Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan

Dipertemukan Secara Tak Sengaja,Dipisahkan Oleh Maut Tanpa Harus Berpamitan
Bab 23


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Tari pulang dengan diantarkan oleh ke empat preman suruhan juragan Baron dengan menggunakan sebuah mobil. Mereka berempat sengaja disuruh oleh juragan Baron untuk mengawasi Tari. Setelah menempuh waktu yang cukup lama, akhirnya mereka sampai juga pada sore hari.


Dirumah, kedatangan Tari sudah disambut oleh kedua orang tuanya.


"Sayang, Ibu khawatir banget sama kamu sayang. Ujar Bu Romlah sembari memeluk putrinya itu.


" Hanya diam, Tari tak menggubris perkataan Ibunya.


"Iya sayang, kami khwatir banget nak. Langsung memeluk putri semata wayang mereka. Kamu gak apa-apa kan nak?


" Lagi-lagi Tari cuma diam, mendengar kata-kata manis kedua orang tuanya, rasanya ia ingin sekali menjerit sekuat hati. Akan tetapi, menjadi tawanan juragan Baron selama empat hari empat malam membuat ia kehabisan suara untuk menangis, tidak ada lagi air mata. Tari merasa muak melihat kedua orang tuanya, menurut pemikirannya, kedua orang tuanya lah yang sudah menghancurkan masa depannya. Ia tak menyangka, kedua orang tuanya tega menjadikan dirinya sebagai jaminan atas hutang-hutang mereka. "Lepasin aku, aku capek mau istirahat. Tari membentak kedua orang tuanya, membuat orang tuanya sontak melepaskan pelukannya.


******


Keesokan harinya, Tari mulai pergi untuk memata-matai dirumah Indah. Disisi lain kebetulan Sherly yang sedang berkunjung kerumah orang tuanya bersama anak-anaknya tanpa Arman, karena arman sedang banyak pekerjaan. Hari itu sherly hendak pergi berbelanja dengan diantarkan oleh Raka.

__ADS_1


Sedangkan dari tempat yang tidak terlalu jauh, Tari bersama ke empat anak buah juragan Baron mengawasi mereka dari dalam mobil.


"kebetulan sekali, gumam Tari didalam hati.


" Apa pria yang bersamanya itu suaminya? Salah satu anak buah juragan Baron kepada Tari, kebetulan mereka sangat hapal dengan wajah Sherly.


"Bodoh! Kamu lihat, mereka pergi bersama dengan anak-anak mereka. Mereka akrab sekali, ujar Tari sedikit menghardik.


" Iya juga ya, sahut ke empat preman tersebut secara bersamaan.


"Memangnya kenapa sih, juragan Baron sangat ingin menghabisi suami dari wanita itu. Tari bertanya karena merasa heran, menurutnya penampilan Sherly seperti wanita baik dan penuh kasih sayang. Tatapannya teduh, itu terlihat saat ia menatap Raka disaat mereka hendak pergi berbelanja. Sherly tampak menyayangi Raka layaknya seperti adiknya sendiri. " Untung aja penampilan Raka mirip kayak orang yang sudah dewasa, jadi mereka tidak curiga. Tari berbicara kepada dirinya sendiri didalam hati.


Dony sangat prustasi karena diputusin oleh Sherly, saat Dony pulang kerumah dia mengamuk dan marah kepada juragan Baron. Dony menyalahkan juragan Baron atas kegagalan hubungannya dengan Sherly.


Beberapa kali juragan Baron membujuk Sherly agar Sherly tidak memutuskan hubungannya dengan putra kesayangannya, Tapi Sherly tetap pada pendiriannya. Karena dia tidak sanggup kalau terus-menerus dihina oleh kedua orang tuanya karena menjalin hubungan dengan seorang anak penjahat. Orang tua Sherly mencemoohkan Sherly, bahkan mereka mengecam Sherly sebagai wanita murahan dan kotor. Mereka mengira bahwa Dony sudah melakukan hal yang buruk kepada Sherly.

__ADS_1


Karena tertekan dengan perkataan dan hujatan kedua orang tuanya, Sherly memutuskan hubungan dengan Dony. Suatu hari doni menemui Sherly dirumah nya.


"Sherly, aku mohon jangan putusin aku. Ujar Dony memohon sembari menggenggam tangan Sherly. " Please Sherly, aku gak bisa menjalin hubungan dengan cewek lain, karena cuma kamu yang bisa membuat aku berubah jadi cowok yang lebih baik lagi.


"Dengan menahan air mata yang berdesakan hendak keluar dari kelompok matanya, Sherly berusaha setegar mungkin untuk bicara dengan Dony. " Don,cinta kita gak direstui oleh orang tua aku. Aku gak sanggup melawan kata-kata mereka. Sejenak Sherly menjeda kalimat nya. "Don, kamu pulang aja ya, ujar Sherly lirih sembari memalingkan wajah karena sudah tak mampu menahan tangis. Dengan sekuat tenaga ia menata bicaranya agar tetap beraturan. " Don, aku udah gak cinta sama kamu.


" Sherly, tatap aku. Dony berkata dengan lantang sembari menarik Serly hingga menghadap kearahnya. "Kenapa kamu nangis hah? Dony membentak Sherly.


" Aku nangis karena gak suka dipaksa, pokoknya kamu pulang. Sherly terpaksa berbohong, karena ia tak ingin kedatangan Dony diketahui oleh Ibunya yang tentu saja akan menambah masalah, dan akan membuat mereka semakin menghujat Sherly.


"Oke, aku pergi. Ujar Dony, karena merasa kehadirannya sudah tidak diinginkan oleh Sherly.


Hingga suatu hari, saat Sherly sudah lulus dari sekolah SMA, Sherly melangsungkan acara pernikahannya. Sherly menikah dengan Sahabatnya sendiri. Sherly terpaksa menikah,karena dia tidak sanggup lagi dengan penghinaan dan hujatan demi hujatan yang dilontarkan orang tuanya kepada dirinya. Kabar pernikahan Sherly diketahui oleh Dony, yang membuat Dony merasa putus asa. Dua hari setelah pernikahan Sherly, doni mengendarai mobil dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Dony kembali menjadi pria nakal yang mengkonsumsi obat obatan terlarang. Dengan kecepatan penuh Dony mengemudikan kendaraannya sehingga membuatnya mengalami kecelakaan. Nyawa Dony tak tertolong lagi. Sebenarnya Sherly masih sangat mencintai Dony, hanya saja kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Mendengar kabar kematian Dony, Sherly sangat terpukul. Hanya saja dia tidak Ingin mengundang kecurigaan dari pihak suaminya, itulah sebabnya ia menyembunyikan kesedihannya. Sherly memendam kesedihannya, dia sangat tersiksa karena ia tak bisa melihat jenazah Dony untuk yang terakhir kalinya.


"Hanya kami berempat yang tau kalau sebenarnya Sherly masih mencintai Dony, karena di hari kematian Dony Sherly menelpon kami untuk menjemputnya. Hari itu, dengan mengenakan pakaian tertutup dan dengan kaca mata hitam, Sherly pergi melayat ke pemakaman. Sherly tidak sempat melihat jenazah Dony,karena saat kami sampai,Dony sudah dikebumikan.

__ADS_1


" Oya, dimana kita bisa menghabisi pria itu? ujar tomy merasa geram mengingat kematian tuan muda mereka.


"Tunggu empat hari lagi, tunggu kabar dari aku. Sahut Tari yang sedang merencanakan sesuatu. Tari berencana hendak melamar menjadi pelayanan di cafe langganan Raka. Ia berencana hendak memasukkan racun kedalam makanan Raka. Sebenarnya Tari juga sengaja hendak menghabisi Raka, karena Raka sudah menolak cintanya jauh hari sebelum Indah mengenal raka.


__ADS_2