DONDURMA

DONDURMA
Terpilih


__ADS_3

Melihat Anya tidak sengaja memukul Bagas dengan kardus membuat Azen yang melihat kejadian itu tepuk jidat sedangkan Friska hanya menggelengkan kepalanya.


"Si Anya pagi-pagi udah berulah lagi" Gumam Azen.


"Bagas.. maaf yah seriusan ga sengaja" ucap Anya dengan memelas.


"Bisa-bisa gue jadi terbiasa dengan permintaan maaf Lo" gumam Bagas.


"Hah? apa? Lo ngomong apa?" tanya Anya.


"Ga gapapa, Sono Lo dipanggil tuh" ucap Bagas mengusir Anya.


"Serius nih gapapa?" tanya Anya merasa bersalah.


"Iyah sana pergi.." jawab Bagas.


"Oke.. sekali lagi sorry yah.." ucap Anya yang setelah itu pergi menuju kakak kelas yang memanggilnya.


"Itu orang gaada bosen-bosen nya cari gara-gara sama gue, baru aja kemarin gue minta maaf, dia udah ngajak ribut lagi" gumam Bagas.


"Btw ni kardus ngapa ada dimeja gue" batin Bagas.


Tanpa sepatah katapun Bagas merapikan kardus yang Anya bawa tadi, lalu ia menyimpannya ke meja Anya.


Azen melihat kardus yang ada dimeja Anya. "Ni bocah ngapain pagi-pagi bawa kardus segala" ungkapnya.


"kagak tau gue jga" balas Friska.


"Ade aje kelakuannya si Komariah ini" gumam Azen.


"Terus siapa lagi tadi yang manggil Anya, mana cowo lagi" seru Azen tiba-tiba.


Friska hanya menjawab dengan mengangkat bahunya. Kemudian beberapa saat kemudian Anya kembali ke kelas, lalu ia duduk dengan menyender ke kursi.


"Heeuh.. cape Gusti.." keluh Anya.


"Lo ini sebenernya habis dari mana? ngapain pagi-pagi bawa kardus segala?" tanya Azen.


"Bentar" jawab Anya lesu kemudian mengambil nafas dalam-dalam. "Jadi tadi pagi ada kakak kelas bawa barang banyak banget, gue kasian liatnya, jadi gue tolongin dia."


"Terus ni kardus ngapa Lo bawa ke kelas?" tanya Azen lagi.


"Dia nitip kardus ini ke gue karna takut ilang, soalnya barang yang dia bawa udah banyak banget. Katanya kardus ini penting buat acara 17 agustusan nanti" balas Anya sambil mengelap keringatnya dengan tisu.


"Lo ini bener-bener yah, mana cowok lagi kakak kelasnya" kata Azen.


"Lah emang knpa?" bales Anya.


"Gue takut Lo dimanfaatin!!" seru Azen curiga.


"Lah.. kan ini inisiatif gue buat bantuin dia" ungkap Anya.


"Lo ini kadang-kadang terlalu ikut campur" seru Azen sambil memalingkan badannya.


"Berisik lu ah, cape nih gue" keluh Anya


"Btw Ica, ngapa Lo dari tadi dieum aja?" tanya Anya.


"Gue lagi mikir, apa bener ada kakak kelas yang sengaja masukin bahan aneh ke minuman lo?" fikir Friska.


"Apa? gimana maksudnya?" tanya Anya.


"Nanti gue cerita kalo sudah terkonfirmasi" jawab Friska sambil menggigit kukunya.


"Iyah terserah lu aja, cape Gue gara-gara tadi!!" Ungkap Anya dengan membanting kan tubuhnya ke meja.


Beberapa saat kemudian, wali kelas Anya datang berkunjung ke kelas untuk memberikan arahan tentang perlombaan yang akan dilaksanakan disekolah, Dia berharap semua anak muridnya ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Disitulah sang ketua murid menjalankan tugasnya, setelah ditentukan siapa saja yang ikut berpartisipasi, masih ada beberapa perlombaan yang belum terkonfirmasi siapa orang yang mewakili kelasnya itu.


"Masih ada beberapa perlombaan nih, siapa yang mau ikut lomba pecahin balon?" Tanya Fian.


Tiba-tiba Bu Hamsa memotong pembicaraan Fian. "Fian.. kamu lanjutin aja yah, ibu lagi ada urusan, kalau udah beres, datanya kasih ke ibu." ungkapnya.


"Baik Bu" jawab Fian patuh.


"Bagas.. ikut ibu keluar!!" teriak Bu Hamsa tiba-tiba.


Bagas berdiri mengikuti Bu Hamsa keluar kelas.


--- Diluar kelas ---


"Bagas.. nanti kamu mau ikut bunda jemput Ayah?"


"Gak, bunda pergi aja sendiri!!" jawab Bagas singkat.


OMG.. suatu fakta sudah terkonfirmasi, ternyata Bu Hamsa itu adalah ibunya Bagas.


Saat Bagas melangkah menuju kelas, tiba-tiba ia menengok kebelakang.


"Oh iya!" ujar Bagas.

__ADS_1


"Kenapa nak?" tanya Bu Hamsa.


"Kalau bisa, Bunda di sekolah abaikan aku aja, jangan sampai ada orang yang tau bahwa bunda itu ibu aku" ucap Bagas dingin.


"Iyah.. Bunda bakalan lebih berhati-hati lagi" jawab Bu Hamsa sedikit kecewa.


"Lain kali jangan panggil aku kaya gitu lagi, cukup chat atau telepon aku aja" ucap Bagas sambil melangkah maju.


"Iya sayang" jawab Bu Hamsa.


 


--- Di Kelas ---


"Ga ada yang mau ikut nih??" tanya Fian.


"Ga mau ah Fian, cringe liatnya jga" jawab salah satu temen sekelas.


"Lah kenapa? tugasnya cuma mecahin balon doang, itupun ga sendirian kalian nanti berpasang-pasangan" balas Fian selaku ketua murid.


"Si Mae sama Brandon aja KM!!" teriak salah satu temen sekelas.


"Iya.. mereka kan couple!" Balas teman yang lainnya.


"Ga mau gue!!" teriak Maesyaroh.


"Lah kenapa Mae?" tanya Fian.


"Gue udah putus sama Brandon" kata Mae sambil melirik Brandon.


"Lah.. emang Iyah?" tanya Fian.


"Heeuh.." keluh Brandon singkat dengan membanting kan tubuhnya ke meja.


"Ya udah siapa cepet jangan lama-lama" Ungkap Fian mulai kesal.


"Biar adil, diundi aja gimana?" inisiatif Resa.


"Oke.. boleh juga. Buat kalian yang nanti terpilih, kalian gaboleh nolak karna ini dilakukan secara adil oke?"


ungkap Fian.


"Iya iya.." Jawab temen-temen sekelasnya.


Fian sang ketua murid mulai membuat gulungan kertas dengan nama-nama temen sekelasnya termasuk dia sendiri.


"Oke sekarang kita undi" ungkap Fian.


"Gue mah bebas lah" jawab Anya ga perduli.


"hahaha.. tegang banget kalian, segitu ga maunya ikut lomba ini" ledek Fian.


"Gue mendingan bolos ke warung Bu Ijah dari pada harus ikut lomba ini" jawab Komarudin.


"Oke skrang gue bakalan ambil 4 gulungan, karena 4 orang yang hrus berpartisipasi"


"Iya cepetan KM" ungkap Patrisia kesal.


"Gulungan pertama ialah..."


"Salsabila..."


Pengumuman itu membuat murid-murid bahagia kecuali salsa. "Lah.. gue kepilih" keluh Salsabila.


"Oke oke tenang saudara-saudara.."


"Gulungan Kedua ialah.."


"Maesyaroh.."


Sontak pengumuman itu membuat Maesyaroh mengeluh yang diiringi irama keprokan teman-teman sekelasnya.


"Kita lanjut ke peserta yang ketiga ialah.."


Fian membuka gulungan itu dan berkata. "Waw.. impresif!!"


"Kenapa??" tanya temen sekelasnya.


"Cewe lagi gais.."


"Yaitu......"


"Anya.."


"Lah Elu Konya kepilih" ejek Azen kepada Anya.


"Eum.. ya udah skuy aja" Jawab Anya tidak perduli.


"Sekarang gulungan terakhir gais. Eumm kali ini siapa yah? apakah cewek lagi yang kepilih, atau ada sang Arjuna yang nyempil disini!!" ungkap Fian.

__ADS_1


Fian membuka gulungan itu dan berkata. "Okay.. ternyata kali ini yang kepilih seorang Arjuna"


"Siapa Yan?" tanya Resa.


"Yaitu........"


"Kebanggaan kelas kita... Bagas....." Teriak Fian.


Saat Fian meneriaki nama Bagas, kebetulan Bagas datang tepat di depan pintu. Semua orang senang dan bertepuk tangan, Bagas yang melihat kejadian itu bertanya-tanya ada apa dengan mereka.


"Bagas lu kepilih yah.." ungkap Fian.


"Kepilih apaan??" tanya Bagas.


"Lo kepilih buat ikutan lomba pecahin balon" ungkap Fian.


"Gue??" tanya Bagas tidak percaya.


"Iya elo!!" jelas Fian.


"Gak, gue kan udah ikutan basket" bala Bagas malas.


"Tidak bisa menolak karna ini pemilihan yang adil" seru Fian meyakinkan Bagas.


"Terserah" jawab Bagas tidak perduli sembari berjalan kembali ketempat duduknya.


"Jadi udah semua ya gais. Gue harap kalian semua gaada yang absen saat perlombaan berlangsung dan juga mendukung teman-teman kalian saat mereka berlomba, oke??" ungkap Fian.


"Oke.." jawab temen sekelas serentak.


Jam istirahat pun berbunyi..


--- Di Lapangan ---


Bagas duduk di kursi dekat lapangan, ia sedang mendengarkan musik sembari memejamkan matanya, di sisi lain Anya sedang mencari Bagas dengan niatan akan mengembalikan jaket yang ia pinjam darinya. Saat Anya melewati lapangan, ia melihat Bagas kemudian Anya menghampirinya dengan berlari.


"Bagas.." ungkap Anya dengan terengah-engah.


"Apa?" balas Bagas dingin dengan mata yang masih tertutup.


"Ni jaket Lo.. Thanks yah" Ungkap Anya dengan memberikan kantong berisi jaket ke Bagas.


"Ga usah" balas Bagas singkat.


"Ga usah gimana?" tanya Anya.


"Lo buang aja, atau engga Lo ambil" singkat Bagas.


"Lah kok gitu?" tanya Anya lagi.


Dengan sombongnya Bagas membalas. "Jaket gue udah banyak!!"


"Bukan karna gue pake kemaren?" tanya Anya curiga.


"Bukan" ungkap Bagas. singkat.


Dengan senang hati Anya mengambil jaket itu lalu mendekapnya. "Ya udah, buat gue aja klo gitu"


Saat mereka sedang duduk bersama, Resa memotret mereka dari seberang, kemudian ia mengirimkannya kepada kakak kelas lewat grup WA fandom Bagas garis keras.


Kakak kelas yang melihat kabar itu langsung geram, mereka semakin yakin bahwa Anya itu cewek pengganggu, mereka percaya bahwa Anya harus dijauhkan dari Bagas kalau tidak, idola mereka ini bisa terpincut kemudian menjadi budaknya Anya.


Disisi lapangan yang lain, Azen dan Friska mencari Anya yang hilang entah kemana, mereka menunggu Anya di kantin tapi ia tidak kunjung datang. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Anya sembari berjalan menuju kelas.


"Ni anak kebangetan banget, kita udah nunggu lama-lama tpi ga nongol-nongol juga" ucap Azen kesal.


"Tadi dia bilangnya cuma bentar, apa jangan-jangan Anya tersesat?" ungkap Friska khawatir.


"Lo kira ni sekolah hutan antah berantah sampe si Anya bisa tersesat" balas Azen.


"Oh iya juga" jawab Friska, kemudian ia melihat Anya sedang bersama Bagas.


"Tuh dia!!" ungkapnya.


"Si aduh kalahkan bobogohan (ya ampun malah pacaran)" ungkap Azen.


"Anya...!!" teriak Azen memanggil Anya.


Anya terkejut dengan teriakan Azen, otomatis ia mencari dari mana arah suara yang menyeramkan itu. Lalu ia melihat Azen diujung seberang bersama Friska, ia langsung berdiri kemudian izin pamit kepada Bagas. "Bagas, gue duluan yah, Ada cucurut gila" ungkapnya yang langsung berlari menghampiri Azen dan Friska, saking terburu-buru nya ia lupa membawa kantong yang berisikan jaket Bagas itu.


"Sorry gais kelamaan yah?" tanya Anya.


"Kita nungguin Lo lama di kantin, disini Lo malah modus ke Bagas?" ungkap Azen.


"Apa? modus? Gue cuma ngembaliin jaket punya Bagas doang" balas Anya.


"Kenapa Lo bisa minjem jaket Bagas?" tanya Friska penasaran.


"Jadi gini......" selama perjalanan Anya menceritakan kejadian kemarin kepada Friska dan Azen.

__ADS_1


~ Bersambung ~~~


__ADS_2