DONDURMA

DONDURMA
Minggu Pagi


__ADS_3

"Anya bangun.." Seru ibunya Anya berteriak keras dengan mengetuk pintu.


"Anya.."


"Ko ga dijawab!!"


"Masih idup kan??"


Anya membuka matanya dengan berat, iapun merespon perkataan ibunya itu. "Euu.. iya masih mah.." jawabnya seraya meregangkan seluruh tubuhnya.


"Yaudah cepet keluar, sarapan.. terus olahraga sana!!" ucap Mamah Anya.


"Iyah.." jawab Anya sambil bangun dari tempat tidur.


Anya keluar kamar dengan modelan kolor yang pendek, kaos kegedean juga rambut yang seperti singa abis berantem sama macan. Saat ia melangkah menuju meja makan, ia melihat sosok pria dengan posisi tengkurep sambil main game. Ada yang bisa nebak itu siapa?? Iyaa betul sekali.. dia adalah Azen anak tetangga sebelah.


Anya menghampiri Azen kemudian mendorong Azen sampai ia terjatuh kebawah kursi. Dan.. jedugggg..


Azen melihat kearah orang yang mendorongnya. "Eh buset.. kaget gue" ungkapnya kaget melihat penampilan Anya di pagi hari.


"Lo ngapain pagi-pagi udah nongkrong dirumah gue??" tanya Anya sambil menguap juga menggaruk kepalanya.


"Kagak ada pantes-pantes nya ya Lo sebagai perempuan" ungkap Azen menghina.


"Apaan sih Lo" jawab Anya.


"Gue tanya ngapain disini??" tanya Anya.


"Itu mamah yang suruh Anya!!" teriak ibunya Anya dari dalam dapur.


"Kenapa mah??" tanya Anya dengan berteriak.


"Supaya kalian bisa jalan-jalan bareng" jawab ibunya Anya.


"Ah ga mau" rengek Anya.


"Tuh kan.. pasti kamu bakalan bilang kaya gitu, sana keluar olahraga Anya.. jangan dieum dirumah terus.. Ini kan hari minggu, sana pergi keluar" suruh ibunya Anya.


"Mager mah.. Anya mau tidur lagi aja" jawab Anya sambil menguap.


"Itu Azen udah siap nemenin kamu, masa kamu mau tidur lagi" balas ibunya Anya.


"Skuy Anya.. Lo itu harus olahraga, lumayan sambil jalan-jalan kan kita.." ajak Azen sambil maen game.


"Iya deh iya.." jawab Anya yang kemudian pergi siap-siap.


"Sini Azen ikut sarapan bareng" ajak ibunya Anya.


"Oke Tante.." jawab Azen semangat.


Anya dan Azen pergi olahraga bersama, mereka berencana untuk pergi ke lapangan besar tempat biasa orang-orang suka olahraga disana. Saat mereka sampai, mereka mulai berlari mengelilingi lapangan.


Saat sedang mengelilingi lapangan, Anya melihat ada sekumpulan anak main skateboard di sisi lapangan. Ketika ia melewati sekumpulan anak yang main skateboard itu, ia melihat Bagas yang sedang bermain bersama anak kecil. Berbeda dengan sikap Bagas di sekolah, disana ia terlihat ramah terhadap anak kecil itu, ia bermain, bercanda gurau, sampai tersenyum lebar. Senyuman manis kepada anak kecil itu membuat Anya melongo hingga bergeming tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Disisi lain Azen sudah berlari sangat jauh, ia menengok kesamping ternyata Anya sudah menghilang, lalu ia berhenti dan menengok kebelakang dan melihat Anya, ia langsung berlari menghampiri Anya.


"Woy.. ada apa?? kenapa berhenti?" tanya Azen.


"Azen.. itu Bagas bukan??" tanya Anya sambil nunjuk ke Bagas.


"Mana??" tanya Azen lagi.


"Itu..." ungkap Anya sambil menunjuk kearah Bagas.

__ADS_1


"Iyah.. maybe" jawab Azen.


"Bener kan?? ga salah kan?" tanya Anya lagi.


"Kenapa emangnya??" tanya Azen risih.


"Gue baru pertama kali liat Bagas senyum, ketawa kaya gitu, bahkan sampai terbahak-bahak ketawanya" ungkap Anya kagum.


"Iya terus.." bales Azen.


"Ya gue takjub aja, gue kira dia itu punya kelainan jiwa sampe gabisa tersenyum sama orang" jawab Anya lagi.


"Eum.. Yaudah gue mau beli minum dulu, haus.. kalo lu udah puas mandangin si Bagas itu, gue ada di warung Sono" seru Azen sambil menunjuk Abang warung.


Saat Bagas sedang bermain dengan anak kecil yang kebetulan olahraga disana juga, salah satu anak kecil itu memainkan skateboard Bagas hingga ia tidak sengaja meluncurkan skateboard itu kearah Anya. Anak kecil itu berlari mengikuti arah skateboard, Anya yang melihat kejadian itu langsung menangkap skateboard yang melaju kearahnya agar berhenti supaya anak kecil itu bisa mengambilnya.


"Ini dek.." ucap Anya sambil memberikan skateboard.


"Makasih kakak cantik.." ungkap adik kecil itu dengan senyuman yang sangat manis.


"Sama-sama Adik lucu.." balas Anya sambil mengelus rambut adik itu.


"Ih.. gemesnya.." sambil cubit pipi adik itu.


"Adik kesini sama siapa??" tanya Anya.


"Sama mamah, tapi mamah lagi makan bakso di warung, jadi aku main aja sama kakak-kakak disana" jawab adik itu sambil menunjuk ke arah Bagas.


"Oh gitu.. yaudah sana kamu main lagi yah"


"Iyah kak.. dadah kakak cantik" ucap adik kecil itu melangkah sambil dadah ke Anya.


"Dadah.." ucap Anya sambil melambaikan tangannya.


"Kakak ini tadi skateboard nya lari-lari" ucap adik kecil sambil memberikan skateboard nya.


"Oh gitu.. lari kemana?" tanya Bagas.


"Itu ke kakak cantik itu" balas adik kecil itu sambil menunjuk ke arah Anya.


Bagas melihat kearah Anya, ia hampir berteriak memanggil Anya tapi sebelum hal itu terjadi Anya keburu memalingkan badannya dan pergi berlari menghampiri Azen.


"Azen yu pulang!!" ajak Anya.


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Azen bingung.


"Ga tiba-tiba, inikan udah keluar keringet banyak, jadi yaudah yuk pulang" ajak Anya sekali lagi.


"Ah elu mah.. gue belum ketemu cewek-cewek cantik nih" rengek Azen.


"Lo ini sebenernya bukan mau lari kan? Lo manfaatin gue supaya Lo bisa ngedeketin cewek-cewek disini" curiga Anya.


"Lah.. baru sadar lu.." ungkap Azen sambil terus melirik mencari wanita cantik.


"Ah elah..." ungkap Anya dengan kesal.


"Makanya sini duduk dulu, bentar lagi pulangnya" ajak Azen.


"Yaudah jangan lama-lama lu" seru Anya sambil duduk.


"Iya iya.. nih minum" ucap Azen sambil menyodorkan minuman.


--- Disisi lain---

__ADS_1


"Kayaknya dia masih marah sama gue?" batin Bagas.


"Ya iyalah marah, apalagi gue belum minta maaf sama dia"


"Ah bodo amat, toh bukan siapa-siapa gue"


"Tapi gue jadi ga enak gara-gara omongan gue waktu itu"


"Lah dia juga ngerusakin hp gue"


"Tapi setidaknya gue punya harga diri, gue harus minta maaf dan udah beres ga usah berurusan lagi sama dia"


Batin Bagas terus saja berantem, berdebat sampai pusing dibuatnya. Namanya juga cowok dingin, cowok yang ga perduli dengan perlakuan orang lain, cueknya minta ampun, tapi kali ini ia sampai risih dengan dirinya sendiri, padahal dulu hal kaya gini bukan apa-apanya dibandingkan yang dulu-dulu. Dahulu lebih parah, sampe ga pernah tuh namanya minta maaf, bener-bener cuek dengan semua orang, tapi entah kenapa sama yang satu ini beda rasanya. Aweyyy.....


"Kak Bagas aku mau ke mamah dulu" ucap adik kecil.


"Iya kakak aku juga.." ungkap adik yang lainnya.


"Makasih udah mau main sama kita" ungkap adik yang satunya lagi.


"Iya sama-sama, kalian hati-hati jalannya, disini banyak yang lari-lari, jadi jangan sampai nubruk orang lain. okee" ungkap Bagas penuh perhatian.


"Oke kak" jawab anak-anak serentak.


"Dadah kak Bagas" ucap adik kecil sambil melambai tangan.


Sisi lain dari Bagas yang dingin sedingin es Dondurma adalah.. ia sangat menyukai anak kecil, karna ia tidak memiliki adik makanya ia sangat perhatian kepada anak kecil, berharap ia juga mempunyai seorang adik kecil.


--- Dirumah Anya ---


"Assalamualaikum.. mah.. Anya pulang" sambil buka pintu.


"Wa'alaikum salam" jawab ibunya Anya sambil menyuapi adik Anya.


"Mau makan nak??" tanyanya.


"Nanti mah, Anya mau mandi dulu" jawab Anya.


"Dede...." ungkap Anya menghampiri sambil memeluk Adiknya.


"Ih kak Anya bau.." ungkap adik Anya sambil menutup hidungnya. Gamau dipeluk sama kak Anya, Kak Anya bau" rengek nya lagi.


"Udah Anya jangan peluk adik kamu itu, kasian kebauan" sahut ibunya Anya.


"Eum.. gemes soalnya.." jawab Anya sambil mencubit pipi adiknya itu.


"Dede mau masuk TK yah?" tanya Anya.


"Iyah.. tapi sekarang kata mamah belajar dirumah dulu" jawab adik Anya.


"Yaudah nanti habis kakak mandi, Dede belajar sama kakak aja yah, mau??" ajak Anya.


"Mau kak.." jawab adik Anya bersemangat.


"Oke.. Bagus.. Berangkat menuju kamar mandi.. wuss..!!" Ungkap Anya sambil melangkah menuju kamar mandi dengan ala-ala pesawat.


~Bersambung~~


Oh iya, buat kalian yang penasaran sama keluarga Anya, aku mau jelasin disini. Jadi Keluarga Anya itu beranggotakan 5 orang, yaitu Mamah, Ayah, Kakak perempuan, Anya, dan Adik laki-laki nya. Nama ibunya nya Anya itu Salimah, kalau Ayahnya namanya Hadid, Kakak perempuan nya namanya Yunya alias kayun, kalau adiknya namanya Kazov alias Dejoy, nama Kayun dan Dejoy ini diciptakan oleh Zafia Tanya Utari alias Anya.


Ayah Anya seorang Nakhoda untungnya sudah pensiun dan akan pulang bulan depan, alasan Ayah Anya pensiun karna ia rasa sudah cukup untuk bekerja tetapi jauh dari keluarga makanya ia pensiun dan memutuskan untuk menjadi.. bodyguard Ibunya Anya hehe,canda. Tapi bener, Ayah Anya kini hanya ingin keluarga kecilnya merasakan kehangatan keluarga. Kalau Ibu Anya seorang manajer butik sekaligus pemilik butik, cabang butiknya ibunya Anya juga lumayan banyak. Selanjutnya yaitu Kakaknya Anya, Kayun sekarang lagi kuliah jurusan Musik dan hoby main bola basket. kalau Adik Anya kalian sudah tau, dia tahun ini mau masuk TK jadi yah seperti itu.


Lengkap sudah perkenalan keluarga Zafia Tanya Utari ini^^

__ADS_1


__ADS_2