DONDURMA

DONDURMA
Dendam II


__ADS_3

---Keesokan harinya---


"mati kamu mati..!!" ucap seorang wanita memakai dress merah sambil menenggelamkan tubuh Anya


Anya tidak bisa berbuat apapun, ia hanya bisa melihat sosok wanita tersebut dengan samar, tubuh mungil yang mulai terasa kaku, lalu ia mulai kehabisan nafas dan..


Anya terbangun dari mimpinya..


"Lagi-lagi mimpi itu!! Sampai kapan mimpi itu terus-terusan menghantui gue, lalu siapa wanita itu?? Apa waktu kecil gue pernah diculik??"


Anya mulai berfikir keras hingga membuat kepalanya sakit. "Aduh.. kenapa gue gabisa ingat wajah wanita itu.."


Truuuttttt.. truuutttttt.. truuuttt...


"Bangun pagi.. gosok gigi.. cuci muka.. main lagi.." suara Alarm Anya berbunyi. Buat kalian yang gatau itu lagu Upin Ipin yah.


"Telat Lo.. dasar alarm sengklek!!" umpat Anya.


Pagi hari ia buka dengan mengumpat kepada Alarm hp.


"Anya Bangun udah pagi, cepat siap-siap" Suara ibu Anya yang sangat keras nan indah mengalahkan semua jam alarm didunia ini.


"Iya mah.." jawab Anya dengan malas.


---Di sekolah---


Anya berjalan menelusuri lorong sekolahnya, ia memikirkan mimpi yang ia alami.


"Kali-kali mimpi tuh yang indah-indah kek"


"Mimpi dapet emas kah, atau berlian kah, atau nikah gitu sama Jungkook gitu!!"


"Ini malah mimpi itu.. terus, gabisa request apa!!"


Saat Anya yang sedari tadi ngedumel sendiri, muncul Bagas melewatinya karna Anya berjalan sangat lambat kek siput lagi diare.


"Bagas....." Anya kaget melihat celana Bagas.


"Lo berak dicelana?" Sahut Anya kaget kemudian ia tertawa.


Bagas terkejut dengan pernyataan Anya, ia pun langsung melirik kearah celananya.


"Sial !!" Umpat Bagas kesal, ia langsung berlari ke toilet meninggalkan Anya.


Melihat Bagas berlari, Anya berkata. "Hey Bagas.. jangan lupa cebok yang bersih" dengan nada ejeknya.


Bagas sampai di toilet, ia langsung memikirkan kenapa ada kotoran di celananya, ia mengendusnya tidak ada bau yang mengganggu, ia coba colek, ia jilat, dan tidak lupa di celupkan, canda hehe.. dan ternyata itu adalah coklat. "Apa ini gara-gara kucing tadi?" Benaknya


Ternyata hal yang terjadi pada Bagas adalah saat ia menyelamatkan kucing yang terjebak di dalam selokan, ia membawa kucing tersebut kemudian ia duduk ditempat duduk yang tidak sadari bahwa ada coklat leleh yang berserakan disana hingga membuat celananya kotor seperti kotoran manusia.


"Untung nanti ada pelajaran sekolah" ujarnya sambil membersihkan celananya.

__ADS_1


---Dikelas---


Anya sampai dikelas, ia senyum-senyum sendiri memikirkan Bagas tadi. Friska dan Azen yang melihat Anya begitupun langsung bertukar pandang.


"Kenapa itu anak?" Ucap Azen.


"Gatau.. mungkin dapet gratis ongkir di shopee" ucap Friska bodo amat dan kembali main hp.


"Yaelah gue aja yang dapet koin shopee 2 juta biasa aja tuhh" sahut Azen sombong.


Friska yang terkejut dengan pernyataan Azen itu pun langsung menggebrak meja pelan. "Lo dapet 2 juta?? Kok bisa?? Bagilah sikitt" sahut Friska dengan mata yang berbinar.


Anya pun Sampai di tempat duduknya.


"Anya Lo tau ga si Jejen dapet 2 juta!!" Bentak Friska.


"Oh Iyah?" Jawab Anya dengan masih senyum-senyum.


"Hah apah???" Ungkapnya dengan kaget.


"Dapet darimana Lo? Ngepet? Ko ga ngajak gue???" tanya Anya kesal.


Azen dengan jailnya menjawab. "Oke besok kita ngepet bareng"


"Astaghfirullah.. sadarlah duhai kalian para manusia..." ucap Friska dengan kedua tangannya memegang kepala Anya dan Azen.


"Gak lah gue becanda, tapi serius Lo dapet darimana?" Ucap Anya.


"Ohhh koin shopee ternyata" ucap Anya kecewa.


Bagas pun masuk kedalam kelas, dengan jaket yang terikat di pinggang, kemudian ia duduk di mejanya.


"Bagas.. udah cebok sampe bersihkan??" Seru Anya dengan imut seperti bayi. Bagas hanya melirik Anya dengan sangat sinis dan mengabaikannya.


"Bagas mau aku bawain popok ga besok, takutnya Bagas perlu" ucapnya lagi dengan imut.


"Sekalian celana panjang sama celana dal..." Ucap Anya terhenti saat Bagas meliriknya lagi dengan sinis.


"Iyah iya iya deh iya" dengan menepuk bahu Bagas.


Untuk ketiga kalinya Bagas melirik sinis, dengan ekspresi wajah menahan kesal.


Dengan cepat ia menutup mulut dengan tangan yang mengisyaratkan seperti menyeleting tas, membuat tanda ia akan menjaga rahasia Bagas.


Friska dan Azen kembali saling lirik yang menandakan pertanyaan mengapa sahabatnya itu bertingkah seperti itu.


"Nya.. Anya.. Lo sehat??"


"Anya Lo baik-baik aja kan??"


"Lo kok bertingkah seperti itu ke Bagas!!" Sahut Friska.

__ADS_1


"Gue jijik dengernya sumpah" ucap Azen dengan ekspresi wajah mual-mual.


"Lo berani bener becanda sama ni orang!!" ucap friska tidak percaya.


Anya tanpa menjawab pernyataan kedua sahabatnya pun hanya tersenyum dan mulai mengeluarkan buku-bukunya.


Setelah itu pelajaran pun dimulai, pelajaran pertama yaitu matematika, dan itu adalah mata pelajaran yang sangat tidak disukai oleh Anya, karna Matematika itu seperti sihir bagi Anya, saat pelajaran dimulai ia akan mengantuk dan tertidur makanya ia sangat tidak suka mata pelajaran tersebut.


Dan benar saja sahabat, begitu pelajaran dimulai Anya sudah mulai mengantuk, selama pelajaran berlangsung ia trus saja mengantuk hingga wajahnya hampir menempel dibuku, tingkah Anya itu ternyata disadari oleh Bagas, dan ia berniat untuk menjahilinya.


"Oke siapa yang mau ngerjain soal dipapan tulis ini?" Ujar bapak guru dengan lantang.


Saat itu Bagas langsung mengacungkan tangan. "Pak.. Anya mau menjawab katanya" dengan nada dinginnya.


Anya yang mendengar pernyataan Bagas tersebut langsung tersadar dari kantuknya dan melirik Bagas.


"Oke Anya.. siapa yang namanya Anya? Ayo kedepan kerjain soal ini" sahut bapak guru sembari melirik-lirik anak-anak muridnya.


"Ss..saya pak" ujar Anya dengan gelisah. Ia pun berdiri melangkah kearah papan tulis dengan ragu-ragu, mau tidak mau ia harus mengerjakan soal itu karna satu kelas sedang memperhatikannya.


"Ini.." ujar pak guru sembari memberikan spidol kepada Anya.


Anya sangat gelisah, ia tidak tau harus mengerjakan soal ini bagaimana. Keringat dingin pun mulai keluar dari tubuhnya, ia bingung hrus mulai dari mana. Setelah cukup lama mematung didepan papan tulis, akhirnya sang bapak guru angkat bicara.


"Cepat selesaikan !!"


"Mau sampai kapan kamu berdiri disana!!"


"Inikan pertanyaan yang mudah, baru saja bapak jelaskan, masa sudah lupa lagi" ucap bapak geram.


"Ss..sayaa...."


Tiba-tiba ada seseorang yang mengambil spidol itu, saat Anya tengok ternyata itu Bagas. Bagas langsung mengerjakan soal itu menggantikan Anya.


"Sudah pak!!" Seru Bagas dengan nada suara ciri khasnya.


"Oh sudah?? Cepat sekali.."


"Eumm.. jawabannya bener, baguss. yaudah sana duduk lagi"


"Baik pak!!" Seru Bagas yang langsung kembali ketempat duduknya.


"Dan kau!!" bentak bapak guru menunjuk ke arah Anya.


"Ii.. iya pak" sahut Anya dengan gagap.


"Sana kembali ketempat mu!!"


"Bb.. baik pak"


Anya kembali ketempat duduk dan langsung melirik Bagas. Dalam benaknya ia berkata. "Oh jadi gtuuu.. kalau ini bukan kebetulan lagi namanya !!"

__ADS_1


~Bersambung~~


__ADS_2