
--- Di Rumah Bagas ---
Bagas baru selesai mandi, lalu ia pergi ke lemari bajunya untuk mengambil seragam sekolahnya itu. Ia bersiap-siap mulai dari merapihkan buku-bukunya yang kemudian ia masukkan ke dalam tas, mengambil earphone lalu menggunakannya, dan yang terakhir menggunakan sepatu. Saat ia membuka pintu, ternyata ada Ayahnya yang baru saja pulang dari Amerika Serikat, ia kaget sekaligus senang. "Dad.. kenapa baru pulang??" tanya Bagas yang langsung memeluk Ayahnya itu.
"Daddy's been very busy lately"
(Ayah akhiri-akhir ini sangat sibuk) jawabnya.
"Tapi sekarang udah libur kan??" tanya Bagas.
"Yes.." jawab ayahnya.
"Oke nanti pulang sekolah kita harus main basket bareng..!!" ajak Bagas bersemangat.
"Oke my boy!!"
Bagas sangat dekat dengan Ayahnya, tetapi Bagas tidak dekat dengan Ibunya, padahal disana ada ibunya yang bahkan tidak diliriknya sekalipun.
"Oke kalo gitu Bagas pergi sekolah dulu!!" ungkap Bagas.
"Keep the spirit, dear!!"
(semangat sayang)
"Hati-hati Bagas.." ungkap ibunya Bagas.
Bagas pergi berangkat sekolah menggunakan motornya, Ibu dan Ayahnya istirahat duduk di kursi lalu mengobrol. "Masih marahan?" tanya ayah Bagas dengan logat english nya.
"Entah sampai kapan Bagas mendiamkan ku" jawab Ibu Bagas lesu.
"Kamu harus bilang yang sebenarnya" saran Ayah Bagas.
"Dia tidak memberikan aku kesempatan untuk bicara sayang.." jawab ibu Bagas.
"Bicara saja pelan-pelan dengannya, emangnya kamu ingin dia seperti itu selamanya" ungkap Ayah Bagas lagi.
"Iyah.. aku kan berusaha menjelaskan semuanya kepada Bagas" semangat ibu Bagas.
--- Di Kelas ---
Anya dan Azen masuk ke dalam kelas, saat Anya akan duduk, ia melihat kotak di atas mejanya, lalu ia membukanya yang ternyata isinya penuh dengan coklat. Kemudian ia bertanya kepada Friska. "Ica ini dari siapa??"
"Dari Resa.. Dia merasa bersalah atas kejadian kemarin" jawab Friska.
Anya langsung melirik kepada Resa yang sedari tadi memperhatikannya, lalu ia berkata. "Makasih ya Resa!!" teriak Anya. Resa hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.
"Jadi.. Lo gimana sama Bagas?" tanya Friska tiba-tiba.
"Gimana apanya??" jawab Anya.
"Lo kan tau gara-gara Bagas Lo jadi di bully.. Lo marah kah? kesel kah? atau gmna?"
"Gue ga marah sama Bagas, toh itu bukan kesalahan dia, dia juga seorang korban. Dia hanya dijadikan alasan bagi mereka yang ingin menyakiti gue" ungkap Anya.
"Gile.. Lo keren banget Anya!! Gue kira Lo bakalan marah ke Bagas sampe ngejauhi dia" seru Friska.
"Hello.. gue ga sekejam itu..Ngapain gue marah ke orang yang sama-sama gatau apa-apa" ungkap Anya. "Intinya gue tidak menyalahkan Bagas atas kejadian kemarin-kemarin" ungkapnya lagi.
"Kira-kira dia tau ga yah penyebab elo di bully gara-gara dia??" tanya Friska lagi.
"Kalo dia tau juga dia gaakan perduli Ca.." jawab Anya yakin.
"Iya juga sih.. Elo tau banget Bagas yah..!!" ejek Friska.
"Cowok dingin kaya diamah udah ketebak cuy" jawab Anya.
"Oh Iyah nanti kalian duluan aja ke kantinnya, gue mau beresin loker dulu" ujar Anya sambil membuka coklat pemberian Resa.
"Mau gue bantu??" inisiatif Azen.
"Ga usah.. bentar doang ko" jawab Anya penuh coklat.
"Serius?" tanya Friska.
"Iyah.. kalian tunggu aja di kantin oke??" tanya Anya yakin.
"Oke.." jawab Azen dan Friska bersamaan.
"Gue ajak satria juga yah" ucap Azen.
"Kenapa bawa-bawa Satria?" tanya Friska.
"Biarkan saja.. sedang terjalin persahabatan baru antara Azen dan Satria" ungkap Anya.
"Gimana maksudnya" tanya Friska.
"Jadi tadi gue sama Azen nebeng ke mobil Satria, di perjalanan mereka terus-terusan ngobrol bareng karena ternyata mereka se frekuensi, makanya mereka jadi Deket" ungkap Anya.
__ADS_1
"Iya.. gue mau sekalian Mabar sama dia" ucap Azen.
"Dasar cowok!!" ucap Friska.
"Tidak boleh seperti itu Ica.. kau bilang gitu sama saja kau rasis" balas Azen.
"Iya sorry iya.. gue becanda" ujar Friska.
"Untung ngomongnya ke gue" balas Azen.
Bagas baru sampai di kelas kemudian ia melihat di meja Anya banyak coklat, lalu ia duduk. "Siapa yang ngasih coklat sebanyak itu?" batinnya.
Azen menepuk Bagas dan berkata, "Lo ikut ke kantin bareng kita yah?"
"Ngapain Lo ngajak Bagas? udah pasti dia ga mau" ungkap Friska.
"Eum.. oke" jawab Bagas singkat.
"Dia oke tuh.." ujar Azen ngeledek Friska.
"Hehehe.. iya Lo ikut kita aja" ucap Friska tiba-tiba berubah. "Sejak kapan dia akrab dengan Bagas? terakhir kali dia sama Bagas adu jotos sekarang baik-baik aja, dasar cowok" batinnya.
Azen melihat coklat Anya dan berkata, "Anya bagi coklatnya dong!!" ungkapnya memelas.
"Nih.. buat Lo, Ica, sama Bagas" ungkap Anya sambil memberikan Bagas coklat.
Bagas menengok kebelakang. "Ga usah" ungkapnya singkat.
"Kenapa?" tanya Anya heran.
"Gapapa" jawab Bagas singkat.
"ini enak Lo coklatnya" bujuk Anya sambil mengayunkan coklatnya.
"Dapet darimana?" tanya bagas.
"Dari....." ucap Anya terhenti karena Azen tiba-tiba mengelap coklat yang ada di mulut Anya.
"Thanks" ungkap Anya dengan santai.
Bagas terkejut melihat perlakuan Azen terhadap Anya itu, ia tidak tau bahwa persahabatan mereka sudah sampai sedekat itu. "Emangnya boleh dia berlaku seperti itu?" batinnya.
Bagas memalingkan badannya kembali menghadap kedepan kelas.
"Jadi ga mau?" tanya Anya lagi kepada Bagas.
Tanpa melihat kearah Anya, Bagas menjawab. "Gak.. lu makan aja semuanya biar cepet gendut!!" ungkap Bagas dengan judesnya.
Bel Istirahat pun berbunyi..
Di perjalanan, Friska, Azen, dan Bagas berbelok ke arah kantin sedangkan Anya ke arah loker, kemudian Bagas bertanya kepada Azen dan Friska.
"Dia kemana?" tanya Bagas.
"Anya pergi ke loker dulu, katanya mau dibersihin" jawab Azen.
"Kalian ga bantu?" tanya Bagas lagi.
"Kita udah nawarin, dianya kekeuh ga mau" balas Friska.
"Oh gitu"
Anya sampai di loker, ia mulai membuka lokernya, saat di buka ia terkejut karena lokernya sudah bersih, cantik, wangi, bahkan sudah ada stok seragam baru disana. "Ini siapa yang bersihin?? OMG rapih banget!!" ucapnya bahagia.
"Udah ada bajunya lagi.. siapa yang ngelakuin hal se imut ini!!" ungkapnya. Anya sangat bahagia dengan tampilan lokernya yang sekarang, kemudian ia menutupnya dan melangkah menuju kantin.
--- Di Kantin ---
"Kalian mau pesen apa? Si Anya di juga pesen sekarang jangan?" tanya Friska.
"Ntar aja deh, dia pasti bakalan lama" balas Azen.
"Oke kalo gitu gue pengen seblak" ucap Friska.
"Kalo gue.. baso.." kata Azen.
"Gue juga, Lo apa Bagas?" ucap Satria.
"Gue sama aja" jawab Bagas.
"Ya udah gue aja pesen" Ica Friska.
"Biar gue aja" inisiatif Bagas.
"Lo serius??" tanya Satria.
"Iya.." jawab Bagas sambil berdiri.
__ADS_1
"Kalo Anya suka apa?" tanya Bagas tiba-tiba.
"Kenapa emangnya?" tanya Azen.
"Gapapa.. Jadi apa?" tanya Bagas lagi.
"Eum.. dia suka mie ayam!" jawab Friska.
Bagas langsung pergi memesan makanan.
"Emang dia kaya gitu sat?" tanya Azen.
"Engga.. sumpah gue baru liat dia pesen sendiri, biasanya selalu sama gue" jawab Satria heran.
"Terus kenapa tiba-tiba?" tanya Friska.
"Kagak tau" jawab Satria.
Bagas pun akhirnya kembali, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan mereka sudah datang.
"Ini pesanannya.. Baso dua, seblak satu dan mie ayam dua, selamat makan" kata kang warung.
"Lah.. kok ada mie ayam dua?? Ini siapa yang pesen??" tanya Satria.
"Ya gue lah.." balas Bagas.
"Lo mesen mie ayam dua buat siapa?" tanya Satria.
"Gue.. satu lagi buat Anya" jawab Bagas.
"Bukannya Lo tadi pesen baso?" tanya Azen.
"Ga jadi ga mood" jawab Bagas beralasan.
"Anya masih lama Bagas, nanti mie ayamnya keburu lembek" seru Friska.
"Ga.. dia bakalan Dateng bentar lagi" ungkap Bagas yakin.
"Tau dari mana Lo?" tanya Satria nyolot.
Tiba-tiba Anya datang
"Itu dia" ungkap Bagas.
Semuanya melirik Anya.
"Lah.. cepet amat" ujar Azen.
"Iyah tadi pas mau bersihin loker ternyata udah bersih banget, gatau siapa yang bersihin tapi dia baik banget" ungkap Anya dengan senyuman bahagia.
"Emang Iyah?? ko bisa?" tanya Friska.
"Ga tau gue juga, sampai seragamnya juga udah ada di loker coba" ungkapnya bersemangat.
"Gile.. baik bener!!" seru Satria.
"Apa jangan-jangan dari penggemar rahasia!" ungkap Azen.
"Penggemar apaan? ga mungkin" jawab Anya.
"Mungkin dia emang baik aja orangnya" ujar Friska.
"Atau gabut" nimbrung Satria.
"Bisa jadi nanti orang itu minta imbalan" ucap Azen menakuti.
"Apa jangan-jangan itu kelakuan kakak kelas, karna merasa bersalah mereka jadi bersihin loker lo" ucap Friska kepada Anya.
"Iyah bener bisa jadi" jawab Satria.
Saat mereka semua sedang sibuk memprediksi siapa orang yang membersihkan loker Anya, Bagas hanya tersenyum lalu mulai memakan mie ayamnya.
Anya melirik mie ayam yang nganggur, " mie ayam punya siapa ini?" tanyanya dengan bersemangat.
"Punya Lo" jawab Azen.
"Wah.. tau aja gue laper.." ungkap Anya sambil membawa mangkok itu kehadapannya.
"Kalian perhatian banget udah mewakili pesen mie ayam buat gue, padahal kalian belum tau gue bakalan ke kantin atau engga" ungkap Anya sambil mengaduk mie ayamnya. Siapa yang pesen??" tanyanya.
"Bagas!!" ungkap semua serentak.
"O.. Oh gitu.. Thanks yah" ucap Anya dengan canggung.
"Iyah" balas Bagas dingin lalu melanjutkan makan.
~ Bersambung ~~~
__ADS_1
•• BONUS ••
Kemarin, saat semua orang sudah pulang dan sekolah pun mulai sepi, Bagas kembali lagi ke sekolah menuju loker, ia membawa semua peralatan kebersihan juga stok baju untuk Anya. Bagas membersihkan loker Anya dengan sangat hati-hati sampai benar-benar bersih, lalu menata baju seragam untuk Anya dengan sangat cantik. Waktu yang diperlukan Bagas untuk membersihkan sebuah loker adalah 2 jam. hehe.. saking teliti nya Bagas supaya loker Anya benar-benar bersih..