
"Jadi kemarin ada yang sengaja numpahin air solokan se ember ke Lo nya?" ungkap Friska terkejut.
"Iya.. gue juga kagak tau itu kerjaan siapa, yang jelas gue denger suara cewek banyakan!!" balas Anya.
"Lo sama sekali ga liat orang itu?" tanya Azen.
"Eum.. gue ga liat mukanya secara jelas, tapi yang pasti cewe itu pake syal garis-garis warna merah" jawabnya.
"Kita harus menyelidiki kasus ini nya, soalnya ini tuh ga lucu tau" ungkap Friska.
"Tapi Ica, gue ga mau nyari masalah di sekolah ini" jawab Anya.
"Bukan Lo yang nyari masalah tapi mereka Anya!!" jawab Friska meyakinkan.
Setelah mereka sampai dikelas, Anya melihat ada botol minuman bersoda di mejanya. "Ini kenapa ada disini??" tanyanya sambil duduk.
"Ga tau, mungkin dari fans Lo" jawab Azen tidak perduli.
"Kebetulan banget gue haus!!" ungkap Anya yang langsung membuka botol minuman itu. saat botol soda itu dibuka, tiba-tiba airnya muncrat ke mukanya.
"OMG Anya.. Lo gapapa?" tanya Friska kaget saat air soda itu muncrat ke muka Anya.
"Gapapa, untung warnanya bening" balas Anya sambil mengelap mukanya dengan sapu tangan yang ia keluarkan. "Mungkin sial gue lagi kumat hehe" ungkapnya terbiasa.
"Bisa-bisanya Lo ketawa!!" ungkap Friska.
"Terus gue harus gimana Ica? nangis? marah-marah? buat apa? salah gue ini" ungkap Anya dengan santai.
"Aduh.. santai Ica.. gue mah udah biasa dia begitu" sambung Azen dengan santainya.
"Lo ini yah liat temen susah bukannya bantuin malah terus aja main game" ungkap Friska kesal.
"Udah gapapa ca" Balas Anya.
Beberapa hari setelahnya Anya terus mengalami kesialan, tapi Friska berfikir bahwa kesialan Anya beberapa hari kebelakang bukan suatu kebetulan semata. Ia merasa curiga karena banyak hal yang ganjil, bukan suatu kesialan biasa tapi perbuatan yang disengaja oleh oknum yang membenci Anya. Dimulai dari robeknya buku Anya dengan sangat parah, tali tas yang tiba-tiba putus, makanan kantin yang tiba-tiba sangat asin, buku PR yang ditinggal keluar kemudian saat kembali sudah menghilang, bahkan baju olahraga yang tiba-tiba menghilang. Dan yang paling parah, Anya tiba-tiba kesakitan karena didalam sepatunya ada paku yang menancap.
--Siang hari di kantin--
Anya dan Friska sedang berada Dikantin berdua, sedangkan Azen izin tidak masuk karena ada acara keluarga.
"Anya.. firasat gue akhir-akhir ini Lo itu bukan kenal sial deh" ungkap Friska serius kepada Anya.
"Sebenernya gue juga ngerasa ini bukan suatu kesialan yang biasa" ungkap Anya yang sama-sama curiga.
"Iyah kan.. Biasanya kesialan Lo itu akibat perbuatan Lo sendiri, atau hal yang masih wajar menurut gue. Tapi beberapa hari terakhir gue ngerasa Lo ini lagi dikerjain sama orang lain" ungkap Friska meyakinkan.
"Apa emang ada yang sengaja ngerjain gue??" tanya Anya serius.
"Feeling gue Iyah.. berawal dari kasus sakit perut Lo sampe yang paling parah itu kemarin.. masa tiba-tiba di dalam sepatu Lo ada paku segala." ungkap Friska.
"Iyah dan rasa sakitnya sampe sekarang belum ilang" rengek Anya sambil memandangi kakinya.
"Maka dari itu kita harus selidiki ini Anya, Gue takut seandainya kita abaikan ini terus menerus bakalan terjadi hal diluar nalar kita" ungkap Friska khawatir kepada Anya.
"Eum.. sebaiknya kita kembali ke kelas dulu, keburu bel nih" ungkap Anya setelah ia melihat jam ditangannya.
Friska melihat jam tangannya, ia kaget karena waktu cepat berlalu. Akhirnya mereka pergi ke kelas dengan cara berlari.
__ADS_1
Setelah mereka sampai dikelas, Anya langsung menyenderkan punggungnya ke kursi karna ia merasa lelah.
Saat Anya akan berdiri, ia tidak bisa berdiri karna baju seragamnya menempel ke kursi. Anya berusaha untuk berdiri tapi ia tidak bisa. "Ko gue susah berdiri.. ini ko nempel!!" ungkapnya heran.
"Lo kenapa nya?" tanya Friska.
"Ga tau Ica.. ko baju gue bisa nempel gini" ungkap Anya dengan panik. "Gimana dong ini.. Ica tolongin gue.." rengek Anya.
Friska langsung menghampiri Anya dan membantunya. "Ini kayaknya ada yang sengaja nempelin lem ke kursi elo deh Anya" ungkapnya sambil berusaha menolong Anya.
"Lo kenapa?" tanya bagas saat mendengar suara Anya yang terdengar risih olehnya.
"Bagas bantuin gue!!" teriak Friska sambil berusaha mengangkat Anya.
Bagas kemudian ikut membantu Ica. Setelah mencoba bersama-sama untuk membantu Anya, tapi karna baju seragamnya sudah menempel dengan kursi, ia terpaksa menariknya dengan sekuat tenaga dan.. sreeek.. baju Anya robek.
Melihat baju Anya robek, membuat Friska dan Bagas terkejut hingga mencari benda apa saja disekitarnya untuk menutupi punggung Anya itu. Karena Bagas kebetulan pakai sweeter, is langsung melepasnya dan memakaikannya kepada Anya.
"Anya gimana ini baju Lo" tanya Friska khawatir.
"Kita ke loker gue!!" bales Anya.
Mereka berlari menuju loker, saat ia membuka loker ternyata seluruh baju-baju seragamnya itu sudah robek-robek juga berlumuran sirup warna merah darah. Melihat isi lokernya yang sangat berantakan membuat Anya dan juga Friska terkejut.
"Ini kerjaan siapa?" ungkap Anya terkejut.
"Wah parah sih inimah Anya!! Bener-bener kebangetan. Kita harus laporin ke guru BK" ungkap Friska kesal.
Disisi lain kakak-kakak kelas yang merencanakan itu semua, mengintip mereka dari kejauhan. Saat Friska melihat-lihat tempat kejadian, ia tidak sengaja melihat cewek dengan syal merah bergaris. Tanpa aba-aba dari siapapun ia mulai berlari menuju tempat si cewek itu dengan berteriak kepada Anya. "Anya Lo pergi ke ruang BK sekarang". Sang kakak kelas menyadari bahwa mereka ketahuan oleh Friska, maka semuanya pun berlarian kesana kemari, meskipun keadaan menjadi kacau tapi satu sasaran Friska, yaitu cewek dengan syal warna merah.
"Woy tunggu..!!" teriak Friska menyeramkan.
"Apaan sih Lo, lepasin ga?" ungkapnya marah.
"Bentar.. Lo bukan anak seangkatan gue, Lo kakak kelas kan?" tanya Friska.
"Udah gue duga, ternyata ini kerjaan kalian" ungkap Friska.
"Apa-apaan sih kayak preman aja. lepasin ga?" ungkap kakak kelas itu kesal.
"Lo yang numpahin air selokan ke Anya kan?" teriak Friska marah.
"Lo ga sopan banget sih jadi orang.. kalo iya kenapa?" balasnya.
"Maksudnya apaan kelakuan kaya bukan anak sekolahan" teriak Friska.
"Gue cuma becanda" ungkapnya bodo amat.
"Becanda?? kaya gitu Lo sebut becanda.. ga habis fikir gue"
"Terus Lo mau apa?" tanyanya.
"Minta maaf ke Anya atau gue laporin ke guru BK"
"Emang Lo berani??" ungkapnya.
"Berani lah toh elo yang salah"
__ADS_1
"Lo ada bukti?" tanyanya.
Friska langsung mengambil hape kakak kelas itu kemudian ia berlari dengan berkata, "Bacot lu.. ya pasti ada di hp lu lah" ungkapnya.
"Hey hp gue.. balikin" teriak kakak kelas itu sambil berlari mengejar Friska.
Anya terdiam, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Apa yang telah ia perbuat sampai-sampai ia diperlakukan seperti itu, dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak, ia merapihkan baju-baju yang berserakan, kemudian ia pergi ke ruang BK.
Perasaan tidak asing apa yang Anya rasakan ini? ia mulai teringat saat ia di bully dulu sewaktu di SMP karena kesalahpahaman. Senyuman manis tidak terlihat lagi di wajahnya, aura sekeliling nya mulai berubah menjadi gelap.
Sebenarnya ia marah, ia kesal, ia ingin mengungkapkannya tetapi ia tetap pendam, sampai sekarang ia tidak bisa menahannya lagi, ia tidak mau kejadian dahulu terjadi lagi. Ia tidak ingin ditindas seperti waktu dulu, akhirnya ia memutuskan untuk menuntaskan hal ini sampai ke akar-akarnya.
Disisi lain Friska berlari dengan sangat cepat sampai ke pintu ruangan guru BK, ia melihat Anya sudah terlebih dahulu duduk disana dengan wajah yang sangat dingin. Ia menyadari bahwa Anya sekarang bukan Anya yang ia kenal, maka dari itu ia ragu untuk masuk, tapi apalah daya, ia mencoba memberanikan diri untuk masuk demi Anya sahabatnya itu dan langsung speak up kepada sang guru BK.
"Kalian ini sebenarnya ada apa sih?" ungkap sang guru BK penasaran.
"Jadi gini bu..!!" Friska mulai duduk.
"Kemarin ada yang sengaja menumpahkan air selokan ke Anya sewaktu ia di toilet, kemudian hari ini ada yang sengaja mengolesi kursi Anya dengan lem sampai bajunya robek, trus yang lebih parahnya lagi sampai loker Anya ada yang ngacak-ngacakin Bu.." ungkap Friska lancar.
"Jadi kami disini ingin melaporkan pembullyan ini kepada ibu" sambungnya.
"Tau siapa pelakunya?" tanya guru BK.
"Iyah Bu.. dia kakak kelas Bu" jawab Friska.
"Ada buktinya?" tanya ibu guru dengan tegas.
"Ini di sini Bu, salah satu hp kakak kelas, sebentar saya cek dulu" ungkap Friska.
Kemudian kakak kelas dengan syal merah dilehernya pun datang mengetok ruangan guru BK itu. "Bu.. hp saya diambil sama dia Bu.. bukain Bu.." ucapnya.
"Itu siapa yang diluar?" tanya Bu BK.
"Dia pelakunya Bu.." jawab Friska tegas.
"Bukain pintunya, kita runding kan ini sama-sama"
"Baik Bu.." kata Friska yang kemudian membukakan pintu itu.
"Bu.. dia ngambil hp saya" ucap sang kakak kelas.
"Duduk dulu, kita diskusikan ini bersama" ucap Bu guru santai.
Friska terus mencari bukti dari hp kakak kelas itu, ia rekam dengan mata kepalanya sendiri, lalu ia kumpulkan semua bukti. Otak Friska berjalan dengan sangat cepat, saat seperti ini otaknya mulai bersahabat. Setelah mengumpulkan semua bukti, ia memberikannya kepada ibu BK. "Ini Bu liat aja sama ibu, semuanya lengkap, dari foto-foto, rencana pembullyan, semuanya lengkap ada dalam grup WA ini" ujarnya yakin.
Setelah itu ibu BK melihat dengan teliti, ia tidak mau hal sekecil pun terlewatkan. Sedangkan si kakak kelas saat ini berasa gelisah, ia takut akan di skorsing dari sekolah, tapi ia juga berfikir tidak mau disalahkan seorang diri saja. Maka dari itu, sebelum ibu BK memulai topik pembicaraan, ia membuka mulutnya dan mengakui semuanya.
"Iya Bu saya mengaku, saya sudah menumpahkan air selokan itu ke Anya. Tapi saya cuma disuruh aja Bu, saya gabisa nolak karena orang itu mengancam saya" ucapnya menyalahkan.
"Panggil semua orang yang berada di grup WA ini" perintah Bu BK.
"Iya Bu"
Kemudian kakak kelas itu pergi keluar dan memanggil teman-temannya, termasuk Resa temen sekelas Anya karna dia juga berada dalam grup WA itu. Semua orang tampak gelisah karna mereka di panggil ke ruang BK, semuanya mulai berfikir keras memikirkan cara dan alasan yang masuk akal untuk bisa di maafkan ibu BK.
Saat Resa masuk, Anya kaget ternyata ada teman satu kelasnya juga yang ikut andil dalam pembullyan ini. Ia sangat kecewa, bagaimana seorang teman bisa memperlakukan dirinya seperti ini, apa dia tidak berfikir jika ia yang mengalami hal seperti ini.
__ADS_1
~ Bersambung ~~~