
Sesampainya Raka di kediamannya, ia langsung buru-buru mengambil air wudhu lalu menunaikan Ibadah shalat zuhur.
Setelah usai menunaikan ibadah shalat zuhur, Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Raka.
"Nak, kamu belum makan siang. Ujar bu Neli Ibunya Raka sembari mengusap pundak Raka.
" Belum bu, gak selera makan. Ujar Raka dengan tatapan yang tak mudah diartikan. Bu, aku mau makan mi ayam aja bu, ujar Raka tersenyum.
"Kalau kamu gak enak badan, biar Ibu aja yang belikan. Ujar Bu Neli menawarkan diri, karena ia sangat prihatin melihat wajah pucat putranya itu.
" Hmmm, gak usah deh Bu. Ujar Raka menolak, "Raka mau beli Mie ayam nya di cafe langganan Raka aja deh Bu. Soalnya rasa masakan di cafe itu udah pas di lidah Raka. Ujar Raka menjelaskan kepada Ibunya.
"Ya udah, tunggu sebentar ya Ibu ambilin uangnya dulu. Ujar bu Neli kepada Raka sembari melangkahkan kakinya hendak mengambil dompetnya.
" Gak usah bu, ujar Raka yang membuat Bu Neli menghentikan langkah kakinya. "Kebetulan Raka punya uang bu. " ya udah Bu, Raka pamit dulu, Raka berpamitan kepada Ibunya dengan mencium punggung tangan ibunya. "Assalamu'alaikum, Raka mengucapkan salam sembari berlalu.
" Wa'alaikumsalam, Bu Neli membalas salam putra tertuanya itu kemudian melangkahkan kakinya mengekori Raka menuju keluar rumah.
Sesampainya diluar rumah, Raka langsung menuju kearah motornya yang sedari tadi terparkir di halaman rumah mereka. Sesampainya ia ditempat kendaraannya yang sedang terparkir, Raka langsung menaiki motornya itu lalu menyalakan mesin kendaraannya. Sebelum Raka berlalu, ia sempat melambaikan tangannya kearah ibunya sembari tersenyum.
__ADS_1
"Hati-hati sayang, pesan Bu Neli kepada Raka sembari membalas dengan lambaian pula.
" Ya bu, ujar Raka kemudian berlalu semakin menjauh.
Entah kenapa, hari itu Bu Neli sangat gelisah melepas kepergian Raka. Hatinya bertanya-tanya, kenapa pada saat ia melihat lambaian tangan Raka seolah-olah itu lambaian perpisahan. Tapi, sama halnya dengan Indah Bu Neli berfikir kalau ia hanya terbawa suasana saja karena tidak lama lagi Raka memang hendak pergi jauh untuk bersekolah di sebuah universitas kepolisian, itulah sebabnya ia tak menghiraukan perasaannya itu.
******
Setelah menyusuri jalan tak begitu lama, akhirnya Raka sampai hingga tujuan, dan memesan makanan yang ia inginkan yaitu Mie ayam kesukaannya.
Setelah makanan yang ia inginkan sudah ter hidang di hadapannya, sebelum menyantapnya ia berselfie terlebih dahulu. Setelah menangkap gambarn dirinya dengan menu Mie ayamnya, ia mengunggahnya ke akun Facebook miliknya dengan caption
"MAAF YA SAYANG, TADI LUPA NGAJAKIN KAMU KESINI"
"MAAFIN AKU YA, MY LOVELY" 😍😍😘😘😘
😢😢😢😢.
Disisi lain, Indah yang tengah asik meng scroll beranda Facebook nya itu seketika menghentikan gerakan jemarinya sejenak ketika melihat sebuah unggahan dari Raka. Kemudian Indah memberi komentar pada postingan kekasihnya itu.
__ADS_1
Bunyi komentar Indah
*"Kok gak ngajakin aku, kamu jahat"*
Setelah beberapa saat Raka membalas komentarnya pada kolom komentar Indah.
*"Maaf ya sayang, aku lupa "*
Setelah komentar nya dibalas oleh Raka, Indah lun membalasnya kembali.
*" Yaudah, nanti pulangnya mampir ke rumah ya, beliin aku Mie ayamnya "*
Setelah lama menunggu, barulah ada balasan dari Raka untuk komentarnya.
*" Maaf ya sayang, mungkin aku gak bisa mampir buat nganterin Mie ayamnya. Soalnya kepala aku pusing, jadi aku langsung pulang"*
Setelah ada notifikasi di akun Facebook nya, Indah langsung membukanya dan membaca balasan komentar dari Raka, lalu ia mengetik untuk balasan komentar dari Raka.
*"yaudah gak apa lah, kamu istirahat ya. mungkin kamu capek "*
__ADS_1
Lama Indah menunggu kabar dari Raka, tapi tak kunjung Raka menghubunginya. Karena merasa khawatir, Indah mencoba menghubungi Raka, tapi ternyata Raka tidak bisa dihubungi.