DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 12.


__ADS_3

Star Zeyy...


Barra yang tengah disibukkan dengan dokumen-dokumen penting harus menghentikan sejenak kegiatannya itu, mengapa? Karena Lenzo datang menemui Barra guna menunjukkan sesuatu yang memang Barra minta sebelumnya.


"Selamat siang pak" sapa Lenzo sembari tersenyum lebar.


"Saya minta data itu pagi ini, mengapa hingga sekarang baru kau tiba?"


"Maaf pak, saya semalam kan masih di desa pak sedang mengurus artis kita yang akan syuting disana. Ditambah lagi tadi pagi ban mobil saya bocor dan saya tidak membawa ban pengganti makanya harus menunggu montir lagi. Jadilah saya kemarinya siang pak"


"Banyak sekali alasanmu itu zo, mana informasi yang kau dapat?" Lenzo segera menyerahkan sebuah map yang berisi informasi lengkap tentang dokter Yoshi.


"Kamu yakin dia tidak pernah berpacaran?" tanya Barran keheranan pasalnya dokter Yoshi sempat menyingung ada seseorang yang akan dia nikahi. ia fikir dokter Yoshi sedang menjalin sebuah hubungan.


"Saya sangat yakin pak, semua data tersebut saya dapatkan dari sumber yang terpercaya" jawab Lenzo yakin


"Baiklah, kamu minta orang untuk mengawasi dokter itu. Beritahukan semua kegiatannya sehari-harinya, jangan sampai terlewat apapun itu"


Lenzo yang belum tahu apa-apa pun hanya bisa mengerutkan keningnya,


"Apakah dokter itu sudah mencari masalah dengan bapak?"


"Dia calon istri saya, jadi saya harus tahu dia wanita seperti apa" ucap Barra tanpa melihat kearah Lenzo.


"What??? Pantas saja anda meminta saya mencari data dokter Yoshi" usai terkejut beberapa detik, lalu Lenzo pun tersenyum. Ia senang akhirnya bosnya tersebut akan menikah juga.


"Siap pak" jawab Lenzo semangat.


Sedangkan di tempat lain, Yoshi yang hendak pulang itu pun ternyata sudah di tunggu oleh sahabatnya dan sesuatu yang membuat Yoshi sangat senang, yah siapa lagi jika bukan kak Zion yang juga ikut menunggu dirinya.


"Hai, dokter Yoshi" sapa Zion dengan senyum manisnya.


"Apaan sih kak, biasa juga Yoshi doang" protesnya.


"Ini kan masih dirumah sakit dokter Yoshi" sahutnya seraya mencoel hidung Yoshi. Setiap meresa gemas dengan wanita ini pasti Zion akan langsung mencoel hidungnya.

__ADS_1


"Tiap kak Zion bersikap seperti itu, hati ini semakin menancap tak mau pergi. Oh kak Zion kamu tampan sekali kalau tersenyum" batin Yoshi


"Yos, hari ini kita ke tempat tinggal kamu ya, kan sudah sangat lama kita tidak kumpul bertiga" ajak Naya lalu Yoshi pun mengangguk tanda setujuh.


Tak berapa lama, mereka pun tiba di unit apartemen milik Yoshi. memang tidaklah terlalu besar karena Yoshi fikir untuk apa memiliki tempat tinggal besar jika yang menghuni hanya dirinya sendiri dan lagi dia juga harus bekerja sehingga rumah tersebut akan tetap kosong dan di huni hanya saat petang tiba.


"Welcome di tempat tinggal ku" ucap Yoshi dengan merentangkan kedua tangannya.


"Sesuai seperti orangnya, bersih, rapi, wangi" ujar Zion memuji.


"Yoshi mah emang paling rajin anaknya" tambah Naya sembari terus mengedarkan pandangannya kesetiap sudut unit apartemen milik Yoshi tersebut.


"Udah kali, kalau dipuji terus nanti aku terbang nih" mereka pun akhirnya tertawa kala mendengar celetukan yang Yoshi ucapkan tadi.


"Oh ya kalian pasti lapar kan? kalau begitu duduk lah dulu biar aku masakan sesuatu untuk kalian" setelah mengatakan itu, Yoshi pun beranjak menuju ke dapur.


"Kak, kamu ndak ada perasaan apapun emangnya sama Yoshi?" tanya Naya begitu Yoshi sibuk didapurnya.


"Tidak, kenapa kamu nanya begitu?" balas Zion


"Jarang ada pria yang tidak tertarik padanya. Atau jangan-jangan kamuu..."


"Yaah asal jangan bawa modelan ondel-ondel sawah seperti waktu itu saja" sindir Naya.


"Naya, jaga bicara kamu ya. Berhenti membawa-bawa namanya kakak tidak suka itu" kesal Zion lalu ia pun beranjak pergi.


"Yos, maaf kakak harus pulang ada urusan mendesak" pamit Zion tanpa menunggu jawaban dari Yoshi ia pun pergi begitu saja.


Masih mengenakan apron dan membawa spatula Yoshi datang menghampiri Naya.


"Nay, kok kak Zion pergi? Apa aku kelamaan masaknya?" bingung Yoshi


"Dia kesal karena aku menyinggung ondel-ondel itu yos" jawab Naya dengan entengnya.


"Apa? Gila kamu Nay"

__ADS_1


"Aku heran Yos, kenapa kak Zion bisa sangat mencintai wanita ondel-ondel itu sih, padahal sekali saja aku tidak pernah lihat dia menghargai kak Zion" Melihat sahabatnya seperti itu, Yoshi pun ikut merasa kesal lalu ia pun menghampiri Naya dan memeluknya.


"Nama juga cinta Nay, terkadang memang bisa membuat kita jadi bodoh" ujar Yoshi.


"Aku hanya ingin lihat kak Zion bahagia Yos, aku tidak mau melihat kak Zion terus saja di manfaatkan oleh wanita sialan itu" kini air mata Naya pun tak dapat di bendungnya lagi.


"Sudahlah Nay, kita doakan saja untuk kebaikan kak Zion. Semoga kak Zion segera sadar dan terbebas dari wanita itu" ucap Yoshi mencoba menenangkan sahabatnya itu.


hmmfp....


"Bau apa ini Yos?" tanya Naya sembari mengendus aroma tak sedap di hidungnya.


"Astaghfirullah....aku lagi masak Nay" Yoshi langsung berlari menuju dapur, disusul oleh Naya.


"Yahhh....gosonggg" sedihnya namun wajah melas yang Yoshi tunjukkan justru mengundang gelak tawa untuk Naya.


"Hahahaa....yos yos lagian orang lagi masak malah di tinggalin" ledek Naya sambil beralih menatap layar pipih yang memang sedari tadi ada di genggamannya.


"Siapa yang suruh kalian berantem di apartemen ku ha? Padahal aku lapar... Hwaaa" rengek Yoshi


"Dasar bocah, nih udah aku pesankan makanan online"


"Naya memang the best" pekik Yoshi seraya mengangkat jempolnya kearah Naya.


Kini mereka sudah berada di meja makan,


"Andai kamu pria pasti sudah aku kejar kamu Nay" celetuk Yoshi sembari mengendus makanan yang tadi Naya pesan.


"Wanginyaa enak sekali" gumam Yoshi tanpa memperdulikan tatapan tak bersahabat dari Naya.


Tukkkh...


"Awwws, sakit Nay" kesalnya ketika tiba-tiba Naya menjitak dahi Yoshi cukup keras.


"Sebaiknya kamu segera mencari pasangan Yos, aku jadi takut terus berada didekatmu" ungkap Naya seraya bergidik ngeri.

__ADS_1


"Sialan, aku masih normal ya, huh"


Akhirnya mereka kembali bersenda gurau dan saling bertukar cerita baik tentang kegiatan mereka hari ini dan hal-hal lainnya yang mereka rasakan selama mereka tak dapat bertemu beberapa waktu lalu. Yoshi sangat bersyukur karena ia menemukan sahabat seperti Naya, orang yang tidak pernah berpura-pura dan orang yang selalu ada untuk Yoshi.


__ADS_2