
Saat selesai menentukan anggota kelompok, pak Sopian memerintahkan anak-anaknya berkumpul atau duduk bersama anggota kelompoknya masing-masing, karena Anya masuk kedalam kelompok akhir, maka dari itu kursinya pun paling belakang.
--Ditempat duduk per kelompok---
"Maesyaroh cintaku.. kita satu kelompok!!" ucap Brandon genit sambil memegang kedua tangan Maesyaroh.
"Iyah sayangku, kita memang sudah ditakdirkan untuk bersama!!" sahut Maesyaroh.
"Mungkin ini adalah kekuatan cinta kita berdua sayang!!" ucap Brandon sambil mencium tangan Maesyaroh.
Melihat tingkah laku Maesyaroh dan Brandon membuat Anya mual, matanya yang bersih kini sudah tidak suci lagi melihat tingkah laku mereka berdua, karna Anya berada di samping Maesyaroh jadi mau tidak mau dia harus menyaksikan kedua makhluk itu
Bagas yang sedari tadi memperhatikan Anya karena posisinya berhadapan dengan Anya, dan melihat ia mual-mual bohongan, membuat Bagas senyum menyeringai. Seringai sinis yang dilakukan Bagas tertangkap kamera mata Anya saat ia masih mual-mual. Sontak Anya membuka mulutnya dan berkata tanpa suara, "Apa lu liat-liat !!"
"Lo iri yah sama mereka berdua?" jawab Bagas tanpa bersuara.
"Apaan sih lu!!" balas Anya tanpa bersuara.
"Iri bilang bos!!" jawab Bagas tanpa bersuara.
"Apaan sih gajelas" jawab Anya lagi dengan kesal tanpa bersuara.
"Dasar jomblo!!" ejek Bagas tanpa bersuara.
"Najis!!" ungkap Anya dengan bersuara agak keras.
Mendengar Anya mengucapkan kata "najis" membuat Maesyaroh terkejut. "Najis kenapa Anya?" ucapnya.
"Eu.. Engga Mae, ini gue lagi ngafalin macam-macam najis gitu, ada najis mukhaffafah, Mutawassitah, dan Mughalladah hehe" ucap Anya canggung.
"Oh.. iya iya" balas Maesyaroh tidak perduli dan melanjutkan percakapan nya dengan Brandon.
Pak Sopian memberikan tugas kepada semua anak muridnya untuk membuat sebuah puisi yang harus ditulis di atas kertas karton yang kemudian ditegakkan menggunakan kardus juga dihiasi secantik mungkin, sekreatif mungkin. Setelah pa Sopian memberikan tugas tersebut, ia pun izin pergi ke ruang guru sebentar. Kebetulan pak Sopian ini mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus Matematika.
"Ini mau ditulis pake apa??" tanya Muhajirin dengan nada tinggi.
"Pake spidol aja biar cepet" jawab Patrisia.
"Ada yang bawa ga?" teriak Muhajirin.
"Kebetulan gue bawa tapi harus diisi dulu, soalnya tintanya abis" sahut Maesyaroh. Iapun mengambil tinta dari dalam tasnya, saat ia mencoba membuka penutup tinta itu, Maesyaroh kesusahan karena tintanya tertutup rapat. "Ga bisa dibuka ini penutupnya" ujarnya.
"Coba sini sama gue" inisiatif Anya yang langsung mengambil tinta tersebut dari tangan Maesyaroh.
Saat Anya mencoba membuka tinta itu dengan sekuat tenaga akhirnya tinta itu terbuka, tapi tinta itu justru muncrat kemana-mana karena kuatnya tenaga Anya saat membuka tinta itu.
"Aduh Anya.. Lo gapapa?" ucap Patrisia khawatir.
"Gapapa santai aja" jawab Anya sambil mengelap tinta itu.
"teledor amat!!" gumam Bagas tidak perduli.
"Gapapa gimana, ini belepotan kena baju sampe kena bibir lo segala" Ucap Maesyaroh khawatir
"Gapapa Mae, gue udah biasa ko tenang aja. Gue izin keluar dulu, karena darurat Lo yang bilang ke bapa, atau kalau bapa ga nanyain, Lo jangan bilang apa-apa, bentar doang kok" Ucap Anya yang kemudian berlari keluar kelas.
"Serius Lo gapapa?" teriak Patrisia khawatir.
__ADS_1
Setelah 15 menit berlalu akhirnya Anya kembali ke kelas dengan baju seragam yang sangat bersih dan wangi. Teman-teman sekelompok Anya kaget dan heran melihat baju seragam Anya yang penuh dengan tinta tadi yang sudah pasti susah untuk dibersihkan, sekarang kembali menjadi baju seragam yang bersih dan wangi.
"Anya.. ko bisa baju Lo bersih tanpa noda sedikitpun?" tanya Komarudin terheran-heran.
"Bener.. bukannya tadi baju Lo penuh tinta? meskipun Lo bersihin juga gaakan sebersih itu" balas Brandon.
"Ini sih pake jurus mantra guna pastinya!!" canda Muhajirin.
"Ga gitu gaiss" jawab Anya.
"Terus ko bisa?" sahut Patrisia.
"Tadi gue pergi ke loker bawa seragam cadangan, hal yang kaya gini udah ga aneh lagi buat gue" balas Anya.
"Jadi Lo punya seragam cadangan?" ucap Maesyaroh penasaran.
"Yaps!!" balas Anya dengan santainya.
"Berapa banyak??" tanya Patrisia.
"Eum.. 10 maybe!!" jawab Anya singkat.
"OMG.. baju sebanyak itu kenapa Lo bawa ke sekolah Anya?" tanya Maesyaroh penasaran.
"Yah antisipasi aja karena pasti ada hal-hal yang terjadi di luar kendali gue"
"Waktu SMP dulu, gue mungkin ngabisin hampir 15 baju seragam" ungkap Anya.
"Buset!! kok bisa??" tanya Brandon kaget.
"Karena gue sial" jawab Anya sambil tersenyum seolah itu bukan hal yang aneh lagi baginya.
"Yah kalau ga percaya yaudah" jawab Anya santai.
"Yuk kita lanjutin aja!!" ajak Anya semangat.
Di sisi lain Bagas yang sedari tadi mendengarkan percakapan Anya itu sampai tidak percaya dengan apa yang ia dengar, tapi tidak ia tunjukkan. "Kok ada yah cewe aneh modelan kaya gitu!!" batinnya.
---Di Kantin---
"Anya.. gue denger baju Lo kena tinta tadi?" tanya Friska sambil makan.
"Iyah habisnya tutup tinta itu ga mau kebuka" jawab Anya.
"Lain kali Lo harus lebih hati-hati" ucap Friska khawatir.
"Yeah.. be careful baby" sambung Azen sambil main game.
"Iya iya.. makasih gais !!" balas Anya yang kemudian mengambil mangkok bakso nya Azen saat Azen mau menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.
"Lah makanan gue itu!!" ucap Azen sambil menurunkan hpnya.
"Siapa suruh ga dimakan!!" balas Anya sambil makan Bakso tersebut.
"Itu baru mau gue makan Mardiah!!" ujar Azen kesal.
"Oh.. Iya iya maaf gue gatau" jawab Anya dengan mulut yang masih penuh bakso itu.
__ADS_1
"Bisa kaya gitu ye kelakuan Lo" heran Azen.
"Lo lanjutin aja dulu maen gamenya, atau mau gue ganggu sekalian?" ucap Anya mengancam.
"Kagak.. kagak.. lu makan aje jangan ganggu gue" balas Azen yang langsung memainkan kembali gamenya.
--Beberapa saat kemudian--
"Nih Bambang.." ucap Anya sambil memberikan mangkok kepada Azen.
"Lah.. baksonya manee??" sahut Azen kesal.
"Ini disini!!" jawab Anya sambil menunjuk perutnya.
"Bener-bener ya ni orang kagak ade kasian-kasian nya sama sahabat sendiri" ucap Azen dengan memberhentikan hpnya dan menghentakkan pelan ke meja.
"Habisnya Lo lama sih makannya, pesenan gue juga belum dateng-dateng dari tadi" jawab Anya cemberut sambil memandangi gerobak makanan.
Kemudian Abang-abang kantin pun datang dan memberikan makanan pesanan Anya.
"Nah.. nih buat Lo.." ungkap Anya sambil menyodorkan makanan itu.
"Lah.. ini ape??" tanya Azen.
"Sayur lodeh!!" Canda Anya.
"Lo kan tau gue gasuka makan sayur lodeh!!" bentak pelan Azen.
"Oh iya lupa, yaudah gue aja yang makan" Ledek Anya pura-pura lupa.
"Ga niat emang ni anak!!" Amarah Azen memuncak.
"Lo emang dari awal mau makan bakso gue kan? sengaja ya Lo!!" bentak Azen.
"Hehe tau aja Lo" Ejek Anya tidak perduli.
Friska yang sudah tidak tahan melihat kelakukan dua sahabatnya itupun langsung melerai keduanya. "Udah.. udah.. nih makan punya Ica aja masih ada baksonya!!" sambil menyodorkan mangkoknya kepada Azen.
"Wah ca.. lu emang penyelamat gue beneran" ucap Azen sambil membawa mangkok itu.
"Iya iya Lo makan aja" balas Friska.
Saat Azen hendak ingin memakan baso yang diberikan Friska, Anya langsung merebut mangkok tersebut. "Lah Kanya.. lu ini kenapa sih?? Rakus amat jadi orang." Bentak Azen pelan.
"Sini" ucap Azen sambil merebut mangkok.
"Ga mau" balas Anya sambil merebut mangkok juga.
"Aduh Gusti.. kalian ini beneran kaya bocah tau ga gaada yang mau ngalah" ucap Friska pusing melihat tingkah sahabatnya itu.
"Sumpah lu kelaparan apa gimana sampe rebut bakso gue lagi" tanya Azen kesal.
"Kata-kata Lo bikin nafsu makan gue meningkat seribu derajat" Jawab Anya pintar.
Disisi lain Bagas dan Satria berjalan mau melewati meja Anya dan kawan-kawan nya itu.
Anya pun berdiri dan hendak merebut mangkok itu dari Azen. "lo gaboleh makan Azen, Lo diet aja" teriak Anya.
__ADS_1
Anya berhasil merebut mangkok bakso itu, saking semangatnya Anya, hingga ia tidak sengaja menyenggol Air minumnya sampe jatuh tepat pada paha Bagas hingga sangat basah. Otomatis Anya mengambil tisu kemudian ia membersihkan paha Bagas tanpa fikir panjang, hal tersebut membuat Bagas sangat terkejut.
~Bersambung~~