DONDURMA

DONDURMA
Teman Baru


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan yang canggung itu, mereka sampai dirumah Anya. Di dalam rumah Anya, ada Dejoy sedang bermain game dengan bibinya, saat mendengar suara motor dari depan rumah, ia langsung berlari keluar melihat siapa yang datang.


Anya turun dari motor Bagas kemudian mengucapkan terima kasih, lalu dibalas oleh Bagas dengan berkata, "Iya santai aja!!"


"Mau masuk dulu??" tanya Anya sambil mengembalikan helmnya.


"Ga usah gapapa, gue langsung pulang aja" jawab Bagas santai.


"Gue ga enak nih, setidaknya sebagai tanda terima kasih, Lo mampir kerumah gue buat minum dulu atau mau makan sekalian juga gapapa."


Belum sempat dijawab oleh Bagas, Dejoy membuka pintu dan keluar. Saat melihat Anya, Dejoy langsung berlari dan memeluknya sambil berkata. "Kakak!!" ucapnya dengan sangat manis. Saat melihat kearah Bagas, Dejoy langsung cemberut ke Anya dan bertanya, "Kakak dia siapa? kirain kakak pulang sama kak jejen." ucapnya dengan cemberut.


Bagas yang tadinya bermuka datar langsung tersenyum, senyuman yang merekah membuat siapa saja yang melihatnya langsung terpesona. "Hay.. kamu siapa namanya?" tanya Bagas ramah.


"Dejoy.. kenalin ini temen satu sekolah kakak namanya Bagas" ucap Anya.


"Hay kak Bagas, aku Dejoy adiknya kakak Anya" ucapnya dengan sangat imut.


"Ih kamu lucu banget.." kata Bagas sambil mencubit pipinya Dejoy.


Dejoy langsung bersembunyi dibalik badan Anya dan berkata. "Kakak.. aku takut.. ko ga bareng sama kak Jejen pulangnya?"


"Dejoy kangen sama kak Jejen??" tanya Anya sambil jongkok menghadap Dejoy.


"Iya.." jawabnya dengan cemberut.


"Dejoy main sama kak Bagas aja mau??" tanya Bagas menghampiri Dejoy.


"Kakak ga jahat kan?" tanya Dejoy kepada Bagas.


"Engga.. kakak baik kok, kakak punya banyak sekali mainan dirumah" ungkapnya dengan tersenyum manis.


"Oh yah? seberapa banyak??" tanya Dejoy bersemangat.


"Banyak.. kamar kakak penuh mainan" jawab Bagas meyakinkan Dejoy.


"Wah.. Dejoy juga punya banyak mainan kak" ucap Dejoy pamer.


"Oh yah?? seberapa banyak??" tanya bagas penasaran.


"Ayo masuk kak, nanti Dejoy tunjukkin.." ucap Dejoy sambil menggandeng tangan Bagas.


"Ayo.." jawab Bagas bersemangat.


Melihat Dejoy dan Bagas bertingkah laku seperti itu membuat Anya geleng-geleng kepala. Akhirnya mereka masuk, saat berada didalam rumah, Dejoy mengajak Bagas untuk pergi ke kamarnya, Anya melarangnya karena Bagas pasti lelah dan butuh istirahat, tapi Bagas justru berfikiran sebaliknya, ia setuji dan berjalan mengikuti Dejoy.


--- Dikamar Dejoy ---


Bagas melihat kamar Dejoy yang penuh dengan mainan, "Wah.. ternyata mainan Dejoy sebanyak mainan kakak dirumah" ungkapnya sambil jongkok menatap Dejoy.


"Benarkah?? Dejoy boleh main kerumah kakak?" tanya Dejoy bersemangat.


"Tentu boleh.. kapanpun Dejoy mau pergi kerumah kakak, Dejoy kabarin kakak aja" balasnya dengan mencubit pipi Dejoy.


"Asik.. sama kakak Anya juga yah!!" ungkap Dejoy sambil jingkrak-jingkrak.


Bagas dan Anya saling bertatapan, kemudian Bagas menatap Dejoy kembali. "Iyah.. sama kakak Anya juga!!" balasnya ramah.

__ADS_1


Anya duduk di sofa dekat lemari, ia tidak menyangka bahwa Bagas bisa se ramah itu, benar-benar diluar dugaan Anya. Ia tak habis pikir mengapa Bagas yang disekolah dengan disini sangatlah berbeda, Bagas si es batu dan Bagas yang ini sangatlah berbeda jauh. Saat Anya memperhatikan Bagas dan Dejoy, mereka asik bermain robot-robot an bersama.


Kemudian Dejoy menyuruh Anya untuk mengambilkan mainannya yang ada di dalam lemari khusus mainannya itu, "Kakak ambilkan Dejoy mainan itu" pinta Dejoy sambil menunjuk ke arah robot berwarna merah.


"Iyah.. tunggu sebentar" jawab Anya sambil melangkah menuju lemari yang berada didepannya itu.


Ia mencoba menggapai mainan tersebut sampai harus berjinjit karena ketinggian, mainan itu sangat susah digapai oleh Anya karena ia pendek. Melihat Anya yang kesusahan, Bagas langsung berdiri dan menghampiri Anya. Ia mengambil mainan itu dengan sangat mudahnya, saat Anya berbalik, tubuhnya dan tubuh Bagas sangat berdekatan, hampir tidak ada jarak diantara keduanya. Ia terkejut karena berhadapan langsung dengan dada bidang seorang Bagas, karena tingginya hanya sebatas dengan bahu Bagas.


Saat Bagas menurunkan tangannya yang berisikan robot, ia menundukkan wajahnya sedangkan Anya mendongak ke atas kearah wajah Bagas sehingga mereka bertatapan, Anya terkejut membuatnya otomatis melangkah mundur karena gugup sampai menabrak lemari itu membuat mainan diatasnya berjatuhan. Dengan cepat Bagas menutupi kepala Anya dengan kedua tangannya.


Disisi lain saat mainan berjatuhan, Dejoy malah bersemangat sampai bertepuk tangan karena melihat hujan mainan didalam kamarnya.


"Anya, Lo gapapa?" tanya Bagas dengan tangan yang masih menempel di kepala Anya.


"Engga.. Lo bisa lepasin sekarang" jawab Anya gugup.


"Eh sorry.." ungkap Bagas sambil menurunkan tangannya. Kemudian ia menatap wajah Anya "Pipi Lo kenapa? ko merah? Lo masih sakit??" tanyanya lagi sambil menyentuh pipi Anya.


"Eum.. ga.. gapapa" jawab Anya gugup sekaligus malu. Ia langsung melangkah pergi mendekati pintu kamar, "Gue bawa minuman dulu, Lo mau minum apa?" tanya Anya yang sedang berada di depan pintu itu.


"Apa aja bebas" jawab Bagas santai.


"Mau makan sekalian?" tanya Anya lagi.


"Boleh!!" jawab Bagas dengan tersenyum.


"O..Oke" Jawab Anya kemudian melangkah pergi.


--- Di Dapur ---


"Tapi sikapnya yang kaya gini malah bikin gue takut, takut karena ga biasa. Aneh banget sih gue, tapi emang dia juga aneh tiba-tiba bersikap seperti itu. Beneran pengalaman baru bagi hidup gue dengan melihat perubahan orang yang secara drastis itu" gumam Anya.


--- Di Kamar Dejoy ---


"Superhero kesukaan Dejoy siapa?" tanya Bagas sambil memainkan robot.


"Dejoy suka semua superhero kak, menurut Dejoy semuanya spesial" balas anak kecil itu sambil mengadu domba kan kedua mobilnya.


"Oh gitu..Kalau kak Anya suka apa??" tanya Bagas mulai tiba-tiba.


"Kak Anya itu suka makan kak" jawab Dejoy dengan polosnya.


"Apa lagi??" tanya Bagas sambil tertawa.


"Eum.. suka jalan-jalan kak, Kak Anya itu suka keliling komplek naik sepeda, kadang kemana-mana juga naik sepeda kalo ga terlalu jauh dari rumah" ungkap Dejoy sambil berbaring dan memainkan boneka dinosaurusnya.


"Oh gitu.." seru Bagas.


Anya datang dengan membawakan makanan dan minuman, ia membawakan makanan untuk Bagas dan Dejoy sekalian. Akhirnya mereka bertiga makan bersama di atas lantai dengan duduk ala lesehan.


Anya bertanya kepada mereka apa yang mereka bicarakan sedari tadi, Bagas dan Dejoy secara bersamaan menjawab dengan menggelengkan kepala. "Oh jadi gitu yah.. main rahasia-rahasiaan" ungkap Anya curiga.


"Kak Anya gaboleh kepo" ungkap Dejoy dengan sangat lucu.


Pernyataan itu membuat Anya terkejut. "Dejoy tau kata-kata kepo darimana??" sambil mengelap mulut Dejoy yang penuh dengan makanan.


"Dari tv kak" balas Dejoy dengan polosnya.

__ADS_1


"Ni anak harus dikurangi nonton tv!!" gumam Anya yang terdengar oleh Bagas.


"Adik Lo lucu" ucap Bagas dengan mendekatkan mukanya ke muka Anya.


"Lucu kalo lagi tenang, beda lagi kalo lagi badmood" balas Anya sambil berbisik.


Bagas hanya tertawa kecil mendengar pernyataan Anya tersebut.


"Btw, Lo suka sama anak kecil yah??" tanya Anya sambil meletakkan piringnya.


"Banget.. gue suka banget sama anak kecil" jawab Bagas sambil tersenyum kearah Dejoy kemudian mengelap makanan yang berserakan pada wajah Dejoy.


"Pantesan, waktu itu juga Lo senyum lebar banget waktu main sama anak-anak di pinggir lapangan" ungkap Anya dengan santai.


"Gue suka banget sama Anak kecil, Karena mereka tuh lucu, imut, manis dan masih polos juga." ungkap Bagas sambil menatap Anya.


"Iya juga sih, terus apa lagi??" tanya Anya penasaran.


"Eum.. karena gue pengen punya adik juga, terus waktu gue kecil dulu, ada anak kecil yang dengan polosnya ngajak gue nikah" ungkapnya sambil tertawa manis.


"Oh yah?? siapa namanya?? polos banget." ungkap Anya yang ikut tertawa.


"Ga tau, gue lupa nanyain karena saking polosnya dulu waktu kecil, tapi sekarang gue bahkan gatau dia dimana" ungkap Bagas sambil membawa Dejoy ke pangkuannya.


"Tapi Lo inget sama dia?" tanya Anya.


"Iyah.. gue inget setiap detiknya saat bersama dia. satu Minggu yang gaakan pernah gue lupakan, karena dia, gue juga bisa bersemangat melanjutkan hidup gue karena janji itu. Meskipun terdengar konyol tapi itu sedikit membuat gue tenang" ungkap Bagas lagi, yang mulai nyaman berbicara dengan Anya.


"Gue baru kali ini liat Bagas cerita ke orang se banyak itu dan se terbuka itu" batin Anya.


"Kenapa bisa satu Minggu aja?" tanya Anya lagi.


"Ceritanya panjang. Yang pasti dia itu istimewa bagi gue" jawab Bagas.


"Lo ada niatan nyari dia?" tanya anak yang super duper kepo itu.


"Eum.. kalo kita berjodoh, kita akan dipertemukan kembali. kalaupun tidak, gue tetep berterima kasih sama dia karena dia teman pertama gue." jawab Bagas dengan menepuk-nepuk pantat Dejoy karena ia tertidur dipangkuan nya.


Anya melihat Dejoy yang tertidur dipangkuan Bagas, "Duh gue ga sadar Dejoy udah tidur aja, padahal baru aja makan. Sini biar gue aja yang membaringkan dia ketempat tidur" Seru Anya menawarkan diri.


"Ga usah biar gue aja" jawab Bagas sambil berdiri kemudian menuju tempat tidur Dejoy, lalu menidurkannya dengan perlahan.


Anya merapihkan piring dan gelas bekas mereka makan, kemudian berjalan menuju dapur. Sedangkan Bagas membereskan mainan Dejoy yang berserakan di lantai. Anya kembali lagi setelah mencuci piring dan membantu Bagas merapikan mainan Dejoy.


"Maaf yah gue jadi ngerepotin elo" ungkap Anya merasa bersalah sambil menyimpan mainan di lemari.


"Gapapa kok, justru gue seneng banget hari ini karena bisa kenalan sama Dejoy." ungkap Bagas sambil duduk di sofa karena sudah beres merapikan mainan Dejoy.


"Eum.. sekali lagi makasih dan maaf juga" ungkap Anya lagi yang masih merasa bersalah karena membuat Bagas kelelahan hari ini.


"Oh iya, tugas puisi waktu itu udah Lo hias?" tanya Bagas.


"Udah dong, gue seneng sekelompok sama kalian karena semuanya kebagian kerja. Bentar gue ambil dulu" ungkap Anya sambil melangkah keluar.


Saat Anya kembali dengan membawa puisi itu, ternyata Bagas sudah tertidur di atas sofa. Hal tersebut membuat Anya merasa tidak enak karena membuatnya kelelahan sampai tertidur.


~ Bersambung ~~~

__ADS_1


__ADS_2