DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 6. Rumah Sakit


__ADS_3

Mansion keluarga Elvender.


Barra baru saja tiba di kediaman keluarganya, mencari keberadaan wanita-wanita yang amat ia sayangi.


"Mom, Omaa" panggilnya namun tak ada sahutan sama sekali


"Mbok yem Mommy dan Oma kemana ya?" tanya Barra ke salah satu maid.


"Nyonya besar dan Nyonya Luna ada di kebun belakang den" jawabnya


"Oke" Barra pun langsung menuju ke kebun belakang untuk menghampiri mereka


"Oma" panggilnya ketika sudah berada dibelakang wanita paruh baya itu


"Barra, kamu sudah pulang sayang?"


"Iya Oma, tadi katanya Mommy juga disini kok oma sendirian?" tanya Barra kembali


"Mommy mu sedang ada keperluan, nanti juga kembali lagi"


"Ohh...yasudah ini oma pesanan kalian" Barra memberikan sebuah goodybag bertuliskan Paradista Nusantara.


Oma Liberty tersenyum bahagia, lalu membukanya dengan penuh kehatian.


"Kenapa kalian sesuka itu dengan butik Paradista?"


"Karena kualitasnya sangat bagus dan juga corak disetiap produk mereka sangat indah dan terkesan spesial. Oma dan Mommy mu sangatlah menyukainya" jawab oma Liberty


"Ohhh....yasudah oma, Barra ingin bersih-bersih dulu. Oma jangan lama-lama diluar, anginnya sedang lumayan kencang"


"Iya sebentar lagi oma akan masuk" sahut oma Liberty sembari tersenyum.


Setelah kepergian Barra, Oma Liberty kembali melanjutkan aktivitas berkebunnya. namun saat hendak menunduk tiba-tiba saja ia merasakan nyeri kembali di perut bagian kanan. Oma Liberty berusaha mencari obat yang sudah diberikan dokter Yoshi sebelumnya namun tidak ada. Alhasil oma Liberty tidak mampu lagi menahan rasa sakit itu lalu ia pun pingsan.


'Hallo dokter, ada pasien anda yang saat ini sedang tidak sadarkan diri dok'


'.....'


'Baik dok akan saya lakukan'


Setelah menghubungi dokter Yoshi, Suster Dania pun mengerjakan apa yang diperintahkan.


"Bagaimana suster?" tanya Barra cemas

__ADS_1


"Sebentar ya tuan, kami sedang menghubungi prof. Broto untuk menangani pasien. dokter yang biasa memeriksa nyonya Liberty sedang libur tapi anda tidak perlu khawatir beliau juga sedang berusaha untuk pulang ke jakarta untuk membantu nyonya Liberty"


"Cih, bisa-bisanya dia liburan disaat pasiennya sedang kesakitan" gumam Barra


Suster Dania yang mendengar gumaman Barra pun merasa tak terima karena keluarga pasien itu mencibir dokter Yoshi. Namun ketika dirinya hendak mengomel, ia pun langsung ditarik oleh rekannya supaya kondisi tetap kondusif.


"Jangan aneh-aneh sus, nanti kalau anda marah-marah malah dokter Yoshi yang kena" ujar rekan suster Dania


"Astaghfirullah....sabar sabarrr...tapi saya tidak terima dokter Yoshi dibegituin, dia terlalu baik buat dinyinyirin woi. Benar-benar bikin emosi saja, dikira dokter Yoshi itu dukun apa, bisa tahu kapan neneknya sakit terus dia tidak bisa pulang kampung menjenguk orang tua nya begitu?" gerutu suster Dania


"Sudah sudah, lebih baik sekarang bantu persiapkan keperluan perawatan pasien. supaya nanti saat dokter Yoshi tiba sudah siap semua" ujar rekan suster Dania.


Prof. Broto yang baru saja selesai memeriksa keadaan oma Liberty, ikut merasa sedih karena sahabatnya itu ternyata memiliki masalah kesehatan yang serius. Tapi ia yakin pilihannya dalam memilih dokter sudah sangat tepat, ia juga yakin dokter Yoshi mampu untuk menangani penyakit oma Liberty.


"Bagaimana prof. Broto, bagaimana keadaan mama saya?" tanya Luna sambil menangis.


"Sabar mom, mama pasti akan baik-baik saja" pak Surya berusaha menenangkan istrinya.


"Kita harus segera melakukan operasi Sur, tapi dokter yang bisa melakukannya sedang cuti"


"Tidak bisakah memanggilnya prof? Saya akan bayar berapapun prof. tolong usahakan yang terbaik" ucap pak Surya berusaha tenang.


"Prof maaf jika menyela, tapi dokter Yoshi sedang diperjalanan mungkin beliau akan tiba di sini pukul 9 malam nanti prof" tiba-tiba suster Dania ambil suara.


"Oh bagus sekali itu, nah Barhen, Luna kalian tidak perlu terlalu cemas lagi dokter yang menangani Liberty akan tiba disini pukul 9 malam nanti"


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, namun dokter Yoshi belum juga terlihat membuat kegundahan keluarga Elvender kembali lagi. Barra yang sudah kembali kerumah sakit pun ikut merasa khawatir. Lalu 5 menit berikutnya datanglah beberapa perawat dan satu orang yang masih sibuk mengenakan sneli dokternya.


Yoshi yang baru saja tiba di rumah sakit, langsung menuju ke ruangannya. Setelah meletakkan koper dan mengambil sneli dan kelengkapan lainnya, Yoshi keluar serta memanggil beberapa suster untuk ikut dengannya.


"Bagaimana keadaan pasien?" tanyanya sembari berjalan dan berusaha mengenakan snelinya.


"Pasien masih tidak sadarkan diri dok, terhitung pasien tidak sadarkan diri sudah 5 jam" ungkap suster Dania


"Apakah sudah memindai CT-scan?"


"Sudah dok dan ini hasilnya" suster Dania memberikan map yang berisi hasil pemeriksaan nyonya Liberty.


Yoshi yang hendak segera memeriksa keadaan pasiennya terus berjalan sembari mengecek catatan medis nyonya Liberty, hingga ia tak melihat jika keluarga nyonya Liberty ada disana juga ikut menanti dirinya datang.


30 menit Yoshi memeriksa pasien lalu diputuskan bahwa nyonya Liberty harus segera menjalankan operasi.


"Jam 6 besok tolong persiapkan ruang operasi" ucap Dokter Yoshi begitu selesai memeriksa.

__ADS_1


Saat dokter Yoshi hendak keluar, tiba-tiba ada sesuatu yang menariknya.


"Ada apa dok?" tanya suster Dania yang melihat dokter Yoshi hanya diam saja.


"Apakah sneli saya tersangkut ranjang pasien sus?" tanyanya lalu suster Dania pun mengecek dan melihat ternyata tangan pasien yang memegang sneli Yoshi


"Dok, pasien sadar" ungkapnya senang.


Dengan cepat Yoshi menoleh kearah pasiennya itu,


"Alhamdulillah nyonya, anda sudah sadar" ucap Yoshi sembari tersenyum.


Kemudian ia kembali memeriksa keadaan nyonya Liberty.


"Tetap pada pemeriksaan awal, persiapkan segala sesuatunya, pesan ruang operasi jam 6 pagi dan selama beberapa jam ini kalian pantau terus perkembangan pasien"


"Baik dokter"


"Dok..." lirih nyonya Liberty


"Iya nyonya, ada yang ingin anda sampaikan?" tanya Yoshi


"Kel...ke... keluarga"


"Anda ingin menemui keluarga anda?" tanya Yoshi kembali lalu nyonya Liberty pun menganggukkan kepala.


"Baik kalau begitu kami permisi dulu ya nyonya, nanti kami akan panggilkan keluarga anda"


Setibanya diluar, semua keluarga Elvender pun berdiri dan menghampiri dokter Yoshi.


"Dok, bagaimana keadaan mama saya?" tanya Pak Barhen


"Iya dok bagaimana keadaan mama saya?" kini Luna pun ikut bertanya


"Begini tuan, nyonya, mohon maaf sebelumnya karena saya datang cukup lama. seminggu yang lalu nyonya Liberty datang menemui saya untuk memeriksakan kesehatannya. Setelah saya periksa dan kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, kami pun menemukan adanya tumor di dada nyonya Liberty, itulah mengapa ia sering merasakan nyeri di bagian perut kanannya. Oleh sebab itu kami akan melakukan tindakan operasi yang akan kami laksanakan besok pagi"


"Ya Allah dad, kenapa mama merahasiakan ini pada kita dad" tangis bu Luna tak dapat dibendungnya lagi. Begitu pun dengan Barra yang sedari tadi mendengarkan penjelasan dokter ikut terkejut.


"Lakukan dok, tolong lakukan yang terbaik untuk ibu kami" ucap Pak Barhen


"Baik pak, kami akan berusaha semampu kami, oh ya nyonya Liberty ingin bertemu dengan keluarganya, namun maaf saya hanya bisa izinkan kalian menemuinya 30 menit saja karena pasien harus segera istirahat"


"Baik dokter, terimakasih kami tidak akan lama" lagi-lagi pak Barhen yang menjawab.

__ADS_1


"Mom sudah jangan nangis lagi itu mama mau bertemu kita masa iya kamu nangis begitu" dengan segera Luna pun menyeka air matanya berusaha seolah tak menangis.


Tiba didalam ruangan, sungguh Luna tak mampu melihat ibu kesayangannya berbaring lemah di ranjang rumah sakit itu. meski sesak di dada, ia berusaha terlihat kuat agar mama nya tidak ikut bersedih.


__ADS_2