DONDURMA

DONDURMA
Bertemu


__ADS_3

Hari pertama Anya bersekolah di SMA Negeri impiannya, ia berjalan dengan ringan sembari menatap gerbang sekolahnya yang baru.


Senangnya hati Anya karena bisa bersekolah di SMA tercintanya, sampai-sampai ia tak menyadari tali sepatunya lepas, tiba-tiba seseorang mendatanginya diam-diam dan mengagetkannya.


"Anyaaaa" teriak Azen sahabat sedari kecilnya itu sambil menepuk pundaknya dengan keras.


Akibat perbuatan Azen, sontak Anya kaget dan membuatnya menginjak tali sepatunya sendiri sehingga ia terjatuh membuat tangannya mengenai kotoran burung.


Dengan mata melotot Anya marah. "OMG ajeeennn anak ibu Yuyun, lihat akibat perbuatan lo ini." Sembari menyodorkan tangannya.


"Euh.. baunya kaya bau badan Lo" kata Azen dengan tangan yang menutupi mulutnya.


Azen pun mengeluarkan saputangannya. "Nih ambil, cepet bersihin. Jorok banget sih anak Bu Salimah ini" dengan menjepit sapu tangan tersebut di kedua jarinya.


"Elo sih ngagetin gue pake jurus Sasuke" sahut Anya sebal.


Azen Melangkah mendekati Anya lalu ia mulai berjongkok, dalam benak Anya ia berprasangka bahwa Azen akan menolongnya berdiri karena gerakan tangan Azen yang seolah-olah mengulurkan tangan kepadanya. "Terima ka..." Sambil menggapai tangan Azen.


Dengan cepat Azen menepis tangan Anya. "Bayar gocap buat sarung tangannya" tegasnya dengan memalingkan badan.


"Buset dah, bukannya bantuin temen sendiri, Lo malah nagih uang sapu tangan !!" ucap Anya sebal.


"Iya deh iya iya sini Munawaroh gue bantuin Lo berdiri" dengan nada merendah.


Setelah Anya berdiri tiba-tiba terdengar dari belakang suara langkah kaki yang sangat cepat hingga menubruk tubuh Anya yang ternyata adalah sahabat satunya lagi yang bernama Friska sehingga membuat dirinya kembali terjatuh tepat pada kotoran burung tadi dan yang lebih parahnya lagi kotoran tersebut menempel di dahi Anya.


"Anya Anya Anya aduh maafin gue, gue ga sengaja serius" sahut Friska sembari menghampiri Anya dengan raut wajah setengah kaget setengah cape.


"Aaa.. gmau gue gamauuu!!"


"Kalian mah mainnya gtu!"


"Gue mau pulang aja!"

__ADS_1


"Ga mood, gue bt omgg!!" rengek Anya.


"Liat perbuatan Lo Ica!!!" dengan dahi yang disodorkan kepada wajah friska.


"Buset ni burung habis makan apa kotorannya bau bener kaya bau si Azen yang ga mandi 2 Minggu" kata Friska dengan jari yang menutupi hidungnya.


"Yaelah pke bawa-bawa nama gue segala.. btw Anya, lo sial banget ya hari ini" sambil tertawa melihat kotoran burung yang ada di dahi Anya.


"Dia emang selalu sial !!" Ejek Azen .


"Gatau ah males.. Ini semua gara-gara kalian berdua, pagi yang indah ini kalian hancurkan begitu saja, gue tuh udah semangat banget pagi ini, sampe bangun lebih awal, siap-siap dandan yang cantik, sampe baju gue setrika sendiri. " tegas Anya dengan wajah yang cemberut.


Friska menepuk pundak Anya seraya berkata. "Sabar Anya, gue ga sengaja seriusan... Btw Anya, eumm.. itu kotoran burungnya bisa elo bersihin ga, tidak elok dipandang" ungkapnya sambil menunjuk kearah dahi Anya.


Sambil membersihkan jidatnya Anya berkata. "Ish sampe lupa sama ni kotoran, mana bau banget lagi".


"yaudah jangan ngeluh kaya gitu!! Yuk bisa yuk.. ini pake parfum gue aja biar ketutup baunya" ucap Friska menyodorkan parfumnya.


"Thanks Ica.. selaku musuhnya Tapasya!!" ungkap Anya terharu, kemudian ia langsung menyemprotkannya ke dahi, entah apa yang ada difikirkan Anya yang penting dahinya wangi kembali.


Bel pertama pun berbunyi yang artinya kelas akan segera dimulai. Mereka pergi ke kelas dengan berlari karena kejadian Anya tadi membuat mereka telat masuk ke dalam kelas.


---Dikelas---


Setelah sampai di kelas mereka mulai memilih bangku, Anya duduk di belakang Friska sedangkan Azen duduk di sebelah Anya. Disamping meja Friska belum terisi oleh manusia, gtau kalau makhluk lain ㅋㅋㅋ canda.


Beberapa menit kemudian datang seorang murid tampan, rambut yang lebat, lurus,berponi, mata tegas yang membuat auranya sangat kuat, hidung yang mancung dan bibir yang seksi, serta anting di telinganya udah fiks inimah kaya Artis korea.


Pria tersebut melihat kesana kemari, kemudian ia melihat meja sebelah Friska itu kosong, perlahan-lahan tapi pasti pria tersebut duduk di samping Friska. Saat ia duduk, ia langsung memejamkan matanya dengan tangan yang menyilang.


Friska yang sedari tadi menatap pria tersebut dengan mulut yang menganga akhirnya pun sadar dan membalikkan badan berbisik kepada Anya. "Ini Malaikat kok bisa nyasar sampe sini, wajahnya membuat gue ingin mengucapkan astagfirullah setiap detiknya tau ga" Sambil menepuk dada.


"Gue mah gasuka, udah keliatan banget anaknya sombong." ungkap Anya tidak perduli.

__ADS_1


"Lo tau dari mana dia sombong?" Tanya Friska penasaran.


"Keliatan aja dari raut wajahnya" balas Anya sok tau.


"Ah elu mah nilai dia dari luarnya, Kitakan gatau sifat dia kaya gmna. Tapi gue rasa diatuh kaya barang antik yang ga sembarangan orang bisa nyentuh" ungkap Friska sembari melihat ke arah pria tersebut.


"Tapi ganteng kan??" ungkapnya lagi.


Anya memperhatikan cowok itu dengan seksama lalu berkata. "Not bad lah.."


Anya pun mengambil botol minumnya dan berkata "Sampe aus gue liatnya". Saat Anya sedang minum dengan memiringkan badannya kesamping Azen, Azen berbisik kepada Anya. "Anya liat kepala cowo itu ada kutunya" sambil menunjuk kecil kearah pria itu.


Ungkapan Azen itu membuat Anya terkejut hingga menyemburkan air yang diminumnya tepat di belakang leher laki-laki itu. Perbuatannya itu sontak membuatnya terkejut. Ia terdiam membeku sementara cowok itu menengok kearah samping belakang, lebih tepatnya kepada Anya.


"Ma.. maaf ga sengaja" ungkap Anya dengan muka penuh rasa bersalah sembari merogoh saku mengambil saputangan yang imut.


"Anya kamu sudah gila yah" ucap Friska yang sama kagetnya dengan Anya.


"Ini pake sapu tangan gue, eumm.. Bagas" Ujar Anya dengan hati-hati sembari melihat kearah bet nama cowok itu sambil memberikan saputangannya dengan wajah segan.


Bagas menerima saputangan dari Anya itu dan langsung mengelap ke lehernya dengan kasar, kemudian ia melempar sapu tangan itu ke mejanya.


Tanpa sepatah kata pun Bagas langsung pergi keluar kelas entah kemana, gatau nyari toilet karna mules, atau ke kantin Bu Salimah buat jajan Cilok makanan paling hits disekolah ini.


Friska yang sedari tadi menyaksikan kejadian tersebut, menggebrak meja Anya pelan. "Fiks dia bisu!!" Sembari menunjuk ke arah pria itu.


"Dingin amat tuh anak!! Sampe dilempar lagi sapu tangan gue!!" ujar Anya dengan nada meninggi.


"Gue kan ga sengajaㅠㅠ" ungkapnya lagi dengan nada merendah.


Friska membawa sapu tangan itu kemudian ia memberikannya kepada Anya. Anya mengepalkan tangannya yang berisikan saputangan itu sambil menengok ke arah Azen penuh kekesalan.


Menyadari ada aura yang sangat gelap dari sebelahnya, Azen menengok kearah Anya dengan penuh ketakutan, saat melihat wajah Anya sontak ia langsung memalingkan badan dan berkata. "Gue siapa, ini dimana, ibu gue udah nyangu belum yah?" dengan gerak gerik seseorang yang akan melarikan diri.

__ADS_1


Dengan sigap Anya menangkap kerah Azen. "Jejen Komarudin Saepulloh..!! Duduk!!" Dengan raut wajah yang siap membombardir jiwa dan raga Azen.


~Bersambung~~


__ADS_2