
Keesokan harinya, di pagi Idulfitri yang kedua pukul 06:30 semu sudah berkumpul termasuk raka untuk bersiap-siap untuk keberangkatan mereka ke kota padang. disitu juga ada kedua orang tua Raka yang hendak mengantarkan kepergian mereka.
setelah mereka selesai memasukkan barang-barang keperluan mereka kebagas mobil xxxxxxx yang berwarna merah milik Sherly, lalu mereka pun pamit kepada orang tua mereka.
"Ayah, Ibu Raka pamit ya, makasih udah ngizinin raka ikut mereka. Raka pamit kepada kedua orang tuanya sembari menyalami dan memeluk kedua orang tuanya.
" Iya sayang, Hati-hati jaga diri baik-baik nak. Bu neli memeluk Raka secara bergantian dengan Pak Haris. tentu mereka agak sedih melepas kepergian raka, meskipun itu hanya sebentar untuk berlibur dihari idulfitri. karena memang mereka tidak pernah berpisah dengan Raka selama ini.
Setelah itu Raka menyalami kedua orang tua Indah untuk berpamitan, kemudian disusul oleh yang lainnya. Mereka menyalami kedua orang tua mereka dan kedua orang tua raka secara bergantian. Setelah berpamitan, mereka memasuki mobil milik Sherly untuk segera berangkat. Arman duduk dikursi kemudi, Sherly mengambil posisi duduk di sebelah Arman. Raka,Indah, Shiva dan Rahri mengambil posisi duduk di kursi penumpang yang ditengah, sedangkan ketiga saudara indah yang lainnya, Intan, Andri dan Riko duduk di kursi penumpang yang dibelakang sekali.
Setelah semua sudah masuk dan duduk didalam mobil, Arman pun mulai menyalakan mesin mobil untuk segera berangkat, tak lama kemudian kendaraan mereka mulai melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam perjalanan, sesekali mereka mengobrol sambil bercanda gurau untuk mengisi waktu perjalanan mereka.
******
Setelah tiga jam perjalanan, mereka sampai di kabupaten tebo. Karena merasa lapar, mereka pun mampir disebuah rumah makan untuk makan siang.
Setelah selesai makan siang, mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka. Setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya mereka sampai dimuara Bungo dan mengambil rute belok kanan untuk menuju padang. Satu jam perjalanan mereka tempuh, akhirnya mereka memasuki wilayah padang tapi masih butuh waktu cukup lama untuk mereka sampai di tujuan.
Pukul 19:30 mereka istirahat untuk makan malam disebuah rumah makan sederhana di sebuah pedesaan di wilayah padang. Setelah selesai makan malam, mereka pun melanjutkan perjalanan hingga pukul 24:30 wib arman memarkirkan mobil di sebuah SPBU untuk beristirahat menjelang pagi. Disana banyak kendaraan lainnya ikut parkir untuk beristirahat. Mereka sengaja beristirahat di SPBU, karena mereka masih berada di daerah pedesaan yang tidak ada penginapan nya.
******
__ADS_1
Keesokan harinya, mereka mencari tempat untuk sarapan pagi untuk mengisi perut mereka yang kosong sembari melanjutkan perjalanan mereka. Setelah beberapa menit, mereka menemukan warung sarapan pagi dan Arman pun menepikan kendaraan nya, lalu mereka turun dan segera masuk kewarung sarapan pagi tersebut untuk makan.
Setelah usai sarapan, mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju kota padang. Diperjalanan, mereka melihat kekiri kanan jalan, sungguh mereka begitu takjub melihat sekeliling mereka dengan hamparan gunung dan sawah terbentang luas disepanjang jalan mengelilingi perjalanan mereka.
setelah menempuh empat jam perjalanan, ereka sampai di kota solok. Karena sudah merasa cukup lapar, mereka menghentikan perjalanan mereka sejenak untuk makan siang.
Setelah mereka selesai makan siang, mereka melanjutkan perjalanan mareka kembali. pukul 18:07 akhirnya mereka sampai dirumah pamannya arman.
Setibanya mereka didepan halaman rumah Paman dan Bibi nya Arman,arman pun menghentikan laju kendaraannya dengan pelan, lalu mereka semua turun dari mobil yang mereka kendarai. Setelah turun dari kendaraan, Arman langsung menuju kearah dpintu depan rumah Paman dan Bibi nya lalu mengetuk pintu sembari mengucapkan salam. Dari dalam, Paman dan Bibi Arman yang memang sudah mengetahui kalau mereka hendak berkunjung, langsung membukakan pintu rumah untuk menyambut kedatangan mereka.
Setelah pintu terbuka, Arman langsung menyalami Paman dan Bibinya yang disusul oleh yang lainnya.
Ayoo masuk, ajak Paman dan Bibi Arman hampir berbarengan yang diikuti langkah Arman dan yang lainnya masuk kedalam rumah itu.
Setelah Arman dan yang lainnya membersihkan diri, Paman dan Bibi Arman mengajak mereka untuk makan malam. Paman dan Bibi arman sangat senang menyambut kedatangan mereka karena selama ini mereka sangat kesepian dikarenakan mereka tidak memiliki anak, sedangkan dipadang mereka mereka orang rantau. di sela-sela makan malam, sesekali mereka makan sambil mengobrol dan bercanda gurau.
******
Keesokan harinya pukul 05:07 wib, Intan, Indah dan Sherly sudah bangun tidur. Mereka
, langsung mengambil air wudhu dikamar mandi yang berada didalam kamar mereka lalu menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah dan Sherly lah yang menjadi imam.
__ADS_1
Setelah usai mereka menunaikan ibadah shalat subuh,mereka langsung menuju dapur untuk menyiapkan menu sarapan pagi, dan ternyata di dapur bi tarsih sudah berada didapur, dia sudah duluan bangun. Ia sengaja bangun lebih awal, agar sherly tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan sarapan. Tapi, bukan Sherly namanya kalau membiarkan tuan rumah kerepotan karena menyambut kedatangannya.
"Ngapain pagi-pagi udah kedapur, diluar masih gelap, mendingan istirahat aja lagi. Ujar bi tarsih.
" Udah gak ngantuk kok bi, oya Bibi mau masak apa? tanya sherly kepada bi tarsih.
"Ini, Bibi mau bikin asam padeh ikan patin. jawab bi tarsih bersemangat, karena dia merasa terhibur atas kehadiran mereka, kesedihan atas penantiannya untuk kehadiran sang buah hati selama dua puluh tahun lebih, kini agak sedikit terobati. Pikiran Bi tarsih mulai mengambang kembali, ia masih membayangkan alangkah bahagianya kalau seandainya Indah, Intan dan Sherly itu adalah anak-anaknya. Tapi, lamunannya seketika buyar ketika Sherly menepuk pundaknya.
"Bi, ujar Sherly memanggil bi tarsih.
" Eh, ii iya sherly ada apa? tanya bi tarsih masih gugup.
"Bi, ada apa, Bibi ngelamun terus. Apa ada masalah bi? tanya Sherly dengan lembut, membuat mata bi tarsih seketika berkaca-kaca karena mendengar kelembutan tutur kata yang keluar dari mulut Sherly.
Sherly yang menyadari Bi tarsih yang berusaha menyembunyikan air matanya itu langsung memeluk bi tarsih. Sedangkan indah dan intan hanya memperhatikan tanpa ekpresi.
" Udah bi, Bibi kenapa sedih? ujar sherly merasa iba terhadap bi tarsih. ya, Sherly memang wanita yang lemah lembut tutur katanya.
"Sherly, Bibi bahagia akhirnya dirumah ini ada kehangatan. Selama ini, Bibi cuma berdua dengan Paman. Kami sangat merindukan canda tawa anak-anak dirumah ini. Tutur Bi tarsih dengan tatapan pilu.
"udah dong bi, anggap aja kami semua anak-anaknya Bibi. Kami akan mengunjungi Bibi sesekali, anggap aja anak-anakmu sedang merantau jauh sehingga gak bisa mengunjungimu setiap saat, ujar Sherly sembari menggosok punggung bi tarsih yang masih berada didalam pelukannya. Bi tarsih yang berada dalam pelukan Sherly, tubuhnya terguncang karena tak kuasa menahan tangis hingga tumpahlah segala kepiluan bi tarsih yang dipendam nya selama puluhan tahun itu dipelukan Sherly.
__ADS_1
" Udah dong bi, jangan rusak momen kebersamaan kita dengan wajah bersedih bibi. Anggap aja kami semua anak-anaknya bibi ujar Intan.
"Iya bi, kami semua gak keberatan kok kalau bibi menganggap kami anak bibi. Ujar Indah ikut menimpali, Indah dan Intan pun ikut memeluk bi tarsih secara bersamaan.