
Kediaman Naya. . .
Seperti yang sudah mereka rencanakan tadi, kini Yoshi dan Naya sudah tiba di rumah Naya.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam, eh anak mama baru kelihatan" goda Bu Herlina.
"Hehe iya mah, habisnya Naya tidak memberitahu jika dia sudah pindah ke sini" jawab Yoshi sambil cengengesan.
"Masa datang kesini cuma saat ada Naya saja sih Yos, bahkan dirumah sakit pun Yoshi tidak pernah loh Nay menemui mama" adu bu Herlina kepada anak gadisnya itu.
"Wahh parah banget kamu Yos"
"Waduh aku kena serang nih, ampuun deh mah, Nay, habis Yoshi sedikit sibuk hehe"
"Huh, sok sibuk kamu" sindir Naya.
"Hei hei, ada apa sih kok berisik sekali, suara kalian terdengar loh sampai lantai atas" tegur seorang pria yang sangat Yoshi kenal.
"Oh, ada Yoshi pantas saja kalian semangat sekali. hai apa kabar Yoshi?" tanyanya sembari tersenyum ramah.
"Baik kak, kak Zion sendiri bagaimana kabarnya?" balas Yoshi
"Yah seperti yang kamu lihat Yos, aku baik juga" jawabnya
"Sudah-sudah ngobrolnya nanti saja, sekarang kita makan dulu yuk" ajak mama Herlina.
Selesai mereka makan malam, kini mereka duduk bersantai di taman belakang. tidak bisa dipungkiri jika Yoshi senang bisa bertemu Naya dan juga kak Zion. Sejak dulu Yoshi memang menyukai kakak dari sahabatnya itu, namun karena Yoshi sangat bisa menyembunyikan perasaannya hingga mereka semua pun tak menyadari itu.
"Yos, kamu sudah tahu belum?"
"Belum"
"Iiih dengarkan dulu"
"Makanya cepat ngomong"
"Ck, menyebalkan sekali anak ini" kesal Naya
Zion pun hanya tertawa melihat tingkah kedua adiknya itu.
"Kamu harus tahu, jika aku lusa akan bekerja di rumah sakit tempat kamu bekerja loh"
"Hah serius? Beneran mah?"
"Iya Yos, dia mama minta untuk menggantikan mama"
__ADS_1
"Jadi mama akan berhenti?" Bu Herlina pun mengangguk sebagai jawaban.
"Mama yakin nyerahin tugas itu ke Naya mah?" goda Yoshi
"Heh apa maksud kamu ngomong gitu ha? Benar-benar ya anak ini, minta di jitak"
"Tuh mah lihat kan mah anaknya begitu emosian mah. Mengerikan" ledek Yoshi sukses membuat kak Zion dan mama Herlina tertawa.
"Sialan kamu Yos" kesal Naya lalu mereka pun ikut tertawa.
Baik Yoshi mau pun Naya mereka sama-sama sudah dekat satu sama lain, bahkan mereka sudah menganggap seperti keluarga sendiri. Naya pun tidak segan untuk berbicara santai dengan kedua orang tua Yoshi, terkadang ia juga dengan santainya meminta batik kepada ayah dan Ibu Yoshi di butik milik mereka.
"Hmm, sudah cukup larut. Sebaiknya aku pamit pulang sekarang ya Nay" ujar Yoshi
"Nginap disini saja sih Yos"
"Untuk sekarang sedang tidak bisa Nay, ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Next time deh ya" balas Yoshi
"Kamu bawa mobil Yos?" tanya mama Herlina
"Tidak mah Naya bilang naik mobil dia saja, tapi Yoshi mau naik taxi online sih mah, nih baru kepesan hehe" beritahu Yoshi sambil memperlihatkan aplikasi taxi online di handphone-nya.
"Batalkan saja Yos, biar kamu diantar Zion saja. Jika Zion yang mengantar kamu itu jauh lebih aman dari pada kamu naik taxi online, mama yang jadi cemas" titah mama Herlina
"Tapi kalau kak Zion yang antar aku justru aku yang malah cemas mah, bisa-bisa jantungku lepas ini dari tempatnya" batin Yoshi.
"Kalau begitu aku ambil jaket dulu ya dikamar, yos tunggu ya biar aku antarkan" ucapnya dan berlalu.
"Udah tidak usah sok nolak nolak gitu deh" iseng Naya.
"Dasar anak kutu ini, mulutnya kebiasaan banget deh, selalu bikin orang malu saja" gumamnya lirih
"Ayo yos" ajak kak Zion
"Kalau begitu Yoshi pamit dulu ya mah, Nay, maaf jika Yoshi merepotkan kalian" ujar Yoshi
"Dih, tumben banget sok naif" celetuk Naya.
Yoshi yang memang sangat paham dengan congor Naya pun hanya mengabaikannya saja, jika mereka bersama maka memang mereka akan ceplas-ceplos. seakan mereka mencabut penyaring di mulut mereka.
Disepanjang jalan, Yoshi nampak diam. Bingung ingin memulai percakapan apa.
"Oh ya yos, kamu tinggal di daerah mana?" tanya Zion membuka obrolan.
"Aku tinggal di daerah perajahan kak, sekitar 1 km dari sini"
"Oh dekat ya ternyata"
__ADS_1
"Hehe iya kak" jawab Yoshi singkat
"Haduh kenapa sih setiap dekat dengan kak Zion aku jadi gagu begini" batin Yoshi.
"Oh ya, kalian ini kapan mau memperkenalkan pasangan kalian ke kakak?" tanya zion
"Kami berdua sama-sama masih jomblo kak hehe"
"Masa sih gadis secantik kau masih jomblo?" zion tak percaya.
"Beneran kak, pengennya sih langsung nikah saja nanti" ucap Yoshi dan Zion pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kakak sendiri bagaimana?"
"Kalau kakak, baru saja putus yos. Dia tidak bisa LDR, payah" ungkapnya
Jujur saja 'sakit' tapi mau bagaimana lagi ia tidak pernah berani untuk menyatakan perasaannya pada kak Zion. Ia khawatir jika ia ungkapkan dan kak Zion menolaknya maka hubungan mereka tidak akan sedekat ini lagi, Yoshi takut hal itu terjadi sehingga ia hanya bisa memendam dan merasakan sakit kala melihat Zion menjalin hubungan dengan wanita lain.
Tak berapa lama mereka pun tiba, setelah mengucapkan terimakasih Yoshi pun bergegas turun dari mobil Zion dan masuk ke dalam apartemennya.
...****...
Esok harinya,
"Selamat pagi dokter" Sapa beberapa suster yang dilewati Yoshi.
"Pagi juga sus" sahutnya ramah.
setibanya dokter Yoshi di meja jaga, dokter Radit datang menghampirinya.
"Pagi dokter Yoshi" sapa Dokter Radit
"Pagi juga dokter Radit" balas dokter Yoshi ramah.
"Dokter Yoshi sudah sarapan?"
"Sudah dok" jawab dokter Yoshi sembari membubuhkan tanda tangannya guna sebagai absennya.
"Saya permisi dulu dokter Radit, sus" pamit Yoshi setelah selesai dengan kegiatannya.
"Eh dokter, emm... begini dokter, saya ada tiket nonton 2, mau tidak ya dokter menemani saya nonton?"
"Waduh, maaf sekali dokter Radit saya tidak bisa karena malam ini sudah ada janji dok" tolak Yoshi halus
"Oh begitu ya dok, yasudah kalau begitu nanti saja saat dokter sedang free" balas dokter Radit
Yoshi pun hanya bisa tersenyum, ia bingung bagaimana lagi caranya untuk menolak dokter Radit. sejujurnya Yoshi sadar jika rekannya itu menaruh hati dengannya, namun hendak dikata apa hatinya sudah terpaut pada orang lain.
__ADS_1