DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 19


__ADS_3

12.00 WIB, Star Zeyy.


Hari ini Yoshi benar-benar datang ke kantor Barra, cukup sudah dirinya di teror kedua orang tuanya malam tadi. Kini ia ingin meminta Barra untuk bicara pada kedua orang tuanya bahwa mereka tidak memiliki suatu hubungan apapun.


Dan disinilah Yoshi saat ini, di meja resepsionis.


"Selamat siang nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu resepsionis tersebut.


"Oh iya mbak, saya mau bertemu pak Barra apakah beliau ada?" tanya Yoshi seketika kedua resepsionis itu pun saling pandang.


"Maaf nona, apakah anda sudah memiliki janji temu dengan Pak Barra?"


"Belum sih mbak, tapi coba di telfon saja mbak dia mengenal saya kok" beritahu Yoshi


"Maaf nona, kalau tidak memiliki janji kami tidak bisa membiarkan anda masuk"


"Begini deh, pak Barra tapi ada kan saat ini?"


"Ada nona tapi beliau sedang sibuk" jawab resepsionis satunya cukup ketus.


"Yasudah saya tunggu disini saja kalau begitu" putus Yoshi


"Tidak bisa nona, anda akan mengganggu karyawan yang akan duduk disana" ketus wanita itu lagi.


"Loh mbak saya kan duduk disini, lihat lah tempat ini masih sangatlah luas. Bangkunya pun kosong tidak ada yang duduk. Bagaimana bisa saya mengganggu" kesal Yoshi


"Tetap saja anda tidak boleh menunggu disini"


Habis sudah kesabaran Yoshi yang hanya setipis tisu itu. Saat hendak menjawab kembali tiba-tiba Lenzo datang.


"Loh dokter Yoshi" sapa Lenzo ketika dirinya baru keluar dari lift.


"Pak Lenzo, anda mengenal nona ini?" tanya wanita itu sedikit gagap


"Yah, dia calon istri pak Barra" sontak perkataan itu pun membuat Yoshi terkejut, ia membulatkan matanya lalu menganga tak percaya. bisa-bisanya Lenzo mengatakan suatu hal yang tidak benar seperti itu.


Sedangkan kedua resepsionis itu pun tak kalah terkejut dari Yoshi. bahkan kaki mereka berdua kini melemas seakan tak punya daya lagi. Kini yang ada di fikiran mereka adalah bagaimana nasib mereka sekarang.

__ADS_1


"Mari Nyonya Yoshi, silahkan" Lenzo memberikan jalan agar Yoshi mengikutinya naik ke dalam lift.


"Ingin sekali ku getok kepala pria ini" batin Yoshi namun ia tetap mengikuti Lenzo meskipun kesal.


Tingg....pintu lift terbuka.


"Silahkan Nyonya ruangan pak Barra ada disana"


"Tunggu" cegah Yoshi ketika Lenzo hendak meninggalkan dirinya.


"Ini pemberitahuan untuk anda ya tuan Lenzo, pertama, saya bukan calon istri bos anda dan Kedua, saya tidak setua itu untuk anda panggil Nyonya. Paham sampai sini tuan Lenzo?" tegas Yoshi


"Paham" ucap Lenzo lalu ia segera meninggalkan Yoshi yang masih berdiri di depan ruangan Barra.


Tok..tok...


"Masuk" teriak seseorang dari dalam sana.


Pintu pun terbuka dan nampaklah seorang pria tampan yang tengah disibukkan dengan pekerjaannya.


"Hei, suatu kehormatan bisa didatangi dokter Yoshi" ucap Barra


"Tidak usah sok basa basi itu sangat tidak cocok untuk anda" ketus Yoshi


Seusai menyampaikan semua yang ada difikirannya, Yoshi pun bergegas pergi dari ruangan milik Barra. Namun tanpa ia duga ternyata gosip bahwa dirinya adalah calon istri Barra itu pun sudah tersebar. Kini semua karyawan bahkan ada beberapa artis muda yang ikut menyapanya dengan sangat ramah. Sungguh merinding rasanya, fikir Yoshi.


"Selamat siang bu" sapa beberapa karyawan Star Zeyy yang Yoshi lewati.


Yoshi yang di sapa dengan ramah itu pun hanya bisa balas tersenyum untuk menghargai semuanya. Meskipun tak senang, namun Yoshi berfikir bahwa mereka tidak tahu apa-apa, jadi tidak etis jika dia mengabaikan mereka semua padahal memang tujuan mereka hanya untuk menyapa saja.


'Itu beneran calon istri nya pak Barra? Benar-benar cantik' bisik salah satu karyawati disana.


'Pasti benar, karena pak Lenzo sendiri yang bilang, mana mungkin kan sekretaris bos asal bicara?'


'Iya, aku juga tadi dengar langsung dari pak Lenzo saat para resepsionis tidak membiarkan nyonya itu masuk, aku fikir para resepsionis itu akan tamat hari ini'


'Tapi asli cantik banget, gue yang cewek aja terpesona lihatnya apalagi pas senyum tadi sungguh manis. Mana tidak sombong pula' mendengar ucapan karyawan itu semua yang berada disana juga menganggukkan kepala mereka tanda semuanya setujuh dengan ucapan temannya tersebut.

__ADS_1


Kembali ke Yoshi,


Setibanya di apartemen, Yoshi langsung merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Hari ini cukup melelahkan karena banyak hal yang harus ia urus. Tapi kini Yoshi cukup lega karena dirinya sudah menyampaikan semua unek-uneknya selama ini dan sepertinya Barra juga menerima semua ucapannya tadi.


Hingga saat Yoshi hampir terlelap, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. tadinya Yoshi hanya diamkan saja tanpa ingin menyahut atau membukakan pintu, ia sudah sangat lelah walau hanya untuk menerima tamu di sore hari. namun bel itu selalu berbunyi hingga mengusik ketenangannya, jadilah mau tidak mau Yoshi pun gegas hendak melihat siapa yang datang bertamu ke apartemennya di sore hari seperti ini.


"Kak Zion" lirihnya setelah pintu terbuka.


"Halo Kesayangan ku" ujar Zion sembari merangkul pundak Yoshi


"Kakak mabuk? Astagaa..." tak lama Zion pun tak sadarkan diri, Yoshi hendak menghubungi Naya namun ia lupa bahwa Hp-nya saat ini ada di kamarnya.


"Kak, kak Zion bangun kak, duh gimana ini? Mana berat banget lagi kak Zion" paniknya.


Lalu Yoshi pun secara perlahan menarik tangan Zion hingga berada di samping sofa.


Huft.... Yoshi pun merebahkan tubuhnya diatas sofa yang ada disebelah Zion.


"Kak Zion kenapa ya? Kenapa dia bisa mabuk begini sih?" heran Yoshi karena baru kali ini ia melihat Zion mabuk-mabukkan. Karena selama ini Zion selalu menampilkan sikap kedewasaannya dan sangatlah baik dengan dirinya. Ini kali pertama ia melihat Zion mabuk dan membuatnya penasaran tentang masalah apa yang saat ini sedang Zion alami.


"Kak Zion, bahkan saat kakak mabuk sekali pun kenapa wajah itu sangat tampan?" Yoshi berdialog dengan dirinya sendiri sembari memandangi wajah Zion yang masih terlelap.


Sampai beberapa detik kemudian Zion membuka matanya, dilihatnya Yoshi yang salah tingkah kala mata mereka saling bertemu, Yoshi berusaha mengedarkan pandangannya agar ia tak ketahuan jika dirinya sedang mengagumi wajah tampan kakak sahabatnya itu.


"Yoshi" seru Zion seraya memegang tangan Yoshi cukup kasar.


"Aws...kak, kakak mau bangun? Biar Yoshi bantuin kak" Yoshi pun segera membantu Zion untuk bangun ketika Zion sedang berusaha untuk bangkit.


"Yoshi, kamu cantik sekali sayang" ucap Zion seraya memegangi kedua tangan milik Yoshi.


"Kak Zion, kakak istirahat saja ya kak. Aku akan hubungi Naya dulu agar menjemput kakak disini" saat Yoshi hendak berlalu dengan cekatan Zion mencegahnya dengan menarik tangan Yoshi hingga Yoshi terhempas di sofa.


"Nikmati saja kebersamaan kita Yoshi, tidak usah menghubungi orang lain, ya!" ucap Zion seraya menyingkirkan anak rambutnya ke belakang daur telinga Yoshi.


"Kak Zion" lirih Yoshi mulai merasakan keanehan dari Zion.


Zion masih nampak terus memandangi Yoshi dan terus saja membelai wajah Yoshi hingga lama lama wajah Zion terus mendekat ke arah Yoshi. Yoshi yang sadar itu pun terus memundurkan kepalanya kebelakang hingga ia mentok didinding sofa.

__ADS_1


__ADS_2