Don'T Tell Me About Love

Don'T Tell Me About Love
BAB XL


__ADS_3

"Sakit banget ya Tha?" tanya Ivan menatap ngeri ke arah jahitan di lengan Agatha


"Lumayan, buat gerak agak nyeri-nyeri gimana gitu? Tapi nggak apalah. Kata dokternya tadi, jahitannya nggak perlu di lepas kok. Bakalan langsung nyatu sama kulit." ujar Agatha memakai kembali jaketnya


"Ngeri ya Tha? Lain kali jangan lari-larian di rumah sakit. Apalagi sampai kejar-kejaran. Kan ini bukan film India Tha." tukas Ivan berusaha mencairkan suasana


"Apa hubungannya sih Van?" tanya Agatha dengan wajah kesal.


"Hubungannya ya, nggak ada sih. Cuma adegannya aja yang mirip. Hehe."


Agatha memutar bola matanya malas.


"Pulang aja yuk. Kayaknya, Andre lagi nggak mood ketemu kita!" ajak Ivan


"Iya deh, daripada nanti malah bikin tante Wulan kepikiran kan rame-rame di luar." balas Agatha dengan wajah sedih


"Besok kita kesini lagi. Bawain makanan khusus tante Wulan. Kan hari ini belum jadi ketemu" ajak Agatha


"Eee.. Besok kan weekend Tha. Aku.. Harus bantuin mama sih. Beres-beres rumah." bohong Ivan yang sebenarnya enggan mengantar Agatha bertemu dengan Andre lagi. Terbesit sedikit cemburu tadi, saat Agatha memilih untuk mengejar Andre.


"Owh ya udah nggak apa-apa." Balas Agatha


"Yang penting aku udah tahu tempatnya, jadi besok-besok bisa kesini lagi." ujar Agatha masuk ke dalam mobil Ivan


"Duh kok malah gini sih." gumam Ivan


Sementara Andre menatap sekantong penuh buah-buahan yang tergeletak begitu saja di ruang tunggu. Sudah bisa menebak siapa yang membawanya. Andre masuk ke dalam ruangan tempat Wulan dirawat. Tampak wajah pucat itu menyambutnya dengan senyuman.


"Tadi, Ivan kesini. Bawa ini buat mama." ujar Andre dengan nada pelan


"Mama tahu, mama dengar semuanya." balas Wulan dengan tatapan sayu.


"Maaf, soal keributan barusan ma." Andre tertunduk. Meletakkan sekantong obat-obatan ke nakas dan meraih pisau untuk mengupas apel.


"Agatha itu, pacar kamu ya?" tanya Wulan


Andre terdiam, menatap sebentar ke arah Wulan, lalu memalingkan pandangannya kembali ke arah apel yang dikupasnya. Hanya gelengan pelan yang dia lakukan.

__ADS_1


"Tapi kamu suka kan?" terka Wulan


"Nggak juga Ma. Kita cuma teman. Nggak lebih." balas Andre datar


"Kamu nggak bisa membohongi hati seorang ibu, Mama tahu apa yang kamu rasakan Andre, meskipun kamu nggak pernah cerita apapun ke mama. Perasaan kamu, jangan disembunyikan terus. Nanti kalau keduluan orang lain, kamu nyesel lho." ujar Wulan masih menunjukkan senyum yang sama


Andre tampak menghela napas.


"Ini apelnya Ma." ujar Andre menyuapkan potongan kecil ke mulut Wulan.


"Mama juga pernah muda. Sebelum bertemu papamu, mama juga pernah jatuh cinta. Sama anak juragan tanah. Tapi, sama seperti kamu, mama terlalu malu untuk mengakuinya. Bahkan terkesan menolak terang-terangan lamarannya. Sejak mama tahu, dia meminang gadis lain, mama merasakan sakit hati yang sangat dalam. Sampai mama berpikir, kelak mama tidak ingin menikah dengan siapapun juga." Air mata Wulan menetes. Dengan cepat Andre mengusapnya.


"Jangan mengingat masa lalu Ma. Pikirkan kesehatan mama. Andre hanya ingin mama sembuh. Biar kita bisa sama-sama lagi."


Wulan tersenyum. Mengusap pelan kepala Andre yang duduk di sisi ranjang.


"Kamu berhak bahagia Andre. Apapun pilihan dan keputusanmu, mama tidak akan pernah menolaknya." ujar Wulan tiba-tiba


Andre hanya mengangguk dan melayangkan senyumnya. Senyum mahal yang tidak semua orang bisa melihatnya. Senyum yang hanya dia tunjukkan pada orang-orang penting di hatinya.


Agatha turun dari jeep merah Ivan. Masih dengan kebiasaannya, mengucapkan terima kasih dan melambaikan tangan tanda perpisahan.


"Oke Tha. Selamat bermalam minggu." tukas Ivan


"Ini baru hari Jum'at Ivan. Besok malam minggunya." protes Agatha


"Itu ucapan untuk besok hehe. Karena besok kita tidak bertemu, jadi ku katakan saja sekarang." ujar Ivan


"Terserahlah." Agatha berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Ivan memandangi tubuh mungil itu dengan helaan napas berat. "Andai Lo tahu Tha, Gue bener-bener resah. Gimana kalau Lo beneran suka sama Andre. Sedangkan Gue, udah naruh harapan besar ke Lo."


Agatha menjatuhkan diri ke ranjang, melepas lelah dari segala urusan kampus yang memusingkan. Dibukanya notebook dan mencoba menyambungkan panggilan video dengan Kayla.


"Semoga dia lagi on juga!" gumam Agatha


"Hai Tha...." suara cempreng yang memekakkan telinga terdengar

__ADS_1


"Ya ampun Key, kaget tahu!"


"Aelah, kayak nini nini aja kamu Tha. Kagetan mulu." canda Kayla seraya tertawa


"Key, lagi sibuk nggak? Mau curhat nih." ujar Agatha dengan wajah serius


"Curhat apalagi ni? Soal rumor kehamilan Lo kemarin? Gimana-gimana? Udah berhasil belum ngomong sama Kak Andre?" tanya Kayla


"Ya udah sih, waktu itu, kita udah sempet ngobrol dan dia juga udah maafin. Malah aku ngucapin terima kasih juga atas bantuan dia. Tapi, aneh deh si Andre nih!"


"Aneh gimana? Dia nembak Lo ya!" goda Kayla


"Bukan Kayla! Mana ada Andre suka sama aku? Yang ada aku lagi suka sama dia. Eh maksud aku.."


"Hayo keceplosan ya.. Kamu beneran suka sama Kak Andre? Seorang Agatha, bisa suka sama berandal kayak Kak Andre? Astaga! Sahabatku ini ternyata nggak sepolos itu ya? Nggak nyangka aku!" Kayla semakin gencar menggoda Agatha.


"Ah udahlah Key, nggak lucu bercandanya!"


"Kok marah sih? Emang bener ya kamu suka sama Kak Andre? Seriusan?"


"Nggak tahu juga sih. Orang, hubungan pertemanan aja nggak berjalan mulus. Gimana aku bisa suka. Yang ada juga ribut mulu!" gerutu Agatha


"Emang Kak Andre kenapa sih? Udah punya cewek? Atau kalian bertengkar lagi? Masalah apa sekarang?"


"Mamanya Andre kan lagi sakit. Barusan aku jengukin dia bareng Ivan. Eh, tahunya sampai sana malah dijutekin. Dituduh pamer kemesraan lagi. Padahal niat aku cuma pengen ketemu sama mamanya. Itu aja! Emang salah?"


"Owh begitu rupanya. Ya nggak salah juga sih. Cuma kamu aja yang nggak peka Tha!"


"Kok jadi aku sih?"


"Iya kamu nggak peka aja Tha! Kak Andre itu suka sama kamu, dan dia bilang gitu karena dia cemburu kamu datang sama Kak Ivan!"


"Suka? Suka darimananya?" tanya Agatha


"Sekarang gini deh. Kamu masih ingat apa yang udah kamu lakuin ke dia? Kamu maki-maki. Kamu tuduh yang enggak-enggak. Cowok mana yang mau terima. Nah sedang Kak Andre bisa loh maafin kamu semudah itu."


"Terus pas kemarin acara ultahku. Sebenarnya dia nggak mau datang Tha. Tapi aku bilang kamu juga bakal datang. Dan see dia hadir Loh."

__ADS_1


"Masa kamu nggak ngerti juga sih. Terus di rumah sakit tadi, dia ngomong gitu. Apa namanya kalau nggak suka?"


"Kebetulan aja!"


__ADS_2