
Dipagi itu dipagi jumat, bertepatan dengan setahun dari meninggalnya Raka. Indah duduk disamping tempat peristirahatan terakhir Raka, ia duduk bersimpuh dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Disana juga hadir keluarga Raka dan keluarganya sendiri hendak mengirimkan doa untuk Almarhum Raka.
"Ka, udah setahun kamu ninggalin kami semua, ujar Indah didalam hati. " Ka, kamu yang tenang disana ya, aku baik-baik aja kok. Indah bicara didalam hatinya sembari mengusap nisan yang bertuliskan nama Raka tersebut saat mereka baru tiba di makam raka.
"Dek, yang tabah ya! Andri menguatkan hati Indah sembari merangkul bahu Indah, ia sangat mengkhawatirkan adiknya itu.
__ADS_1
" Iya kak, aku kuat kok. Ujar Indah tersenyum yang dipaksakan. "Aku cuma agak sedih aja, kenapa hubungan kami berakhir dengan cara yang tragis, itu aja. Indah berusaha menyembunyikan sisi rapuhnya, agar keluarga Raka dan keluarganya tidak khawatir. Keluarga Raka selalu mengkhawatirkan Indah, seringkali kedua orang tuanya Raka berkunjung kerumah Indah untuk memastikan keadaan Indah.
Apabila Indah sudah sangat meridukan Taka, ia akan berziarah mengunjungi makam Raka untuk mengirimkan doa dan sekedar melepas rindunya akan kehadiran sosok Raka. Sosok Raka sangat berarti bagi Indah, ia memang tidak bisa melupakan Raka. Hari-hari sejak kematian Raka sangat lah sulit bagi Indah. Indah yang sudah terbiasa bergantung dan mengandalkan Raka seolah kehilangan sosok yang sangat peduli padanya. Apalagi pada saat hari idulfitri pertama tanpa Raka, pada saat Raka baru saja meninggal dunia, Indah tidak sanggup untuk keluar dari kamarnya. Hari itu, sepulang dari ziarah di makam Raka bersama keluarganya dan keluarga Raka dia hanya menyendiri dikamarnya. Indah sengaja mengunci pintu kamarnya agar ia bisa leluasa menumpahkan semua kesediaanya dan kerinduannya atas kepergian Raka. Hari itu, didalam kamarnya ia berbaring sembari memeluk boneka pemberian Raka, ia membaca kalimat demi kalimat dari surat-surat yang Raka tulis untuknya. kemudian setelah puas ia membaca surat-surat dari Raka, Indah memandangi bunga mawar putih pemberian Raka. "Ka sekarang aku baru ngerti, kenapa kamu bilang kalau bunga palsu ini bisa aku simpan untuk kenang-kenangan. " Rupanya kamu mau pergi untuk selamanya. Dengan lirih Indah berbicara sembari memandangi dan mencium bunga mawar yang ada di genggamannya. Kemudian Indah membuka galeri di handphone miliknya untuk memandangi poto-poto kebersamaan mereka. Lagi-lagi air mata Indah tak dapat ia bendung lagi. Tumpah lah segala kesedihan dan kerinduannya pada saat itu. "Ka, aku kangeeeen! Seru indah dengan nada tertahan oleh tubuhnya yang terguncang karena menahan tangis. " Ka, huhuhuhu Indah sudah tak sanggup lagi melanjutkan kalimatnya. Indah menangis berjam-jam sampai ia merasa lelah dan tertidur dengan posisi masih memeluk boneka kesayangannya itu.
Disaat sedang tertidur, Indah bermimpi, didalam tidurnya ada yang mengusap airmata di pipinya. Kemudian didalam mimpinya ia terbangun dan melihat Raka sedang duduk disamping nya."Sayang kamu kenapa? Ujar Raka sembari tersenyum dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Sayang, kamu harus kuat Ya! Ujar Raka dengan wajah sedih. " Kamu harus bisa menata hidup kamu lagi, jangan sedih terus. "Ingat, aku sering berdoa agar kamu selalu bahagia dan tersenyum. Kmu harus tetap tersenyum sayang! Ujar, Raka kemudian berlalu.
" Ka, kamu mau kemana? Ujar Indah berusaha menggapai tangan Raka, namun tak sampai karna Raka berlalu dengan cepatnya kemudian menghilang dari pandangan Indah. Indah menangis didalam tidurnya hingga saat ia terbangun pun ia masih saja menangis.
Disisi lain, Andri sangat prihatin dan iba dengan adik perempuannya itu. Meskipun berulang kali Andri berusaha menghibur Indah, namun tak tampak senyuman yang mengukir kedua pipi Indah. Indah tampak murung dan sangat berduka, Itu sangat jelas dari wajah Indah.
__ADS_1
******