DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 21


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian.


Satu minggu sudah Yoshi berada di apartemen milik Barra, sering kali Yoshi berniat untuk pulang ke apartemennya namun selalu gagal karena Barra seolah tahu apa yang ada di fikiran Yoshi. Alhasil ketika pulang dari rumah sakit ternyata sudah ada Barra yang menunggunya, bahkan jika Barra sedang sibuk maka ia akan mengutus Lenzo untuk menghantarkan Yoshi pulang.


Dan karena hal itu juga kerap kali Yoshi menjadi bahan gosip para rekan-rekan sejawat dan para staff. Tak sedikit yang mengaku iri dengan pesona Yoshi, apalagi mereka juga tahu identitas Barra yang bukanlah orang sembarangan, tentu mereka akan lebih berhati-hati dalam bersikap, sekali saja menyinggung entahlah kesialan apa yang akan mereka dapatkan.


"Dokter Yoshi ... Dokter Yoshi" salah satu staff ketika melihat dokter Yoshi yang sedang berjalan kearah mereka.


"Selamat Sore Dokter, mau pulang ya dok?" sapa salah satu perawat itu.


"Sore juga sust, iya nih. Kalian belum pulang?" tanya Yoshi.


"Belum dok, kami shift siang tadi dok, jadi pulang malam deh" jawabnya lagi, dan Yoshi pun menganggukkan kepalanya.


"Wah dok, calon suami dokter sudah jemput tuh" salah satu suster dengan memberikan kode berupa lirikan mata.


"Calon suami?" bingung Yoshi


"Ayo" ajak Barra yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Kan sudah dibilang tidak perlu menjemput lagi" ujar Yoshi malas.


"Perlu aku gendong atau jalan sendiri, silahkan pilih" Yoshi pun langsung menatap Barra tidak suka.


"Ck.. emm.. Sust, semuanya saya pulang duluan ya. See you" pamit Yoshi


Dan seketika ruangan jaga pun menjadi ramai,


"Woaahh....gilaaa" pekik mereka ketika melihat sepasang idola semua orang itu bersama.


"Ssttt...jangan berisik nanti kita kena tegur direktur"


"Halah direktur kita itu kan sudah pensiun, lagi pula yang menjadi pemilik rumah sakit ini juga kan masih calon oma mertuanya dokter Yoshi, jadi aman aja lah" ucap salah satu pria yang berprofesi sebagai perawat itu.


"Bisa-bisanya orang-orang dari kahyangan di persatukan. Aaaaa....kenapa aku yang jadi sesenang itu saat melihat mereka bersama" mereka pun melanjutkan percakapan mereka yang masih terpesona dengan kedua manusia yang irit bicara itu.

__ADS_1


"Samaa, aku juga rasanya bahagia sekali melihat idolaku bersanding dengan wanita seperti dokter Yoshi"


"Iya ya, manalah cantik, baik hati, tidak sombong, selalu bisa membawa hal positif untuk lingkungannya. Keren sih dokter Yoshi" puji mereka yang masih berada di ruang


"Namun dokter Yoshi kalau sama calon suaminya kok tidak seramah jika ke pasien ya?" tiba-tiba dari arah belakang mereka ada dokter Liana yang tentu saja mengagetkan semua orang yang ada disana.


"Yah mungkin mereka tidak menampakkan keakraban mereka disini dok, karena kan disini rumah sakit" jawab salah satu suster dan di angguki semua orang disana.


"Huft...bedakan dong, mana yang benar-benar pasangan mana yang hanya memanfaatkan saja" ucap dokter Liana


"Maksud dokter apa? jangan bicara sembarangan dok, bisa bahaya" balas mereka


"Halah, kalian itu terlalu naif untuk dapat dokter Yoshi perdaya. Asal kalian tahu, dulu waktu kami kuliah kedokteran, banyak sekali pria yang menjadi korbannya, sampai-sampai usaha keluarga pria itu bangkrut tak tersisa loh" ucap dokter Liana


"Masa sih dok?"


"Sebenarnya saya tidak sengaja bertemu dokter Yoshi, waktu itu saya sedang mengadakan party di apartemen milik sahabat saya. Dan asal kalian tahu dokter Yoshi sudah tinggal disana beberapa hari juga selalu di berikan pelayanan khusus atas dasar permintaan pak Barra. ngapain coba dia minta apartemen padahal dia sendiri punya apartemen yah walaupun kecil ya"


"Saya saat ini sangat merasa kasihan dengan dokter Yoshi" sahut suster Dania yang baru saja tiba disana.


"Karena beliau menganggap seseorang teman walaupun setiap saat teman itu berusaha selalu menjatuhkannya. Dimana pun dan kapanpun, kasihan bukan menjadi dokter Yoshi?" sindir Suster Dania kembali


"Apa maksud anda? anda sangka saya ini hanya mengarang cerita ha?" dokter Liana tak terima dengan tuduhan Dania barusan.


Melihat Dania hanya mengedikkan bahunya itu pun, membuat Dokter Liana semakin meradang.


"Lihat ini baik-baik" dokter Liana menunjukkan sebuah foto yang menampakkan dokter Yoshi dengan salah satu pria lalu digeser dikesebelahnya lagi ternyata disana ada screenshot terkait artikel pria yang bersama dokter Yoshi sebelumnya, disana di kabarkan bajwa perusahaan keluarga pria itu memanglah dikabarkan bangkrut.


Semua orang disana nampak mulai termakan dengan semua ucapan dokter Liana, kecuali suster Dania yang masih sangat membela dokter Yoshi. Ia tidak akan percaya apapun perkataan dokter Liana kecuali dia tahu itu sendiri atau dari dokter Yoshinya langsung.


Melihat semua orang nampak percaya dengan ucapannya, dokter Liana pun tersenyum puas. Lalu ia meninggalkan ruang jaga dengan perasaan gembira. Sekian lama ia ingin menjatuhkan Yoshi, akhirnya hari ini dalam sekejap ia bisa membuat orang-orang membenci Yoshi.


"Selamat menjadi bahan cacian orang Yoshi" gumam dokter Liana seraya terus tersenyum


Di apartemen Barra.

__ADS_1


Barra serta Yoshi yang baru saja tiba di unitnya, tiba-tiba dikejutkan dengan penampakan sang oma yang duduk diam di atas sofa ruang tamu. Ditatapnya dengan intens kedua pasangan itu.


"O..oma"


"Nyo...nyonya" refleks mereka bersama.


"Kalian tinggal disini bersama?" tanya Oma Liberty cukup serius.


"Tidak" jawab mereka bersamaan


"Tidak usah bohong, oma tidak mau karena kalian nama baik keluarga kita tercoreng. Jadi sudah oma putuskan untuk segera menikahkan kalian secepatnya" final oma Liberty


"Tapi Nyo,..."


"Tapi oma..."


"Tidak ada protes, baik itu kamu Barra ataupun anda dokter Yoshi"


Setelah mengatakan semuanya, oma Liberty pun meninggalkan apartemen milik cucunya itu. Dia sangatlah puas akhirnya ada alasan untuk segera menikahkan mereka. Untung saja tadi ia kefikiran untuk mampir ke apartemennya Barra kalau tidak mungkin ia masih harus menunggu hingga dokter Yoshi mau dan itu tidak tahu sampai kapan.


Flashback.....


Hari ini oma Liberty nampak bosan berada di mansion Elvender, ia pun mengajak cucu kesayangannya untuk menemaninya berjalan-jalan namun baru saja keluar dari mansion tiba-tiba Kiara diminta untuk segera kekampus karena akan ada jam pelajaran tambahan. Alhasil oma Liberty pun tetap pergi walau hanya sendirian, ia meminta salah satu bodyguard untuk menemaninya.


"Mau kemana ya? Oh ya Barra sudah 2 hari ini tidak pulang ke mansion. Apa dia tidur di apartemennya?" oma Liberty dalam hati.


"Kita ke mansion Barra ya" ucap Oma Liberty.


"Baik nyonya"


30 menit kemudian, oma Liberty pun tiba disalah satu apartemen miliknya yaitu Star Zeyy Apartment. Setelah masuk ke lobby, oma Liberty pun menaiki lift hingga lantai paling atas. Sebenarnya ini bukanlah unit apartemen seperti biasanya, disana nampak seperti sebuah penthouse yang super megah. Namun berkat para staff apartemen, oma Liberty jadi mengetahui jika saat ini Barra juga memesan satu unit lain tepat satu lantai di bawah penthouse miliknya dan mereka juga memberitahu oma Liberty bahwa yang menghuninya itu adalah seorang wanita cantik.


Oma Liberty nampak sangatlah penasaran dengan wanita itu, ia fikir ia akan gagal mendapatkan cucu menantu seperti dokter Yoshi. Ia sudah bersiap dengan segala kemungkinan itu, asal wanita itu baik dan tidak seperti Vina, maka oma Liberty akan berusaha menerimanya.


Dan lagi-lagi Oma Liberty diberikan sebuah kejutan yang fantastis, dimana ia melihat sebuah foto yang amat ia kenal. Iya siapa lagi jika bukan dokter Yoshi. Didalam gambar itu dokter Yoshi nampak tersenyum bahagia bersama sahabat-sahabatnya, membuat Oma Liberty ikut tersenyum senang. Lalu beberapa menit kemudian terlintas sebuah ide konyol yang mungkin akan membuatnya terus bahagia selama sisa hidupnya.

__ADS_1


Lalu oma Liberty akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal disana hingga Yoshi dan Barra kembali ke unit apartemen itu.


__ADS_2