
Pulang sekolah Anya, Friska dan Azen berjalan menuju parkiran. Dalam perjalanan, Anya diberi minuman sama Maesyaroh.
"Anya.." teriak Maesyaroh memanggil Anya.
"Iyah kenapa Mae?" tanya Anya.
"Ini gue beliin Boba kesukaan Lo" seru Maesyaroh sambil memberikan Boba.
"Serius ini buat gue?" tanya Anya.
"Iya serius, diminum yah. Ini juga buat Lo Friska" ujar Mae sambil memberikan minuman kepada Friska.
"Alhamdulillah Gusti.. rezeki anak Sholeh.. Makasih Mae!!" ungkap Anya sangat senang.
"Thanks Mae!!" ujar Friska.
"Lah buat gue mana?" tanya Azen penasaran.
"Gaada buat lu mah!!" jawab Maesyaroh dingin.
"Pilih kasih lu mah" seru Azen mengeluh.
"Bodo" Jawab Maesyaroh singkat.
"Gue duluan balik yah!!" ucap Maesyaroh dengan melangkah pergi.
"Iyah hati-hati Mae!!" Ungkap Anya sambil melambaikan tangan.
"Tumben banget si Mae" ucap Friska.
"Mungkin lagi ada rezeki lebih" Balas Anya santai.
"Kalo gitu kenapa gue ga dikasih?" tanya Azen merasa tidak adil.
"Mungkin takut Brandon marah, Lo positif thingking aja" jawab Anya.
"Oh iya juga sih.." fikir Azen.
--- Di Parkiran ---
"Duh.. ko tiba-tiba perut gue sakit banget" ucap Anya.
"Lo kenapa Anya?" tanya Friska.
"Ga tau gue juga, tapi sumpah gue mules banget" ujar Anya dengan memegang perutnya.
"Salah makan lu?" balas Azen.
"Gue ga makan yang aneh-aneh kok. Sumpah ga tahan, gue ke toilet dulu yah. Nitip Boba gue Zen" ucap Anya sambil memberikan bobanya dan segera berlari menuju toilet.
"Kenapa tiba-tiba kaya gitu? Tadi kan gapapa. Apa karna Boba yang di kasih Mae? Tapi ini gue gapapa. Eum.. Aneh sumpah" ungkap Friska dalam satu tarikan nafas.
Azen memandangi jamnya lalu berkata. "Gue udah telat nih, Ica Lo temenin Anya pulang yah gue ada urusan nih gabisa ditunda"
"Lah gue juga gabisa!!" jawab Friska.
"Temenin yah jangan ditinggal!!" suruh Azen sambil menghabiskan Boba Anya dan langsung pergi meninggalkan Friska.
"Gue bilang juga gue gabisa, pacar gue udah nungguin" Teriak Friska.
"Lah dia kagak denger apa?" ujar Friska.
"Eum.. gapapa.. Anya kan udah gede, dia bisa pulang sendiri" batinnya.
Disisi lain Anya berlari secepat kilat karna perut yang sudah tidak bisa diajak kompromi. Ia bergegas masuk ke toilet dan...... Alhamdulillah lega sobat.
"Ni perut kenapa tiba-tiba ngamuk yah?"
"Coba Lo inget-inget lagi Anya, apa aja yang Lo makan tadi"
"Apa karna roti dari Bagas? atau Boba dari Mae?"
"Duh Anya.. gaboleh suudzon dulu"
Saat Anya sedang berbicara pada diri sendiri, tiba-tiba dari atas ada orang yang menumpahkan air Solokan se ember, otomatis Anya kaget sampai ia berdiri.
"Woy kerjaan siapa ini?"
"Candaan kalian ga lucu tau!!!" teriak Anya.
Kakak kelas yang melakukan itu bukannya merasa bersalah malah ketawa-ketawa kegirangan. Setelah melakukan hal sejahat itu mereka bahkan mengunci Anya dengan cara menahan pintunya dengan peralatan yang ada. Anya mencoba membuka pintu itu sampai ia dobrak tapi tak kunjung terbuka. Anya mengetuk pintu beberapa kali berharap ada orang disana.
"Halo.. ada orang??"
"Tolong.. siapa aja tolongin gue"
"Gue ke kunci disini.. tolong...." teriak Anya meminta tolong.
Bagas yang kebetulan lewat itu pun mendengar teriakan seseorang. Tanpa melihat tanda toilet wanita atau pria, ia langsung masuk dan menolong Anya.
__ADS_1
"Ada orang??" teriak Bagas.
"Hah.. Iya tolong, gue ke kunci" ungkap Anya dengan nada ketakutan.
"Ko suaranya ga asing" batin Bagas.
"Anya??" tanya Bagas.
"Bagas??" tanya Anya.
"Bagas tolongin gue" teriak Anya sambil mengetuk pintu.
"Kenapa Lo bisa ke kunci disini Anya?" tanya Bagas dengan berusaha membuka pintu.
"Gue juga gatau" ungkap Anya dengan nada gemetaran.
"Tolongin gue Bagas.." ungkap Anya.
"Iya bentar!!" teriak Bagas.
Saat Bagas membuka pintu toilet itu, ia kaget melihat Anya dalam keadaan basah kuyup dan juga bau.
"Anya.. ulah siapa ini?" tanya Bagas dengan muka penuh kekhawatiran.
"Gue juga gatau, tiba-tiba ada orang numpahin air dari atas terus pas gue mau keluar, pintunya malah ke kunci" jawab Anya dengan tangan yang memegang perutnya karena kedinginan.
"Kebangetan tuh orang" batin Bagas.
"Tapi lo gapapa kan?" tanya Bagas khawatir.
"Ya gapapa, tapi baunya ini loh.." rengek Anya.
"Eum.. Lo masih ada stok baju di loker kan??" tanya Bagas.
"Iya ada" jawab Anya.
"Tunggu disini, gue bawain. Mana kuncinya?" tagih Bagas.
"Gapapa?" ucap Anya tidak enak sambil memberikan kunci lokernya.
"Iya.." jawab Bagas yang langsung pergi berlari.
"Baik juga ternyata, meskipun sering nyebelin tapi ga se parah itu" batin Anya.
Bagas bergegas berlari menuju loker lalu membuka loker Anya yang penuh dengan baju seragamnya. Setelah itu, ia bergegas berlari kembali sampai ia lupa untuk mengunci kembali loker Anya, dan ternyata ada kakak kelas yang melihat bahwa loker Anya belum ke kunci.
"Ini Anya" ungkap Bagas sambil memberikan bajunya kepada Anya.
Setelah ia terima baju seragamnya dari Bagas, ia langsung membuka kancing bajunya, saat bags melihat Anya membuka satu kancing ia langsung memalingkan badan.
"Woy.. Lu mau ganti baju disini?" tanya Bagas dengan nada meninggi.
"Oh iya gue lupa" ungkap Anya yang kemudian bergegas masuk ke kamar mandi.
Setelah beres Anya langsung keluar lagi.
"Tapi baunya masih ada" rengek Anya.
"Setidaknya Lo ga kedinginan karna basa kuyup" ungkap Bagas sambil melepas jaketnya.
"Nih pake jaket gue" ucap Bagas memberikan jaketnya kepada Anya.
"Nanti bau gimana" rengek Anya.
"Gapapa Lo ambil aja" seru Bagas santai.
"Bagas serius inimah yah, makasih.." ucap Anya dengan tersenyum manis.
"Eum.. gue juga minta maaf atas perkataan gue tempo hari" ucap Bagas dingin.
"Gapapa ko, itukan emang fakta" balas Anya.
"Ga usah difikirin omongan gue tempo hari, gue bener-bener ga sengaja" balas Bagas.
"Iyah santai aja" jawab Anya.
"Ya udah gue duluan" ungkap Bagas sambil melangkah pergi.
"Sekali lagi makasih yah" teriak Anya.
"Iyah.." teriak Bagas sambil melangkah pergi.
Setelah Bagas pergi, Anya berfikir siapa yang melakukan hal se konyol itu kepadanya padahal ia tidak mempunyai musuh disekolah. Kemudian Anya berfikir mungkin itu emang ulah orang yang jail aja sama dia, tanpa fikir panjang Anya langsung pulang, ia tidak kuat menahan bau tubuhnya itu.
"Azen sama Friska mungkin udah pergi" batinnya.
Anya berjalan menuju parkiran, saat sudah sampai ia melihat sepedanya ternyata rantainya putus.
"Lah ko bisa putus?"
__ADS_1
"Sial banget sih gue!!"
Anya terpaksa pulang dengan berjalan kaki dan pergi ke bengkel untuk membeli rantai baru.
--- Di rumah Anya ---
"Assalamualaikum.."
"Kak Anya.." Ucap Dejoy sambil memeluk Anya.
"Kak Anya ko bau?" rengeknya.
"Oh iya Kakak tadi jatuh ke selokan. Kakak mandi dulu yah, Mamah mana?" tanya Anya.
"Di belakang, lagi bersih-bersih" jawab Dejoy sambil membawa mobil-mobilannya.
"Ya udah Dejoy pergi ke kamar yah, mainnya disana nanti kakak nyusul" ungkap Anya dengan melangkah menuju kamar mandi.
"Oke.." jawab Dejoy yang kemudian pergi ke kamarnya.
---Keesokannya Di sekolah---
"Ica kayaknya kemarin Anya mules karna boba yang Mae kasih" ungkap Azen.
"Kenapa Lo berfikiran kaya gitu?" tanya Friska sambil memainkan rambutnya.
"Karena gue kemarin ngabisin boba nya si Anya, terus dijalan tiba-tiba gue juga jadi mules, alhasil gue ga jadi pergi dan langsung pulang kerumah" ungkap Azen serius.
"Tapi ko gue engga?" tanya Friska penasaran.
"Mungkin si Mae sengaja ngerjain Anya" fikir Azen.
"Gabisa dibiarin inimah" ungkap Friska.
Friska langsung menghampiri Maesyaroh.
"Mae!!" sentak Friska.
"Apa? kenapa Lo nyentak gue?" tanya Maesyaroh dengan terkejut.
"Lo nyampurin apaan ke dalam Boba yang Lo kasih ke Anya?" tanya Friska.
"Maksudnya?" tanya Maesyaroh kebingungan.
"Lo gausah pura-pura deh.. Setelah Anya minum Boba yang Lo kasih, dia langsung mules-mules" seru Friska.
"Kenapa Lo fikir itu gara-gara Boba yang gue kasih?" tanya Maesyaroh lagi.
"Karena Azen juga minum Boba yang Lo kasih ke Anya terus dia juga jadi mules-mules. Masih mau ngebantah juga" sentak Friska kesal.
"Tapi itu bukan salah gue" jawab Maesyaroh.
"Bukan salah Lo?? Lo kan yang ngasih Boba itu ke kita" sentak Friska.
"Iya.. tapi itu karna gue disuruh sama kakak kelas buat ngasihin Boba ke kalian, mereka bilang gue harus ngasih Boba coklat ke Anya dan red velvet ke elo" jawab Maesyaroh menjelaskan.
"Lo serius?" tanya Friska.
"Iya serius, gue gatau itu Boba isinya apaan yang jelas gue hanya diminta tolong sama kakak kelas itu" jawab Maesyaroh.
"Siapa namanya?" tanya Friska.
"Gue gatau karna mereka banyakan" jawab Maesyaroh lagi.
"Lah.. mungkin karna Anya emang sial" sahut Resa ikut campur.
"Maksud Lo apa Res?" sentak Friska.
"Lah.. itu fakta kan?? kita sekelas juga tau bahwa Anya itu sial"
"Jaga yah omongan Lo jangan sampai tu mulut gue jahit pake jarum karung goni" Ancam Friska.
"Ih emang fakta kok" bales resa.
Friska mengangkat tangan hampir memukul Resa tapi ditahan sama Azen, "Sabar ca sabar, Lo jangan bikin masalah di kelas, udah biarin aja" ungkapnya menenangkan Friska.
"Ayo duduk lagi ayo.. lu yang sabar, tahan emosi lu, lu mau dibawa ke ruang BP?" seru Azen menakuti Friska.
"Eh Astaghfirullah.. untung tadi lu tahan" balas Friska bersyukur.
Friska dan Azen kembali ketempat duduk, Bagas yang sedari tadi memakai earphone ternyata earphone itu tidak dinyalakannya, jadi dia mendengan semua percakapan Friska itu. Bagas menduga bahwa ada orang yang emang sengaja buat menjahili Anya.
Setelah kejadian itu Anya sampai di kelas, ia membawa banyak kardus entah dari mana. Saat berjalan melewati Bagas, ada orang yang memanggil Anya didepan pintu. Posisi Anya tepat dibelakang Bagas, saat ada orang yang memanggilnya itu ia langsung menengok dan jeduggggg.. Kardus itu menampar kepala bagian belakang Bagas.
"Bagas.. Sorry gue ga sengaja" ungkap Anya sambil meletakkan kardusnya.
"Kepala Lo gapapa kan?" tanya Anya sambil mengusap kepala Bagas.
Perlakuan Anya itu direkam oleh Resa, ia langsung mengadukannya kepada kakak kelas.
__ADS_1
~ Bersambung ~~~
Ternyata mata-mata itu adalah Resa sobat. Ia menerima tawaran kakak kelas itu karna terpaksa, ia diberi hadiah sejumlah uang sama kakak-kakak kelas itu. Karena Resa emang lagi butuh banget uang untuk ootd an untuk stok foto di sosial media. Emang maksakeun yah Resa ini, sampe rela mengorbankan temennya sendiri, dan putusnya rantai sepeda Anya juga ulah kakak kelas, mereka sengaja melakukan hal seperti itu. Oh iya, supaya Anya tidak curiga, mereka juga memberikan Friska minuman, ya walaupun ga di kasih apa-apa lagi, jadi minuman Friska sebenarnya aman.