Don'T Tell Me About Love

Don'T Tell Me About Love
BAB XXXI Kejadian yang terungkap


__ADS_3

"Saya sudah tahu kok. Saya dengar semuanya."


Begitu yang Kristin katakan sambil mendekati Agatha. Sesi tangis menangis kedua, terjadi. Agatha merasa takut, meski Kristin sangat menyayanginya tapi untuk hal ini ibu mana yang bisa terima.


"Agatha, kenapa kamu nggak mau cerita sama mama? Sampai kamu sakit, dibully teman-temanmu. Kamu sembunyikan semua dari mama Nak." ujar Kristin yang juga berurai air mata


"Maafin Agatha Ma. Agatha salah.. Agatha udah ngecewain mama." ujar Agatha dengan kepala tertunduk


"Ivan sudah cerita semuanya. Dia bilang kamu dijebak, difitnah. Sampai teman-teman kamu salah paham. Untungnya cewek itu sudah pindah dari kampus. Mama khawatir sama kondisi kamu Tha." ujar Kristin mengusap pelan kepala anaknya.


Agatha menatap ke arah Ivan yang berdiri di ambang pintu. Ivan tersenyum tipis ke arahnya.


"Nak Ivan, lain kali kalau ada apa-apa sama Agatha beritahu saya ya. Saya nggak mau anak saya kenapa-napa di kampus." tukas Kristin


"Ya sudah, saya buatkan camilan dulu. Kalian ngobrol dulu saja." ujar Kristin meninggalkan kamar Agatha


Dengan cepat Agatha menarik Ivan mendekat.


"Kamu cerita soal yang terjadi sama aku dan Andre?" tanya Agatha


Ivan menggeleng. Apa yang perlu diceritakan? Toh, memang mereka tidak dekat sedari awal kan? Lalu memangnya apa yang terjadi.


"Syukurlah. Jangan ceritakan apapun dulu ya Van! Aku nggak mau buat mama kecewa. Aku.. Mau selesaikan masalah ini dulu." pinta Agatha


Ivan yang tidak paham dengan maksud Agatha pun hanya mengiyakan.


Obrolan singkat siang itu segera teralihkan menjadi banyak persiapan sebelum acara ulang tahun Kayla. Mulai dekorasi, kue juga beberapa games kecil yang rencananya akan Kayla mainkan bersama teman-temannya.


Sementara Agatha dengan terburu-buru membungkus anting kecil yang mamanya belikan untuk kado Kayla. Memang saking rajinnya Agatha, yang tidak mau kemanapun membuat tugas memilih kado itu dibebankan pada Kristin.


Agatha mengeluarkan sebuat midi dress cantik berwarna peach dengan bunga-bunga kecil di bagian bawahnya. Juga dengan sabuk pita melingkar di pinggangnya. Dress tanpa lengan itu tampak cantik dan membuatnya terlihat anggun.


Agatha memoleskan riasan sederhana dengan sanggulan kecil di rambut pendeknya. Tak lupa memperbaiki posisi poni anti badainya agar serasi dengan style feminimnya.


"Selesai."


Tepat saat sepasang heels melekat di kakinya. Panggilan Ivan terdengar dari depan rumahnya. Sambutan hangat Kristin pun membawanya masuk ke ruang tamu. Tak lama kemudian Agatha muncul dengan paperbag di tangannya.


Ivan tercengang, menatap gadis di hadapannya menjadi cantik tanpa cela. Hanya saja tubuh mungilnya saja yang sedikit membedakan Agatha dengan gadis dewasa pada umumnya.


"Duh cantiknya anak mama. Sini Tha duduk dulu. Mau mama foto." Sebagai kaum sosialita menunjukkan kecantikan putrinya adalah suatu kewajiban untuk dipamerkan di media sosial. Begitulah yang Kristin pikirkan.


Agatha tersenyum dengan manis. Lesung pipi di sebelah kiri menampilkan kesan tidak membosankan untuk dipandang mata.


"Ya sudah sana berangkat. Nanti kalau telat, Kayla bisa ngambek loh!" seloroh Anton yang mendadak muncul dari ruang tengah.


"Iya papa. Besok janji ya ngajakin Agatha jalan-jalan." ujar Agatha


"Iya iya. Sudah berangkat sana. Papa sama mama mau dinner dulu."


"Ciyee. Yang lagi pengen berduaan." goda Agatha


"Tha ayo." ajak Ivan lalu berpamitan pada kedua orang tua Agatha


...****************...


Dentuman musik ceria terdengar dari rumah besar Kayla. Tampak lampu warna warni menyorot dari berbagai sisi. Juga dekorasi bernuansa peach tengah melengkapi panggung kecil tempat kue tart besar diletakkan.


Kayla berdiri di ambang pintu dengan dress panjang menjuntai dan hiasan rambut yang indah.


"Kayla. Selamat ya bestie." ucap Agatha memeluk sahabatnya itu

__ADS_1


"Makasih ya udah datang. Ya meski telat sih!" balas Kayla dengan wajah BT yang dibuat-buat


"Baru telat 5 menit doang Key." protes Agatha


"Kak Ivan nggak bawa kado?" tanya Kalya tiba-tiba


"Eh.. Ada kok ada.. Bentar." Ivan berbalik kembali ke mobilnya


"Ih nggak sopan kali Key. Temannya baru datang kok ditanyain kado." seloroh Rita, ibunda Kayla


"Setahun sekali Moms."


"Yuk Tha. Kita masuk."


Kayla mengamit lengan Agatha dan menuntunnya ke acara yang meriah itu. Agatha melihat sekeliling. Banyak sekali teman SMA mereka yang hadir tak terkecuali anak SMA BINUS dan seseorang yang di kenali. Tengah berdiri santai dengan segelas minuman di tangannya.


Agatha terkesima. Jas putih dengan selipan bunga di bagian kantong menambah kesan maskulin pada Andre. Rambutnya teetata tapi dengan garis yang tegas. Lama, Agatha mengamati sosok pria di hadapannya. Seolah lupa dengan kejadian yang menimpanya tempo hari.


"Kak Andre, makasih ya udah datang." sapa Kayla


Andre yang juga memperhatikan Agatha pun hanya tersenyum tipis. Menatap sosok gadis yang terlibat insiden bersamanya dengan penuh kekaguman.


Namun, segera Agatha melengos dan melewati Andre yang ada di hadapannya. Pun halnya Andre, yang langsung memilih pergi menyadari kedatangan Ivan di belakang Agatha.


Ivan terdiam. Masih ada aura tidak bersahabat diantara kedua temannya. Kenapa lagi ini? Pikir Ivan


Ivan dan Kayla saling pandang. Seolah mengerti harus apa.


Langkah Kayla mendekati Agatha yang berdiri di tepi kolam. Kedua matanya menatap riakan air yang dicebikkan oleh ikan koi disana.


"Kok main pergi aja sih Tha? Kan belum ngobrol sama Kak Andre?" Kayla berkata dengan hati-hati


Agatha menghela napasnya. Enggan menanggapi.


"Kamu lihat sendiri kan dia sedingin apa? Nyapa juga nggak." balas Agatha ketus


"Tha, kamu yakin nggak ingin tanya ke Kak Andre soal malam itu?" tanya Kayla sekali lagi


"Nggak perlu Key. Yang penting sehabis acara ini kita ke tempat tante Rika. Aku pengen pastiin kondisi ini sebelum terlambat." ujar Agatha


Kayla memeluk sahabatnya itu.


"Semua akan baik-baik saja Tha."


Setiap perkataan adalah do'a. Begitulah yang Kayla harapkan pada sahabatnya. Pesta ulang tahun Kayla yang berakhir meriah.


Kini rencana yang Kayla dan Agatha bicarakan beberapa hari lalu mulai dilaksanakan. Dengan alibi mengantar makanan dan kue ulang tahun untuk tante kesayangannya.


"Aku deg-degan nih Key." ucap Agatha menggenggam tangan Kayla


"Tenang Tha. Rahasia kamu bakalan aman kok. Berdo'a aja!" ujar Kayla


Bel rumah dibunyikan beberapa kali. Sampai seorang wanita berparas cantik keluar menghampiri mereka.


"Tante." sapa Kayla


"Selamat ulang tahun Sayang. Ini kado dari tante." balas wanita yang ternyata adalah Rika


"Makasih tante. Ini dari mama." ujar Kayla menyodorkan sebuah paperbag pada Rika


"Duh kok repot-repot Key. Sini masuk dulu. Ujar Rika

__ADS_1


"Tante ini Agatha, teman yang Kayla ceritain kemarin." terang Kayla


Agatha menyalami Rika dengan senyum kikuk


"Langsung ke ruangan tante aja ya." ujar Rika mengarahkan dua gadis itu menuju ruang pemeriksaannya.


"Gimana Agatha? Keluhannya apa?" tanya Rika ingin mendengar langsung penuturan Agatha


Agatha menoleh ke arah Kayla.


"Cerita aja Tha. Rahasia kamu aman kok sama tante." ujar Kayla meyakinkan


"Tante, saya udah telat haid hampir dua minggu ini tante. Ditambah perut saya rasanya begah dan nggak nafsu makan. Apa itu tandanya saya hamil?" terang Agatha


"Sini Tha. Kamu berbaring dulu. Biar saya usg ya." ujar tante Rika


Agatha berbaring di tempat yang sudah disediakan.


"Sudah pernah test pakai ini?" tante Rika menunjukkan alat yang sama dengan yang pernah dia beli.


"Belum tante."


"Mau test dulu?" tawar Rika


Dengan cepat Agatha menggeleng. Horor sekali melihat benda pipih penyebab kericuhan di kampusnya itu.


Rika hanya tersenyum, mengangkat sedikit dress Agatha hingga perutnya terlihat lalu mengoleskan gel dingin dan meletakkan sebuah alat. Menggeser ke kanan dan kiri untuk melihat apa ada tanda kehamilan di perut Agatha.


"Sejauh ini, kandunganmu sehat.Tidak ada penebalan rahim. Juga tidak ada kantung janin yang terlihat. Sebelumnya pernah telat haid seperti ini?" tanya tante Rika lagi


Agatha menggeleng.


"Sudah selesai. Kamu bisa turun Tha." ujar Rika menutup kembali dress Agatha yang tersingkap


"Tidak ada masalah serius. Ini murni hanya karena hormon saja. Wajar untuk wanita yang belum menikah seperti kamu mengalami hal ini. Mungkin faktor stress juga bisa menunda waktu datang bulan. Jadi.. Ini saya kasih vitamin. Kamu minum rutin ya." ujar Rika memberikan beberapa butir pil


Agatha terdiam. Ada hal yang masih mengganjal di benaknya. Kalau dia tidak hamil lalu apa Andre benar-benar melakukan hal itu.


"Tante.. Apa saya bisa mengecek itu.." Agatha bertanya dengan malu-malu


"Apa Tha?" tanya Kayla


"Virginitas?" terka Rika yang dibalas anggukan oleh Rika


"Saya belum punya peralatan medis yang memadai untuk mengeceknya Tha. Tapi, mungkin saya bisa menjelaskan secara fisiknya saja."


"Jika wanita melakukannya pertama kali, pasti akan merasa nyeri di bagian bawah. Ditambah rasa perih saat buang air kecil. Dan rata-rata akan meninggalkan bercak darah di selimut atau sprei tempat melakukan hal itu."


"Apa Agatha mengalaminya setelah kejadian itu?" tanya Rika


Agatha menggeleng. Dia tidak merasakan apapun. Tidak sakit maupun pedih. Tidak juga menemukan bercak-bercak noda di sprei putih yang menjadi alas tidurnya waktu itu. Dan.. Sampai sekarang pun Agatha tidak terbukti hamil. Kalau begitu berarti..


"Key, selama ini. Apa aku udah salah paham ke Andre?" tanya Agatha


"Itu yang mau aku jelasin ke kamu Tha. Aku percaya, Kak Andre bukan orang seperti itu. Dan aku dengar sendiri dari Kak Ivan, kalau dia dan Kak Andre baru datang setelah tahu kamu diculik sama beberapa orang. Dan kamu tahu mereka siapa?" Tanya Kayla


"Kak Nathan dan ketiga teman ceweknya. Salah satunya si Audrey, yang ada di video itu."


Agatha terkejut bukan main. Menyalah pahami seseorang sampai sejauh ini. Menuduh yang bukan-bukan bahkan memusuhi tanpa alasan. Semua itu.. Hanya karena KEBODOHANNYA.


"Terus, aku harus gimana Key?"

__ADS_1


"Minta maaf sama Kak Andre. Dan jangan lupa berterima kasih."


__ADS_2