
Di perjalanan pulang sekolah Anya melamun, ia mengayuh sepedanya dengan santai. Alasan mengapa Anya pergi ke sekolah menggunakan sepeda karena ia sangat menyukai pemandangan sekitarnya, ia menyukai saat-saat di perjalanan menuju sekolah atau pulang sekolah, seakan-akan itu adalah obat penenang baginya.
Saat yang paling bahagia menurutnya yaitu ia dapat melihat kegiatan demi kegiatan dari berbagai orang yang berbeda-beda. Ada yang sedang berdagang, orang yang pergi ke kantor, pengamen, ibu-ibu pergi ke pasar dan masih banyak lagi.
Saat ia menginjakkan kaki di rumah, ia membuka pintu tidak lupa mengucapkan salam dan langsung membaringkan tubuhnya ke sofa yang berada di ruang keluarganya itu. Ia merasa lelah, sangat lelah dari hari biasanya. "Cape banget hari ini!!" batinnya. Anya langsung tertidur di sofa dengan seragam yang masih melekat pada tubuhnya, kemudian ia bermimpi.
"Ini gelang untuk mu!!" ungkap seorang anak kecil.
"Untukku??" jawab Anya kecil.
"Iyah.. ini tanda bahwa kita sekarang bersahabat" balasnya
"Berarti kita akan bersama-sama selamanya?" tanya Anya.
"Tentu saja.. Kita akan bersama-sama selamanya!!" ungkap anak itu.
"Berarti kita akan menikah?!!" jawab Anya polos.
"Eum.. bukan seperti itu maksudku" bales anak kecil itu.
"Yey.. kapan kita menikah??" tanya Anya.
"Hah menikah??" tanya anak kecil itu.
"Iyah.. tadi kata kamu kita akan bersama-sama selamanya, maka dari itu kita akan menikah bukan?" tanya Anya polos.
"Jika kita sudah besar, aku akan menikahi kamu" jawab anak kecil itu.
"Janji yah??" seru Anya.
"Iyah aku janji!!" bales anak kecil itu. Tiba-tiba suara gesekan pintu yang amat menyeramkan terbuka. Seorang wanita membawa pisau dan seorang pria dengan membawa pistol berada tepat di depan pintu itu. Kemudian Anya kecil tertampar akan kenyataan, ia sadar bahwa tangan dan kakinya diikat dengan tali, begitupun dengan seorang anak disampingnya itu. Anya melihat sekelilingnya, ternyata ada beberapa anak kecil termasuk mereka yang sama-sama diikat. Hal tersebut membuat Anya kecil sangat ketakutan, bahkan sampai menangis.
Disisi lain ibunya baru pulang kerja, ia melihat Anya tidur di sofa, ia memandang putrinya itu. Saat ia melangkah pergi tiba-tiba Anya menangis. Ibu Anya kaget kenapa putrinya menangis dalam tidurnya, apa yang di mimpikan Anya sampai ia menangis seperti orang yang ketakutan. Karena Ibu Anya tidak tega melihat Anya menangis ketakutan, ia berusaha membangunkan Anya.
"Anya.. Anya sayang.. bangun!!" ungkapnya lembut.
"Anya.. bangun nak.."
"Cepat bangun.." ungkapnya dengan memegang tangan Anya.
Kemudian Anya terbangun dengan mata yang sembab lalu menatap ibunya dan langsung memeluknya. "Mamah.. Anya takut.." ungkapnya.
"Anya mimpi apa sampai nangis begitu??" tanya Ibu Anya.
"Anya mimpi berada dalam ruangan yang sangat kotor bersama anak-anak lainnya. Kemudian datang seorang wanita membawa pisau dan seorang laki-laki membawa pistol, mereka sangat menyeramkan Bu!!" jawabnya.
__ADS_1
Ibu Anya kaget mendengar cerita dari putrinya itu, ia tiba-tiba gelisah, ia mulai ketakutan. Melihat ibunya ketakutan, membuat Anya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan ibunya itu. "Mamah kenapa ??" tanyanya.
"Gapapa.. Mamah mau ke kamar dulu, cape" Ungkap Ibu Anya tiba-tiba dan langsung pergi ke kamarnya.
"Ada apa dengan mamah?? ko malah pergi, padahal gue disini ketakutan karna mimpi itu. Dasar mimpi yang aneh" batin Anya.
--- Dikamar ibu Anya ---
"Apakah ingatannya akan kembali?? jangan sampai ingatannya kembali, aku tidak ingin melihat putriku seperti itu lagi" gumam Ibu Anya.
---
Malam hari yang terang nan indah karena bantuan bulan purnama, membuat Anya terpesona dengan keindahannya. Ia duduk di dekat jendela, lalu menatap langit dengan earphone di telinganya. Tiba-tiba Dejoy masuk ke kamar Anya karena ingin main bersama sebelum ia tidur.
"Kakak.. kakak.." ucap Dejoy dengan menggoyangkan tangan Anya.
Anya langsung melepas earphone nya dan berkata, "Kenapa Dejoy?"
"Pengen main dulu.." rengek nya.
"Main apa?? udah malem, harusnya Dejoy tidur sekarang yah!!"
"Ga mau.. Dejoy pengen main sama kakak dulu..yah?? yah??" rengek Dejoy.
"Ya udah iya.. Dejoy mau main apa??" tanya Anya sambil memegang pipi Dejoy.
"Dejoy kan cowo.. masa mau main jadi princess!!" seru Anya.
"Gapapa.. ayo cepetan.. Dejoy bentar lagi disuruh tidur sama mamah.." ungkap Dejoy.
"Ya udah Iyah..Eum.. kalo main princess harus ada perhiasan mahkota sama tongkat dulu Dejoy.. Kalo ga salah kakak dulu punya, tunggu sebentar yah!!" ungkap Anya kemudian membawa sebuah kotak yang berada di atas lemarinya.
"Dulu waktu kecil, kakak sama Kayun suka main princess, dan klo ga salah mahkotanya ada sini, tapi kakak juga gatau soalnya udah lama banget. Semoga masih ada ya.." ujarnya.
Anya kemudian membuka kotak tersebut, begitu banyak perhiasan dan barang yang dahulu selalu ia kenakan bersama kakaknya, ia mulai mengingat barang demi barang itu meskipun tidak semuanya ingat. Seketika Anya mulai tersenyum melihat mahkota dan tongkatnya masih Ada. "Ini dia.. Masih bagus Dejoy.. kamu pake ini yah!!" ungkapnya.
Dejoy sangat senang, ia mengenakan mahkota itu dan mengayunkan tongkatnya, Anya terpikat dengan barang-barang lamanya itu, satu demi satu barangnya ia keluarkan, kemudian ia melihat ada gelang yang sama persis seperti gelang dalam mimpinya itu. "Tunggu bentar.. Inikan gelang yang dikasih sama anak kecil itu" ungkap Anya yang padahal ia juga masih kecil waktu itu. Tiba-tiba ibu Anya datang.
"Dejoy.. udah malem ayo tidur.." Ungkap Ibu Anya dengan membuka pintu.
Anya langsung menyembunyikan gelang itu dari mamahnya, "Ayo sana tidur!!" perintahnya terhadap Dejoy.
Kemudian Dejoy pergi dengan mahkota yang masih berada di kepalanya dengan tongkatnya juga. Sedangkan Anya merapikan kembali barang-barangnya itu kecuali gelangnya.
Ditempat tidur Anya berfikir. "Mungkinkah mimpi itu sebenarnya bukan mimpi?? Atau jangan-jangan itu adalah sebuah ingatanku??" ungkapnya.
__ADS_1
Anya menjadi curiga karena memang ingatan semasa kecilnya sangat samar-samar, tidak begitu banyak hal yang ia ingat. "Kalau difikir-fikir, perempuan yang ada di mimpi tadi sama dengan perempuan yang selalu ada di mimpi gue, mimpi seorang perempuan yang menenggelamkan gue di kolam" ungkapnya.
Semalaman Anya berfikir terus berfikir sampai ia merasa pusing karena tidak mengingat apapun, ia berusaha mengingat sosok anak kecil yang ada di mimpinya itu sampai ia tertidur karena hari sudah sangat malam, tetapi pada malam itu ia tidak memimpikan wanita yang selalu hadir dalam mimpinya.
Pagi hari Anya sudah siap berangkat sekolah, ia membawa gelang yang ia temukan kemarin dengan niatan untuk menanyakannya kepada Azen sahabat kecilnya itu. Anya hari ini tidak membawa sepeda karena ia berencana untuk nebeng sama Azen, ia menunggu Azen di sofa dengan mulut yang penuh roti.
Akhirnya Azen datang, kemudian mereka pamit dan pergi ke sekolah. Di perjalanan Anya bertanya kepada Azen. "Zen.. kita tuh kenal waktu kelas berapa?" tanyanya.
"Lima.. emangnya kenapa?" tanya Azen.
"Gapapa.. gue cuman nanya!!"
"Terus Lo inget ga waktu itu rambut gue pendek atau panjang??" tanya Anya lagi.
"Panjang.. gue inget karena rambut Lo paling panjang dari anak yang lainnya" jawabnya.
Dalam hati Anya berkata. "Di mimpi itu rambut gue pendek, jadi apa mungkin kejadiannya sebelum itu?"
"Oh Iyah cowok itu punya tanda di telapak tangannya, gue inget sekarang" batinnya lagi.
Saat di perjalanan ternyata ban motor Azen bocor, ia terpaksa harus mendorongnya bersama Anya. "Anya bannya kempes!!" ungkap Azen.
"Ah dasar motor butut..!!" ungkap Anya kesal.
"Ya maaf inikan motor kesayangan bokap gue"
"Ni motor udah kaya belahan jiwa Lo aja tau ga" ungkap Anya.
"Iya.. motor ini juga jadi kesayangan gue sekarang"
"Masih jauh apa bengkelnya??" tanya Anya.
"Udah Deket ko, itu didepan" jawab Azen. Kemudian sebuah mobil berhenti dan membukakan pintunya. "Anya Azen.. motor kalian kenapa?" tanya suara pria yang ternyata itu adalah Satria.
"Eh sat.. ini motor gue bocor bannya" jawab Azen.
"Ya udah kalian ikut gue aja, tuh didepan ada bengkel, nanti pulangnya Lo ambil" saran Satria.
"Ga usah Sat makasih" ungkap Azen.
"Oke terima kasih" ucap Anya tiba-tiba yang langsung masuk ke dalam mobil.
"Ayo masuk aja.. daripada Lo telat masuk sekolah" bujuk Satria.
"Oke tunggu bentar yah!!" ungkap Azen langsung menitipkan motornya dan naik ke mobil Satria.
__ADS_1
~ Bersambung ~~~