DOKTER YOSHI

DOKTER YOSHI
Bab 20


__ADS_3

16.50 WIB.


Zion masih nampak terus memandangi Yoshi dan terus saja membelai wajah Yoshi hingga lama lama wajah Zion terus mendekat ke arah Yoshi. Yoshi yang sadar itu pun terus memundurkan kepalanya kebelakang hingga ia mentok didinding sofa.


"Kak Zion, kakak mau ngapain kak?" tanya Yoshi yang semakin gemetar.


Zion tak menjawab melainkan terus mendekat hingga wajah keduanya hanya berjarak berapa centi saja. Yoshi terus berusaha mendorong Zion namun usahanya tak pernah berhasil, karena tenaga Zion jauh lebih besar dari pada tenaganya.


"Kenapa Yoshi? Bukankah kau menyukaiku hm?" ucapan Zion itupun sontak membuat Yoshi sangat terkejut, bagaimana bisa Zion tahu mengenai perasaannya itu? Padahal ia sudah sangat rapi dalam menutupi perasaannya tapi mengapa Zion tetap mengetahuinya?


"Hahaha... Yoshi Yoshi...bocah ingusan seperti kamu menyukai aku? Haha....mimpi saja" racau Zion kembali seraya menoyor kepala Yoshi.


"Hanya Vina yang ada di hatiku, bukan kamu bocah. Dan gara-gara kamu menyukaiku, adikku jadi terus berusaha mendekatkan kita dan gara-gara kamu, kami jadi terus bertengkar. Tapi yes oke, kalau memang kamu menginginkan aku. Buka dulu bajumu, kalau tubuh mu oke lebih bagus dari tubuh Vina maka aku akan memilihmu....haha" sontak saja perkataan Zion membuat Yoshi terperangah. Sungguh ia tak menyangka sosok Zion yang dewasa dan sangat penyayang itu ternyata mempunyai sisi lain yang menyeramkan bagi Yoshi.


Yoshi tak mampu lagi menahan sakit di hatinya. Ia menumpahkan air matanya tanpa bersuara, di tatapnya mata pria yang sudah beberapa tahun ini menghiasai hatinya, sungguh tidak pernah ia sangka ternyata kak Zion-nya bukanlah pria baik-baik seperti apa yang ia fikirkan selama ini.


"Kenapa diam saja? Bukalah" titah Zion dengan tatapan yang sulit diartikan.


Dengan sekuat tenaga Yoshi pun pada akhirnya nekat menendang ************ pria itu hingga membuat pria itu pun tumbang, tergeletak di lantai seraya menahan rasa sakit di sana-nya.


Yoshi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kabur dari sana, ia segera berlari menuju keluar apartemennya. Ia terus berlari tunggang langgang, ia kini bingung harus kemana, karena ia tidak membawa handphone, dompet maupun kunci mobil. Alhasil ia pun hanya berjalan sembari terus menengok kebelakang, Ia takut jika Zion mengikutinya.


Ciiittt.....


"Masuk" titah seseorang dengan suara baritonnya.


Karena takut, Yoshi pun akhirnya ikut masuk kedalam mobil pria itu.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?" tanyanya sedikit cemas.


"Hmm..." Yoshi nampak masih sangat terkejut dengan semua yang ia alami hari ini. Ia sungguh tak menyangka Zion akan seperti itu.


Melihat Yoshi tidak seperti biasanya, pria itu pun langsung menghubungi salah satu anak buahnya yang selama ini mengawasi Yoshi.


'Maaf bos, kami baru saja ingin memberitahu bahwa dokter Yoshi sepertinya diganggu oleh teman pria yang biasa bersamanya itu bos karena begitu keluar dari unitnya dokter Yoshi terlihat menangis' isi pesan yang baru saja Barra terima.


"Shitt..." geram Barra lalu ia pun melajukan mobilnya lebih cepat lagi dan pada akhirnya ia membawa Yoshi ke apartemen miliknya.


"Ayo, kita sudah tiba" ajak Barra membuat Yoshi tersadar dari lamunannya.


"Kita dimana?" tanyanya sambil celingak celinguk di area mereka saat ini.


"Di apartemen ku, untuk sementara kamu tinggal saja disini" ujar Barra


"Aku tidak tahu kamu baru saja mengalami apa, tapi kamu harus tahu bahwa aku tidak akan seperti orang itu. Aku akan melindungi mu jadi bisakah kamu percaya padaku dokter Yoshi?" Barra mencoba meyakinkan Yoshi.


Dengan sedikit pertimbangan akhirnya Yoshi pun mengiyakan namun dengan syarat, selama dirinya ada di apartemen itu Barra tidak boleh kesana. Bukan bermaksud tidak sopan karena tidak membiarkan pemiliknya datang ke kediamannya sendiri, namun Yoshi masih sangat syok dan masih takut jika kejadian itu terulang kembali.


"Oh ya kenapa kamu bisa tiba-tiba ada disana?" Tanya Yoshi yang baru sadar jika tadi tiba-tiba Barra datang bak hero yang menyelamatkannya.


"Oh itu tadi memang aku ingin menemuimu, baru saja mau memarkirkan mobil aku malah lihat kamu sedang berlari-lari, yasudah aku ikutin saja" jawabnya santai.


"Sudah kan interogasinya? Ayo sekarang kita turun biar kamu juga bisa istirahat, kamu tenang saja aku tidak akan menemuimu di apartemen ini dan kamu tidak perlu khawatir karena keamanan di apartemen ini sangatlah baik" ajak Barra kembali.


Kali ini Yoshi pun ikut turun dan akhirnya mereka langsung menuju ke unit apartemen milik Barra tersebut.

__ADS_1


"Ini kamu benar-benar tidak masalah membiarkan saya tinggal disini? Apartemen ini sangatlah mewah" ucap Yoshi ketika mereka baru saja tiba di unit.


"Tidak masalah karena kamu calon istriku. Lagian kamu belum masuk sudah menilai sendiri saja" cibir Barra


"Ya kelihatan kali dari kita di lobby tadi sampai ke sini pun semuanya terlihat sangat mewah" balas Yoshi menghiraukannya perkataan Barra terkait calon istri.


"Sudah sana masuk, kamu cerewet sekali, aku mau pulang. Jika ada apa-apa segera hubungi aku" setelah mengatakan itu Barra pun melenggang pergi meninggalkan Yoshi yang masih ditempatnya.


Beberapa detik kemudian Yoshi pun masuk dan betapa takjubnya ia melihat semua barang yang ada di unit apartemen itu. Semuanya terlihat elegan dan mewah.


"Tidak heran sih, orang dia kaya" gumam Yoshi acuh


"Huh, rasanya badanku lelah sekali. Lebih baik aku mandi deh, eh tunggu. Aku kan tidak ada baju dan lagi peralatan mandiku bagaimana ini?" pusingnya


"Yasudah lah pakai ini lagi saja deh, jorok sehari ini saja boleh deh ya" kikiknya sembari melenggang menuju toilet.


Setelah selesai dengan segala ritualnya, Yoshi pun hendak menuju dapur. kini rasanya cacing cacing di perutnya sudah mulai berdemo meminta diisi makanan. Namun saat hendak melihat isi kulkas, ia mendengar suara bel berbunyi. Ia pun segera melihat dari monitor interkomnya, setelah memastikan bahwa yang datang adalah karyawan di apartemen tersebut barulah Yoshi membukakan pintunya sedikit.


"Selamat malam nona, maaf jika kedatangan kami mengganggu istirahat anda. Maaf nona kami disini hendak menghantarkan makanan dan juga ada beberapa pakaian nona" ucap salah satu karyawan itu.


"Tapi saya tidak memesannya, mungkin anda salah unit" balas Yoshi


"Tidak nona, kami memang akan menghantarkan ini ke unit anda nona. Dan yang memesan ini semua adalah tuan Barra, pesan beliau anda tidak perlu khawatir nona" ujar pria itu lagi dengan sangat sopannya.


"Oh, baiklah kalau begitu, silahkan" Yoshi pun mempersilahkan beberapa orang itu masuk.


Setelah semuanya sudah tersaji, mereka semua pun bergegas meninggalkan unit yang saat ini sedang Yoshi tinggali itu.

__ADS_1


"Wuiihh, kelihatannya enak sekali, tapi lebih baik aku mengganti pakaian ku terlebih dahulu deh, dari pada nanti gatal-gatal" Yoshi pun memilih pakaian yang akan ia kenakan lalu setelahnya ia duduk dan mulai menyantap makan malam yang super lezat itu.


__ADS_2