Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan

Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan
Bab 13


__ADS_3

Hari berganti hari, hingga tiba dipenghujung maret, tingkah Raka semakin membingungkan. Dimalam itu, Raka menelpon Indah dengan panggilan videocall melalui aplikasi watsap hingga terjadilah obrolan Raka dan Indah.


"Hay Raka, sapa Indah melalui panggilan videocall yang sedang berlangsung.


" Udah shalat isya belum? Tanya Raka tanpa menghiraukan sapaan dari Indah.


"Udah, ujar Indah tersenyum menghadap ke layar handphonenya.


" Udah makan, tanya Raka lagi dengan nada datar.


"Belum, jawab Indah manja. " Ka, aku pingin makannya disuap sama kamu. Rengek Indah dengan manja, berharap agar raka mengajaknya piknik untuk makan bersama seperti sebelum-sebelumnya. Indah sengaja mengatakan kalau dia belum makan, agar Raka mau menemuinya untuk menyuapi nya makan, karena Indah sudah sangat merindukan kekasihnya itu, karena akhir-akhir ini Raka tidak lagi menemuinya.


"Dasar cewek manja, Raka membentak Indah. " Mulai sekarang, aku gak akan nyuapin kamu makan lagi. Ujar Raka dengan nada tinggi, "mulai sekarang, kamu harus terbiasa tanpa aku. Sambung raka lagi, masih dengan nada tinggi. Meskipun Raka berbicara dengan nada sedikit membentak, tapi tampak jelas dimatanya bahwa ia sedang bersedih dan terluka. " Maafin aku sayang, gumam Raka didalam hati. Aku sengaja bikin kamu sedih, supaya kamu gak ngerasa sedih pada saat aku pergi. Gumam raka masih didalam hati.


"Raka, kamu kenapa? tanya indah seakan tidak percaya kalau raka mampu membentak nya, karena selama hampir dua tahun mereka menjalin hubungan, tidak pernah sama sekali Raka membentak nya.


" Udah, jangan banyak tanya. Pokoknya suatu saat nanti pasti kamu tau alasannya.


"Ka, kalau kamu ada masalah, cerita dong. Ujar Indah lirih menahan butiran air mata yang berdesakan hendak keluar dari kelopak matanya. " Ka, aku udah lama kenal kamu dan memahami kamu, jadi aku ngerasa kamu nyembunyiin sesuatu dari aku. Ka,tolong jawab jujur, Ujar Indah sembari menangis. Indah tak kuasa lagi menahan tangisnya, karena dia merasa Raka sudah tidak mencintainya.


"Tuh kan nangis, dasar cewek aneh. Ujar Raka sembari mengakhiri panggilan videocall mereka. Setelah usai, mengakhiri panggilan videocall nya, Raka tersedu sedan menangis, hatinya merintih perih, sungguh ia tak kuasa menahan air matanya disaat ia memandang mata indah yang sudah berkaca-kaca, itulah sebabnya ia mengakhiri obrolan nya di telepon videocall.


"Maafin aku sayang, sebenarnya aku kangen banget sama kamu, makanya aku telpon kamu pake videocall, aku pingin lihat wajah kamu. Gerutu Raka, sembari menangis menahan pilu. Entah kenapa, akhir-akhir ini ia merasa gelisah, seakan-akan ia hendak pergi jauh.


******


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Raka mengirimkan pesan chat kepada Indah melalui aplikasi watsap. Indah yang mendapat kiriman pesan chat dari raka langsung membalas pesan dari raka dengan senang hati.

__ADS_1


**obrolan Raka dan Indah melalui pesan chat.


Raka:"assalamu'alaikum, met pagi indah sayang 😘😘😘😘


Indah:"Pagi juga, tumben ingat sama aku😞😞😞😞


Raka:"jadi ngambek nih😏😏😏😏


Indah:"tau ah


Raka:"udah dong yang jangan ngambek terus. "yang, kita kan belum punya baju couple an, kita beli yuk untuk dipake di hari jadi kita.


Indah:"Gak mau, kamu jahat.


Raka:" Ayo dong sayang, mau ya, please....


Indah:" πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”oke deh, tapi kamu janji jangan marah-marah lagi ya.


Raka:"Oke deh, kamu pesan aja lewat aplikasi online shop Laz*** ya, biar nanti sore aku antar uangnya.


Indah:"oke, ka aku kangeeeen banget sama kamu.


Raka:"Sama, aku juga kangen. Ya udah, sampai ketemu nanti dirumah kamu, okey....


Indah:"oke, by raka😘😘😘😘


Raka:"by juga Indah 😘😘😘😘

__ADS_1


Setelah obrolan mereka terputus, Indah langsung membuka sebuah aplikasi online shop untuk memesan baju yang Raka inginkan, tak begitu lama akhirnya Indah menemukan baju yang pas untuk mereka. Indah memilih baju kemeja berwarna hitam polos dan memilih ukuran jumbo untuk baju raka, karena memang tubuh raka sangat besar.


Di sore harinya, pada saat Indah dan Sherly yang kebetulan sedang berkunjung kerumah orang tuanya itu iba-tiba Indah dikagetkan oleh suara teriakan seseorang memanggil namanya dari luar rumah pada saat mereka tengah sibuk didapur memasak untuk menu makan malam.


"Indahhhhh,woy Indahhhhh. Teriak Raka dari luar rumah memanggil-manggil nama kekasihnya itu. Indah yang kaget mendengar suara teriakan itu langsung berlari ke arah luar rumah untuk menghampiri sumber suara teriakan tersebut berasal. Sedangkan Sherly memutuskan untuk tetap melanjutkan pekerjaan mereka. Untung saja dirumah hanya ada mereka berdua, kebetulan yang lain sedang keluar untuk kegiatan mereka masing-masing, begitu juga dengan Arman, ia sedang keluar mengajak kedua anak mereka untuk jalan-jalan sore.


" Eh kamu Raka, ujar Indah dengan tatapan heran. "Ngapain sih Ka kamu teriak-teriak?


" Dari tadi aku ngucapin salam, gak ada yang jawab. Ya jadinya aku teriak-teriak, ujar raka santai tapi masih dengan tatapan sendu. "Kamu kemana aja sih?


" Ya Allah, Ka gak perlu teriak juga bisa. Ujar Indah kesal.


"Oya, Ndah ini uang yang aku janjiin buat beli baju couple nya. Ujar Raka tersenyum, sembari menyodorkan dua lembar uang berwarna merah. Tapi meskipun ia tersenyum tetap saja dia tak mampu menyembunyikan kesediaanya, tatapannya kosong menerawang entah kemana.


"Ia, makasih ka, ujar indah tersenyum menerima uang dari Raka. " Oya, gak masuk dulu? Tanya Indah kepada Raka, berharap Raka agak sedikit berlama-lama mengobrol dengannya dirumahnya. Indah sangat merindukan kekasihnya itu, karena akhir-akhir ini raka sudah tidak lagi menemuinya bahkan menelpon atau mengirimkan pesan chat pun sudah jarang.


"Gak, udah sore, jawab Raka dengan nada datar. " Oya, jaga diri kamu baik-baik ya. Raka mengulangi kalimat itu lagi, kalimat yang selalu ia ucapkan kepada Indah.


"Ka, aku kangen sama kamu. Ujar indah, dengan nada memelas dan manja.


"" Iya, sama aku juga kangen sama kamu. Sampai disitu kata-kata Raka terhenti sejenak. "tapi kamu harus terbiasa hidup tanpa aku. Ujar Raka melanjutkan kalimat dari perkataannya yang sempat terputus itu. RakaΒ  sudah tahan lagi menahan air matanya yang bersembunyi dibalik kelopak matanya, karena ia ingin diketahui oleh Indah kalau dia sedang menangis, maka ia langsung pergi berlalu meninggalkan Indah yang ternyata juga hampir menangis menahan kerinduannya.


Setelah kepergian raka, Indah langsung berlari ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Didalam kamar, dengan posisi berbaring memeluk boneka doraemon kesayangannya itu, ia menangis tersedu sedan, sengaja ia menahan suara tangisannya agar tak Sherly tak mendengar tangisannya. Ia selalu memeluk boneka pemberian dari raka disaat ia merindukan Raka, begitupula dengan hari ini ia menumpahkan segala kerinduannya dengan memeluk boneka tersebut dengan erat sembari menangis.


Disisi lain, Dibawah pohon nan rindang, di taman tempat dimana kenangan kebersamaan Indah dan Raka terukir, disitu Raka duduk sembari memandangi poto-poto kebersamaannya dengan Indah. Dengan air mata yang terus mengalir, ia memandangi satu persatu poto kebersamaan mereka dilayar handphone miliknya itu. Sambil mengenang kisah disetiap kebersamaan mereka,raka tetap menggeser satu persatu poto dilayar handphone nya. Masih terbayang jelas diingatan Raka, canda tawa mereka, mewarnai setiap kebersamaan mereka. "Maafin aku sayang, ujar raka sembari menghapus air matanya.


Ditengah kesibukan Raka yang sedang melihat-lihat poto-potonya bersama indah, azan pun berkumandang yang menandakan bahwa waktu halat magrib pun tiba. Raka merasa enggan meninggalkan tempat itu, oleh karena itu ia memilih untuk shalat dimasjid yang terletak tidak jauh dari taman tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai Raka menunaikan ibadah shalat magrib, Raka kembali menuju taman dan duduk dibawah pohon sembari melanjutkan untuk melihat-lihat poto-poto mereka sembari terus menangis, entah apa yang membuatnya menangis bersedih, bahkan dirin6pun ta mengerti apa penyebab kegundahan nya. Yang ia tau dan rasakan saat ini hanyalah sebuah kegelisahan yang menyelimuti pikirannya.


__ADS_2