Don'T Tell Me About Love

Don'T Tell Me About Love
BAB XXIII JEBAKAN AUDREY


__ADS_3

Beberapa jam sebelum kejadian..


Audrey Nathan dan dua bestie kesayangannya tengah bersenggama di ujung cafe. Membahas hal tidak menyenangkan yang terjadi di kantin kampus hari ini.


"Gue masih belum puas Than! Gue pengen balas lebih ke cewek cupu itu!" tukas Audrey membenahi posisi duduknya


"Kok bisa ya si Ivan bela dia? Jangan-jangan mereka pacaran lagi?" terka Catherine yang ber notabene sebagai penggemar berat Ivan tersebut.


"Ya nggak mungkinlah! Ivan cuma manfaatin dia aja, Gue tahu selera Ivan kayak apa!" sanggah Nathan menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya.


"Tapi bisa jadi kan, lagi pula Ivan mana ada ini buat dapetin yang lebih!" ujar Sherly mengisyaratkan dua jari yang digesekkan secara bersamaan.



"Ya kali aja si cupu itu murahan trus ngrayu-ngrayu Ivan. Lagipula kan, Lo sendiri juga cerita Drey kalau mereka ke hotel bareng!" ujar Catherine


"Gosip doang itu mah! Lagian beg* banget sih kalau Lo percaya gitu aja!" balas Audrey


Percakapan mereka terhenti, tatkala Andre datang bersama gadis yang mereka bicarakan. Tampak Andre dengan lancar menyebutkan pesanan dan menunjuk ke arah atas.


"Eh lihat tuh! Si cupu kok sama Andre?" tanya Sherly menunjuk ke arah yang sama


Tak lama kemudian, Andre membawa Agatha ke lantai atas, room karaoke.


"Gila ngeroom berdua dia!" kesal Audrey menghentak-hentakkan kakinya ke lantai


"Sabar bu! Lo kan belum tahu mereka mau ngapain." komen Nathan dengan santainya


"Tapi Lo tahu sendiri kan Than. Di room kita biasanya ngapain!" gemas Audrey dibuatnya


"Lo bisa ikut ke atas terus dengerin depan pintu. Jadi Lo tahu mereka ngapain. Daripada Lo menduga-duga. Nggak puas kan Lo!" seloroh Nathan


"Ih ogah, ngapain Gue kepoin si cupu!" gengsi Audrey berbicara


Pandangan Nathan mengarah ke Sherly yang juga menatapnya. Audrey seakan paham maksud Nathan dan memberikan perintah pada sahabatnya itu.


"Sher! Naik ke atas dan pastiin mereka ngapain!"


"Kok gue sih, kenapa nggak Catherine aja!" protes Sherly


"Emangnya kapan si Catherine pernah bener kalau disuruh?" tanya Audrey melirik sekilas ke arah Catherine yang tertunduk lesu


"Aelah Gue lagi yang kena."


Sherly berjalan ke arah tangga. Mengikuti arah langkah Andre dan Agatha. Mengendap-endap layaknya pencuri lalu memeriksa satu per satu room yang terbuka. Hingga berhenti di room no. 3. Sherly menempelkan telinganya. Tidak terdengar apapun, bahkan obrolan sekalipun. Hening sekali. Sherly mendekatkan tubuhnya ke pintu sampai beberapa menit.


"Nggak ngapa-ngapain kali ya! Sunyi banget!" gumam Sherly yang dengan bodohnya tidak menyadari bahwa semua ruang karaoke selalu kedap suara.

__ADS_1


Sherly hendak beranjak tatkala pengantar makanan datang.


"Mbak mau ngapain?" tanya pria itu


"Mau turunlah. Udah cepet anter pesanannya! Jangan bilang Gue ada disini." pesan Sherly memasukkan tips ke celana si pengantar.


Pintu room terbuka, tampak Andre duduk berjarak dengan Agatha yang memegang mic. Alunan musik disertai suara merdu Agatha pun terdengar. Sherly berjingkat mendekat memastikan pendengarannya tidak salah.


"Bagus banget suara si cupu. Gue rekam ah buat bukti ke nenek lampir!" ujar Sherly mengeluarkan ponselnya.


Tiba-tiba bruk. Pintu tertutup dan kepala Sherly yang tengah membungkuk terbentur kaki si pengantar.


"Aduh sakit!" keluhnya


"Lagian ngapain sih Mbak? Aneh! Kalau itu temannya samperin aja ke dalam. Pintunya juga nggak dikunci kok!" terang pengantar makanan sambil berlalu.


"Hih awas Lo!" gemas Sherly lalu kembali ke tempat asalnya.


*Nenek Lampir* Sebutan khusus Sherly untuk Audrey. Sherly bergegas menghampiri teman-temannya.


"Aman kok! Mereka nggak ngapa-ngapain. Andre di ujung sofa dan si cupu di sofa kecil sebelahnya." tukas Sherly


"Siniin fotonya cepet!" paksa Audrey


"Eh, pajaknya dulu dong!" balas Sherly yang mata duitan


"Nah gitu dong. Nih!" Sherly menyerahkan ponselnya


Sebuah video singkat berdurasi kurang dari 10 detik, memperlihatkan Agatha yang tengah menyanyi dengan syahdunya. Nathan tercengang, gadis cupu yang dikiranya tidak bisa apa-apa ternyata cukup berpotensi.


"Boleh nih jadi cadangan baru Gue!" ujar Nathan


"Mana laku beg*! Udah ah nggak usah dilihatin terus. Kesel Gue!" Audrey melempar ponsel Sherly ke meja


"Biasa aja kali Drey! Mahal nih!" protes Sherly


"Gue punya ide." sahut Catherine tiba-tiba


"Gimana kalau kita buat pelajaran biar tuh cewek kapok! Biar dia gak deketin Ivan dan Andre lagi!" usul Catherine


Audrey menatap serius ke arah Catherine.


"Culik dia! Kita sekap sampai tuh cewek benar-benar nyerah dan janji buat ngejauhin Ivan dan Andre!" lanjut Catherine


"Tumben otak Lo encer Cat! Habis makan apa Lo!" celetuk Sherly


"Wait, terus mau dibawa kemana tuh cewek?" tanya Audrey

__ADS_1


"Basecamp Gue yang lama. Letaknya jauh dari rumah yang lain. Jadi aman kalau dia teriak nggak ada yang bisa dengar." usul Nathan


"Boleh juga! Kita kerjain sekarang." ajak Audrey


...****************...


Rencana dadakan itupun berjalan mulus. Kini Audrey and the genk sudah berada di mobil yang sama dengan korban. Ala-ala penculikan berkelas. Agatha masih tak sadarkan diri dan duduk diantara dua bestie Audrey di belakang.


"Next plan. Mau kita apain nih anak?" tanya Audrey


"Sikat aja Than!" ujar Sherly


Tampak Nathan tersenyum miring.


"Gue nggak doyan, sama bekasnya Andre." balas Nathan dengan entengnya


"Maksud Lo tuh cewek pernah tidur sama Andre juga?" Audrey memastikan


"Lo tahu kan watak Andre gimana? Ya Gue nggak perlu jelasin lah." lanjut Nathan menambah laju kendaraannya


"Dasar lac*r sialan! Tampang doang cupu kelakuan suhu!" ujar Audrey kembali memikirkan cara untuk membalas dendam. Entah kenapa Audrey merasa tidak suka sejak Agatha datang ke room sabtu malam kemarin. Apalagi, dibela terang-terangan oleh Ivan di kantin kampus. Ditambah datang ke room Colors bersama Andre. Kesal tiada tara, begitu istilahnya.


Mobil yang mereka kendarai akhirnya tiba di sebuah bangunan minimalis dengan satu kamar dan garasi yang luas. Dulunya, tempat ini adalah rumah favorit bagi Nathan, Andre dan Ivan. Sekarang hanyalah tempat yang disewakan harian untuk menutupi bisnis gelapnya.


Nathan menarik tubuh Agatha dan menggendongnya masuk ke dalam kamar. Tubuhnya direbahkan begitu saja. Keempat sekawan itu berkumpul mengitarinya.


"Mau kita apain nih cewek?" tanya Nathan


"Lepas aja semua bajunya. Terus kita foto, sebarin ke medsos! Biar semua orang tahu kalau dia bukan cewek baik-baik!" usul Catherine


"Terlalu biasa!" balas Nathan


"Lo beneran gak mau Than?" Tawar Audrey untuk kedua kalinya


Nathan menyeringai, memamerkan smirk khas andalannya.


"Gue mau dia ja! Lo kasih gratis ke Gue, nanti Gue bantu pikirkan caranya buat dia kapok!" ujar Nathan menunjuk ke arah Sherly dengan wajahnya


"Kok Gue?" protes Sherly


"Nggak usah sok suci deh Sher! Kita semua tahu Lo orang yang kayak apa! Lagian Lo mau, kerjaan sampingan Lo terbongkar!" ancam Audrey


Sherly mengamati ketiga temannya itu.


"Ah ya udah deh!" balasnya terpaksa.


Nathan tersenyum puas, diambilnya ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Ndre Lo dimana?"


__ADS_2