Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan

Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan
Bab 9


__ADS_3

Setelah selesai nenyantap sarapan di pagi hari,di hari ketiga saat mereka berada dirumah Bi tarsih dan Paman Ramli, mereka berniat hendak pergi jalan-jalan. Rencananya, mereka hendak mengunjungi tempat wisata yang ada di kota Padang, seperti Pantai air manis, pantai Carolina, Pulau pasumpahan, Museum Adityawarman, dan perjalanan mereka akan dilanjutkan di malam hari ke Jembatan Siti Nurbaya, karena Jembatan Siti Nurbaya akan terlihat lebih indah jika dikunjungi pada malam hari dan rencananya, sebelum mereka mengunjungi jembatan Siti Nurbaya, terlebih dahulu mereka hendak mampir di masjid raya dikota padang untuk menunaikan ibadah shalat maghrib. Akan tetapi, mereka pergi jalan-jalan tanpa Bi Tarsih dan Paman Ramli, karena mereka hendak melanjutkan silaturahmi berkunjung ke rumah para sahabat mereka itulah sebabnya bi tarsih dan paman ramli tidak ikut serta dalam perjalanan mereka.


Pertama-tama mereka mengunjungi Pantai air manis terlebih dahulu sebelum mengunjungi tempat wisata yang lainnya, sungguh mereka sangat takjub memandang air laut yang biru bergemerlapan terkena pantulan cahaya matahari bak lautan berlian yang menyilaukan mata jika dilihat pada saat tengah hari.


"Ka, fotoin aku dong, pinta Indah kepada Raka.


" Eh, sini biar aku yang potoin kalian berdua,ujar Intan menimpali.


"Iya kak makasih, ujar Indah menimpali perkataan Intan. Ayo ka kita selfie berdua, ajak Indah kepada Raka.


sebelum raka beranjak menuju ketempat Indah berdiri, raka memberikan sebuah kamera yang sengaja ia bawa dari rumahnya kepada Intan untuk mengambil beberapa gambar mereka. Raka pun berdiri di sebelah kanan Indah membelakangi pantai dengan gaya mereka masing-masing.


" Satu, dua tiga iya siiip dapat satu potonya. gumam indah merasa puas dengan hasil jepretannya. Setelah itu Intan mengarahkan kamera kearah Raka dan Indah untuk mengambil beberapa gambar lagi


"Sini kak gantian biar aku yang potoin kak Intan barengan Indah, pinta Raka sekaligus memberi perintah kepada intan yang disusul dengan intan yang berdiri disebelah kanan Indah.


" Yap, satu dua tiiiiga Raka mengarahkan kamera kearah indah dan intan, lalu memang tombol untuk pengambilan gambar.


Intan, Indah dan Raka sibuk sendiri berselfie ria, mereka melupakan Andri, Riko, Sherly, Arman dan kedua anak mereka. sedangkan Andri, Riko, Sherly, Arman dan kedua anak mereka sibuk berselfie ria menggunakan kamera yang mereka bawa sendiri tidak jauh dari tempat Intan, Indah dan Raka berselfie.


"Sini kak biar aku potoin kalian sekeluarga, pinta Andri kepada Sherly, dan Sherly pun menurutinya tanda setuju.


"Ayo kak, kita poto berempat, ajak sherly kepada suaminya.


" Ayo, ujar Arman tanda setuju sembari menggandeng kedua anak mereka mendekati Sherly dan berdiri disebelah kanan Sherly, sedangkan Fahri berdiri didepan Sherly dan Shiva digendong oleh Arman.


setelah Andri mengambil beberapa gambar, Andri pun bergantian dengan arman agar Arman lagi yang mengambil gambarnya bersama dengan Riko.

__ADS_1


Setelah mereka merasa cukup puas dan sudah mengambil cukup banyak gambar pemandangan dan berselfie ria, sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke tempat wisata lainnya, terlebih dahulu mereka pergi menuju warung makan yang berada di seberang jalan ditepi pantai tersebut untuk mengisi perut mereka, karena hari sudah sangat siang jadi mereka sudah merasa sangat lapar sekali.


******


Setelah selesai mereka mengunjungi tempat-tempat wisata yang ingin mereka kunjungi, mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah Paman dan Bibinya Arman.


Pukul 21:27 akhirnya mereka tiba dirumah Paman dan Bibi Arman.


"Assalamu'alaikum, Sherly mengucap salam sembari mengetuk pintu.


" Bi, kami pulang.


"Waalaikumsalam, terdengar jawaban salam dari dalam rumah dan tidak lama kemudian pintu rumah terbuka.


" Kalian baru pulang? , tanya Bi Tarsih. Ayo masuk, udah malam, ayo kalian makan dulu sebelum istirahat.


" Kami langsung istirahat saja Bi, udah makan diluar tadi, jawab Arman, yang memang sebelum pulang menuju ke rumah Paman dan Bibi, mereka mampir disebuah rumah makan terlebih dahulu untuk mengisi perut mereka yang kosong.


"Oya, Paman dimana bi?


" Ya sudah, kalau begitu silakan beristirahat.


" Pamanmu sudah tidur, jawab Bi Tarsih. sambil berlalu memasuki kamarnya. Sedangkan yang lainnya, juga masuk kekamar mereka untuk beristirahat.


keesokan harinya, dipagi hari yang cerah, disaat mereka sedang bercengkrama sembari minum teh hangat dan menyantap biskuit, Arman hendak mengutarakan niatnya untuk meminta izin pulangpulang ke jambi, kerumah mereka.


"Bi, saya mohon izin sama Paman dan Bibi untuk pulang besok. Ujar Arman mohon izin kepada Paman dan Bibinya.

__ADS_1


" Apa tidak terlalu cepat nak, pulang nya, ujar Bi Tarsih sedih. Apa tidak bisa menunggu beberapa hari lagi nak, pinta Bi Tarsih berharap agar mereka mau untuk tinggal dirumah mereka beberapa hari lagi.


"Iya nak, ujar Paman Ramli menimpali.


"Maunya sih begitu bi, tapi adik-adik kami mau bersiap-siap ujian kenaikan kelas disekolah mereka, jadi tidak bisa lama-lama Bi. Ujar Sherly memberi penjelasan.


" Ya sudah kalau begitu, Bi Tarsih mengikhlaskan kepulangan mereka dengan sedih.


"Ya sudah, Hati-hati dijalan. Pesan Paman Ramli sembari berdoa keselamatan untuk mereka didalam hati.


" Oya, memangnya kapan kalian berangkat pulang?, tanya Paman Ramli.


"Rencananya sih besok, jawab Arman.


******


Keesokan harinya, setelah mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk kepulangan mereka ke jambi, di halaman rumah Paman dan Bibi Arman, mereka pun berpamitan dengan Bi Tarsih dan Paman Ramli yaitu Paman dan Bibi Arman.


" Bi, kami pulang dulu bi ujar sherly berpamitan.


"Dilain waktu, kami akan berkunjung lagi Bi kerumah kalian. Ujar Sherly sembari menyalami Paman dan Bibi.


" Iya nak, hati-hati perintah Paman dengan nada lirih, yang dibalas oleh Sherly dengan anggukan kepala.


Setelah Sherly, lalu yang lainnya juga ikut menyalami Paman dan Bibi untuk berpamitan.


Setelah mereka usai berpamitan, mereka masuk kedalam kendaraan mereka yang sejak tadi dipersiapkan terparkir dihalaman rumah Paman dan Bibi. Tak lama kemudian kendaraan tersebut melaju, dan mereka melambaikan tangan kepada Paman dan Bibi dari jendela mobil.

__ADS_1


Setelah beberapa hari, mereka akhirnya sampai juga kekampung halaman mereka. Perjalanan pulang mereka agak sedikit lama dibandingkan sewaktu mereka pergi menuju kerumah Paman dan Bibi, karena sepulang dari rumah Paman dan Bibi, mereka mampir terlebih dahulu di Bukittinggi, karena mereka hendak mengunjungi tempat Wisata yang ada di Bukittinggi. Disana mereka mengunjungi Jam gadang, Ngarai Sianok, Benteng Fort de kock, taman Marga satwa budaya kinatan dan Lubang Jepang Bukittinggi. Setelah usai dari mengunjungi tempat wisata tersebut, barulah mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke jambi.


__ADS_2