DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 15


__ADS_3

Di Sepanjang jalanan aspal, seakan langit ikut merasakan mendungnya sebuah hati yang di saat ini Barra rasakan. Langit tak terik juga tak hujan, langit nampak gelap dan terasa dingin. Barra nampak masih berdiam diri seraya terus menatap keluar kaca mobil, hingga tak berapa lama mereka pun tiba di mansion Elvender.


"Loh Barra kamu sudah pulang nak?" mommy Luna bertanya ketika mereka tak sengaja berpapasan.


"Iya mom" jawabnya sambil terus berjalan tanpa melihat mommy-nya.


"Lenzo, kenapa lagi tuh anak?" tanya mommy Luna penasaran, kejadian ini sama persis saat dulu Barra tiba-tiba pulang dari Jogja dan langsung masuk ke mansion tanpa memberitahu mereka terlebih dahulu. Bahkan mereka bertanya pun hanya Barra lewati tanpa menoleh ke arah orang tuanya.


"Jujur saja saya juga heran bu, karena tadi waktu di resto beliau masih baik-baik saja lalu setelah ada seseorang yang menyapanya pak Barra jadi seperti itu. Bahkan sepanjang jalan pun hanya menatap ke arah luar jendela bu" beritahu Lenzo tanpa ada yang terlewat.


"Apa kamu tahu siapa orang itu?"


"Saya tidak tahu bu, apa perlu saya cari tahu bu?" tanya Lenzo


Bu Luna nampak berfikir sejenak, lalu berkata


"Cari tahu namun cukup beritahu saya saja nanti"


"Baik bu, apakah ada lagi Bu?" Bu Luna pun menggelengkan kepalanya


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu bu"


Bu Luna mengangguk, "Iya hati-hati kamu zo"


...****...


Di tempat lain, Yoshi yang baru saja keluar dari lift ternyata di sana ia sudah di nantikan oleh dua orang kesayangannya. Yah siapa lagi jika bukan Naya dan Zion, kedua kakak beradik itu menoleh secara bersamaan lalu tersenyum kala melihat Yoshi.


"Wiihh udah baikan nih?" goda Yoshi


"Namanya juga bersaudara mana bisa musuhan lama-lama. Gimana sih mbak" sahut Naya dengan nada sedikit kesal.


"Buruan deh buka nih pintu, pegal banget kakiku" protes Naya sedangkan Zion hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Siapa suruh nunggu disini, awas" balas Yoshi seraya menggeserkan tubuh Naya dari depan pintu unit apartemennya.


"Tadi siapa yang nyuruh langsung kesini ha? tadi kan kami mau jemput kamu di rumah sakit terus kamu bilang ndak usah langsung ke apart aja" protes Naya kembali


"Sudah sudah, kalian ini selalu saja ribut. Anehnya bisa sahabatan ck...ck..." kini Zion ikut berbicara, pasalnya ia sudah sangat pusing mendengar perdebatan kedua orang ini.

__ADS_1


Setibanya di dalam unit apartemen Yoshi, Naya pun segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan yang ia bawa tadi.


"Wiihh baunya enak sekali" puji Yoshi setelah selesai berganti pakaian.


"Kau tidak mandi?" tanya Naya


"Nanti saja lah setelah makan" jawab Yoshi santai


"Jorok sekali anak ini, kak Zion..." ketika Naya memanggil kakaknya, Yoshi seakan baru teringat sesuatu dengan cepat dia masuk kembali kekamarnya


"Panas juga ya, aku mau mandi dulu deh Nay" dengan secepat kilat Yoshi menghilang.


"Loh Yoshi kemana Nay?" tanya Zion saat menghampiri Naya didapur.


Seolah tak tahu, Naya hanya menggedikkan bahunya.


Beberapa menit kemudian, Yoshi yang telah selesai dengan ritual membersihkan dirinya, langsung kembali duduk di depan Naya.


"Busyett wangi banget" celetuk Naya sontak membuat Yoshi salah tingkah. Jelas saja hal tersebut tidak lepas dari pengawasan Naya, namun Naya yang memang tidak suka berfikir sembarangan pun tidak mengindahkan hal tersebut, walaupun di hatinya merasa ada yang janggal dengan sikap sahabatnya itu.


"Kamu itu cerewet sekali Naya, kakak suka wanita yang wangi tidak seperti kamu bau asem" ledek Zion sontak membuat kedua wanita itu memiliki ekspresi yang berbeda. Naya yang nampak kesal karena ucapan Zion dan Yoshi yang nampak berseri karena di puji Zion.


Lagi-lagi Naya nampak wajah Yoshi memerah setelah kakaknya tadi memujinya. Barulah kali ini Naya sedikit menyunggingkan bibirnya.


"Enak banget Nay, kamu beli dimana ini?" Yoshi balik bertanya.


"Resto milik temannya kak Zion Yos, aku sudah 2 kali ini mencobanya dan aku pun ketagihan" ujar Naya dan di angguki oleh Yoshi, ia pun setujuh bahwa makanan di resto itu sangatlah enak.


"Nanti kasih tahu aku juga dong kak ke resto teman kakak itu" ujar Yoshi.


"Iya nanti ya, kita kesana bersama-sama" jawab Zion, ia senang sekali melihat kedua adiknya itu menyukai makanan yang ia rekomendasikan.


Setelah mereka selesai dengan acara makan mereka, Naya pun izin untuk menginap di unit Yoshi tersebut. Awalnya Zion tidak mengizinkannya karena ia kasihan jika mamanya harus sendirian di rumah, namun karena Naya kekeh, sehingga mau tidak mau Zion pun mengizinkannya. Tak berapa lama Zion pamit pulang dan mereka berdua pun menghantarkan Zion hingga ke depan lift.


Di dalam kamar Yoshi, Naya yang memang sudah tidak sabar bertanya mengenai perasaan Yoshi pun dengan segera mengerjakan aktivitas bersih-bersih tubuhnya, lalu setelahnya, kini mereka duduk bersantai di balkon yang ada di kamar Yoshi tersebut. Sembari melihat bintang-bintang diatas, Naya pun memulai perbincangannya.


"Yos, ingat tidak, dulu kita sempat di panggil 3 bersaudara, karena mereka fikirnya kita memang saudara kandung. Tapi jujur saja, aku sangat senang dan bahagia karena kita tetap bisa bertiga hingga saat ini. kita dulu sering sekali menggagalkan kencan kak Zion, apa kau ingat Yos?" tanya Naya memulai obrolan.


Yoshi nampak terdiam sesaat,

__ADS_1


"Jelas aku ingat Nay, kita bertiga selalu bersama sedari dulu. Tapi mengapa kamu tiba-tiba membicarakan hal ini?" bingung Yoshi.


"Entahlah, hanya ingin bernostalgia saja Yos" ucap Naya.


"Tumben sekali kamu bernostalgia Nay" ledek Yoshi seraya tersenyum


Beberapa menit berikutnya, mereka sama-sama terdiam. Menatap langit langit malam yang berlampukan bintang-bintang kecil yang indah.


"Yos"


"Hmm"


"Mungkinkah kamu menyembunyikan sesuatu dari ku Yos?" tanya Naya tiba-tiba hingga lagi-lagi membuat Yoshi terkejut


"Maksud kamu gimana Nay? Bahasan kamu dari tadi apa sih? To the point aja lah seperti biasa. Tumben sekali bertele-tele" seru Yoshi merasa tak mengerti dengan maksud dari setiap pertanyaan Naya.


"Kau menyimpan rasa kah dengan seorang pria?"


Yoshi menaikkan alisnya,


"Tidak" jawabnya cepat tanpa menatap Naya.


"Jawab jujur Yoshi Shaqueena Paradista"


"Kamu kenapa sih Nay? Salah minum obat?"


"Jujur Yoshi" Naya terus menatap kearah Yoshi


"Oke, aku jujur, ada seseorang yang membuatku merasa nyaman namun aku sadar aku dan dia tak mungkin akan bersama" jawab Yoshi pasrah.


"Mengapa tidak mungkin?" lagi-lagi Naya bertanya.


"Karena ada nama wanita lain di hatinya dan selamanya tidak akan bisa tergantikan. Aku menghormati ketulusannya itu" ungkap Yoshi


"Kau tahu kan betapa sialannya wanita yang ada di hatinya itu?" ucapan Naya itu sontak membuat Yoshi terkejut


Mata Yoshi membola sempurna, betapa terkejutnya ia saat pertanyaan Naya itu sangat jelas mengarah kepada siapa.


"Ternyata benar, kamu benar menyukai kak Zion yos?"

__ADS_1


"Ti..tidak, benar kata kak Zion, malam ini kamu sungguh cerewet. Sudahlah aku mengantuk" putus Yoshi lalu ia masuk ke dalam kamar.


"Yos...yos...aku kenal kamu bukan sejam dua jam atau sehari dua hari. Sudah bertahun-tahun Yos, aku sangat tahu kapan kamu berbohong dan kapan kamu jujur" pekik Naya seraya terus menatap punggung Yoshi yang semakin menjauh darinya.


__ADS_2