DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 5. Kembali Bertemu


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai janji Yoshi pada Ibunya, Yoshi benar-benar membantu sang ibu dan ayahnya dalam mengurus butik. Paradista Nusantara adalah sebuah butik yang telah dirintis oleh keluarga Yoshi sejak dulu, dimana di sana menyediakan berbagai macam batik khas jogja.


Saat tengah asik melayani pelanggan, tiba-tiba ada seorang ibu dan anaknya menyeletuk,


"Wah sangat di sayangkan ya cantik-cantik hanya jadi pelayan butik"


"iih mama, cantik dari mana coba? Cantikkan juga aku" protes anaknya


Yoshi yang mendengar kedua orang itu mengolok oloknya hanya bisa menghela nafasnya,


"Eh mbak, bawakin nih belanjaan saya. Tuh mobil saya didepan" sambil melemparkan goodybag didepan Yoshi.


"Hei bu..." saat karyawan lain hendak protes namun Yoshi dengan segera menahannya.


"Biarkan saja, pelanggan adalah raja"


"Tapi mbak" Yoshi menggelengkan kepalanya


Akhirnya Yoshi benar-benar membawakan belanjaan ibu tadi hingga ke mobil milik mereka.


"Ini nyonya belanjaannya"


"Kamu itu pegawai baru ya? letakkin dong disana, bodoh sekali" kesal wanita sombong itu


"Habis sudah kesabaranku" gumam Yoshi lalu ia meletakkan barang milik pelanggannya itu di bawah dan ia pun melenggang pergi.


"Hei, kurang ajar sekali kau, mau dipecat ha?" teriak mereka namun tak sedikit pun ocehan mereka diindahkan oleh Yoshi.


"Benar-benar mah, ayo kita laporkan saja ke pemilik butik ini, bukankah pemiliknya sudah mengenal mama" pinta anak wanita itu


"Tapi mama ada arisan sayang, nanti saja kita balik lagi" ajak ibu itu lalu mereka pun pergi dari butik itu dengan perasaan jengkel.


Di sisi lain, Barra juga sedang berada di salah satu hotel di jogja. hari ini setelah meeting dengan beberapa kliennya ia dan Lenzo pun hendak ke butik langganan mommy dan oma-nya.

__ADS_1


drrtt...drrtt....


'Halo mom'


'Barra, jangan lupa batik pesanan mommy, itu mau mommy pakai ke acara teman mommy loh'


'Iya mom, nanti setelah meeting Barra akan ke butik itu'


'Oke, mommy pokoknya hanya mau dibutik Paradista Nusantara, awas kalau kamu membelinya dibutik lain. Mommy sangat kenal corak dan jahitan di butik itu'


'Astaga mom tidak percaya sekali, pokoknya mommy tenang saja. Sudah dulu ya mom, meeting akan segera dimulai nih. Bye mom'


Seperti biasa Barra akan memutuskan panggilannya begitu ia selesai berbicara.


"Zo, sudah kau pesan belum pesanan mommy?" tanya Barra ke Lenzo.


"Sudah pak, namun mereka tidak bisa menghantarkannya kemari karena butik mereka sedang ramai pak"


"Huft...yasudah kita selesaikan meeting dengan cepat"


...****...


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, dengan segera mereka melajukan mobilnya menuju Paradista Nusantara.


Setibanya ditempat, Barra dan Lenzo agak sedikit shock karena pengunjung butik itu memanglah sangat banyak, sampai-sampai untuk memarkirkan mobil saja mereka kesusahan.


"Lenzo kau saja yang turun, dilihat saja sudah menyesakkan" titah Barra


"Maaf pak tapi sepertinya saya ingin ketoilet, sejak di jalan tadi perut saya tidak enak"


Belum lah Barra kembali berucap, Lenzo sudah pergi meninggalkannya sendiri.


"Lenzo sialan" rutuknya dan mau tak mau ia lah yang harus masuk mengambil pesanan sang mommy.

__ADS_1


Setibanya di dalam butik, semua mata langsung tertujuh padanya. Bagaimana tidak? perawakannya yang tinggi semampai serta memiliki wajah yang tampan rupawan membuat semua pelanggan heboh seketika.


"Astagaaa...pangeran kuuu" celetuk beberapa pelanggan disana.


"Mih, aku mau dia mih tolong nikahkan aku dengannya" histeris wanita-wanita muda disana.


"Permisi, saya mau mengambil pesanan atas nama Luna Zeyy" ucap Barra kepada salah satu karyawan disana.


"Se...sebentar tuan biar saya periksa dulu, silahkan tuan sebelah sini untuk menunggu" ajak karyawan itu.


Yoshi yang baru saja dari luar, merasa aneh. Mengapa semua pengunjungnya terlihat memadati ruang tunggu.


"Gung, ada apa sih disana? Mengapa semuanya berkumpul di ruang tunggu?" tanya Yoshi pada salah satu karyawan pria.


"Iku mbak, ada pria tampan disana yang ketampanannya sebelas duabelas lah karo aku"


"Mbok yo ngaca gung, yang ada kamu sama pria tadi ibarat langit sama bumi, jauhh bosss.... hahaha" gelak mereka meledek Agung, begitupun dengan Yoshi yang ikut tersenyum karena mendengar candaan dari karyawan-karyawan butik itu.


Seperti tidak mau ambil pusing Yoshi pun melenggangkan kakinya menuju meja kasir.


"Saya mau bayar mbak"


Ditengah kesibukkan Yoshi menyusun struk penjualan terdengar suara bariton yang nampak tak asing di telinganya.


"Mbak" sekali lagi pria itu memanggil Yoshi yang masih terbengong di tempatnya.


"Eh iya tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Ini saya mau bayar" ucapnya sembari menyerahkan blackcard miliknya.


"Dia tidak mengenaliku kah?" gumam Yoshi pelan.


"Ini pak silahkan, terimakasih sudah berbelanja di butik kami, semoga anda puas dengan pelayanan kami"

__ADS_1


"Hemm" setelah menerima goodybag yang diberikan Barra pun berjalan dengan gagahnya menuju pintu keluar.


"Tidak di jakarta tidak di sini, sama saja ternyata. Dasar cowok arogan. Tapi mengapa aku jadi ketemu dia terus ya" gerutunya kesal.


__ADS_2