
--- Di lorong Depan Kelas ---
Friska senyum-senyum sambil memainkan hpnya, rupanya ia sedang merasa kasmaran kembali. "Ih.. Lucu banget sih kamu!!" ungkapnya sambil memandangi foto pacar barunya.
"Baru aja kemarin nangis-nangis darah lu!!" seru Azen sambil mengintip foto pacar barunya Friska.
"Apaan sih lu, gue ga se lebay itu yah!!" ungkap Friska sambil mematikan hpnya.
"Alah.. Emang bener.. kemarin aja ribut menangisi mantan pacar Lo itu!!" jawab Azen.
"Biarin.. itukan dulu.. iya kan Anya?!" ujar Friska sambil melihat kearah Anya.
"Eum.. maybe!!" jawab Anya sebagai penengah.
Anya yang tadinya sedang berdiri seberang Friska dan Azen kemudian menghampiri mereka sehingga sekarang Anya berada ditengah-tengah mereka. "gais gais gue mau cerita!!" ungkapnya.
"Apaan ??" tanya Azen.
Disisi lain Bagas baru mau masuk ke kelas tapi saat melihat Anya berbicara, langkahnya terhenti tepat di depan pintu kelas.
"Kemarin kan gue bantuin anak OSIS nyiapin buat acara tujuh belasan besok, kebetulan gue pulangnya kemalaman, and selama di perjalanan ada yang ngebuntuti gue sampe depan rumah!!" ungkap Anya sangat serius.
"Oh yah?? terus Lo liat wajahnya ga??" tanya Friska penasaran.
"Engga karna udah malem jadi ga terlalu jelas, apalagi dia pake masker!!" ungkap Anya.
Saat Bagas mendengar Anya berbicara seperti itu, iapun mengusap dada seraya berkata. "Syukurlah!!" kemudian masuk ke dalam kelas.
"Perasaan Lo aja kali!!" seru Azen.
"Ih engga.. ini beneran.. dia sampe berhenti didepan rumah gue, terus pas gue udah masuk kerumah tiba-tiba di puter balik. Kalo ga ngebuntuti gue kenapa dia berhenti depan rumah gue terus pake puter balik segala.. iya kan??" ungkap Anya sangat meyakinkan.
"Oh iya bener juga!!" ungkap Azen.
"Anya lain kali Lo hati-hati, jaman sekarang manusia kadang suka ga dipake otaknya malah ditinggal dirumah!" ucap Friska memberi perhatian kepada Anya.
"Iyah lain kali Lo jangan pulang kemalaman, atau engga Lo chat gue nanti gue jemput!" ungkap Azen.
"Tenang.. santai.. gue kan sabuk hitam!" pamer Anya.
"Iya tapi Lo itu tetep cewe, kebanyakan cewe yang dijadikan korban. Makanya tetep gue ingetin Lo harus kabarin gue oke!!" ungkap Azen.
"Iya iya..!!" jawab Anya.
Saat mereka sedang mengobrol dari sisi lain kak Antaras melewati kelas Anya, saat ia melihat Anya sedang berbincang dengan teman-temannya, ia langsung menghampiri Anya.
"Anya!!" panggilnya dengan melambaikan tangannya.
"Eh kak Rafli !!" ucap Anya sambil membalas melambaikan tangannya.
"Kemarin kamu pulang sama siapa?" tanya ka Rafli.
"Sendiri kak!!" jawab Anya.
"Loh.. gue kira Lo pulang sama temen cowok Lo yang kemarin, kalo gue tau Lo pulang sendirian, gue pasti nemenin Lo!!" ungkap ka Rafli.
"Gapapa kak aku ga mau ngerepotin orang, dia juga nawarin tapi akunya aja yang ga mau!!" ungkap Anya sambil tersenyum.
"Ya udah nanti kamu mau bantuin kakak lagi kan?" pinta kak Rafli.
"Iya boleh kak!" jawab Anya.
__ADS_1
"Oke!!" ucap kak Rafli sambil mengusap kelapa Anya.
Kejadian itu dilihat oleh Bagas dalam kelas. Ia merasa kesal atas perlakuan kak Rafli terhadap Anya. "Itu cowo main pegang-pegang kepala orang sembarangan!!" kesalnya.
Anya, Friska, dan Azen memasuki kelas.
"Anya.. Lo mau bantuin kak Rafli lagi?" tanya Friska saat baru duduk di kursinya.
"Iya kayaknya, soalnya diakan minta tolong masa gue tolak!" jelas Anya.
"Banyakan?" tanya Azen.
"Gak.. cuma gue sama kak Rafli!" jawab Anya santai.
Saat Bagas mendengar pernyataan Anya itu ia langsung menengok ke arah Anya. "Ngapain?" tanyanya dingin.
"Eum.. Ga tau gue juga!" jawab Anya.
"Jangan kesana!!" pinta Bagas tiba-tiba setelah itu ia kembali memalingkan wajahnya kedepan.
"Kenapa??" tanya Anya penasaran.
"Ya jangan!!" jawab Bagas.
"Ya kenapa??" tanya Anya lagi.
"Hari ini Lo punya gue!!" jawab Bagas tegas.
"Hah!!" ungkap Anya tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
"Dia kenapa?" bisik Friska kepada Anya.
"Gue juga ga tau!!" jawab Anya dengan berbisik juga.
"Lo.. Punya.. Gue.. Hari..Ini..!! jadi Lo ga boleh sama orang orang lain!!" ungkap Bagas menegaskan kembali kepada Anya.
"Hello.. elo ini emangnya siapa?? kenapa gue jadi punya Lo. gue ini punya orang tua gue!!" batin Anya menggerutu. "Emangnya mau kemana? kenapa harus sama gue?" tanyanya dengan sopan kepada Bagas.
"Jangan banyak tanya, Lo ikut aja!!" pinta Bagas dengan tegas.
"Tapi gue udah ada janji duluan sama kak Rafli!!" ungkap Anya.
"Biar gue yang ngomong nanti sama dia!" jawab Bagas tanpa melihat kearah Anya.
Anya menyenggol bahunya ke bahu Azen beberapa kali. "Dia kenapa??" tanyanya kepada Azen.
"Nurut aja!!" jawab Azen bodo amat. "Jarang-jarang kan Lo main sama Bagas. Udah ikut aja!" ujarnya sambil fokus bermain game.
Anya sangat bingung dengan perkataan Bagas tadi, apa maksudnya mengatakan bahwa dirinya itu miliknya hari ini? apa karena dia cemburu mendengar Anya akan berduaan dengan kak Rafli hari ini? entahlah.. Anya terus bertanya didalam hatinya tanpa mengungkapkannya lagi kepada Bagas.
--- Di kantin ---
Anya menghampiri kak Rafli yang sedang makan bersama teman-temannya. "Kak!!" panggilnya.
Kak Rafli menengok ke samping lalu berkata. "Oh Iyah ada apa Anya?" tanyanya sambil tersenyum.
"Maaf hari ini aku ga bisa bantuin kakak, ada urusan mendadak soalnya!!" ungkapnya dengan hati-hati.
"Oh gitu.. ada urusan apa??" tanya kak Rafli.
"Eum.. ada urusan keluarga!!" jawab Anya berbohong kepada kak Rafli.
__ADS_1
"Oh ya udah kalo gitu, nanti kakak minta tolong temen yang lainnya aja!" ungkapnya dengan santai.
"Oh iya kak.. Kalo gitu Anya ke sana dulu!!" seru Anya sambil melangkah menuju meja Friska dan Azen.
Anya kembali ke tempat duduknya serasa berkata. "Syukurlah!!"
"Gimana-gimana?" tanya Friska penasaran.
"Gapapa katanya, dia mau ngajakin temen yang lainnya aja!" ungkap Anya.
"Oh.. gitu.. dikira kak Rafli bakalan minta-minta supaya Lo tetep bantuin dia hari ini!" ungkap Friska kecewa.
"Hello.. Emangnya gue ini siapa??" tanya Anya.
"Lo makhluk Tuhan yang paling seksi!" ledek Friska dengan tertawa.
"Itu mah lagu Ica..." jawab Anya cemberut.
"Iya.. Iya.. Btw gue tadi kaget banget tau sama yang Bagas omongin!! Lo punya gue hari ini!!" ungkap Friska sambil memeragakan ucapan Bagas tadi.
"Gue juga gatau dia kenapa? tiba-tiba gaada angin gaada hujan dengan segampang itu ngomong gue milik dia. Udah ga waras pasti itu anak!!" ungkap Anya sambil makan baksonya.
"Jangan-jangan dia cemburu karena Lo bilang hari ini mau bantuin ka Rafli and cuma berdua jadi dia bikin alasan supaya Lo ga jadi nemenin ka Rafli!!" fikir Friska.
"Ah masa.. ga mungkin!" jawab Anya. "Tapi iya juga sih.." batinnya menyetujui perkataan Friska.
kemudian Friska melihat Bagas sedang berjalan menuju meja kantin. "Tuh liat Anya..!!" ungkapnya.
Anya pun melihat ke arah Bagas. "Kenapa emangnya?" tanyanya.
"Lo hati-hati yah sama itu cowok, feeling gue ga enak. jangan-jangan Lo lagi dipermainkan sama itu orang!!" curiga Friska.
"Santai aja.. gue juga ga bilang setuju buat nemenin dia!!" jawab Anya santai.
"Oh iya yah Lo belum bilang iya!" fikir Friska.
Dan pada akhirnya Anya berada disebuah toko buku dengan Bagas, ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin ia katakan kepada Bagas yang ujung-ujungnya tetap meneriman semua ucapan Bagas.
Bagas sedari tadi muter-muter di tempat buku khusus mata pelajaran sedangkan Anya melihat-lihat novel gendre kesukaannya siapa tau ada novel yang sesuai dengan seleranya.
Setelah Anya sudah memilih buku novel, ia memutuskan untuk membaca buku itu. Ia langsung mencari sudut yang paling pas untuk membaca dan pada akhirnya ia memilih sudut paling ujung nan sepi, setelah itu ia duduk dilantai dan mulai membaca.
Disisi lain Bagas sudah menemukan buku yang ia cari, ia memutuskan untuk kembali kepada Anya, tapi ia tidak menemukan Anya di manapun. Setelah lama mencari akhirnya ia menemukan Anya yang tengah tertidur dengan buku novel di kakinya. "Akhirnya ketemu juga!!" batinnya. Ia berjongkok dan mulai mendekati Anya seraya berkata. "Lo ini paling bisa bikin gue khawatir."
Kemudian Bagas duduk di samping Anya, ia perlahan meletakkan kepala Anya ke bahunya. Hal yang bisa ia lakukan selagi menunggu Anya bangun ialah membaca buku yang Anya baca tadi. "Ni cewek kenapa suka buku yang beginian" batinnya.
Lama-lama Bagas mulai bosan menunggu Anya terbangun, akhirnya ia memutuskan untuk mengambil spidol yang ada didalam tasnya lalu pikiran jahat menghantui dirinya. Ia memutuskan untuk menjahili Anya dengan mencoret wajah Anya menggunakan spidol yang ia ambil tadi. Saat Anya terbangun, ia bergegas untuk berpura-pura tidur sambil menyembunyikan spidolnya.
Anya kemudian membangunkan Bagas lalu mereka bergegas ke kasir untuk membayar buku-buku yang akan mereka beli. Saat di kasir, mbak yang melayani Anya terlihat sedang menahan tawa, Anya berfikir mungkin suasana hati mbaknya lagi bagus. Kemudian saat Anya berjalan, ia melihat semua orang memperhatikannya sembari tertawa. Anya merasa aneh melihat tingkah laku semua orang. "Bagas.. emangnya ada yang salah sama gue?" tanyanya kepada Bagas.
Bagas melihat Anya dengan seksama lalu berkata. "Gak ada apa-apa ko!!" jelasnya sambil menahan tawa.
"Tapi kenapa semua orang memperhatikan gue!" ungkap Anya heran.
"Perasaan Lo aja kali!!" seru Bagas pura-pura tidak tahu.
"Iya kali yah!!" fikir Anya. "Gue mau ke toilet dulu yah!!" pintanya.
"Iya!! hati-hati!!" jawab Bagas sambil menahan tawa. Saat Anya sudah pergi menjauh akhirnya tawa Bagas pecah juga.
Saat Anya berjalan menuju toilet, ia melirik ke arah kaca, awalnya ia tidak menyadari sampai ia melihat ke arah kaca untuk yang kedua kalinya. Ia sangat terkejut melihat wajahnya yang sudah tidak karuan itu. "Bagas...!!" teriaknya sampe menggema ke seluruh ruangan.
__ADS_1
~ Bersambung ~~~