
Jasad Raka ditemukan dalam keadaan sangat mengenaskan, Indah yang sudah sampai di kamar jenazah dimana jasad Raka berada langsung menangis histeris karena tidak sanggup melihat keadaan tubuh Raka yang amat mengenaskan. Dengan kepala yang sudah terpecah ditambah lagi dengan otak yang sudah terkeluar dan kondisi tubuh yang habis terkelupas.
Menurut keterangan dari polisi, dugaan sementara Raka adalah korban tabrak lari. Akan tetapi, pada saat jasad Raka tengah dibersihkan, banyak sekali kejanggalan menurut pandangan polisi. Pada saat polisi membersihkan jasad Raka, polisi menemukan tada biru seperti bekas ikatan pada pergelangan kaki Raka.
Karena banyak menemukan kejanggalan pada jasad Raka, pihak kepolisian segera menghubungi pihak keluarga Raka untuk meminta izin atas tindakan Autopsi.
Karena mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian yang memberitahu bahwa banyak kejanggalan yang terdapat pada jasad Raka, maka pihak keluarga setuju untuk dilakukan Autopsi.
Setelah beberapa jam sejak tindakan Autopsi yang dilakukan oleh ahli patologi(tim medis) untuk mendapatkan sampel atas penyebab kematian Raka, akhirnya proses Autopsi selesai juga, lalu tim medis mengembalikan bentuk tubuh Raka seperti sediakala, kemudian pihak kepolisian mengantarkan jenazah Raka ke kediamannya untuk dikebumikan. Dengan menggunakan Ambulance, polisi mengantarkan jenazah Raka yang diiringi oleh kendaraan orang tua Raka dan Indah sekeluarga menuju ke kediaman Keluarga Raka. Disepanjang jalan pada saat mengiringi mobil jenazah, tak henti-hentinya dua keluarga itu menangis karena merasa sangat kehilangan sosok Raka, ditambah lagi dengan kondisi kepergiannya yang amat menyayat hati, membuat mereka sangat hancur.
Sesampainya dikediaman keluarga Raka, jasadnya tidak langsung dikebumikan. Karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 02:17 WIB berarti hari sudah sudah hampir pagi, sangat tidak memungkinkan untuk memulai proses penguburan pada saat itu, maka keluarga memutuskan untuk menguburkan jenazah pada esok harinya.
Dirumah duka sudah banyak para pelayat berdatangan, mulai dari tetangga, teman, dan kerabat. Pagi itu, para tetangga RT, RW ikut serta untuk mempersiapkan proses pemakaman, dimulai dari menampung air untuk memandikan jenazah, menggali kubur, membuat nisan, menyediakan kain kafan dan mencari papan untuk pemakaman semua mereka siapkan. Sedangkan para wanita sibuk memasak didapur untuk makan orang-orang setelah pulang dari pemakaman.
Setelah jenazah selesai dikafani, Pak ustaz memanggil keluarga Jenazah untuk melihat jenazah untuk yang terakhir kalinya. Ayah Raka teringat kepada Indah, maka sebelum melihat jenazah anaknya untuk yang terakhir, Pak ramli menyempatkan diri untuk mencari Indah. Dan kebetulan sekaligus Indah tidak jauh dari tempat jenazah yang sedang dikafani. Jadi dengan mudah Pak Ramli menemukan Indah dan menggandeng nya mendekati jenazah yang diikuti oleh Andri guna melihat jenazah untuk yang terakhir kalinya. Kali ini, Indah tidak lagi menangis histeris lagi,tubuhnya sudah lemah karena menangis sejak semalam ditambah lagi belum ada sedikitpun makanan yang bisa masuk kedalam perutnya. Hanya air mata yang keluar dari kedua kelopak matanya dan sesekali tubuhnya terguncang karena menahan tangis. Tak terbayang,seperti apa kesedihannya saat itu. Andri yang sedari tadi merangkul tubuh lemah adiknya, merasa sangat iba. Tak terasa ia juga mengeluarkan air mata sedih.
Setelah semua keluarga dirasa sudah berkumpul dan sudah dapat melihat wajah jenazah untuk terakhir kali, maka jenazah segera dibawa ke masjid yang letaknya tidak jauh dari rumah duka untuk dishalatkan. Dimasjid, sudah hadir Ayah Raka, Ayahnya Indah, Andri dan kerabat, tetangga juga sudah hadir untuk melaksanakan shalat jenazah.
__ADS_1
Setelah jenazah Raka dishalatkan, barulah mereka membawa jenazah menuju ke pemakaman dengan menggunakan Ambulance.
Tangisan pilu yang tak lagi bersuara daripihak orang terdekat Raka mengiringi keberangkatan mobil jenazah hingga tiba di area pemakaman. Indah yang sedari tadi dibonceng oleh Andri menuju ke pemakaman,seseksli diingatkan oleh Andri untuk tetap menyebut nama Allah. Sesampainya mobil jenazah di area pemakaman, jenazah di usung menggunakan keranda. Dideket mobil jenazah, sudah berdiri Andri untuk membantu warga mengangkat keranda menuju ke makam yang baru digali oleh warga. Sesampainya disana, Pak Ustadz sudah tiba terlebih dahulu untuk membantu proses pemakaman.
Di pemakaman, sudah hadir banyak sekali para pelayat teman-teman Raka juga banyak yang hadir sehingga memenuhi area pemakaman. Semasa hidupnya, Raka terkenal memiliki budi pekerti yang baik jadi Raka memiliki banyak sekali teman, tua dan muda semua dijadikan Raka sahabat. Jadi tak heran banyak sekali pelayat yang berdatangan baik dirumah duka maupun di pemakaman. Hanya saja, saat itu Sherly kakak tertua Indah tidak Hadir di pemakaman karena Sherly menetap di desa yang jaringan signal buruk, jadi sangat sulit untuk dihubungi. Meskipun Sherly sulit dihubungi, akan tetapi Andri masih sempat mengirimkan pesan chat melalui aplikasi watsap atas kabar duka tersebut.
Setelah usai proses pemakaman, Semua pergi meninggalkan area pemakaman termasuk keluarga Raka dan keluarga Indah. Semua pelayat kembali kerumah masing-masing, hanya beberapa saja yang kembali kerumah duka untuk membantu mempersiapkan acara tahlilan melam kedua setelah kematian Raka. Indah bersama keluarganya juga ikut kembali kerumah duka untuk turut membantu.
Disisi lain, Sherly yang tengah berbelanja disebuah minimarket pada malam itu yang bertepatan dengan malam kedua setelah kematian Raka mendapati handphone nya berdering. Secepat mungkin ia mengeluarkan handphone nya dari dalam tas nya, kemudian menggeser layar handphone nya. Setelah kunci layar handphone nya terbuka, ia segera membuka sebuah pesan chat yang ternyata dari Andri. Betapa terkejutnya ia setelah membaca kabar duka dari Andri. Tapi sangat disayangkan, ia sudah terlambat. Ia hanya bersedih dan tidak dapat kemana-mana karena jarak yang jauh juga, karena dampak covid 19 pemerintah menghimbau agar tidak keluar dari daerah tempat tinggal mereka, apa lagi didaerah Indah sudah ada satu korban keganasan covid 19.
Seminggu setelah kematian Raka, polisi datang kerumah duka untuk menjelaskan hasil autopsi yang kebetulan disana juga ada Indah dan keluarganya, mereka datang untuk membantu mempersiapkan acara tahlilan untuk malam ketujuh almarhum Raka.
Polisi menjelaskan berdasarkan hasil Autopsi, almarhum Raka meninggal dunia karena diracun.
mendengar penjelasan dari polisi, seketika Bu Neli teringat bahwa terakhir kali hari itu putranya berpamitan untuk membeli dan makan mie Ayam, dan setelah pamit almarhum tidak kunjung pulang.
"Maaf Pak, boleh saya memberitahu sesuatu? tanya Bu Neli kepada pak polisi.
__ADS_1
" Silahkan Bu! Ujar salah satu polisi memberikan izin.
"Pak, terakhir kali siang hari sebelum jasad anak saya ditemukan, anak saya pamit untuk makan mie ayam disebuah cafe, terang Bu Neli kepada polisi. Sedangkan ketiga polisi tersebut mengangukkan kepala bersamaan.
Indah pun yang ikut menyaksikan polisi menjelaskan hasil autopsi tersebut juga teringat bahwa terakhir Raka memberitahu bahwa Raka mengalami sakit kepala. Seketika ia langsung meminta handphone milik Raka yang dipegang oleh Andri, karena sejak berita duka itu Indah sudah tak menghiraukan handphone tersebut. Indah langsung membuka aplikasi Facebook dan membuka kembali postingan terakhir Raka. Setelah beberapa saat, ia kembali teringat tentang selembar kertas yang terlipat berwarna merah muda yang disimpan oleh Raka dibalik silicon handphone nya itu. Segera ia ambil kertas tersebut lalu memberikannya kepada Andri untuk disimpan. Kemudian Andri yang menerima lipatan kertas tersebut segera menyimpannya kedalam dompetnya. Andri pikir, pasti kertas tersebut sangat penting bagi Adiknya.
"Pak, apa boleh saya juga mengatakan sesuatu? Tanya Indah tiba-tiba.
" Silahkan dik, mungkin saja keterangan dari adik bisa membantu kami.
"Pak, hari itu Raka ngasih tau ke aku kalau sakit kepala setelah makan mi6ayam di cafe xxxxxx, Indah menyebutkan nama cafe langganan mereka yang kebetulan tempat itu yang dikunjungi Raka untuk makan mie ayam terakhir kali, Indah menjelaskan sembari menunjukkan komentar mereka pada postingan Raka.
Salah satu polisi tersebut menulis pernyataan Bu Neli dan Indah diatas selembar kertas kosong lalu kemudian mereka pamit kembali kekantor untuk mendalami kasus kematian Raka.
"Dik, untuk sementara waktu handphone nya kami bawa untuk memudahkan kami mempelajari kasus ini. Ujar salah satu polisi yang memeriksa handphone Raka.
" Silakan pak, apapun itu saya siap demi terungkapnya kasus pembunuhan ini. Ujar Indah mantap, "Bahkan jika memang aku dibutuhkan untuk penyelidikan, aku bersedia pak, Ujar Indah tegas.
__ADS_1
Andri yang sedari tadi memperhatikan Indah, ia sedikit terharu. Tanpa ia sadari, adik kecilnya sudah tumbuh dewasa. Tak terasa, airmatanya menetes pelan yang sesekali ia seka dengan jari tangannya. Andri adalah sosok cowok tampan bertubuh atletis dan berkulit putih itu, adalah seorang pemuda yang sangat menyayangi saudarinya. Andri tidak akan mampu jika melihat saudarinya meneteskan airmata. Dia adalah sosok penyayang kepada kakak dan Adiknya.