
Setelah beberapa kali diinterogasi, Akhirnya Tari mengaku bahwa dia yang memasukkan Racun pada makanan Raka secara diam-diam. Tari mengaku bahwa dia disuruh seseorang, ia terpaksa melakukannya karena hendak melunasi hutang-hutang Ayahnya. Ayah Tari memiliki banyak hutang di rentenir, dan bodohnya lagi Ayahnya sudah menandatangani surat perjanjian kepada juragan rentenir yang kejam dan biadap.Rentanir tersebut memiliki banyak Istri, para istrinya berasal dari para putri peminjam uang yang t9mampu membayar hutang mereka. Sebagai pelunasan hutang,maka putri mereka yang menjadi korban kerakusan juragan itu. Ayahnya Tari sudah menggadaikan tanah perkebunan dan tanah rumah milik mereka dengan perjanjian yang sama seperti para peminjam lainnya, yaitu harta dan Anak mereka sebagai jaminannya. Tari tak tau apapun tentang hutang ayahnya dan tentang perjanjian tersebut, ia pikir semuanya baik-baik saja.
Awalnya Tari tak mengenal orang yang membayarnya itu, tapi orang itulah yang menculik Tari untuk diajak bekerja sama. Waktu itu, dimalam disaat Tari sedang berada di rumahnya seorang diri. Dari luar terdengar suara ketukan pintu.
"tok tok tokkk!
" Ya tunggu sebentar, sahut Tari dari dalam. Dan lagi, suara ketukan dari luar yang dikira Tari itu suara ketukan kedua orang tuanya yang baru pulang terdengar lagi. Malam itu kedua orang tua mereka sedang keluar untuk menemui rentenir tempat mereka meminjam uang. Malam itu, rencananya kedua orang tua Tari hendak meminta tempo waktu untuk membayar hutang mereka kepada rentenir tersebut. Tapi, disaat Tari membuka pintu, Tari malah dibekap dan diculik. Tari dibawa masuk kedalam sebuah mobil dalam keadaan tidak sadarkan diri, rupanya ke empat preman itu sudah membius nya. Dengan secepat kilat mobil itu melaju kencang menuju ke suatu tempat.
Tak begitu lama setelah mobil penculikan pergi meninggalkan halaman rumah Tari,kedua orang tua Tari tiba dirumah mereka, mereka merasa bingung dan cemas karena tidak menemukan dimana putri semata wayang ny.
Tidak beberapa lama ketika mereka sedang mencari putrinya ke rumah-rumah tetangga terdekat mereka, Tiba-tiba handphone Ayah Tari berdering tanda ada panggilan telepon masuk. Dengan cepat Ayah Tari merogoh handphone nya di saku kemeja yang ia kenakan.
"Halo, juragan. Sapa ayahnya Tari kepada seseorang dari seberang telpon.
" Hai Nurdin, pasti kamu sedang mencari putrimu iyakan? Suara orang tersebut dengan suara lantang.
"Juragan, kenapa juragan bisa tau kalau kami sedang mencari-cari putri kami? Pak Nurdin sangt marah, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, karena di tau seperti apa juragan Rentenir itu.
" Nurdin, Nurdin, suara juragan itu tertawa lantang dengan penuh kemenangan. Kau tidak perlu mencari putrimu, karena percuma saja, kau tidak akan tahu dimana putrimu berada. Ujar juragan rentenir itu sembari memutuskan sambungan telepon.
"Dari siapa pak? Tanya Bu Romlah ibunya Tari kepada suaminya.
" Juragan Baron Bu, sahut Pak Nurdin lesu.
"Apa katanya pak?
" Mereka sudah membawa Tari buk, ujar Pak Nurdin geram.
"Terus gimana pak?
" Ayo bu, kita coba kerumah juragan Baron, siapa tau mereka membawa Tari kerumah juragan Baron.
"Tapi pak, bukannya tadi kita kerumahnya dia tidak ada dirumah. Sahut bu Romlah, merasa putus asa. Rumah juragan Baron kan banyak pak, kita tidak tau pasti dimana putri kita.
" Iya bu, tapi apa salahnya kita coba cari bu. kalau tidak, kita lapor polisi saja pak.
__ADS_1
******
Dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil penculik yang membawa Tari tiba ke suatu tempat tepat ketika azan subuh berkumandang. Mobil itu memasuki gerbang yang megah, didalam gerbang itu berdiri kokoh sebuah rumah mewah bak istana. Tari yang tadinya tidak sadarkan diri, kini ia sudah mulai terbangun. Ia sangat ketakutan, karena sebelum mereka membawa Tari keluar dari mobil, mereka sempat menggerayangi tubuh Tari terlebih dahulu. dengan mulut di lakban dan tangan terikat, Tari hanya bisa menitikkan air mata tanpa bersuara.
"Udah, ayo kita bawa masuk. Ujar salah satu dari preman itu.
" Nati woi, belum puas nih. Sahut yang lainnya.
"Udah, ntar kebablasan, nanti juragan marah besar. Bentak salah satu dari mereka. Akhirnya mereka membawa Tari masuk kedalam rumah mewah itu.
Didalam rumah, sudah menunggu seseorang yang sudah berumur. kalau dilihat dari wajahnya, pria itu sudah berusia kira-kira sekitar lima puluh tahun.
"nurrrr, inahhhh, teriak pria tua itu memanggil kedua pembantunya. Sedangkan pembantunya yang mendengar teriakan juragan mereka, langsung berlarian menghampiri sumber suara yang memanggil mereka.
" Ya juragan, ada apa? Tanya kedua pembantu tersebut secara bersamaan dengan membungkuk penuh hormat.
"Mandikan gadis itu, lalu hiasi dan Pakaikan ia pakaian yang bagus dan seksi. Perintah Juragan Baron dengan suara keras dan mata yang bengis memandang kear Tari.
" Baik Juragan, Sahut mereka sambil membungkuk patuh. kedua pembantu itu pergi menuju ke salah satu kamar yang besar di lantai bawah, Sedangkan Tari di boyong ke empat preman yang menculik mereka tadi mengikuti kedua pembantu tersebut memasuki.
"Kenapa, apa kamu takut? Tanya juragan Baron dengan nada sedikit menghina kepada Tari yang sedari tadi menangis tak bersuara karena ketakutan sembari duduk meringkuk dihadapkan juragan Baron.
" Kamu cuma punya tiga pilihan, Juragan melanjutkan pembicaraan nya kembali.
"Pilihan pertama, kamu harus melunasi hutang-hutang kedua orang tua mu dengan uang. pilihan kedua, kau harus menjadi budak ku untuk selamanya. Dan pilihan ketiga, kamu, Ayahmu, dan Ibumu sekeluarga akan mati terbunuh.
" Hutang, hutang apa? Tari mulai memberanikan diri untuk berbicara, karena ia tidak pernah merasa kalau kedua orang tuanya memiliki hutang. "Bapak pasti bohong, pasti bapak sengaja cari alasan untuk manfaatin aku.
" hahahahaha, manfaatin kamu bilang? Dengan kasar, juragan Baron mengangkat dagu Tari laly menampar nya. "Seribu gadis seperti kamu, bisa dengn mudahnya aku merenggut nya." Kamu tau, kedua orang tuamu sudah menggadaikan dirimu untuk menjamin hutang-hutang nya.
Juragan Baron, sangat emosi mendengar perkataan Tari, sehingga juragan Baron menyuruh anak buahnya membawa Tari kedalam kamar dan mengurungnya.
" Seret dia, bawa dan kurung dia didalam kamar itu. Perintah juragan Baron kepada ke empat anak buahnya sembari menunjuk sebuah kamar.
Tanpa berkata apapun, keempat preman itu menyeret Tari kedalam sebuah kamar yang dimaksud oleh juragan Baron, lalu mengurungnya.
__ADS_1
Setelah ke empat preman suruhan juragan Baron kembali menghadap, juragan Baron mengisyaratkan kepada ke empat anak buahnya dan kedua pembantunya untuk pergi, sedangkan juragan Baron berlalu menuju kamar dimana tempat Tari dikurung.
Pagi itu, dengan buas,jahat dan rakusnya juragan Baron melampiaskan kekesalannya atas penghinaan Tari, karena Tari mengatakan bahwa ia ingin memanfaatkan Tari. Dengan tanpa rasa kemanusiaan, juragan Baron merenggut kehormatan Tari.
Tari yang terenggut kesuciannya, hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Tari menangis tersedu sedan, tanpa bersuara lagi, suaranya telah habis karena sudah menangis selama tiga hari tiga malam. Ia meratapi nasibnya yang kini menjadi tawanan juragan Baron. Iya tak habis pikir, kenapa kedua orang tuanya bisa memiliki banyak hutang, yang ia ketahui selama ini kedua orang tuanya adalah orang yang cukup berada.
"Apa kamu ingin bebas? Tanya juragan Baron dengan nada angkuh, dengan tiba-tiba entah datang dari mana yang membuat Tari kaget.
" Tanpa jawaban, tapi dari sinar matanya tampak sekali Tari sangat tersiksa. Ia sudah tidak sanggup lagi jika harus menjadi budak nafsu juragan Baron. Hanya tetesan air mata lah yang mampu mewakili keinginan Tari, bahwa sebenarnya Tari sangat ingin keluar dari tempat itu.
"Baiklah, tampaknya kamu sudah tidak betah tinggal disini. Besok anak buahku akan mengantarkan mu pulang. Juragan Baron menjeda perkataannya kemudian melanjutkannya lagi. " Tapi, kebebasan mu tidak geratis. Kamu harus mau menuruti perintah ku.
"Apa?, Tanya Tari lirih hampir tak terdengar suaranya yang keluar dari mulutnya.
" Kamu harus melenyapkan suami dari seseorang! perintah juragan Baron sembari menunjukkan poto seorang wanitawanita yang sangat cantik dengan balutan gaun pengantin.
"Aku gak kenal wanita itu, timpal Tari dengan suara yang sedikit bergetar. Ia merasa takut sekali, ia takut kalau ia tidak bisa keluar dari tempat terkutuk itu.
Juragan Baron seketika membuka aplikasi Facebook dan mencari sebuah nama, setelah juragan Baron menemukan nama yang ia cari, kemudian ia menunjukkannya kepada Tari. Disana Tari melihat poto-poto wanita yang dimaksud oleh juragan Baron dengan terus Men scrol layar handphone milik juragan Baron. Seketika Tari menghentikan gerakan jemarinya, karena ia melihat poto seseorang. "Bukankah dia Indah, gumam Tari didalam hati. karena melihat poto Indah, Tari pun mendapatkan cara untuk mengelabui juragan Baron.
" Apa juragan tau siapa siapa suami perempuan itu? Tanya Tari dengan lembut dan penuh dengan siasat.
"Bodoh, Aku tidak punya waktu untuk menyelidiki siapa suami dari waniitu. Dengan lantang juragan Baron menimpali pertanyaan Tari, tampaknya ia sangat marah.
" Baiklah, aku mengenal pria itu. Dengan mantap Tari mengatakannya kepada juragan Baron.
"Baiklah, kalau begitu besok kamu akan diantar oleh anak buah ku. Sebelum kamu melenyapkan pria itu, kamu akan terus diawasi oleh anak buahku.
" Oke, aku setuju, ujar Tari tersenyum dengan licik. Ia berniat menghabisi Raka sebagai umpan,dan mengatakan kepada anak buah juragan Baron kalau Raka adalah suami dari wanita yang ia maksud. Ya, rupanya juragan Baron hendak menghabisi nyawa suaminya Sherly kakaknya Indah, dan kebetulan wajah suami sherly hampir mirip dengan Raka"Dengan itu, aku bisa bebas. Gumam Tari didalam hati.
Disisi lain, kedua orang tua Tari sangat menghawatirkan Tari. Dengan segala upaya, mereka berusaha mencari keberadaan Tari dan tempat persembunyian juragan Baron, namun hasilnya tetap saja nihil. Mereka hanya bisa meratapi nasib dan menyesal karena sudah mau meminjam uang kepada juragan Baron.
" pak, seandainya kalau tiga tahun yang lalu kita jujur saja kepada Tari kalau kita sudah jatuh miskin, mungkin nasib anak kita tidak akan seperti ini pak. Bu Romlah meratapi kebodohan mereka. Selama tiga tahun ini mereka selalu berusaha memenuhi keinginan Tari dengan cara berhutang. Tari yang terbiasa hidup mewah, tentu saja keinginannya tidak sederhana. Pada saat memasuki sekolah menengah kejuruan, ia minta dibelikan handphone yang harganya sangat mahal. Tidak cukup sampai disitu, Tari juga selalu ingin mengenakan pakaian yang berkelas, sepatu mahal dan sering kali Tari ingin mengikuti trand,dengan mengkoleksi tas branded. Dengan keuangan yang sudah cukup terbatas dan pas-pasan, tentu saja kedua orang tua Tari kebingungan untuk memenuhi keinginan putri semata wayang mereka. Akan tetapi, disisi lain mereka sangat menyayangi putri mereka, mereka merasa tak tega pada saat Tari merengek meminta agar kedua orang tuanya menuruti kemauannya.
Tidak cukup sampai disitu, Tari yang sudah mulai tumbuh menjadi seorang gadis dewasa itu, diusianya yang ke tujuh belasan pada saat ia naik ke kelas tiga SMK ia mulai merengek minta dibelikan mobil mewah dengan merek yang cukup berkelas. Karena begitu banyak keinginan Tari, sedangkan mereka tidak mampu menurutinya, itulah sebabnya akhirnya Pak Nurdin terjerat oleh kata-kata manis salah satu rekan kerjanya, yang membimbingnya untuk meminjam uang kepada juragan Baron dan akhirnya malah berujung petaka.
__ADS_1