DONDURMA

DONDURMA
Trauma


__ADS_3

--- Di Kelas ---


Anya dan Friska sedang asyik berbincang-bincang, sedangkan Azen sedang berada di kelas Satria begitu juga dengan Bagas. Maesyaroh datang menghampiri Anya kemudian membawa kursi dan duduk tepat disebelah Anya, ia pun berkata "Anya, Anya.. Gue mau minta saran Lo, boleh?" sambil menunjukkan sebuah foto di handphone nya, Friska pun membalikkan badannya karena ia rasa, ia tidak perlu mendengarkan ocehan Maesyaroh.


"Saran apa?" kata Anya sambil melihat ke arah handphone Maesyaroh, saat ia lihat foto itu tiba-tiba Anya terdiam, ia mulai mengeluarkan keringat dingin dan gemetaran.


"Ini.. kan kolam renang dirumah gue lagi direnovasi, gue mau minta saran ke elo, menurut Lo bagusan yang mana?" tanya Maesyaroh tanpa mengetahui gelagat Anya yang berbeda. Kemudian ia melanjutkan berbicara. "Menurut Lo yang mana?? yang ini atau yang ini??" sambil menunjuk.


Anya sama sekali tidak menjawab pertanyaan Maesyaroh, ia mulai merasa sesak di dada. Saat suara sesak Anya terdengar oleh Maesyaroh, ia langsung menengok ke arah Anya, ia melihat muka Anya tiba-tiba putih pucat dan juga mengeluarkan banyak keringat disertai hembusan nafas orang yang sesak. "Anya, Anya.. Lo kenapa?" ungkapnya khawatir dengan menepuk pundak Anya.


Mendengar ucapan Maesyaroh yang tiba-tiba berubah menjadi kekhawatiran, Friska langsung membalikkan badannya kemudian ia melihat sahabatnya itu kesulitan bernafas, ia langsung berdiri dan menghampiri Anya. "Anya Lo kenapa Anya?" tanyanya khawatir. Ia langsung bertanya kepada Maesyaroh, "Anya kenapa?" tanyanya khawatir dengan nada meninggi.


Dengan gemetaran dan juga panik Maesyaroh menjawab. "Gue juga gatau, gue cuman nunjukin foto ini terus Anya tiba-tiba sesek napas gitu" ungkapnya sambil salah tingkah karena merasa bersalah.


"Lo kasih liat foto apa?" suara Friska mulai meninggi.


"Ini!!" balas Maesyaroh sambil menunjukkan foto kolam renangnya.


"Lo gila..!!" Sentak Friska kepada Maesyaroh.


"Lah kenapa?? apa yang salah??" tanya Maesyaroh penasaran.


"Anya trauma sama kolam renang, Lo ini gimana sih!!" Sentak Friska, kemudian ia berusaha menenangkan Anya. "Anya tenang Anya.. Lo ambil nafas dalam-dalam" ucapnya sambil mengelus punggung Anya.


"OMG gue gatau Ca.. Anya maafin gue!!" ungkap Maesyaroh sambil gemetaran karena merasa bersalah.


"Anya tenang yah.. gapapa ko gapapa.. kolam renang itu gapapa.. udah yah.." ungkap Friska dengan lembut sambil mengusap keringat yang ada di dahi Anya.


"Ini gabisa dibiarin, Lo bantuin gue bawa Anya ke UKS" ungkap Friska yang langsung mengangkat Anya dengan tangannya, yang juga dibantu oleh Maesyaroh.

__ADS_1


Baru aja beberapa langkah Anya merasa sekelilingnya itu berputar dengan cepat, banyak bintang yang mengitari langit kelasnya, tiba-tiba ia langsung pingsan, hal itu membuat Friska dan Maesyaroh kaget, panik sampai berteriak. "Anya...!!" secara bersamaan.


Disisi lain Bagas dan Azen baru sampai dikelas, mereka melihat Anya yang pisan, dengan cepat Azen menghampiri Anya, ia bertanya kepada Friska apa yang terjadi, dan Friska menjawab bahwa Anya melihat foto kolam renang, dengan cepat ia langsung menggendongnya ala bridal style. Azen langsung berlari menuju UKS diikuti Friska, sedangkan Bagas menghampiri Maesyaroh yang menangis gemetaran. "Dia kenapa bisa sampe pingsan?" tanyanya.


Dengan menggigit kukunya, Maesyaroh menjawab. "Tadi gue niatnya mau minta saran ke Anya tentang model-model kolam renang, tiba-tiba muka Anya pucat, keluar keringet banyak banget, terus ia kelihatan sesak nafas. Ica langsung nenangin Anya dan bilang ke gue bahwa Anya trauma sama kolam renang, gue ngerasa bersalah banget, sumpah gue gatau Anya trauma sama kolam renang."


Kemudian Bagas menyuruh Maesyaroh untuk menenangkan diri dan meminta tolong menyampaikan Bapak Guru bahwa ia izin gak masuk kelas. Bagas langsung berlari menuju UKS tapi ia tidak masuk kedalam ruangan melainkan melihat dibalik jendela.


--- Di UKS ---


"Bu gimana keadaan Anya??" Tanya Friska dengan raut wajah penuh kekhawatiran, sedangkan Azen hanya mondar mandir tidak jelas karena sama khawatirnya.


"Gapapa, kalian tenang aja dia hanya syok. Sekarang yang dia butuhkan hanyalah istirahat. Kalian kembali saja ke kelas biar ibu yang merawatnya." ungkap Ibu penjaga UKS alias dokter.


"Kami disini aja yah Bu?? saya khawatir dengan keadaan Anya." ucap Friska dengan memohon.


"Tapi Bu...." perkataan Friska terhenti saat Azen memegang tangannya. Azen menyuruhnya untuk kembali ke kelas bersama-sama. "Udah gapapa, kan tadi kata Ibu gapapa, kita ke kelas aja nanti pak Guru nanyain kita" sahut Azen sambil membawa Friska keluar. "Makasih yah Bu, nanti pulang sekolah kami kembali lagi" ungkap Azen dengan sopan.


Saat Azen dan Friska akan keluar, Bagas bersembunyi dengan memalingkan badan berharap mereka tidak melihatnya, dan benar saja bahwa Azen dan Friska tidak melihat Bagas karena mereka berbelok ke arah yang berlawanan.


Bagas terus menatap Anya dari balik jendela karena ia khawatir, entah mengapa ia khawatir terhadap Anya padahal mereka tidak dekat dan sebenarnya dia itu tidak perduli dengan orang lain tapi entah mengapa kakinya itu tidak bisa ia kendalikan. "Apa mungkin karena gue merasa bersalah karena perkataan gue dan alasan Anya dibully karena gue itu makanya gue khawatir sama dia?" batinnya.


Sang ibu Dokter pergi keluar ruangan karena ia belum makan jadi ia memutuskan untuk pergi ke kantin, ia meninggalkan Anya disana sendirian, ia tau bahwa muridnya itu hanya perlu istirahat jadi ia tidak perlu mengkhawatirkannya.


Melihat ibu dokter itu keluar, Bagas bergegas masuk dan menutup pintu supaya ada tanda-tanda kalau Bu dokter itu kembali. Kemudian Bagas duduk dan bergumam sendiri. "Kasian banget sih Lo, udah mah sial, terus dibully dan sekarang gue baru tau bahwa Lo itu punya trauma. Paket komplit sekali yah anda." dengan jari yang mengetuk telapak tangan Anya secara berirama.


Disisi lain Azen dan Friska berjalan menuju kelas dengan raut wajah yang sama-sama khawatirnya. Saat ia memasuki kelas ternyata bapak guru sudah hadir di sana. "Kenapa kalian baru masuk??" tanya Bapak guru dengan tegas.


"Kami habis dari UKS pa, soalnya tadi Anya pingsan" jawab Friska lesu sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


"Oh sekarang gimana kondisinya?" tanya pak guru.


"Udah mendingan pak, tapi belum sadar, kata Bu dokternya hanya perlu istirahat" jawab Azen dengan menunduk.


"Yaudah kalian cepat duduk!!" suruh pak guru. Saat mereka duduk, pak guru bertanya lagi. "Kalau Bagas kemana??" dengan berteriak.


"Ga ...." jawab Azen terhenti karena Maesyaroh memegang tangannya.


"Bagas izin pak!!" jawab Maesyaroh, kemudian Azen langsung duduk di kursinya.


"Izin kemana?" tanya bapa guru dengan nama meninggi.


"Ga tau pak, tadi bilangnya izin aja" jawab Maesyaroh lagi.


"Izin ko bisa seenaknya, mana gaada alasan yang jelas izinnya kemana." ungkap sang guru dengan langsung membawa spidol untuk melanjutkan pelajarannya itu.


--- Di UKS ---


Bagas memperhatikan Anya yang sedang tidur itu. "Ni anak keringatnya banyak banget" ungkapnya dengan membawa tisu dari meja dan langsung mengelap keringatnya Anya. Saat sedang mengelap keringat Anya, Anya tiba-tiba bergerak-gerak seperti ketakutan dengan mata yang masih tertutup. "Dia kenapa?" ungkapnya.


Anya terus menerus bergerak seperti orang yang dikejar setan, sambil berbicara "Maaf Tante maaf.. dingin Tante.. saya mau pulang!!" dengan gemetaran. Melihat Anya yang semakin tidak jelas itu, ia langsung mencoba membangunkannya. "Anya.. Anya.. Lo kenapa?? Anya bangun!!" dengan menepuk pundak Anya. "Anya.. bangun Anya.." ungkapnya lagi dengan nada meninggi.


Anya langsung bangun dengan wajah penuh keringat juga nafas yang tidak beraturan, ia melihat sekeliling lalu menengok ke Bagas. "Ini dimana?" tanya Anya dengan suara yang masih tidak beraturan. "Ini di UKS, Lo gapapa?" tanya Bagas khawatir, ia langsung mengambilkan Anya air. "Ini minum dulu" ungkapnya sambil memberikan air minum, Anya menerimanya dan langsung meminumnya.


"Lo kok bisa ada disini?" ucap Anya heran.


"Gue.." ucapan Bagas terhenti karena ada suara pintu terbuka yang berarti Ibu dokter sudah kembali. Ia langsung melirik kesana kemari mencari tempat persembunyian, saat menunduk ia langsung masuk kedalam bawah kasur Anya.


~ Bersambung ~~~

__ADS_1


__ADS_2