
Mata pelajaran terakhir hari ini adalah penjaskes. Karena hari ini adalah hari pertama olahraga, maka bapak guru menyuruh murid-muridnya untuk berolahraga dengan bebas, para cowok memilih bermain basket dan cewek memilih bermain bola voli.
Awalnya semua baik-baik saja hingga...
"Anyaaa.. Awas....." teriak salah satu murid teman sekelas Anya.
Jeduggggg..
Sebuah bola basket mengenai kepala Anya hingga ia jatuh tersungkur, Bagas yang berdiri dekat dengan kejadian akhirnya mendekati TKP. Alih-alih menolong Anya, Bagas malah membawa bola basket itu dan melewati Anya tanpa melihat nya sekalipun.
Anya yang meringis kesakitan melihat Bagas yang melewatinya begitu saja membuatnya geram. Ia langsung mencopot sepatunya dan melemparnya kearah Bagas, hingga kena bagian kepalanya Bagas.
"Woy, bukannya bantuin malah lewat gitu aja, gue bukan mantan Lo yang bisa Lo abaikan gitu aja!!" Sahut Anya kesakitan dengan tangan yang memegangi kepalanya.
Bagas pun melirik Anya. "Kaki Lo gapapa kan? Ga sakit? Kalo gitu Lo pasti bisa berdiri sendiri" ucapnya dengan datar kemudian kembali bermain bola basket.
Mendengar pertanyaan Bagas, Anya hanya melongo tidak habis fikir dengan apa yang ia dengar dari mulut cowok itu.
Friska pun menghampiri Anya. "Gila ya tuh orang, otaknya udah ga beres, liat orang jatuh bukannya nolongin malah lewat gitu aja malah bawa bola basket, gaada rasa perikemanusiaan. Sini gue bantuin.." ungkapnya sambil membantu Anya berdiri.
Setelah Anya berdiri, ia berteriak dengan keras kearah bagas. "Bagas.. lain kali jangan berak dicelana yah, malu udah gede."
"Minta mamah beliin popok!!"
"Sekalian bawa celana ganti"
"Ganteng-ganteng kok jorok sih" teriak Anya dengan sekuat tenaga.
Bagas yang emosinya sudah tidak tertahankan lagi, akhirnya pun meluap. Ia berjalan menghampiri Anya dengan wajah geramnya. Anya yang melihat Bagas semakin mendekat ia pun melangkah mundur, mundur, dan terus mundur. Pada saat ia berbalik ingin kabur, tangannya sudah digapai oleh Bagas. Bagas menarik tangan Anya dan menyeret Anya keluar lapangan.
"Bentar-bentar.. sepatu gue ketinggalan !!" teriaknya Anya kepada Bagas sambil menunjuk ke arah sepatunya. Bagas pun menyudutkan Anya di tembok.
"Aw sakit.. lepasin" sentak Anya kesakitan.
Bagas pun melepas genggamannya. Bagas mendekati wajah Anya. "Lo suka sama gue?" Ucap Bagas dengan nada dinginnya bercampur dengan emosi.
"Enggak.." tegas Anya.
"Terus.. kenapa elo cari-cari masalah Mulu sama gue?" Sentak Bagas.
"Yy.. ya gue juga gatau, itu ngalir begitu aja." Ucap Anya ragu.
"Ngalir kata Lo? Lo fikir gue air??"
"Gue peringatin Lo jangan ganggu hidup gue" sambil menunjuk kearah wajah Anya.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu, Lo juga kemarin sengaja kan bikin gue jatuh??" Ucap Anya kesal.
"Sebelum itu, Lo juga sering berbuat salah ke gue!!" sentak Bagas.
"Tapikan gue ga sengaja, gue juga ga berniat untuk gangguin hidup Lo, itu murni ketidaksengajaan gue!!" balas Anya.
"Beberapa hari ini gue lalui dengan kecerobohan Lo terhadap gue, awalnya gue ga menggubris Lo tapi lama-kelamaan Lo malah semakin bertingkah!!" seru Bagas dengan nada meninggi.
"Bagas!! Gue juga ga mau ganggu hidup Lo, tapi gue gabisa menentukan hal-hal apa yang akan terjadi dengan hidup gue, itu diluar kendali gue" jelas Anya.
"Gue udah sabar dan ga perduli dengan apa yang Lo lakuin ke gue, tapi kali ini gue gabisa dieum aja. Terus masalah berak di celana, asal Lo tau, gue ga berak di celana, itu cuma coklat yang ga sengaja gue dudukin."
"Ya sorry kalo gue ejek Lo tentang berak tadi, gue ga sengaja, niat gue cuma becanda sama Lo!"
"Pokoknya Lo ga usah pedulikan hidup gue lagi. Mau gue gimana-gimana juga gue harap Lo abaikan gue. Oke!!" ungkap Bagas dengan tegas.
Tanpa mendengar jawaban Anya, Bagas langsung pergi berjalan lurus menuju kelas, tanpa sadar ia melewati lantai yang licin habis di pel, ia pun terjatuh. Dengan cepat Bagas berdiri dan mempercepat langkah kakinya.
"Sial.. Malu banget gue!!" gumamnya.
Anya yang tadinya terdiam, kemudian melihat Bagas terjatuh membuatnya tertawa. "Imut banget, kata-kata ancaman lo bukannya bikin gue takut malah bikin gue semakin penasaran sama Lo" Batin Anya.
"Astaghfirullah.. gue mikir apa sih, hidup gue aja udah ribet, ini malah sok-sokan penasaran sama orang." Ucap Anya sembari berjalan kearah lapangan.
Saat Anya sampai di lapangan, ternyata semua orang telah selesai berolahraga dan beristirahat pada pohon-pohon dekat lapangan sembari berteduh. Anya menghampiri Azen dan menyenderkan kepalanya di bahu Azen.
"Lo dari mana aja?" Tanya Azen tanpa melihat Anya karna dia sedang main game di hp-nya.
"Azeenn.. liat kepala gue benjol!!" Rengek Anya mendekatkan mukanya kepada Azen.
"Habis tarung dimana Lo?" Ungkap Azen dengan tidak perduli.
Anya kembali menyenderkan kepalanya di bahu Azen. "Heeuh.. gue harap gue tarung di samsak dan menang, setidaknya bisa menghasilkan duit" ucap Anya dengan lesu.
Azen pun mematikan handphone nya dan memasukkannya kedalam saku dan berkata. "Sini mana gue liat?" Dengan nada lembut dan tenang.
Anya pun menyodorkan wajahnya.
"Buset.. benjolnya gede banget Anya" ujar Azen dengan terkejut.
"Gue juga ga habis fikir, ini kepala kena lemparan bola basket tapi kenapa bisa benjol Segede ini kek habis kena lemparan batok kelapa tau ga." ucap Anya lesu.
"Yaudah yuk ke UKS gue anterin, kita obati dulu benjolan di kepala Lo ini baru habis itu gue anterin Lo pulang" ajak Azen memegang tangan Anya lalu menariknya.
__ADS_1
"Tapi gue bawa sepeda!!" rengek Anya sambil menahan tarikan tangan Azen.
"Lo simpen aja dulu di parkiran sekolah, gaakan ada yang nyuri ini" balas Azen.
"Lo yakin??" tanya Anya ragu.
"Iyaaahh, ayo cepet berdiri. Move move Anya." menarik lagi tangan Anya
"Iya iyaa" sahut Anya lesu.
"Ica mana?" tanya Anya.
"Dia udah pergi duluan dianterin pacarnya" seru Azen tidak perduli.
"Oh.. gtu!" jawab Anya.
Azen mengantarkan Anya pulang, karena rumah Azen dan Anya berdekatan, jadi yah.. itung-itung pulang bawa beban berat, fikir Azen.
--- Di motor ---
"Azen..!!" rengek Anya.
"Naon dei ai manehhhhh!!" (Ada apa lagi kamu) ucap Azen sedikit kesal.
"Mau es cream...!!" rengek Anya.
"Iyah.. Iyah.. nanti kita mampir beli es cream Dondurma kesukaan Lo!" balas Azen.
"Gue pengen beli dua yah, satu lagi buat nyokap gue!!" pinta Anya.
"iya sok mau beli sekotak, apa sekarung, apa mau sama emang-emang tukang es nya juga sok boleh!!" ujar Azen meledek.
Setelah percakapan itu Anya tiba-tiba memikirkan Bagas, ia mengingat kembali apa yang ia lakukan terhadap Bagas hingga ia bisa se murka itu. Seorang Bagas yang sangat dingin juga pendiam tiba-tiba bisa se marah itu.
"Oh Iyah juga sih, setelah gue pikir-pikir lagi gue emang banyak banget berbuat salah sama dia!! Tapi gue kan ga sengaja, dia juga kenapa coba dengan sengaja buat gue jatuh dan dipermalukan didepan kelas. Padahal semua yang gue lakuin ke dia itu murni ketidaksengajaan gue" batin Anya.
"Tadinya gue beneran jadi merasa bersalah, tapi saat gue pikir-pikir lagi perbuatan dia yang disengaja itu ko jadi bikin gue kesel yah!!" Batinnya lagi.
Ditengah perjalanan pulang, Anya melihat Bagas menaiki skateboard nya di pinggir jalan, dalam hati ia berkata. "Dia pulang naik skateboard ternyata.."
Saat lampu merah menyala, Bagas melewati Azen dan Anya. Azen otomatis melambaikan tangan kepada Bagas, Bagas hanya melirik kepada mereka dan pada saat ia melihat Anya, Anya malah mengangkat jari tengahnya. Astagfirullah Ada-ada saja Anya ini..
Bagas terkejut dengan perlakuan Anya itu sembari berkata "Udah ga waras itu anak!!" sambil menggelengkan kepalanya. Ia pun melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.
~Bersambung~~~
__ADS_1