
Trriiiinggg......
04.50 WIB, alarm disebuah unit apartemen yang sunyi itu berbunyi cukup keras hingga membangunkan seseorang yang masih betah berada dialam mimpinya.
Hoaammm....
Gadis itu menggerakkan tubuhnya, berusaha membuka matanya yang masih terasa lengket. Ia pun bergegas mematikan alarm yang masih berbunyi itu, lalu dengan segera ia bangun dari tempat tidurnya dan melaju kekamar mandi.
Seusai menjalankan rutinitas paginya yaitu membersihkan tubuhnya dan menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. Gadis itu pun bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan, hal tersebut rutin ia kerjakan setiap hari kecuali saat dia libur baik libur kerja maupun libur karena tamu bulanannya tiba.
Waktu pun sudah menunjukkan pukul 07.05 WIB, gadis itupun keluar dari apartemennya.
“Eh ada Dokter cantik, selamat pagi dokter Yoshi. Sudah mau berangkat kerja ya dok?” sapa salah seorang pria yang bertemu dengannya dilift.
“Eh pak Bagus, pagi juga pak, iya pak ini baru mau berangkat” balas gadis itu dengan ramah.
“Sudah sarapan belum nih dokter? Kalau belum mari nyarap bareng saya” ajak pak Bagus
“Terimakasih pak, tapi saya sudah sarapan tadi di unit saya” tolak Yoshi sembari tersenyum ramah
Tingg... pintu lift terbuka dilantai satu,
“Baiklah kalau begitu hati-hati dijalan dokter Yoshi, saya mau kesana dulu nyarap buburnya mang Asep”
“Oh iya pak Bagus, mari saya duluan pak” pamit Yoshi meninggalkan pak Bagus keluar dari gedung apartemennya.
Perjalanan Yoshi menuju tempat kerjanya kurang lebih 30 menit, setibanya di rumah sakit tempatnya bekerja, banyak pasang mata yang melihatnya tanpa berkedip.
“Selamat pagi dokter Yoshi” sapa para suster yang di lewatinya.
__ADS_1
“Pagi sust” balasnya sembari terus menebarkan senyum manisnya.
“Selamat pagi dokter Yoshi” sapa suster Dania, Asisten dokter Yoshi.
“Pagi juga Suster Dania, sudah siap bekerja hari ini?” tanya Yoshi
“Sangat siap dong dok, oh ya dok masih pagi begini saja pasien anda lihat sudah ada 5 orang yang mengantri” bisiknya disamping Yoshi hingga membuat Yoshi langsung mengedarkan pandangannya.
“Waduh, yasudah kalau begitu saya siap-siap dulu. Kita mulai dalam 10 menit lagi ya sust” ujar Yoshi lalu ia berlalu masuk keruangannya.
“Baik dok”
10 menit telah berlalu, pasien pertama pun dipanggil dan mulai diperiksa oleh dokter Yoshi. Hingga tibalah ke pasien ke limanya, seorang wanita paruh baya yang masih nampak cantik, yang ia perkirakan usia ibu itu masih sekitar 60 tahunan.
“Sust, masih ada satu pasien lagi kan ya?” tanya Yoshi kepada suster Dania
“Hmm, suster istirahat saja. Namun tolong panggilkan dulu pasiennya ya, kasihan beliau sudah mengantri dari pagi lalu sekarang malah harus menunggu lagi” ujar Yoshi
“Tapi dok...” baru saja suster Dania ingin protes namun Yoshi sudah menggelengkan kepalanya, alhasil suster Dania pun bergegas untuk memanggilkan pasien terakhir.
“Nyonya Liberty Elvender”
“Ya”
“silahkan nyonya, anda sudah di tunggu dokter Yoshi didalam” suster Dania pun mempersilahkan pasien tersebut masuk.
“Suster” panggil Yoshi sekaligus memberikan kode untuk sang suster langsung saja istirahat tidak perlu menunggunya.
Usai suster Dania pergi, barulah Yoshi memeriksa pasien tersebut.
__ADS_1
“Selamat siang dokter, apakah saya tidak masalah jika diperiksa sekarang dok? Bukankah ini sedang jam istirahat? Tak mengapa jika saya harus menunggu” ucap wanita itu merasa tak enak.
“siang juga nyonya, tidak masalah. Saya hanya tidak suka membuat orang lain menunggu. Jadi apa yang bisa saya bantu nyonya?” tanya Yoshi langsung
“Baiklah, saya ingin memeriksakan kondisi saya dok, akhir-akhir ini entah mengapa tubuh saya rasanya lemas, saya juga sering merasa nyeri diperut bagian kanan saya dok, kalau makan juga cepat sekali merasa kenyang” keluh pasien tersebut.
“kalau boleh saya tahu sudah berapa lama nyonya mengalami keluhan tersebut?”
“Sudah sekitar satu minggu ini dok”
“Baiklah, silahkan berbaring disana nyonya, biar saya periksa dulu ya nyonya” pasien tersebut pun berbaring dan Yoshi mulai memeriksanya dengan stetoskop.
Setelah 5 menit memeriksa,
“Oke, mari nyonya duduk kembali”
“Sebelumnya, apakah anda datang kemari bersama keluarga anda nyonya?” tanya Yoshi
setelah mereka kembali duduk berhadapan.
“Tidak dok, saya kemari sendirian, memangnya ada apa dok?” pasien itu balik bertanya
“Hmmm, saya memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosa saya. Jadi bisakah besok nyonya kembali kemari untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut?”
“Bisa dok, besok saya akan kembali kemari”
“Baiklah, untuk mengurangi rasa nyeri yang nyonya rasakan saya berikan resep ini, silahkan ditebus di bagian Farmasi ya nyonya. Dan jika bisa anda membawa salah satu anggota keluarga anda untuk bisa saya jelaskan perihal keadaan anda nanti”
“Baiklah dok, terimakasih. Kalau begitu saya permisi” pamit pasien tersebut dan Yoshi pun mengangguk sambil tersenyum ramah.
__ADS_1