
Pagi itu 30 maret 2020, Raka kembali mengunjungi Indah. Pagi itu Raka hendak mengajak Indah berkeliling menggunakan kendaraan bermotor miliknya. Setelah selesai bersiap-siap, dengan menggunakan kendaraan ber motornya Raka langsung meluncur kerumah Indah untuk menjemput Indah. Sesampainya dirumah Indah, Raka sudah ditunggu oleh Indah yang sedari tadi duduk di kursi yang terletak di teras rumahnya. Karena dirumahnya tidak ada siapa-siapa, jadi Indah tidak perlu berpamitan kepada siapapun untuk pergi, hanya saja ia tak lupa mengirimkan pesan chat kepada kakak laki-lakinya yaitu Andri untuk memberitahu kalau dia pergi bersama Raka.
Setelah selesai mengetik pesan chat kepada Andri, Indah langsung menghampiri raka lalu naik ke motor Raka duduk di jok belakang, dibonceng oleh Raka. Setelah posisi duduk mereka sudah terasa nyaman menurut mereka, barulah Raka melajukan kendaraannya.
Sepanjang jalan mereka bercanda gurau, menghabiskan waktu mereka untuk berkeliling di area perkotaan sekitar tempat tinggal mereka. Setelah beberapa lama mereka berkeliling, akhirnya waktu shalat zuhur pun tiba. Karena sudah cukup lama mereka berkeliling kota, akhirnya Raka memutuskan untuk mengajak Indah pulang.
"Yang, pulang yuk! Ajak raka kepada Indah.
" Oke deh, tapi besok kita jalan lagi ya! Pinta Indah kepada Raka dengan manja.
"Ya, tapi aku gak bisa janji ya. Ujar Raka kepada Indah.
" Oke deh, jawab Indah menyerah.
__ADS_1
Diperjalanan pulang, Raka sesekali mengusap puncak kepala Indah, seakan-akan ia ingin mengatakan sesuatu yang amat dalam.
Sesampainya dirumah Indah, Raka dan Indah turun dari kendaraan Raka lalu duduk di kursi teras dengan posisi bersebelahan.
"Ndah, panggil Raka dengan pelan penuh dengan makna, di bola matanya semakin tampak jelas kegelisahan yang mengganggu pikirannya.
" Ya, ada apa yang? Tanya Indah kepada Raka.
"Kita tukaran HP ya, pinta Raka kepada Indah dengan nada memelas.
Setelah menerima handphone dari Raka, Indah mengusap layar handphone milik Raka lalu memasukkan sandi yang biasa Raka gunakan, yaitu 0204 yang merupakan tanggal dan bulan mereka jadian. Setelah Indah mencoba memasukkan sandinya beberapa kali, tapi tetap saja gagal. Raka yang menyadari apa yang Indah lakukan hanya tersenyum.
"Sandi nya udah aku ubah, Ujar Raka sembari tersenyum dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. " Sandinya 30032020. Ujar Raka masih dengan senyuman hambarnya.
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan dari Raka, Indah segera mengusap kembali layar handphone milik raka, ia hendak memasukkan nomor sandi yang Raka beri tahu. Baru saja ia hendak memasukkan nomor sandinya, Indah melihat sesuatu seperti selembar kertas dibalik silicon casing handphone milik Raka. Karena penasaran,Indah langsung membalik handphonenya hendak membuka silicon handphone milik Raka untuk mengambil lipatan kertas tersebut. Raka Raka yang melihatnya, langsung menyambar handphone tersebut.
"Eit, sayang jangan di buka dulu ya. Ujar Raka sembari mengerlingkan sebelah matanya. " Nanti malam, pas waktu kamu ketemu aku, baru kamu buka dan baca suratnya ya, "Okey sayang.
" Oke deh, ujar indah menuruti perkataan raka. Ia pikir, mungkin saja Raka hendak memberinya kejutan, karena tinggal dua hari lagi untuk menuju hari jadi mereka.
"Yaudah, aku pulang dulu ya sayang. Ujar Raka sembari tersenyum kepada Indah. " ingat ya, jangan dibuka dulu, jaga diri baik-baik! Pesan Raka sembari menyodorkan handphone miliknya kepada Indah.
"Iya, ya!
" Ya udah aku pulang dulu, assalamu'alaikum. Ujar raka sembari mengusap puncak kepala Indah sambil berlalu.
"Waalaikumsalam.
__ADS_1
Pada saat Raka sudah berada di atas kendaraan bermotornya, ia melambaikan tangan kepada Indah sembari memandangnya dengan sangat lama sekali, Seakan akan saat itu adalah waktu terakhirnya bertemu dan melihat Indah. Dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca , Raka menghidupkan kendaraannya kemudian melajukannya pergi semakin menjauh meninggalkan Indah yang masih dalam tatapan bingung karena melihat Raka hampir menangis.
Disisi lain, Raka yang sedang mengendarai motornya, selalu mengenang masa-masa indah bersama kekasihnya itu. Dengan Air mata yang terus mengalir, Ia terus melajukan kendaraannya menuju pulang kerumahnya.