat leluasa untuk melancarkan aksi mereka. Dua orang diantara anak buah juragan Baron menyeret jasad Raka dengan menggunakan motor milik Raka dengan mengikatkan kakinya ke besi yang berada di body motornya dengan menggunakan tali nilon yang amat kokoh. Setelah cukup jauh mereka menyeret Jasad Raka, mereka melepaskan tali pengikat lalu membiarkan tubuh Raka tergeletak ditengah jalan. Setelah itu, mereka meletakkan motor milik Raka agak jauh dari jasad Raka yang berjarak sekitar lima ratus meter. Untuk membuat skenario kematian Raka seolah-olah di karenakan korban tabrak lari, dua orang lainnya menabrak motor milik Raka dan meletakkan handphone milik Raka di dekat motornya. Karena mendengar suara seperti ada tabrakan dijalan raya, warga berhamburan berlari keluar rumah untuk memastikan suara apa itu. Pada saat mereka keluar rumah, mereka melihat motor milik Raka sudah hancur, tapi mereka tidak menemukan dimana pemiliknya. Salah satu warga berinisiatif untuk mengecek jalanan untuk mencari pemilik motor tersebut, dan akhirnya mereka menemukan jasad Raka sekitar lima ratus meter dari kendaraannya.
__ADS_1
******
Keesokan harinya, Tari tetap pergi bekerja seperti biasanya agar tak ada yang curiga padanya. Ia merasa lega karena ia pikir dirinya sudah berhasil mengelabui juragan Baron, dan dia bisa bebas dari belenggu juragan Baron.
Disisi lain, ternyata juragan Baron selalu mengupdate informasi yang membuatnya jadi tau kalau yang dibunuh oleh orang suruhannya bukanlah suaminya Sherly melainkan seorang pelajar yaitu Raka. Juragan Baron sangat murka, dia memanggil ke empat anak buahnya yang ia suruh membantu Tari untuk menghabisi suaminya Sherly.
"Kurang ajar, kalian menipuku! Bentak juragan Baron kepada ke empat anak buahnya. Kalian bilang, suami wanita itu sudah kalian lenyapkan. Tapi kenapa kalian malah melenyapkan seorang pelajar?
" Maaf juragan, kami pun baru mendapatkan informasi kalau yang kami lenyapkan itu bukan suaminya Sherly tapi kami lenyapkan adalah kekasih dari adiknya Sherly. Kami melenyapkan anak itu karena kami melihat Sherly bersama anak-anaknya dibonceng oleh anak itu, jadi kami mengira Anak itu adalah suaminya. Sahut dari salah satu dari mereka menjelaskan kepada juragan Baron.
"Apa kamu bilang, kekasih adiknya? Seketika amarah juragan Baron sedikit mereda. " bagus, setidaknya hari ini mereka sedang berkabung. Ujar juragan Baron merasa sedikit lega sembari manggut-manggut. "Baiklah, kali ini kalian aku maafkan, tapi kalian harus tetap melenyapkan suami dari wanita itu, dan Tari juga harus ikut membantu kalau ia ingin terbebas dari perjanjian yang dibuat oleh kedua orang tuanya.
" Baik juragan, ke empat anak buah juragan Baron menimpali hampir bersamaan.
"Hubungi Tari secepatnya! " Aku tidak ingin wanita itu hidup bahagia, dia harus merasakan kehilangan juga, seperti yang aku rasakan pada saat kematian putra kesayangan ku.
__ADS_1