DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 11. Tidak Bisa Menolak


__ADS_3

Seusai makan malam bersama keluarga oma Liberty, kini mereka kembali keruang keluarga untuk sekedar mengobrol.


"Nak Yoshi, silahkan ini puding bikinan saya loh" Luna menyodorkan sebuah puding coklat untuk dokter Yoshi cicipin.


"Terimakasih nyonya"


"Jangan panggil nyonya dong dokter, panggil ibu atau mommy juga boleh hehe..."


Yoshi hanya bisa tersenyum kikuk, jujur ia terkejut ketika bu Luna memintanya untuk memanggil dirinya mommy.


Setelah cukup lama mereka berbincang, kini sudah saatnya bagi Yoshi untuk pamit pulang. Namun ketika Yoshi hendak berdiri, tiba-tiba saja oma Liberty mengeluh dada-nya sakit lalu langsung tak sadarkan diri.


Yoshi nampak mengerutkan keningnya, sekali lagi, ia mencoba memeriksa keadaan nyonya Liberty namun hasilnya sama,


"Aneh, menurut pemeriksaan ku nenek ini baik-baik saja. Apa ada masalah yang tidak terdeteksi ya?" fikir Yoshi.


"Maaf tuan, nyonya sebaiknya kita segera membawa nyonya Liberty ke rumah sakit. kebetulan saya tidak membawa peralatan yang lengkap" kata Yoshi


"Biar Barra siapkan mobilnya dulu" sahut Barra kemudian ia pun segera berlari keluar untuk mempersiapkan mobilnya.


Saat fokus semuanya teralihkan ke Barra yang saat ini tengah berlari, tiba-tiba Yoshi merasa ada yang menarik ujung bajunya dan begitu matanya teralihkan ke bawah.


"Dokter, bolehkah saya meminta bantuan anda?" tanya oma Liberty dengan sangat lirih.


"Iya nyonya, apa yang bisa saya bantu?" jawab Yoshi


"Tolong dokter menikahlah dengan cucuku Barra"


Deg....


Yoshi dan Barra yang baru saja tiba kembali ke ruangan itu pun terkejut kala mendengar permintaan oma-nya yang menurut Barra tidak masuk akal itu.


Barra pun hendak maju dan memberikan protesnya, namun dengan segera pak Barhen menghentikannya.


"Biarkan oma-mu berbicara dulu bar" akhirnya Barra pun menuruti permintaan orang tuanya itu.


Yoshi masih termenung ditempatnya, ia masih bingung dengan apa yang barusan terjadi. Lalu tak lama Barra pun kembali menghampiri Yoshi.


"Siapa nama anda?" tiba-tiba suara bariton itu cukup menggema di telinga Yoshi.


Yoshi nampak masih terdiam, tak ingin menggubris pertanyaan yang Barra ajukan tadi.


"Tidak disangka seorang dokter kok tuli" gumamnya keras, sengaja agar Yoshi dapat mendengarnya.


"Bagaimana keadaan nyonya Liberty?"


"Sedang tertidur dikamarnya, anda belum menjawab pertanyaan saya"

__ADS_1


"Nama saya Yoshi" jawab Yoshi malas.


"Oke, minggu depan saya akan menemui orang tua anda"


"Wait, saya belum menjawab iya loh, jangan seenaknya begitu dong" protes Yoshi


"Tidak ada yang bisa menolak seorang Barra Zeyy Alvender" tekannya membuat Yoshi makin kesal dibuatnya.


"Tapi saya menolak keputusan ini, maaf ada orang lain yang akan saya nikahi. Permisi, salam buat keluarga anda dan makasih juga atas jamuan makannya" setelah mengatakan itu, Yoshi pun bergegas meninggalkan mansion keluarga Elvender tersebut.


Barra tercengang dengan penolakan yang Yoshi utarakan tadi, pasalnya tidak ada satu wanita pun yang berani menolak pesona seorang Barra Zeyy Alvender. Bahkan tanpa Barra minta pun mereka dengan senang hati mengantri untuk bisa bersama dengannya.


"Boleh juga" gumam Barra, dan tanpa ia sadari ia pun tersenyum.


Dengan cepat Barra meminta Lenzo untuk mencari semua informasi mengenai Yoshi,


'Cari tahu tentang dokter yang bernama Yoshi, dia yang mengoperasi oma tempo hari, besok pagi semua data dia harus sudah ada di meja kerja saya. Ingat HARUS SELENGKAP-LENGKAPNYA'


...****...


Keesokan hari-nya di Zeyy hospital, terlihat Yoshi berjalan dengan langkah gontai. Seperti biasa ia akan mampir ke meja jaga untuk menandatangani absensinya.


"Pagi dokter Yoshi" sapa para suster yang juga berada disana.


"Pagi juga sus" jawab Yoshi sedikit memaksakan senyumnya.


"Tidak kok sus, hanya saja memang agak kurang enak badan saja, tapi nanti juga biasa lagi. Kalau begitu saya permisi keruangan saya dulu ya sus" elaknya lalu ia kembali berjalan menuju ke ruangannya.


Tiba di ruangan miliknya, seolah tahu jika suasana hati dokter Yoshi sedang tidak baik-baik saja, suster Dania pun inisiatif untuk meminta bantuan dokter Radit dan syukurlah dokter Radit sendiri tidak keberatan akan hal tersebut.


"Suster, kenapa tidak ada yang masuk sedari tadi? Apakah saya tidak memiliki pasien?" tanya Yoshi yang keheranan karena sedari tadi ia menunggu pasiennya namun tidak satu orang pun yang masuk menemuinya.


"Emm...itu dok, iya kebanyakan ingin bertemu sore nanti dok" jawab suster Dania seadanya.


Yoshi mengerutkan keningnya, ada rasa curiga namun karena suster Dania selalu jujur maka Yoshi pun hanya mengabaikannya saja. Sejujurnya ia cukup lega karena pagi ini setidaknya ia bisa sedikit santai dan bisa menjernihkan fikirannya yang sedang ruwet ini.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, waktunya untuk semua orang beristirahat dan menyantap makanan untuk mengisi kembali energi yang sudah tersita.


"Woii...melamun aja, kamu ndak kekantin toh?" tanya Naya yang tiba-tiba datang ke ruangan Yoshi.


"Kamu mau kekantin ? Ayo kita kekantin" tanpa memperhatikan sahabatnya itu Yoshi langsung membuka sneli miliknya dan menggantungnya seperti biasa.


"Ini anak kenapa sih? Bahkan dia sama sekali tidak lihat seragamku ini" kesal Yoshi


Yoshi masih belum menyadari jika kini Naya terus menatapnya dengan intens.


"Saya pesan nasi goreng ya mbak untuk minumnya air mineral saja" setelah mengatakan keinginannya Yoshi pun langsung duduk ke salah satu meja yang kosong.

__ADS_1


"Benar-benar ini anak, tidak menganggap aku kah?" gerutu Naya


"Mbak saya samakan sama orang itu ya, eh minumnya saya es jeruk deh mbak, tolong nanti antar kesana ya mbak"


"Yos, kamu kenapa toh? Kayak orang linglung begitu? Perlu aku panggil RSJ gak?" sindir Naya


"Eh Nay, astaghfirullah aku lupa banget Nay kalau kesini sama kamu. Lagian kamu kok diem aja sih"


"Kamu itu kenapa toh yos? lagi ada masalah kan pasti. mending kamu cerita sekarang ke aku" tekan Naya.


"Aku bingung Nay, bingung harus apa"


"Sumpah tidak dapat aku mengerti, apa yang membuatmu bingung?"


"Jadi begini.....


'Flashback on'


Ketika Barra dan Kiara membawa oma mereka ke kamarnya, tinggallah bu Luna dan pak Surya serta dokter Yoshi yang memang di minta untuk tinggal di ruangan itu, mereka hendak membicarakan sesuatu terkait kondisi oma Liberty.


"Dokter, saya minta maaf karena mama saya tadinya tidak jujur, padahal niat kami ingin mengundang anda makan malam disini sebagai ucapan terimakasih kami karena dokter Yoshi sudah menyelematkan nyawa mama kami. namun tanpa diduga dada mama saya benar-benar sakit, hingga ia meringis kesakitan. Dok, saya dengar mama saya sangat ingin menjodohkan anda dengan anak kami Barra. sangat sulit untuk bisa membuat mama saya menyukai seseorang, jika mama saya berniat menjodohkan kalian maka kami pun sangatlah setujuh. Jujur saja anak saya itu mempunyai trauma dengan percintaan, maka dari itu ia sangat susah untuk dekat dengan wanita. percayalah, Barra orang yang baik dok. Saya harap dokter dapat mempertimbangkan ini, ada satu hal yang perlu anda ingat dok. Bahwasanya sesuatu yang sudah mama saya incar maka itu harus sesuai dengan yang ia inginkan" ungkap pak Barhen dengan sangat tenang.


Namun tidak dengan Yoshi yang saat ini malah terlihat sangat gelisah.


Benar saja tak berapa lama setelah kedua orang tua itu pamit untuk melihat oma Liberty, kini berganti Barra yang menghampirinya.


"Siapa nama anda?"


"..."


"..."


"Tidak ada yang bisa menolak seorang Barra Zeyy Alvender"


Deg....


Ucapan ini sama persis dengan yang kedua orang tuanya sampaikan tadi, namun kini Yoshi sudah tak perduli dan pergi meninggalkan mansion itu.


'Flashback off'


"Aku harus berbuat apa Nay? seriuskah aku tidak bisa menolak mereka?" tanya Yoshi pada Naya yang masih setia mendengarkan Yoshi bercerita.


"Hmm... Serius kamu yos mereka bilang seperti itu?"


"Duh Nay, kamu kenal aku kan? memangnya aku pernah mengarang cerita?" Kesalnya


"Ya enggak sih, tapi tidak masalah juga sih Yos, kan mereka tajir melintir tuh pemilik rumah sakit ini pula. udah yos terima aja deh" ucap Naya

__ADS_1


"Ck, capek aku ngomong sama kamu Nay, udah ah aku mau makan saja" kesal Yoshi sedangkan Naya hanya bisa tertawa melihat wajah kesal sang sahabat.


__ADS_2