DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 2. CEO Star Zeyy


__ADS_3

Disebuah gedung tinggi menjulang, bertuliskan


Star ZEYY, nampak seorang pria tampan tengah sibuk dengan dokumen-dokumen yang bertumpuk di meja kerjanya. Pria tersebut dijuluki sebagai kulkas berjuta pesona, bukan tanpa alasan orang-orang menjulukinya seperti itu. Barra Zeyy Elvender merupakan seorang pria dingin yang sangat jarang mengeluarkan suaranya, memiliki paras yang sangat tampan yang mampu memesona setiap orang yang melihatnya. Namun sayangnya Barra bukanlah sosok orang yang mudah untuk di dekati, bahkan terkadang sikap dinginnya itu sudah cukup membuat orang bergidik.


“Pak Barra, ini makan siang anda” ucap Lenzo sembari meletakkan kantung yang berisi makanan tersebut.


“Latakkan” jawabnya singkat, Lenzo yang sudah lama mengabdikan dirinya sebagai sekretaris Barra itu pun sudah sangat paham dengan kemauan bosnya itu. Dengan segera Lenzo meletakkan makanan tersebut ke meja yang tak jauh dari meja kerja Barra.


Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, Barra yang saat itu hendak menuju kesebuah restoran untuk meeting tiba-tiba saja mobil yang sedang dikendarai Lenzo itu tak sengaja menabrak pesepeda motor yang tiba-tiba muncul didepan mobil mereka. Meskipun Lenzo langsung mengerem mobilnya namun tabrakan tak dapat terelakkan.


“Pak bagaimana ini?” tanya Lenzo cemas


“Ck, Bawa dia kerumah sakit”


“Loh pak Barra mau kemana?”


“Kamu urus dia, nanti saya menyusul” setelah mengucapkan kata itu, Barra segera menyetop taxi di seberang jalan. Bagai julukannya kulkas beribu pesona tidak kali ini cukup hanya kulkas, hatinya pun terasa beku.


Pukul 4 sore, Barra pun tiba di Elvender Hospital. Dengan langkah cepat ia menuju ke ruang ICU, dimana sebelumnya Lenzo telah memberitahunya bahwa korban tabrakan tadi belum dipindahkan ke ruang rawat.


“Bagaimana?” tanya Barra saat tiba di depan Lenzo


“Masih ditangani dokter pak”

__ADS_1


“oke” lalu Barra duduk dikursi tunggu sambil memainkan ponselnya


“Pak Barra, maaf atas kecerobohan saya” tiba-tiba Lenzo meminta maaf sembari menundukkan kepalanya


“Kita tadi telah berada dijalur yang benar dan kecepatan yang standar jadi tidak perlu meminta maaf, justru orang yang didalamlah yang harusnya minta maaf” ucap Barra tanpa memiliki rasa kasihan terharap pengendara motor itu.


Yoshi yang kebetulan lewat didepan mereka pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Barra. Sungguh ia tak menyangka jika ada manusia yang tidak punya rasa empati seperti itu, lalu ia pun hanya menggelengkan kepalanya karena merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


Cukup lama mereka menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


“Bagaimana dokter keadaan pasien didalam?” tanya Lenzo seketika mendapati pintu ruangan ICU terbuka.


“Apakah anda keluarga pasien?” tanya Dokter Yoshi kepada Lenzo sembari melirik kearah Barra yang masih duduk diam sembari memainkan handphonenya.


“Bukan dok, kebetulan tadi saya dan bos saya tidak sengaja menabrak beliau” jawab Lenzo namun tiba-tiba disela oleh Barra


Yoshi menarik nafasnya lalu membuangnya, ia sungguh tak tahan melihat orang yang tak punya rasa empati sama sekali seperti manusia didepannya ini.


“Baiklah, pasien didalam saat ini dalam keadaan yang cukup kritis karena hantaman yang keras di bagian dadanya hal tersebut mengakibatkan terjadinya pembekuan darah dan juga ada beberapa tulang yang patah sehingga mengharuskan pasien untuk segera melakukan operasi” ucap Yoshi


“Lakukan saja” lagi-lagi pria itu menyela lalu disambung anggukkan dari Lenzo


“Baiklah, suster tolong segera urus prosedurnya” titah Yoshi

__ADS_1


“Baik dok” suster tersebut pun langsung bergegas meninggalkan mereka semua.


Drrtt...drrtt...


‘Ya, halo mom?’


‘Kamu dimana Barra? Kenapa belum pulang?’


‘Barra masih ada urusan mom, mungkin Barra akan pulang sangat terlambat. Tidak perlu menunggu Barra’


‘Kamu itu selalu saja banyak urusan, bagaimana mommy bisa mendapatkan menantu jika seperti ini terus?’


‘Mommy maaf signalnya jelek, bye mom love you’


Tuttt.....tutt....


“Aih anak itu selalu saja seperti ini, menjengkelkan sekali” gerutu seseorang diseberang sana.


Kembali kerumah sakit, tepatnya di depan ruang operasi Barra dan Lenzo masih setia menunggu hingga operasi pria tadi selesai.


“Pak, saya permisi cari makanan dulu ya untuk makan malam kita pak” pamit Lenzo dan hanya dibalas anggukkan oleh Barra.


1 jam kemudian, operasi pun selesai dan berjalan dengan lancar. Yoshi yang baru saja keluar dari ruangan pun terkejut kala melihat ruang tunggu itu kosong, ia berfikiran bahwa kedua pria tadi sudah pulang.

__ADS_1


“Benar-benar berhati batu kali ya tuh orang” gumam Yoshi kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut.


Setibanya Yoshi di depan meja jaga, ia meminta suster untuk tetap memantau keadaan pasien yang baru saja selesai dia operasi lalu setelah itu ia pergi menuju ruangannya untuk bersiap pulang. sebenarnya jadwal ia telah selesai saat pukul 3 sore tadi namun karena dokter yang bertugas saat itu tiba-tiba harus bertugas keluar kota dan beliau meminta tolong pada dokter Yoshi untuk menggantikannya maka dari itulah dokter Yoshi masih berada dirumah sakit itu hingga larut seperti ini.


__ADS_2